
Leo terus mengikuti langkah Windy hingga keluar dari rumah sakit tersebut.
'' Jangan mengikutiku kak Leo!" ucap Windy sambil membalikan tubuhnya menghadap Leo yang ada dibelakang.
'' Biarkan aku mengantarmu pulang Windy, ini sudah sore, aku hanya khawatir jika kamu pulang sendirian.'' ucap Leo mencoba mengambil simpati mantan istrinya itu.
'' Tidak perlu repot, aku bisa pulang sendiri, lagi pula aku sudah biasa sendiri, jadi tidak perlu mencemaskan ku.'' jawab Windy dengan nada sedikit ketus.
'' Tapi aku hanya ingin berniat baik padamu sayang.'' ucapnya lirih
Mendengar kata sayang yang keluar dari mulut Leo membuat Windy memejamkan matanya, untuk menetralkan pikirannya karna sempat terbawa emosi.
'' Sebelumnya aku sangat berterima kasih atas niat baik kaka Leo, tapi sekali lagi aku minta maaf karna tidak bisa pulang bersama kak Leo, lagi pula aku sudah pesan taksi online dan sebentar lagi akan datang.'' ucapnya
Leo tak lagi bisa berkata apapun, sepertinya Windy memang sengaja menghindarinya,dia pasrah, benar yang dikatakan oleh Windy, walau bagai mana caranya wanita itu menggoda nya, jika dirinya tak tergoda, maka tidak akan terjadi perselingkuhan itu.
Saat ini Windy sedang dalam perjalanan menuju pulang, disepanjang perjalanan Windy hanya melamun, entah apa yang dipikirkan oleh gadis tersebut,
Ini adalah pertemuan keduaku setelah bepisah dengan kak Leo, tapi kenapa sewaktu bertemu dengannya aku merasa biasa saja, apa itu artinya aku sudah mulai bisa melupakan semuanya? apa mungkin rasa cintaku padanya sudah tidak ada lagi? tapi berbeda dengannya, sepertinya perasaan kak Leo padaku masih tetap sama, dan aku dapat melihat itu dimatanya.
Batin Windy
...****************...
'' Mas, apa si tante pirang udah di pindahin kerumah sakit jiwa?'' tanya Niken sambil duduk disebelah suaminya yang saat itu sedang duduk di sofa ruang tamu sambil memangku laptop miliknya, saat ini Rayen sedang mengecek pekerjaan kantornya.
'' Mas gk tau sayang, mas gk ada menghubungi dokter yang menangai Viona, mereka juga tidak ada mengbuhungi mas, lagi pula mas kan sudah menyerahkan senuanya pada pihak rumah sakit, gimana baiknya aja agar Viona bisa cepat sembuh.'' jelas Rayen.
'' Terus giman dengan biayanya mas? maksud aku selama dirumah sakit kan pasti membutuhkan biaya.'' jelas Niken.
Rayen menutup laptop miliknya, setelah itu langsung menatap kearah sang istri.
'' Masalah biaya sebenarnya akan ditanggung oleh perusahaan, karna selama ini juga Viona bekerja dengan sangat baik dan juga profesional, jadi perusahaan akan membantu Viona selama pengobatan, sampai waktu yang ditentukan.'' jelasnya lagi.
__ADS_1
Niken yang mendengar hanya mengangguk paham.
'' Mas kita keluar yuk, jalan-jalan sebentar, aku bosan banget rasanya dirumah.'' ucap Niken.
'' Tapi mas masih banyak kerjaan sayang,''
'' Loh, bukannya tadi mas Rayen sudah tutup laptopnya aku pikir udah selesai kerjaannya.
'' Belum masih ada beberapa yang harus mas selesaikan, mas minta maaf ya? gimana kalau kamu nonton drakor kesukaanmu aja biar gk bosen?
'' Lagi males mas, gimana kalau aku jalan sendiri aja? cuma cafe depan aja kok, boleh ya mas?'' Niken berusaha membujuk suaminya.
'' Gk boleh jika tanpa mas! lagi pula ini udah terlalu malam sayang jika mau nongkrong diluar.
'' Masih jam sembilan kok, boleh ya mas? pliis.'' bujuk Niken
'' Maaf sayang, untuk kali ini mas gk bisa, mas harap kamu ngerti ya?
'' Yaudah lah, kalau gitu aku kekamar aja.'' ucap Niken yang langsung bangkit dari duduknya dan segera melangkah menuju kamar.
'' Huuh, sepertinya aku memang harus lebih extra sabar lagi untuk menhadapi istri kecilku itu.'' monolognya, yang kemudian kembali membuka laptop miliknya.
'' Ih mas Rayen nyebelin banget deh seharusnya kan jika gk bisa nemani aku jalan, minimal kasih ijin dong sama aku apa susahnya sih, bosen banget rasanya diapartemen terus.'' gerutunya
Tepat pukul sepuluh malam Rayen selesai dengan pekerjaan kantornya,
'' Akhirnya selesai juga.'' gumamnya sambil menutup kembali laptonya
'' Niken sudah tidur belum ya? tadi sepertinya dia marah, sepertinya aku harus segera menyusulnya.'' gumamnya, yang langsung melangkah menuju kamar mereka.
Perlahan Rayen membuka pintu kamar, ia mendapati sang istri yang sudah tertidur dengan pulas.
Setelah menutup pintu kamar Rayen langsung melangkah menuju tempat tidur, Rayen merebahkan tubuhnya sisi tubuh Niken yang saat ini tidur dengan memunggunginya.
__ADS_1
'' Maafin mas ya sayang, karna hari ini mas gk bisa menuruti kemauan kamu, tapi mas janji besok mas akan memenuhi semua yang kamu inginkan.'' gumamnya pelan
DITEMPAT LAIN..
Saat ini, tepatnya dikamar milik Windy terlihat gadis itu terus bergerak gelisah, entah apa yang dipikirkan gadis tersebut.
'' Aku ini kenapa sih? kok sejak tadi gk bisa lupain bang Regan? masa iya aku menyukainya? jika Putri tau pasti dia gk setuju sama perasaanku ini.'' gumamnya pelan.
Semenjak melihat Regan bertelanjang dada waktu itu, Windy menjadi sering terbayang dengannya atau pun membayangkannya. Dimata Windy walaupun pria itu terkesan cuek dan dingin, tapi ia sangat menyukainya.
'' Apa yang harus kulakukan? hanya dengan mengingat wajahnya saja sudah membuat jantungku berdebar, apa aku benar-benar menyukainya? atau hanya sekedar mengaguminya, huuhh, itu memang beda tipis,'' monolognya lagi, akhirnya karna lelah berpikir tak lama Windy pun tertidur.
Jam satu pagi Niken terbangun dari tidurnya karna merasa haus, ia melihat Rayen tidur sambil memunggunginya, melihat itu ia kembali teringat tentang rasa kesalnya pada suaminya itu, akhirnya perlahan Niken turun dan langsung keluar dari kamar untuk mengambil air minum.
Glek-glek-glek
Terdengar suara Niken meneguk minuman, saat ini gadis itu sedang duduk disalah satu kursi yang ada didepan pantry. Niken hampir saja menjerit saat ada tangan yang tiba-tiba memeluknya dari belakang, namun sedetik kemudian ia sadar jika itu adalah suaminya.
'' Mas,'' panggil Niken, yang masih dipeluk dari belakang oleh suaminya
'' Sayang kamu sedang apa malam-malam begini?'' tanya Rayen dengan suara serak khas orang bangun tidur, kepalanya ia letakan dibahu sang istri.
'' Aku haus, minuman dikamar habis, jadi aku keluar untuk mengambil didapur.'' jelas nya.
Rayen mengecup leher samping istrinya, membuat gadis itu mengeliat karna geli.
'' Kamu masih marah sama mas hem? mas minta maaf ya sayang? mas janji nanti setelah pulang dari kantor mas akan mengajakmu jalan-jalan gimana?'' ucap Rayen, saat ini lelaki itu sudah duduk didepan istrinya.
'' Tidak usah mas, aku juga sudah gk minat, lagi pula yang aku mau kan tadi malam.'' jawabnya sedikit kesal.
'' Sayang jangan marah sama mas ya? mas kan nolak emang ada kerjaan,'' ucap sang suami kembali menjelaskan.
'' Yaudah kan akunya juga ngerti mas, tapi kalau mas mau ajak aku buat jalan hari ini maaf aku gk bisa, karna aku udah janjian sama teman-temanku, dan mas jangan larang aku untuk kali ini.'' setelah mengatakan itu Niken langsung kembali menuju kamar mereka, mrmbuat Rayen hanya bisa menatap kepergian istri nya
__ADS_1
'' Istriku itu kenapa sih? kok sensitif banget sekarang.''
Next