CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Cemburunya Rayen


__ADS_3

''Niken sayang,apa yang terjadi? sedang apa kamu dirumah sakit?'' ucap Rayen tiba-tiba membuat Niken terkejut.


''Om Rayen?'' ucapnya sambil berdiri.


''Sayang kamu belun jawab, kamu sedang apa disini? apa kamu sakit?'' ulangnya


''Bukan aku om, tapi Windy dia yang sakit.'' jawab Niken.


''Om Rayen sedang apa dirumah sakit?'' tanya Niken, karna tidak mungkin menurut nya Rayen sengaja datang kesini untuk menemui dirinya, sedangkan tadi jelas-jelas Niken melihat jika Rayen terkejut saat melihat nya berada dirumah sakit.


''Sebenarnya mas kesini untuk--''


''Pak Rayen.'' panggil seseorang, membuat Rayen tak jadi menjawab ucapan Niken.


Mendengar ada suara yang memanggil nama Rayen, keduanya pun langsung menoleh kearah sumber suara.


''Perempuan itukan perempuan kemarin yang aku lihat dikantor papa.


Batin Niken, sambil terus memperhatikan wanita tersebut yang semangkin melangkah berjalan kearah mereka.


''Pak, ternyata bapak sudah datang,'' ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Tata, Tata memperhatikan Niken dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Siapa gadis yang berseragam SMA ini? apa kerabat pak Rayen.


Batin Tata bertanya-tanya, karna memang ia belum mengenal sosok Niken, Tata juga tidak tau jika Niken adalah anak dari pemilik tempat dimana ia bekerja sekarang, karna setiap kali Niken datang kebetulan dirinya selalu berada diluar.


''Oya pak Ray, mba Viona sejak tadi sudah menunggu kedatangan pak Ray, apa bapak mau melihatnya sekarang?'' ucapnya memastikan.


''Nanti saya akan menemuinya sekarang saya masih ada urusan, sebaiknya kamu kembali saja keruangan Viona.'' ucap Rayen datar.


Kenapa pak Rayen tiba-tiba menjadi dingin sekali ya?


Batin Tata.


Oh, jadi ternyata tante Viona dirawat dirumah sakit ini juga, dan ternyata kedatangan om Rayen kesini ingin menemui dia.


Entah kenapa memikirkan itu membuat perasaan Niken tiba-tiba menjadi tidak tenang.


Apa selama ini om Rayen sering bertemu dengan tante Viona tanpa sepengetahuan aku.


Rayen melihat wajah Niken yang mulai berubah saat mendengar ucapan Tata barusan.

__ADS_1


''Sayang, kamu jangan berpikiran yang macam-macam dulu, mas kesini memang mau jenguk Viona, tapi mas hanya sebentar untuk memastikan keadaannya, itu pun karna dia juga yang minta, tapi mas janji setelah memastikan kondisinya baik-baik saja mas tidak akan menemuinya lagi.'' jelas Rayen.


''Terserah, lagi pula untuk apa om minta ijin padaku, bukankah om sudah berada disini? lagi pula sebelum datang kesini om juga gk bilang kan sama aku? jadi aku rasa buat apa ijin dariku, jika tanpa ijinku saja om sudah ada ditempat ini.'' ucapnya sarkas


Rayen terdiam sesaat, untuk mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut kekasihnya.


''Niken sayang, jangan berkata seperti itu pada mas, yasudah mas tidak akan menemui Viona, mas akan disini saja bersama kamu, karna bagi mas kamulah yang terpenting sekarang.'' ucap Rayen, membuat Niken yang mendengar tersenyum tipis, sangat tipis hingga Rayen pun tak bisa melihatnya.


*


*


*


Saat ini Rayen dan Niken sedang dalam perjalanan menuju sebuah cafe, setelah tadi sebelumnya ia sempat melihat keadaan Windy dirumah sakit, kedua orang tua Windy dan juga orang tua Leo juga terlihat datang kerumah sakit, akhirnya Niken memutuskan untuk pulang bersama Rayen setelah sebelumnya mereka pamit pada keluarga sahabatnya itu.


Sedangkan didalam sebuah kamar inap terlihat seorang wanita sedang menunggu kedatangan Rayen bersama dengan asistennya, siapa lagi kalau bukan Viona.


''Ta, kenapa mas Rayen lama sekali, tadi kamu bilang dia sudah ada didepan? tapi kenapa sampai sekarang dia masih belum sampai sih.'' protesnya.


''Tadi tuh pak Rayen memang sudah berada didepan mba, tadi saya lihat pak Rayen sedang bicara dengan gadis SMA, dan dia juga bilang jika dia akan datang sebentar lagi.'' jelas Tata


''Iya mba, orangnya lumayan tinggi, putih,dan---''


''Dan apa??'' Viona sangat penasaran karna Tata menggantung ucapannya.


''Dan cantik mba.'' jawabnya.


Itu pasti Niken, kenapa dia bisa berada disini? apa dia sengaja ikut mas Rayen kerumah sakit.


Batin Viona


''Sayang tadi mas telpon kamu kenapa ponselnya gk aktif?'' tanya Rayen yang sekilas melirik pada Niken.


''Iya, tadi batrenya lobet,'' jawabnya singkat.


Saat ini keduanya sudah sampai disalah satu cafe yang cukup terkenal dikotanya.


''Ayo sayang,'' ajak Rayen sambil membuka seatbelt miliknya, begitupun dengan Niken yang juga langsung membuka pintu mobil kemudian langsung keluar.


Kini keduanya sudah duduk disalah kursi cafe yang berada didekat jendela, mereka duduk dengan saling berhadapan.

__ADS_1


Rayen sempat melihat beberapa anak muda menatap Niken kagum, bahkan Rayen sempat mendengar pujian yang mereka layangkan untuk Niken, dan masih banyak kasak-kusuk lainnya.


Apa-apaan anak ABG ini, berani sekali mereka memuji kekasihku,apa mereka tidak menganggapku ada.


Batin Rayen yang terlihat kesal.


''Sayang kamu mau pesan apa?'' tanya Rayen dengan nada sedikit kuat, membuat beberapa orang sampai melihat kearah mereka.


''Om apa-apaan sih, sampai teriak gitu? kan malu dilihatin orang.'' protes Niken


''Kenapa kamu mesti malu? kamu itukan emang kekasihnya mas, calon istri mas, mas hanya ingin mereka tau jika kamu itu sudah punya calon suami yaitu mas, memangnya kamu gk mau menikah dengan mas? atau jangan-jangan kamu malu ya punya kekasih yang udah tua seperti mas?'' ucap nya sinis.


''Iih, om ini bicara apa sih? kok jadi sensi gitu, lagi pula mana mungkin aku nolak nikah sama om, dari dulu itu adalah impian aku, jadi om gk usah mikir yang aneh-aneh deh.'' ucap Niken


''Panggil mas! dengar ya sayang mulai sekarang mas mau kamu panggil aku dengan sebutan mas, dan jangan panggil om lagi kamu mengertikan?.''


''Iyaiya aku ngerti mas!" jawab Niken.


''Bagus.'' sambung Reyen.


Dasar laki-laki, tukang maksa, kemauan dia aja harus dituruti coba kalau aku, pasti kebanyakan protesnya.


Gerutu Niken dalam hati.


''Mas kenapa lagi sih mukanya ditekuk gitu?'' tanya Niken bingung


''Gimana kalau kita pindah saja? mas gk nyaman duduk disini,'' ucap Rayen.


''Ya gk bisa gitu dong mas, lagi pula kita kan sudah pesan, masa iya ditinggal, lagian kenapa sih merasa gk nyaman? tempatnya bagus loh, aku aja merasa nyaman disini masa mas enggak sih?.'' protes Niken.


''Bukan begitu, mas merasa heran aja sama pemuda-pemuda yang makan dicafe ini, kenapa begitu banyaknya gadis yang ada ditempat ini mata mereka malah menatap kearah kamu, heran mas.'' gerutunya.


Niken tersenyum mendengar celotehan Rayen, Niken beranggapan bahwa saat ini omnya tersebut sedang cemburu.Tiba-tiba Niken tersenyum smirk


''Biarin aja kenapa sih mas, toh itukan hak mereka, masa ia kita larang.'' jawab Niken santai.


''Apa kamu bilang? biarin? enak aja, mas gk akan pernah rela, mereka menatapmu seperti tatapan lapar begitu, rasanya mas mau congkel mata mereka,, lagian emang kamu gk lihat tuh mata mereka melihat kamu udah sampai mau keluar gitu biji matanya, belum lagi iler nya udah mau netes aja dari mulut monyongnya.''ucap Rayen yang terlihat sangat kesal.


Tawa Niken hampir saja pecah saat mendengar celotehan Rayen saat mengatai para pemuda tersebut, namun sebisa mungkin ia menahannya, Niken ingin melihat seberapa besar rasa cemburu Rayen jika dirinya dilirik oleh laki-laki lain.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2