
Saat ini disebuah villa terlihat ada sepasang remaja yang sedang bermesraan. dengan seorang gadis yang duduk diatas sofa sedangkan kekasihnya merebahkan tubuhnya diatas paha sang gadis yang menjadi bantalan kepalanya.
'' Kamu kenapa hem? kok melamun begitu?'' tanya Rangga saat melihat kekasihnya terdiam seperti memikirkan sesuatu.
'' Aku hanya kepikiran sama Windy Ga, kasian sekali nasipnya.'' ucap Putri
'' Ya kamu benar sayang, aku juga gk nyangka jika suaminya tega berbuat seperti itu.'' ucap Rangga
'' Sayang kamu jangan sampai gitu ya sama aku? kamu gk mulai bosan kan sama aku? karna aku takut jika kamu sampai ninggalin aku, aku gk bisa jika tanpa kamu Ga.'' ucap Putri jujur
'' Bagai mana mungkin aku merasa bosan, jika setiap saat dimanjain sama kamu kayak gini? dengar ya sayang! aku gk akan ninggalin kamu, karna aku juga udah merasa cocok sama kamu, lagi pula gk pernah terlintas sedikitpun buat aku ninggalin kamu.'' ucap Rangga
'' Makasih ya sayang? aku senang banget dengarnya'' ucap Putri sambil membelai wajah kekasihnya yang masih berada diatas pangkuannya.
'' Rangga boleh gk aku tau alasan kamu untuk tetap mempertahankan aku sebagai kekasih kamu? agar kedepannya aku bisa menjadi lebih baik lagi, dan menjadi seperti apa yang kamu mau.'' ucap Putri
Mendengan ucapan kekasihnya Rangga tersenyum miring.
'' Jujur, selain karna aku memang sayang sama kamu, aku juga merasa terpuaskan dengan perbuatan kamu, kamu itu gk jaim seperti kebanyakan cewek pada umumnya, yang pura-pura nolak padahal pengen. kamu banyak mengajari aku sesuatu, dan aku ingin selalu kita bisa melakukan itu berdua, walaupun hanya sebatas sentuhan dan belayan, tapi aku bisa merasa terpuaskan oleh mu sayang.'' ucap Rangga sambil membelai wajah kekasihnya, Rangga mengecup jari jemari Putri lalu memasukannya kedalam mulutnya serta menjilatinya, membuat dada Putri berdebar, saat merasakan suatu aliran dibagian darahnya.
Memang cara dan gaya pacaran Rangga dan juga Putri terbilang sangat melampauin batas, meskipun begitu, sampai detik ini mereka tidak pernah sampai melakukan penyatuan, walaupun sebenarnya Putri selalu mendesak Rangga agar pemuda itu mau memasukinya, namun sebisa mungkin Rangga masih bisa menahannya, ia mau jika mereka melakukannya nanti setelah menikah, itu pun kalau berjodoh, jika sampai mereka tidak berjodoh, setidaknya Rangga tidak akan menyesal karna tetap mempertahankan kesucian kekasihnya itu sampai sekarang, dan siapa pun yang nanti lelaki yang akan menjadi jodohnya Putri kelak, tidak akan merasa kecewa.
'' Kamu udah basah sayang?'' ucap Rangga, sambil meraba milik kekasihnya.
'' Aku kan memang selalu basah kalau setiap ada didekat samu sayang.'' jawab Putri tanpa tak tau malunya, namun semua itu hanya dengan Rangga, selain dengan kekasihnya itu Putri tidak akan memperlihatkan sisi liarnya.
__ADS_1
*
*
*
Jam sudah menunjukan pukul delapan malam, terlihat sepasang suami istri sedang menuruni anak tangga sambil membawa koper ditangannya.
'' Kalian jadi pindahnya?'' tanya Frans yang melihat anak dan mantunya turun bersama dengan membawa koper-kopernya.
'' Iya pah, kami mau mandiri.'' jawab Niken sambil melangkah mendekati Lidya dan Frans yang saat itu duduk diruang keluarga
'' Mah, udah dong ngambeknya, aku janji akan sering main kesini sama mas Rayen, iya kan mas?'' ucapnya pada sang suami.
'' Tentu saja sayang, mba Lidya jangan khawatir saya akan menjaga Niken dengan baik.'' sambung Rayen yang mengerti kekhawatiran ibu mertuanya itu.
'' Mah, sudahlah! lagi pula mereka kan hanya pindah rumah, bukan pindah negara, kita masih bisa bertemu kapanpun mama mau.'' ucap Frans menenangkan istrinya.
'' Iya mah, nanti kalau mama kangen bisa langsung main keapartemen kami.'' sambung Niken.
'' Baiklah.'' jawab Lidya lesu
Setelah berpamitan Niken dan Rayen langsung melangkah menuju mobil yang juga diantar oleh kedua orangtuanya.
'' Mah, pah kami pergi dulu ya?'' ucap Niken berpamitan
__ADS_1
'' Iya sayang hati-hati ya!" jawab keduanya, setelah itu Rayen langsung menjalankan mobil miliknya yang diawali dengar suara bunyi klakson tanda pamit pada kedua mertuanya.
Niken melihat dari kaca spion saat kedua orangtuanya yang masih melambaikan tangannya kearah mobil mereka, tiba-tiba saja hatinya merasa sedih, sebab Niken memang tidak pernah sebelumnya tinggal jauh dari kedua orangtuanya, walaupun tempat yang akan mereka tinggali sekarang tidak dikatakan jauh, namun tetap saja membuat Niken merasa sedih. Rayen yang melihat itu langsung memberi kekuatan dengan menggenggam tangan istrinya.
'' Mas,'' ucap Niken yang langsung menyandarkan kepalanya dibahu suaminya.
Setelah mengendarai mobil selama tiga puluh menit akhirnya keduanya sampai diapartemen Rayen.
'' Ayo sayang!" ajak Rayen sambil membuka pintu mobilnya.
Rayen mengeluarkan dua koper besar dan satu tas ransel.
'' Sini mas biar aku yang bawa ranselnya.'' pinta Niken sambil menengadahkan tangannya.
'' Jangan biar mas aja yang bawa, mas bisa kok, yaudah yuk!" ajak Rayen, yang diikuti Niken dari belakang.
Sebelum mereka pindah, Rayen memang sudah menyuruh orang untuk membersihkan apartemen miliknya terlebih dahulu, seprai dikamarnya juga sudah diganti. Setelah masuk kedalam apartemen Rayen langsung menggeret koper menuju kamar utama, sedangkan Niken memilih langsung menuju kulkas untuk minum, karna tadi siang Rayen juga memang sudah mulai mengisi beberapa bahan-bahan didalam nya seperti daging, ayam dan sayuran.
Rayen keluar dan sudah mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai.
'' Sayang ganti baju dulu gih, mas sudah pesan makanan bentar lagi nyampe kok, oya masih ingat kan sayang perjanjian kita.'' ucap Rayen sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Niken tersenyum sambil mengangguk, setelah itu gadis yang sudah berstatus sebagai istri dari Rayendra itu langsung melangkah menuju kamar. Beberapa saat kemudian Niken keluar dari kamar dengan pakaian yang berbeda.
'' Mas,'' panggil Niken yang sudah berdiri didepan suaminya.
__ADS_1
Rayen yang tadinya asik dengan ponselnya kini menatap sang istri dengan mata melotot . Berkali-kali Rayen menelan ludahnya hanya untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering akibat melihat pemandangan yang ada didepan matanya.
Next