CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Apakah Om Cemburu?


__ADS_3

Haii readers tercinta , dukung selalu karya ku ya guys, dan jangan lupa berikan hadiah nya terserah mau bunga, hati, kursi pijat juga boleh😁


Selamat membaca




''Maaf pak, ada apa bapak menyuruh saya kesini?'' tanya Leo



''Oy begini Leo, putri saya Niken katanya ingin makan dicafe yang sedang viral itu, apa kamu bisa menemani dia pergi kesana?'' ucap Frans



''Hah? saya pak?'' ulangnya memastikan



''Iya kamu! apa kamu masih ada kerjaan lain? atau kamu tidak mau?'' tekan Frans mengitimidasi.



''Bu-bukan begitu pak, tenyu saja saya mau, tapi apakah mba Nikennya mau kalau saya yang menemaninya? atau gimana kalau dengan pak Rayen saja?'' ucap Leo mencari aman, ia tau sahabatnya itu yang juga sedang menatapnya dengan tatapan intimidasi



''*Haduuh, ibarat buah simalakama nih, ditolak bos marah, dituruti pasti bentar lagi gue bakalan dihajar*.



Batin Leo serba salah.



''Aku maunya sama kak Leo saja, lagi pula om Rayen pasti masih banyak kerjaan iya kan om??'' ucap Niken dengan tatapan sinis



''Sebenarnya om---



''Ayo kak Leo kita pergi!" potong Niken sebelum Rayen kembali berbicara,



''Pah aku jalan dulu ya?



''Iya hati-hati, dan pulangnya jangan terlalu sore, Leo ingat jaga putriku baik-baik ya?! perintah Frans



''Baik pak.'' jawabnya sambil mengikuti langkah Niken



Sedangkan Rayen hanya menatap kepergian mereka dengan perasaan hati yang tak rela.



''Baiklah Ray, apa yang ingin kamu diskusikan?'' tanya Frans membuyarkan lamunan Rayen



''Oh ini masalah pembangunan gedung yang ada dikota S, apa menurut abang aku harus mengeceknya?



''Oh tidak perlu, bukankah kita sudah membahas ini sebelumnya Ray? Rayen apa kau mendengarku?'' panggil Frans, saat melihat Rayen tidak begitu fokus.



DITEMPAT LAIN..



Saat ini Niken dan Leo sedang dalam perjalanan menuju cafe yang sedang viral tersebut.



''Apa kak Leo sudah pernah kesana sebelumnya?'' ucap Niken memecah keheningan



''Belum pernah mba, jawab Leo, entah kenapa pria itu begitu gugup saat dihadapkan dengan sosok Niken



''Kok panggil mba sih kak? aku saja panggilnya kakak, atau mau aku panggil om juga kayak aku panggil om Rayen?'' ucapnya protes


__ADS_1


''Hehe, maaf habisnya bingung mau panggil apa.'' jawabnya



''Panggil saja nama ku,'' ucap Niken.



''Gk enaklah mba,masa panggil nama, kalau panggil nona saja gimana? saya gk bisa kalau harus panggil anak bos saya tanpa embel-embel mba.''



''Terserahlah,asal jangan panggil mba lagi, berasa tua aku.'' ucapnya kesal



Leo tidak lagi nenjawab, namun ia memperhatikan anak bos nya itu dari kaca spion depan,yang terlihat masih cemberut.



''*Cemberut gitu aja sangat cantik, apa lagi tersenyum, Rayen bodoh banget, melepaskan berlian demi batu akik yang tak berharga*.



Batin Leo



Sedang kan Rayen saat ini juga sedang dalam perjalanan menuju cafe tersebut,selepas keluar dari ruangan CEO, ia mendapat telpon dari Viona untuk menjemputnya, kebetulan kekasihnya itu juga mengajaknya minum di sebuah cafe.



''Kok buru-buru amat sih mas,ada yang kamu kejar ya?'' selidik Viona saat melihat Rayen tak sabaran mengendarai mobilnya.



''Gk ada, hanya biar cepat sampai aja.'' kilahnya.



Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai disalah satu cafe,saat ini terlihat pengunjungnya lumayan ramai.



''Wah, cafe nya rame banget mas.'' ucap Viona sambil melepaskan sabuk pengamannya.



Rayen tak menjawab, namun matanya menyapu seluruh area parkir mobil seperti sedang mencari sesuatu.




''Viona mengajak Rayen untuk duduk disamping jendela setelah memesan menu yang diinginkan.



Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap kearah keduanya.



''*Om Rayen kesini, apaan-apaan sih dia, ngapain coba dia ngajak sitante pirang buat makan disini, dia kan tau kalau aku mau kesini, kenapa juga dia mesti bawa pacarnya kesini juga,,atau memang dia sengaja mau buat aku sakit hati*.



Batin Niken yang sudah tidak berselera makan,padahal tadi ia begitu bersemangat saat makanannya datang.



Mata Rayen kembali mencari sosok yang ingin ia temui, setelah cukup lama mencari akhirnya pandangannya bertemu dengan sosok tersebut yang kebetulan saat itu juga tengah menatap kearahnya.



''*Niken akhirnya aku menemukanmu*



Batin Rayen,sambil pandangannya tak lepas dari dua orang yang sedang duduk tak jauh dari mereka.



''Kak Leo udah selesai belum?'' tanya Niken, yang melihat Leo sedang bermain dengan ponselnya



''Sudah, emang kenapa?'' tanya Leo lembut



''Pulang yuk, disini terlalu ramai aku kurang nyaman.



''Tapi makanan kamu belum kan habis.''

__ADS_1



''Udah kenyang aku nya kak.'' jawabnya bohong



''Yasudah yuk.'' ajak Leo



Saat Niken hendak melangkah keluar dari meja tersebut, tak sengaja ia bertabrakan dengan seseorang hingga membuatnya terhuyung kebelangkang, untung Leo dengan sigap langsung menarik tangannya,sanking kencangnya tarikan tangannya, membuat tubuh mereka saling bertabrakan,kejadian ini tak luput dari pandangan mata Rayen,, dan itu membuat darah nya seketika mendidih melihatnya.



''*Sialan Leo, berani sekali dia menyentuh Niken*.



Batinnya marah,lalu melangkah mendekat kearah mereka.



''Loh mas kamu mau kemana?'' panggil Viona saat melihat Rayen pergi begitu saja.



''Apa yang sedang kalian lakukan? Leo lepaskan tanganmu dari tubuh keponakanku!" sentak Rayen, membuat Leo langsung melepaskan pegangan tangannya pada Niken.



''Maaf nona Niken.



''Ah tidak apa-apa kak Leo, makasih ya udah nolongin,, oya kak,,ucapan om Rayen jangan diambil hati ya , dia orangnya memang begitu seenak nya saja.'' sindir Niken sambil menatap sengit kearah Rayen.



Rayen sungguh sangat geram dengan ucapan keponakannya itu, lebih tepatnya ia merasa diabaikan oleh Niken, dan Rayen tak terima semua itu.



''Niken sebaiknya kamu ikut dengan om sekarang!" ucapnya sambil menarik paksa tangan Niken keluar dari cafe tersebut.



Sedangkan Viona hanya terdiam saat melihat kekasihnya keluar dari dalan cafe tersebut tanpa perduli padanya.



''Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Rayen terlihat begitu marah,bahkan ia sama sekali tak memperdulikanku.'' gumamnya lirih



''*Om Rayen meninggalkan tante Viona begitu saja,bahkan tanpa menoleh pada nya sama sekali,apa yang terjadi? apa om Rayen sudah mulai memiliki perasaan denganku*.



Batin Niken, yang hanya diam saat tangannya terus ditarik oleh Rayen.



''Masuk!" ucap Rayen dingin, memaksa Niken memasuki mobil miliknya.



Niken hanya diam sambil menuruti perintah om nya tersebut, ia melihat Rayen sangat menakutkan jika sedang marah.



Setelah itu Rayen langsung melajukan mobilnya menuju jalan raya,sepanjang perjalanan mereka hanya diam tanpa ada yang bicara satu pun, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.



''Apakah om Rayen cemburu dengan kak Leo?'' ucap Niken memberanikan diri, membuat Rayen mengerem mobilnya secara mendadak.



Ciittt...



''Aww,, pekik Niken saat kepalanya terbentur dashboard mobil.



''Om! kok berhenti mendadak sih, sakit tau kepalaku kebentur ini.'' protesnya sambil memukul dashboard mobil tersebut.



''Maaf, om hanya kaget tadi.'' jawabnya,sambil kembali menjalankan mobilnya.



''Om, belum jawab pertanyaanku tadi,apakah om Rayen cemburu saat melihatku bersama dengan kak Leo tadi??

__ADS_1



BERSAMBUNG..


__ADS_2