CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Melihat Keadaan Viona


__ADS_3

Niken masih menatap suaminya, ia sungguh sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan dari suaminya itu, didalam benaknya ia merasa sangat kesal pada Rayen, Niken kesal kenapa suaminya itu masih saja mau terlibat dengan si pelakor itu, padahal Rayen jelas-jelas tau jika Viona adalah wanita yang menyebabkan pernikahan sahabat mereka bercerai dari pasangannya. Makanya saat Rayen menyebut nama Viona membuat Niken langsung merasa muak, namun ia juga harus tau kenapa setelah semua apa yang terjadi suaminya itu masih mau terlibat dengan wanita pelakor seperti Viona.


'' Sayang sebenarnya tadi pagi itu asistennya Viona semapat menghubungi mas, dan dia mengatakan jika Viona sedang berada dirumah sakit, dia terkena musibah, Viona ditemukan oleh beberapa remaja dipingging jalan dengan keadaan yang mengenaskan.'' jelas Rayen


'' Mengenaskan? maksud mas mengenaskan?!'' tanya Niken yang merasa kurang paham


'' Tadi pagi asisten Viona mengatakan jika para remaja itu menemukan Viona dalam keadaan tanpa busana didalam mobilnya dan dalam keadaan pingsan pula, dengan beberapa luka memar di bagian tubuhnya, dan dokter mengatakn jika Viona menagalami pelecehan seksual, sepertinya dia telah diperkosa, dan kemungkinan pemerkosan itu dilakukan lebih dari satu orang begitulah perkiraan dari dokter , mas juga kurang paham.'' Rayen kembali menjelaskan.


Rayen menatap wajah istrinya tidak ada ekpresi terkejut disana, Rayen berpikir mungkinkah karna rasa bencinya pada Viona hingga membuat istrinya itu sama sekali tak merasa iba atas apa yang menimpa wanita itu.


'' Lalu kenapa dokter harus menghubungi mas Rayen? bukankah masih ada asistennya yang bisa dihubungi?'' tanya Niken masih dingin.


'' Mereka bilang asisten Viona saat dihubungi sedang berada diluar kota, makanya mereka akhirnya menghubungi mas, kamu tau? akibat kejadian itu Viona mengalami depresi, dan mereka menghubungi mas untuk meminta mas datang kesana sekarang sebagai wali, karna kemungkinan mereka menyarankan agar Viona dirawat kejiwaannya.'' Rayen mengatakan itu sambil terus memperhatikan ekspresi wajah istrinya, namun sepertinya Niken sama sekali tak terpengaruh dengan semua yang dikatakan Rayen.


''Apa sekarang mas Rayen berniat ingin datang kerumah sakit itu sekarang?'' tanya Niken tanpa melihat kearah suaminya, saat ini gadis itu sedang mengambil posisi menyandar pada sandaran kursi terlihat Niken memejamkan matanya beberapa saat.


'' Jika kamu melarang, maka mas tidak akan kesana.'' jawab Rayen sambil menatap Niken


Niken yang tadinya memejamkan mata, kini membukanya setelah itu langsung menatap suaminya.


'' Kita kesana sekarang, aku juga ingin melihat keadaannya.'' ucap Niken


Rayen mengangguk, kemudian memasang seatbeltnya kembali, lalu segera menghidupkan mesin mobilnya .


Sepanjang perjalanan keduanya saling diam, tak ada pembahasan apapun disana, bahkan Rayen sudah beberapa kali mencoba mengajak istrinya itu bicara, namun Niken hanya menjawab seadanya saja, membuat Rayen menghela nafas panjang.


Niken tiba-tiba menatap suaminya saat Rayen tanpa alasan menghentikan mobil nya dipinggir jalan.

__ADS_1


'' Sayang, jika kamu merasa keberatan datang kerumah sakit, sebaiknya kita batalkan saja, mas gk mau jika karna masalah Viona ini kita jadi bertengkar.'' ucap Rayen, karna sejak tadi ia perhatikan Niken merasa tidak senang dan juga merasa terpaksa ikut dengannya.


'' Sejujurnya iya, aku merasa keberatan, tapi aku juga merasa penasaran dengan keadaannya saat ini, dan aku ingin melihat semenderita apa dia sekarang.'' ucap Niken pelan diakhir kalimat, bahkan lebih mirip gumaman.


Tiba-tiba Rayen mengeluarkan ponselnya dan terlihat ia menghubungi seseorang.


'' Iya hallo sus, ini saya Rayendra, yang tadi suster hubungi, saya ingin mengatakan jika sepertinya saat ini saya tidak bisa datang kerumah sakit, jika kalian ingin melakukan tindakan terhadapnya lakukan saja asal itu untuk kesembuhannya.''


Kliik


Sambungan telpon diputus, Niken menatap suaminya meminta jawaban atas apa yang baru saja dilakukan suaminya.


'' Mas gk mau buat kamu sedih, dan berpikir jika mas masih memiliki perasaan pada Viona, ya walau pun memang keadaannya seperti itu dan pantas diksihani namun tetap saja mas akan memprioritaskan kamu sayang, mas gk mau membuat kamu kecewa, lagi pula jika mas kesana juga gk akan merubah apapun.'' ucap Rayen


'' Memang mas sudah pernah bertemu tante Viona secara langsung? maksudku memangnya dia sudah melihat mas Rayen?'' tanya Niken


'' Sebaiknya kita temui dulu tante Viona, mungkin dengan dia melihat mas Rayen, tante Viona tidak akan lagi histeris.'' ucap Niken berusaha mengenyampingkan perasaannya, padahal tadi dia berharap wanita itu lebih baik gila saja dari pada harus kembali berkeliaran untuk merebut suami orang, namun disisi lain ia juga merasa sebagai perempuan pikiran itu terlalu kejam, makanya Niken memutuskan untuk mencoba mengesampingkan egonya saat ini.


Kini mereka sudah sampai didepan rumah sakit.


'' Ayo sayang!" ajak Rayen sambil menggandeng tangan istrinya saat hendak memasuki rumah sakit tersebut.


Beberapa saat kemudian mereka sudah berada didepan pintu ruangan dimana saat ini Viona dirawat. Kebetulan saat itu juga ada suster disana.


'' Maaf sus, saya kerabat pasien yang bernama Viona, giman keasaannya sekarang? terus apa saya dan istri saya bisa melihat keadaannya sekarang?'' tanya Rayen


'' Keadaan pasien tetap sama, sepertinya dia masih belum mengingat siapa dirinya mungkin saat ini jiwanya masih terguncang, tapi jika bapak dan mbanya mau melihat keadaan pasien silahkan, tapi mohon kalian jangan membuatnya ketakutan ya, pak mba!" pesan suster tersebut.

__ADS_1


'' Iya sus terimakasih.'' ucap Niken


'' Iya mba sama-sama, oya tadi dokter berpesan jika keluarga pasen datang untuk segera keruangan dokter, beliau ingin menyampaikan sesuatu pada kerabatnya.


'' Baik sus, nanti kami akan keruangan dokter.' jawab Rayen.


Setelah itu keduanya masuk kedalam ruangan yang dimana saat ini Viona sedang dirawat.


'' Mas, sepertinya tante Viona sedang tidur.'' ucap Niken sambil memegang lengan suaminya. Saat ini keduanya terus melangkah mendekati tempat dimana saat ini Viona berbaring.


'' Viona.'' panggil Rayen, saat ini wanita itu sedang tidur sambil memunggungi mereka.


'' Viona apa kamu tidur?'' tanya Rayen sekali lagi untuk memastikan.


'' Tante Viona?'' kali ini Niken yang mencoba memanggilnya.


Tak lama terlihat ada pergerakan dari tubuh Viona, dan ternyata wanita itu tidak sedang tidur,sekarang wanita itu terlihat sedang membalikan tubuhnya menghadap Niken dan Rayen, seketika matanya melebar dan ia langsung bangkit karna panik kala melihat Rayen dan Niken ada dihadapannya.


'' Tolong jangan sakiti saya pak!! tolong saya mohon!!'' Viona berucap dengan ketakutan ia memeluk tubuhnya sendiri dengan cara duduk sambil mekuk kakinya.


'' Viona ini aku Rayen, kamu ingat??'' Rayen berjalan semangkin mendekat, membuat Viona semangkin berteriak histeris.


'' Mas.mas, biar aku aja yang coba bicara, sepertinya dia takut sama kamu.'' ucap Niken.


'' Tante Viona ini aku Niken, tante masih ingat aku kan tante?'' Niken terus berjalan menuju bangsal tersebut membuat Viona semangkin menyembunyikan wajahnya diantara kedua kakinya, haya saja ia tidak berteriak berbeda saat tadi Rayen mencoba bicara dengannya, mungkin karna Niken adalah seorang wanita makanya Viona tidak merasa terlalu terancam.


Next

__ADS_1


__ADS_2