CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Mandi Bareng


__ADS_3

Windy masih menatap layar ponsel tersebut yang saat ini masih berdering didalam genggamannya.


''Angkat gk ya? sebenarnya ada urusan apa sih kak Leo sama wanita pelakor ini? kenapa dia terus menghubungi suamiku?.'' gumamnya lagi.Saat Windy tengah menatap layar ponsel tersebut tiba-tiba Leo keluar dari kamar mandi, matanya melirik kearah Windy yang saat itu masih menatap layar ponsel yang berdering.


''Sayang kenapa gk diangkat telponnya?'' tanya Leo membuat Windy terkejut.


''Dari tante Viona, haruskah aku mengangkatnya??'' pertanyaan yang dilontarkan Windy membuat Leo replek langsung merebut ponsel tersebut dari tangan istrinya, dan tentu itu membuat Windy merasa kaget.


'' Mas, kamu ini apa-apaan sih? main serobot aja.'' protes nya merasa geram dengan suaminya yang tiba-tiba merampas ponsel tersebut dari tangannya.


''Oh, maaf sayang,'' ucap Leo gugup, dan langsung mematikan ponsel tersebut.


''Loh kok dimatikan? lagi puka yang menelpon kamu tadi tante Viona kan? mantan nya om Rayen, suaminya Niken? terus ngapain dia nelponin kak Leo? tanya Windy penasaran.


'' Gk tau sayang, mungkin ngomongi masalah kerjaan kali.'' jawab Leo, mendengar ucapan suaminya itu tentu saja membuat Windu merasa aneh sekaligus juga bingung, anehnya untuk apa tiba-tiba mantan dari kekasih sahabatnya itu menelpon suaminya, padahal sebelumnya tidak pernah sama sekali, Namun Windy tak mau ambil pusing, mungkin memang suaminya itu benar, kalau Viona menghubungi suaminya karna masalah kerjaan.


Setelah selesai memakai baju, Leo langsung ikut naik keatas tempat tidur dan merapatkan diri dengan sang istri

__ADS_1


''Sayang aku kangen,'' ucapnya sambil mengecup kening istrinya kemudian memeluk tubuhnya dari samping.


''Aku juga kak, aku selalu kangen sama kak Leo tapi kak Leo gk pernah mau kita melepaskan kerinduan kita itu dengan cara menyatukan tubuh kita, jujur saja kak aku kangen dengan sentuhan kak Leo, memangnya kakak gk kangen hem?'' tanya Windy, matanya sudah sayu menatap kearah suaminya. Tanpa menjawab lagi Leo langsung menyerang bibir istrinya dengan lembut, ia ingin menyalurkan hasrat yang selama hampir satu bulan ini tak bisa ia rasakan dengan istrinya sampai membuatnya harus berselingkuh dengan wanita lain, karna kondisi kandungan Windy yang lemah, ia takut akan melukai calon bayi mereka didalam sana, Leo sadar jika setiap kali berhubungan dirinya tidak bisa mengentrol diri, untuk tidak bermain kasar, maksudnya dirinya jika berhubungan in*tim dengan Windy Leo selalu bermain kasar dengan cara meng*gen*jot istrinya dengan menggila, karna itu akan menambah gairah dan sensasi tersendiri baginya, dan itu yang ia takutkan, karna kondisi usia kandungan tersebut yang masih rentan. Namun hari ini entah mengapa Leo seolah tak memikirkan hal tersebut, mungkin karna dirinya terlalu merindukan belayan dari sang istri makanya Leo langsung menyerang Windy dengan sangat bernaf*su.


''Sayang kamu tidak apa-apakan- maaf aku terlalu bersemangat, perut kamu sakit tidak?'' tanya Leo setelah permainan panas mereka selesai.


''Iya kak, aku gk apa-apa kok, jangan khawatir.'' jawab sang istri, sebenarnya Windy merasakan sedikit sakit diperutnya, namun coba ia tahan, Windy tak ingin gara-gara ini, Leo tak ingin menyentuhnya lagi dengan alasan takut melukai calon anak mereka, seperti yang dikatakannya beberapa minggu lalu.


''Aku ketoilet sebentar kak.'' ucapnya sambil turun dari tempat tidur kemudian langsung melangkah menuju kamar mandi.


''Kenapa sakit begini ya? sayang nya mama,, papa hanya menjenguk kamu karna rindu, mama harap kamu baik-baik saja ya nak didalam sana.'' monolognya sambil terus mengusap-usap lembut perut nya yang masih rata tersebut, karna memang usia kandungannya masih berjalan dua bulan.


Ditempat lain, tepatnya didalam kamar Rayen dan Niken, sepasang suami istri tersebut sedang berada didalam guyuran air shower, keduanya saat ini dalam keadaan sama-sama polos, saat ini mereka sangat menikmati kegiatan mandi bareng tersebut, keduanya saling menggosok punggung pasangannya, bukan itu saja kini tangan Rayen sedang bergerak nakal menjelajah kearea seang*kang*an istrinya, mencari-cari surga dunia milik sang istri yang selalu membuat nya terbang melayang jika mereka melakukan penyatuan, membayangkannya saja sudah membuat bagian tubuh bawahnya langsung menegang.


''Mas, aaahhh sshhh...'' Niken berdesis, saat area pribadinya diraba oleh sang suami, Rayen memutar jari telunjuknya diarea daging kecil yang ada ditengah-tengah kerang kupas milik sang istri, yang ia tau sebagai titik paling sensitif untuk membuat rang*sa*ngan. Tiba-tiba Rayen berlutut didepan tubuh sang istri, kini wajahnya sudah berada tepat didepan perut Niken, dengan sedikit menundukan kepalanya ia langsung membenamkan wajahnya disana setelah sebelumnya ia sempat menyuruh istrinya untuk membuka sedikit lebar kakinya untuk memudahkan dirinya menjelajah disana.


Niken memang paling menyukai posisi ini, posisi dimana inti miliknya dinikmati dengan cara dijilat oleh suaminya, ada rasa kenikmatan yang sulit untuk digambarkan dengan kata-kata.

__ADS_1


''Oouhh mas Rayen, iya mas itu enak banget , lebih dalam sayang terus.'' racaunya dengan sedikit menekan kepala suaminya hingga mentok, mungkin akan membuat Rayen kesulitan bernafas untuk beberapa saat, namun ia menikmati hal tersebut, Rayen sangat suka mendengar istrinya menge*rang nikmat saat dirinya memanjakan inti milik istrinya itu dengan lidahnya. Sentuhan-sentuhan lembut yang diberikan suaminya membuat Niken merasa dimanjakan oleh sang suami.


''Mas,'' ucapnya lirih, ia menarik tangan suaminya hingga berdiri sejajar dengan dirinya, kini wajah Rayen tepat berada didepan wajah Niken, Rayen sedikit menunduk untuk menatap wajah istrinya, tanpa berkata apapu ia langsung menyambar bibir istrinya itu dengan rakus.


''Mas, ayo lakukan sayang aku udah gk tahan.'' pinta Niken sambil terus membelai milik suaminya.


Rayen tersenyum, tanpa bicara ia langsung mengabulkan keinginan istrinya tersebut, karna memang ia juga sudah sangat berhasrat. Dengan sekali hentakan pusaka milik Rayen sudah memenuhi inti milik sang istri.


''Aaahhh, desah Niken saat milik suaminya terbenam sempurna didalam intinya hingga menyentuh dinding rahimnya. Saat ini tangan Niken bertumpu didinding,dengan gaya menung*gi*ng ia mulai menikmati setiap sodokan demi sodokan yang diberikan oleh suaminya. Suara-suara desa*han keduanya terus menggema didalam kamar mandi tersebut, ritual mandi yang biasanya dilakukan sepuluh atau lima bslas menit kini harus selesai setelah hampir dua jam lama nya mereka didalam sana.


'' Huuff lelah nya.'' gumam Niken sambil merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, pergumu*lan yang mereka lakukan memang cukup menguras tenaga.


''Istirahatlah, mas mau keluar sebentar.'' ucap Rayen sambil melangkah menuju pintu kamar.


''Mau kemana kamu mas??


NEXT

__ADS_1


__ADS_2