CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Pergi Bulan Madu


__ADS_3

Tak terasa waktu yang ditunggu-tunggu oleh Niken dan Rayen pun tiba, hari ini rencananya mereka akan pergi bulan madu, walau pun tidak keluar nengri, namun pemandangan ditempat yang akan mereka tuju sangat indah tak kalah dari negara diluaran sana, dan yang mereka akan datangi adalah kepulauan raja ampat yang terletak kabupaten raja ampat, provinsi papua barat, pemandangan yang disugukan dipulau itu sangan indah, belum lagi pemandangan yang terdapat dibawah laut yang bisa memanjakan mata yang melihatnya.


'' Mas sudah semua kan dibawa?'' tanya Niken, setelah melihat suaminya turun dengan koper yang digeret ditangan kanannya sedangkan tangan kirinya menenteng sebuah tas yang tidak terlalu besar.


''Kalian hati-hati ya sayang disana? jangan lupa kabari mama dan papa jika sudah sampai!" pesan Lidya pada anak dan mantunya.


''Iya mah, pokoknya mama tenang aja, nanti setelah sampai disana kami akan mengabari mama dan papa.'' ucap Niken.


*


*


*


Setelah menghabiskan hampir tujuh jam lamanya didalam pesawat, akhirnya sepasang suami istri yang akan berbulan madu tersebut sampai di tempat tujuan. Didepan pintu keluar sudah ada supir yang menjemput keduanya yang disiapkan oleh pihak hotel yang dimana hotel tersebut sudah disewa oleh mereka lebih tepatnya kedua orangtua Niken, tidak tanggung-tanggung, kamar hotel yang mereka sewa adalah pasilitas berbintang dengan harga jutaan rupiah permalam.


'' Atas nama mas Rayendra dan mba Niken Anjani??'' tanya sang supir tersebut.


''Iya pak,'' jawab Rayen


''Perkenalkan nama saya Amir saya adalh supir dari pihak hotel tempat mas dan mba nya menginap. Silahkan masuk mas, mba, saya akan mengantar kalian kehotel.'' ucap sang supir sambil membukakan pintu dibagian belakang.


Rayen dan Niken mengangguk kemudian langsung masuk kedalam mobil tersebut.


Sepanjang perjalanan menuju hotel Niken terus bersandar didada bidang suaminya, sambil memejamkan mata, rasanya ia benar-benar lelah saat ini, mungkin jika sudah berada dihotel ia akan langsung istirahat saja.


Setelah mengendarai kurang lebih satu jam perjalanan akhirnya mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan hotel tempat mereka menginap selama beberapa hari tersebut.


''Sayang kita sudah sampai, ayo turun!" ucap Rayen sambil menepuk pelan wajah istrinya yang masih betah memejamkan matanya.


Tak lama Niken membuka mata, sambil menatap sekitar.


''Kita sudah sampai mas?'' tanya Niken sambil melihat kearah suaminya.


''Iya sayang kita sudah sampai ayo turun!" ucap nya sambil menggeser tubuhnya untuk mendekat kearah pintu mobil.


Ditempat lain..

__ADS_1


''Sayang kamu makan yang banyak ya? agar bayi kita sehat, ingat kata dokter tadi, kamu itu harus banyak-banyak istirahat jangan terlalu banyak berpikir, nanti kamu bisa stres, lagian ya aku itu bingung sama kamu, kamu itu mikir apa sih sampai bisa dokter bilang kamu itu stres karna banyak pikiran?'' tanya sang suami dan mereka adalah sepasang suami istri yang mungkin sebentar lagi akan menjadi orang tua dan mereka adalah Windy dan juga Leo.


''Letakan saja disana kak, nanti aku makan.'' ucap Windy tanpa melihat wajah suaminya.


''Sayang apa kamu masih kepikiran yang tadi? dengar! tadi itu Viona hanya bercanda, mana mungkin aku punya hubungan dengan dia, kami itu hanya fatner kerja, kamu kan tau dia model diperusahaan papa nya Niken, lagian dia itu mantannya Rayen, masa iya aku mau bekas teman aku sendiri.'' ucap Leo yang hanya bercanda, namun ternyata Windy menganggap itu serius.


''Oh, jadi maksud kamu jika wanita itu bukan bekas om Rayen kamu mau sama dia? iya kak?'' todong Windy


''Bu-bukan gitu juga Windy, lagian kamu ini kenapa sih? kenapa kamu menganggap serius ucapan wanita itu? dia itu hanya ingin menghancurkan hubungan kita,rumah tangga kita, kamu paham gk?!" ucap Leo tanpa sengaja telah membentak istrinya.


''Kak! kamu kok jadi bentak aku kayak gitu sih? lagian wajar jika aku tanya sama kamu kan? ya kalau memang itu gk benar kenapa kamu marah seperti itu? ya pastilah aku jadi curiga dan juga ragu sama kamu.'' ucap Windy


Flasback..


Windy dan Leo baru saja sampai dirumah sakit, rencana nya hari ini mereka akan kembali check up kandungan, namun baru saja Windy dan Leo memasuki rumah halaman rumah sakit tersebut tak sengaja mereka bertemu dengan Viona.


Astaga Viona? kenapa bisa sampai ketemu disini sih, semoga saja dia tidak mengatakan hal yang enggak-enggak dengan Windy.


Batin Leo yang merasa sedikit cemas, ia sangat takut jika wanita itu akan mengatakan sesuatu pada istrinya.


'' Ini istri kamu kan?'' sambung Viona lagi.


'' Iya tante, saya Windy istri kak Leo.'' jawab Windy


Viona tersenyum melihat Windy, namun itu bukanlah senyuman yang tulus, tapi senyum terkesan meremehkan.


''Oya kalau boleh tau kalian sedang apa disini?'' tanya wanita tersebut


''Saya dan kak Leo datang kesini mau check up kandungan tante Viona.'' jelas Windy.


''Apa? kamu hamil? kok bisa?'' tanya Viona kaget.


''Apa maksus kamu bicara seperti itu Viona? tentu saja bisa, Windy kan istri saya.'' ucap Leo dengan nada sedikit geram.


Mendengar perkataan Leo membuat Viona menatapnya sinis.


'' Windy, apa kau sangat mencintai suamimu ini? maksud saya, apa kamu yakin jika suami kamu ini hanya mencintai kamu?''

__ADS_1


''Heh,, Viona, apa maksudmu bertanya seperti itu pada istri saya? kamu jangan coba ya merusak etenangan rumah tangga saya!'' potong Leo langsung, ia tak memberikan kesempatan pada istrinya untuk bertanya apapun pada Viona.


''Loh Leo, kok kamu marah sih? kan aku hanya bertanya sama istri kamu, dia aja biasa, kok kamu yang sewot.'' ucap Viona.


'' Saya hanya tidak ingin kamu berkata yang aneh-aneh pada istri saya, dengan tuduhan-tuduhan kamu itu.'' ucap Leo geram


'' Ayo sayang sebaiknya kita masuk sekarang, jangan pikirkan ucapan wanita ini.'' ucap Leo sambil merangkul bahu istrinya untuk masuk kedalam rumah sakit, dan Windy hanya menurut saja, tanpa berkomentar, karna ia tau jika Viona adalah wanita yang tidak baik, Windy berpikir bisa saja wanita itu berkata seperti itu hanya untuk merusak rumah tangganya.


'' Windy asal kamu tau ya, suamimu itu mempunyai wanita lain dibelakang kamu.'' ucap Viona yang membuat langkah keduanya seketika terhenti, tepatnya langkah Windy.


Kurang ajar Viona, apa coba maksudnya berkata seperti itu, semoga saja Windy tidak terpengaruh dengan ucapannya, dan sepertinya aku harus cepat-cepat membawa Windy menjauh dari wanita ular ini.


Batin Leo


'' Sayang sudahlah, jangan kamu perdulikan ucapan nya, dia itu hanya ingin merusak rumah tangga kita.'' ucap Leo yang mencoba meyakinkan istrinya kalau yang dikatakan Viona itu adalah kebohongan semata.


''Tidak kak,sepertinya aku memang harus mendengar apa yang tante Viona ini ingin katakan.'' ucap Windy kini ia sudah berada dihadapan Viona


'' Oya, apa maksud tante Viona bicara seperti itu ya? apakah tante mengetahui sesuatu tentang suami saya?'' Windy bertanya sambil menatap lekat pada wanita yang ada dihadapannya saat ini.


Viona melirik pada Leo yang saat itu sedang memberi kode agar ia tak mengatakan apapun pada istrinya.


'' Jawab tante! kenapa tante Viona bisa berkata seperti itu?'' ucap Windy memaksa


Namun bukannya menjawab, Viona malah tertawa renyah membuat Windy langsung mengerutkan dahi.


''Apa nya yang lucu? kenapa tante tertawa begitu?'' ucap Windy geram merasa dipermainkan.


''Windy-windy, saya itu hanya bercanda, masa gitu aja ditanggepi.'' ucap Viona tanpa merasa bersalah.


''Apa? becanda?


'' Iya, hanya bercanda!!!'' jawab Vioma menciba meyakinkan.


Namun Windy masih bslum percaya pada Viona, karna ia masih curiga jika suaminya punya simpanan diluaran sana.


Next

__ADS_1


__ADS_2