CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Harapan Viona


__ADS_3

Saat ini Viona sudah sadarkan diri, namun terlihat kondisinya masih terlihat lemah,


''Ta, kenapa saya bisa berada disini?'' tanya Viona sambil meringis karna kepalanya masih terasa sakit.


''Mba Vio lupa? mba kan habis kecelakaan tertimpa lampu yang ada diruangan pemotretan.'' jelas Tata asistennya


''Kecelakaan? oh iya kamu benar.Terus siapa yang bawa aku kesini?'' Viona kembali bertanya


''Pak Rayen mba, waktu itu saya menghubunginya karna saat itu mba Viona memanggil namanya, dan tak lama dia datang nolong mba Vio, dan apa mba tau? saat itu dia terlihat sangat cemas dengan keadaan nya mba, ku rasa pak Rayen itu masih cinta deh sama mba Vio.'' ucap Tata.


''Benarkah? kamu yakin dia begitu cemas melihat kondisi saya waktu itu?'' ucap Viona penasaran


''Iya mba tentu saja, sangat kelihatan waktu itu kok.'' jawabnya yakin


Apa itu artinya, aku masih memiliki kesempatan mendapatkan hatimu kembali mas Ray.


Batin nya senang, Viona pikir jika Rayen masih memiliki perasaan padanya dan itu membuatnya sangat bahagia.


Saat ini Niken dan Rayen sedang dalam perjalanan, menuju kediaman orangtua Niken, yang berarti juga kediaman Niken.


Rayen melirik pada kekasihnya yang sejak tadi terlihat hanya diam, disela kesibukannya mengemudikan mobil, Rayen menyempatkan diri untuk menggenggam tangan kekasihnya itu.Namun Niken bergeming, gadis labil itu lebih memilih memejamkan matanya tanpa ingin menoleh pada Rayen, namun ia membiarkan saja tangannya tetap digenggam oleh Rayen.


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dikediaman Niken.


''Niken sayang kita sudah sampai dirumah,'' ucap Rayen,'' namun sepertinya Niken kembali tertidur karna ucapan Rayen tak ditanggapi sama sekali olehnya.


Rayen menatap kearah Niken, membelai sayang wajah kekasihnya tersebut,Niken melenguh karna merasa terganggu dengan sentuhan Rayen diwajahnya, tak lama akhirnya Niken pun membuka matanya.


''Om apa kita sudah sampai?'' tanya Niken, kemudian matanya langsung melihat kearah luar jendela mobil.


''Ternyata aku ketiduran, kenapa om gk bangunin aku?


''Apa kamu masih marah sama mas?'' tanya balik Rayen tanpa berminat menjawab pertanyaan Niken


''Aku gk marah.'' jawab nya singkat


''Tapi--''


''Om, sudahlah gk usah bahas ini lagi! aku mau masuk sekarang, om mau masuk atau mau pulang?'' ucap Niken menyela perkataan Rayen.


''Mas pulang aja, sepertinya kamu butuh istirahat, nanti mas telpon setelah sampai dirumah.'' ucap Rayen


''Om mau pulang keapartemen??'' tanya Niken tiba-tiba

__ADS_1


''Iya, memangnya kenapa??


''Oh gpp, kirain om ada urusan penting diluar sana, yasudah aku masuk dulu, om hati-hati dijalan.'' setelah mengatakan itu Niken langsung masuk kedalam rumah.Entah kenapa Niken tiba-tiba merasa jika Rayen tidak akan langsung pulang keapartemennya saat ini.


*


*


*


''Ya hallo, ada apa Ta? apa, Viona kondisinya memburuk? baiklah saya akan kesana sekarang.


Kliik . suara ponsel dimatikan


Rayen yang awalnya hendak pulang, tiba-tiba mendapat telpon dari Tata asisten Viona, ia mengatakan jika kondisi Viona saat ini sedang tidak baik-baik saja, Tata menyuruh Rayen datang kerumah sakit untuk melihat keadaan Viona.


20 menit kemudian


''Bagai mana kondisi Viona Ta? bukannya tadi dokter bilang gk ada masalah? kenapa sekarang tiba-tiba kondisinya bisa memburuk?'' tanya Rayen


''Maaf pak, saya juga gk tau, tiba-tiba aja kondisinya jadi seperti ini, sekarang mba Viona sedang ditangani oleh dokter.'' jelasnya


Setelah beberapa saat terlihat dokter keluar dari ruang rawat Viona.


''Kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya hanya saja kondisinya masih sangat lemah, luka dibagian kepalanya juga cukup parah, mungkin karna terkena benturan yang cukup keras, untung saja tengkorak kepalanya tidak retak, jadi tidak perlu dilakukan tindakan oprasi,tapi tetap kondisinya harus dikontrol setiap saat.'' jelas dokter


''Baiklah kalau begitu saya permisi dulu.'' ucapnya setelah itu segera berlalu dari ruangan Viona.


Apa benar separah itu? tapi sepertinya tadi luka dibagian kepalanya tidak terlalu parah, apa mungkin luka dalam?


Batin Rayen penuh tanda tanya


"Pak Rayen kalau mau masuk, masuk aja pak, biar saya nunggu diluar.'' ucap Tata


''Iya saya akan masuk untuk melihat keadaan Viona.'' ucap Rayen sambil melangkah masuk kedalm ruangan tempat Viona dirawat.


Tak terasa watu sudah menunjukan pukul 7 malam, terlihat Rayen masih berada diruangan Viona dengan kondisi tertidur bersandarkan bed tempat tidur rawat Viona namun dalam posisi duduk.Viona yang sudah sadar sejak tadi tak henti-hentinya mengembangkan senyumnya.Sangat terlihat kebahagiaan diwajah wanita tersebut karna kehadiran Rayen saat ini.


''Aku sangat bahagia mas, sekarang kamu mulai kembali perhatian sama aku, dan aku sangat berharap sekali sebenarnya hubungan kita ini bisa seperti dulu lagi.'' gumamnya sambil membelai rambut Rayen yang sudah terpotong rapi, bulu-bulu yang terdapat diwajahnya juga sudah dirapikan oleh tukang cukur.


''Viona kamu sudah sadar? maaf aku ketiduran.'' ucap Rayen sambil membenarkan posisinya


''Iya mas, makasih ya kamu sudah mau menemani aku disini.''

__ADS_1


''Iya, sama-sama,'' jawab Rayen.


Tak lama Tata masuk kedalam sambil membawa makanan untuk Viona, tentunya makanan rumah sakit.


''Loh Ta, kenapa kamu yang bawa makanannya?'' tanya Viona.


''Iya sengaja aku ambil dari tangan suster tadi, yuk mba sebaiknya mba makan dulu biar aku suapin.'' ucap asisten Viona.


''Gimana keadaanmu Vio, apa sudah lebih baik?'' tanya Rayen


''Masih lemas rasanya mas,'' jawab nya.


''Makanlah yang banyak, dan juga istirahat yang cukup, ini sudah malam,sepertinya aku juga harus pulang, Tata yolong kamu jaga Viona ya, jika ada yang penting hubungi saya.'' ucap Rayen.


''Baik pak Rayen, anda jangan cemas,saya akan menjaga mba Viona dengan baik.'' ucap Tata


Saat ini didalam sebuah kamar terlihat seorang gadis yang sejak tadi terus memandangi handphone miliknya, gadis itu menunghu janji seseorang yang katanya akan segera menghubunginya, namun sudah hampir tiga jam janji tersebut belum juga dipenuhi oleh yang bersangkutan.


''Kamu sedang apa sekarang mas? kenapa tak menghubungiku seperti janjimu tadi sebelum pulang.'' gumam gadis tersebut yang tak lain adalah Niken.


Sejak dua jam yang lalu Niken selalu menunggu kabar dari Rayen yang katanya akan menghubunginya, namun sampai saat ini jangankan menghubungi, mengirim pesan saja tidak, sungguh benar-benar menguji kesabaran.


KEESOKAN HARINYA


Saat ini Rayen sedang dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Mahendra, ia sengaja datang ingin megatar kekasihnya itu kesekolah, sekalian ia juga ingin meminta maaf karna sudah mengingkari janjinya karna tidak menghubungi Niken saat itu.


Rayen memarkirkan mobilnya dihalaman rumah abang angkatnya tersebut, kemudian langsung masuk kedalam rumah tersebut.


''Pagi mba, pagi bang Frans,'' sapa Rayen sambil melangkah mendekati keduanya yang saat itu sedang duduk dikursi meja makan.


''Hai Ray, yuk sarapan!" ajak Lidya


''Kebetulan saya sudah sarapan mba, saya hanya ingin menjemput Niken saja dan mengantarkannya kesekolah, apa dia masih berada diatas?


''Loh, Niken baru saja pergi, memangnya kamu gk telpon dulu tadi kalau mau jemput dia?''tanya Lidya


''Tidak sih,'' jawab Rayen


''Oh begitu pantesan saja dia langsung pergi.'' sambung Lidya


''Oya Ray, gimana keadaan Viona abang dengar dia mengalami kecelakaan saat pemotretan, gimana keadaan nya sekarang?


NEXT

__ADS_1


__ADS_2