CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Penjelasan Part 1


__ADS_3

Saat ini Rayen sedang dalam perjalanan kerumah keluarga Mahendra,sudah dua hari, semenjak kejadian itu, Niken terus menghindarinya, bahkan setiap kali Rayen menghubunginya Niken selalu tak mau menjawabnya, begitu pula saat dirinya mrngirim pesan, dibaca, namun tidak dibalas membuat Rayen semangkin prustasi dan dilanda kegalauan, kini dirinya merasa sudah tidak tahan lagi, perasaan rindu yang terus menggunung membuatnya harus segera menemui kekasihnya itu.


Sedangkan dirumahnya saat ini Niken juga sedang memikirkan Rayen, selama dua hari ini ia selalu uring-uringan, bahkan makan juga tak berselera.


''Pah,mama khawatir sama Niken, sudah dua hari dia selalu uring-uringan, keluar juga hanya untuk bersekolah saja, setelah pulang sekolah dia juga langsung masuk kekamarnya, tidak seperti biasanya, mama jadi merasa tidak tenang melihatnya seperti itu.'' jelas Lidya pada suaminya.


''Mungkin lagi PMS kali mah,'' jawab Frans asal.


''Ck, papa ini mama serius loh pah, ini tuh beda, apa dia lagi ada masalah ya sama teman-temannya ya?


''Kenapa mama gk coba tanya aja sama dia langsung.''


''Dia bilang gk ada masalah pah Niken gk mau bilang sama mama, mama khawatir loh pah, tapi sepertinya papa santai-santai aja,'' Lidya terlihat kesal dengan suaminya itu.


''Bukan gitu juga mah, tapi coba deh mama hubungi teman-temannya dulu, mungkin saja mereka tau penyebab Niken seperti itu.


''Iya juga ya, kok mama gk kepikiran sama sekali ya pah, yasudah kalau gitu mama coba tanyakan dulu sama Windy dan juga Putri.'' ucap Lidya dan langsung melangkah menuju telpon rumah.


Tak berapa lama Lidya kembali dan langsung mendudukan bokongnya diatas sofa samping suaminya.


''Gimana mah, mereka bilang apa?'' tanya Frans sambil meletakan ponsel miliknya diatas meja.


''Mereka juga gk tau,'' jawab Lidya lesu.


''Jika memang Niken gk ada masalah sama teman-temannya disekolah, jadi karna apa ya pah, masa iya sama Rayen.'' ucapan yang dilontarkan Lidya sontak membuat Frans memikirkan sesuatu.


''Sebenarnya sudah dua hari ini Rayen juga terlihat seperti tidak fokus bekerja dikantor,bahkan pekerjaannya juga hampir semua Leo yang handle, apa benar karna dia sedang ada masalah dengan Niken, tapi kenapa sampai membuat Rayen sampai seperti itu, sebenarnya apa yang terjadi?sepertinya aku sudah sangat ketinggalan jauh.


Frans membatin.


Tak lama terdengar suara pintu diketuk dari luar.

__ADS_1


''Bik coba dilihat siapa yang datang!" ucap Lidya.


''Baik buk.'' jawab Art tersebut.


Beberapa saat kemudian, Art masuk lagi kedalam disusul oleh Rayen dibelakangnya.


''Loh Rayen, tumben baru datang sekarang?kemana aja selama dua hari gk datang?'' ucap Lidya.


Rayen melirik pada Frans yng saat itu berpura sibuk dengan ponsel miliknya.


''Iya baru sempat mba.'' jawabnya.


Kebetulan kamu datang kesini sekalian aja makan malam disini ya?'' tawar Lidya lagi.


''Iya mba,'' jawab nya sambil matanya menatap keseluruh ruangan.


''Niken ada dikamarnya.'' ucapan tiba-tiba Frans membuat dua orang yang ada dihadapannya sontak menoleh pada Frans.


''Kamu kesini cari Niken kan?'' Frans kembali memastikan.


Sedangkan Lidya hanya diam, namun tetap menyimak kata-kata yang keluar dari mulut suaminya.


''Rayen boleh mba tanya sesuatu sama kamu?'' sambung Lidya sambil menatap wajah Rayen yang saat itu masih berdiri didepan mereka.


''Iya mba, ada apa?


''Sebaiknya kamu duduk saja dulu, memang nya gk capek ya berdiri terus kamu?.'' ucap Lidya.


''Memangnya apa yang mau mba Lidya tanya kan sama aku?'' ucap Rayen penasaran, saat ini Rayen sudah duduk didepan sepasang suami istri tersebut.


''Sudah dua hari ini mba perhatiin Niken uring-uringan terus dirumah, dia juga selalu mengurung diri dikamar, mba sangat khawatir dengan keadaannya, Ray apa kamu tau kenapa Niken bisa seperti itu?maksud mba, apa ini semua ada hibungannya dengan kamu? karna mba sudah tanya sama teman-temannya katanya mereka juga gk tau dusekolah juga Niken gk pernah ada musuh, makanya mba tanya sama kamu, apa kamu yang sudah buat Niken jadi uring-uringan seperti itu?tuduh Lidya langsung

__ADS_1


Rayen sama sekali tak menyangkal tuduhan Lidya, namun dia juga tak mengiyakannya, Rayen hanya diam dengan pandangan menunduk.


''Rayen, sebaiknya katakan! apa yang sebenarnya terjadi? apa kalian berdua bertengkar lagi?'' kali ini suara Frans yang mengintimidasi Rayen.


''Sepertinya mba Lidya dan bang Frans menyadari jika putri mereka menangis karna aku, apa yang harus ku lakukan sekarang? alasan apa yang harus ku buat pada mereka,


''Ray, kok malah melamun? mas Frans nanya kamu loh.'' ucap Lidya


'' I-iya mba, sebenarnya ini ada kesalah pahaman dengan aku dan juga Niken dan kedatanganku hari ini kesini ingin bicara dengan Niken, aku ingin masalah kami cepat selesai, karna aku juga gk mau masalah diantara kami terus berlarut-larut.'' ucap Rayen.


''Rayen, mba gk tau masalah apa yang terjadi diantara kalian berdua, tapi mba harap kamu bisa cepat menyelesaikan masalah itu,, baiklah kalau gitu sebaiknya cepat kalian selesaikan masalah kalian berdua, mba gk mau melihat anak mba satu-satunya terus uring-uringan terus kayak gitu.'' ucap Lidya


''Baiklah mba,kalau gitu aku akan bicara pada Niken sekarang, dan mudah-mudahan Niken mau mendengarkan penjelasanku.'' setelah mengatakan itu Rayen langsung berlalu dan menuju lantai dua dimana kamar Niken berada.


''Sebenarnya mama sangat penasaran pah, kira-kira Rayen sama Niken ada masalah apa sih, kok Niken sampai galaunya gitu banget.'' ucap Lidya yang sangat penasaran.


Sedangkan Frans hanya diam tanpa ingin berkomentar,namun dalam hatinya iya juga sangat merasa penasaran dengan adik dan juga anaknya itu.


Saat ini Rayen sudah berada didepan pintu kamar sang ponakan,dengan sedikit ragu Rayen mulai mengangkat tangan mengetuk pintu kamarnya.


Namun disaat dirinya mulai hendak mengangkat tangannya pintu kamar tersebut tiba-tiba terbuka lebih dulu seolah mengetahui akan ada orang yang datang.


Kreek terdengar suara pintu terbuka,tak lama muncul seorang gadis dengan hanya memakai hotpans dengan kaos kedodoran hingga menampakan bahu putih mulusnya,dengan gaya rambut yang dicepol keatas membuat gadis itu semangkin terlihat sek*si, hingga membuat Rayen menelan ludahnya berkali-kali.


Namun sayangnya terlihat pandangan tak bersahabat dari gadis itu, sorot matanya tajam dan juga wajah yang terkesan dingin.


''Niken mas mau bicara sama kamu sayang,bisakan?'' ucap Rayen selembut mungkin.


''Masuklah!" jawab Niken sambil memberi jalan pada Rayen untuk masuk.


''Katakanlah apa yang mau om katakan!" ucapnya sambil mendudukan bokongnya disisi tempat tidur.

__ADS_1


''Sayang,mas hanya ingin jelasin bahwa semua yang kamu lihat kemari itu gk benar, itu hanya kesalah pahaman,mas sama sekali gk nyangka dia bakalan duduk dipangkuan mas secara tiba-tiba seperti itu.


NEXT


__ADS_2