CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Rasa Penasaran Windy


__ADS_3

Saat ini ketiganya sedang duduk di kursi meja makan, saat Lidya terus menanyakan alasan kenapa dirinya dan kedua temannya sampai menaiki taksi yang berbeda, Niken tak langsung menjawab, namun ia beralasan jika perutnya terasa sakit karna lapar, untuk mengalihkan pembicaraan mereka, Lidya yang merasa khawatir langsung menyuruhnya untuk langsung mengisi perut diruang makan.


Sebenarnya Rayen juga merasa cemas atas apa yang dikatakan Niken tentang perutnya yang sakit, apa kah beneran sakit atau hanya akal-akalan nya saja untuk mengelabui mamanya pikir Rayen.


''Rayen kamu belum mau pulangkan? mba mau keatas dulu ya? sayang mama kekamar dulu ya?.'' ucapnya setelah memastikan keadaan putrinya baik-baik saja, Lidya langsung menuju lantai atas.


Sedangkan Rayen langsung menatap kearah Niken yang terlihat santai.


Rayen kembali memperhatikan Lidya hingga hilang dibalik tembok.Setelahnya tatapan matanya langsung mengarah pada Niken


''Sayang apa benar kalau perut kamu tadi sakit?'' tanya Rayen akhirnya.


''Menurut mas Rayen?


''Mana mas tau, kalau tau mana mungkin mas tanya kamu sayang, tapi tadi kenapa seperti nya kamu kesakitan sekali?


''Sebenarnya itu hanya akting mas, agar mama gk bertanya lagi tentang masalah tadi.'' bisik Niken membuat Rayen menggeleng pelan.


DITEMPAT LAIN..


Putri dan Rangga juga baru sampai dikediaman Putri.


''Sayang masuk dulu yuk, aku mau kenalin kamu sama bang Regan, kira-kira dia udah pulang apa belum ya?'' tanya Putri pada diri sendiri


''Ayo sayang!" ajaknya lagi pada Rangga sambil menarik tangan Rangga untuk masuk kedalam rumah.


''Rumah kamu sepi banget Put, pada kemana penghuninya?'' Rangga menatap sekeliling yang memang terlihat sangat sepi.

__ADS_1


''Biasa, kemarin kan aku udah bilang sama kamu, oh itu bibi, sebentar ya aku tanya dia dulu.


''Bik bang Regan sudah pulang?'' Putri bertanya pada Art yang bekerja dirumah tersebut.


''Belum non, '' jawabnya


''Oh, gitu ya? oya bik tolong buatin minuman dan bawa kelantai atas ya bik, sekalian cemilannya juga!" ucapnya sambil mengajak Rangga naik kelantai atas.


''Put, apa kedua orang tua kamu masih jarang pulang?'' tanya Rangga sambil terus melangkahkan kakinya menaiki tangga


''Begitulah Ga, tapi aku sudah terbiasa kok, lagi pula kan aku sekarang punya kamu yang selalu ada disaat aku butuhin, benarkan?'' ucap Putri mengingat ucapan Rangga kemarin.


''Tentu saja, aku akan ada saat kapanpun kamu butuh.'' jawab Rangga.Dan kedua nya pun melanjut kan obrolan ringan membahas apapun yang ingin mereka bahas.


...----------------...


''Baik nona, secepatnya saya akan melaporkan setiap pergerakan pak Rayen pada nona.'' ucap detektif yang telah ia sewa siapa lagi kalau bukan Viona, ia sangat penasaran dengan siapa sekarang Rayen dekat, karna semenjak putus dari nya Rayen sama sekali sudah tidak bisa ia sentuh, bahkan jika ia meminta bantuan pasti malah Leo yang disuruhnya datang untuk menggantikan dirinya.


''Baik nona kalau begitu saya permisi dulu.'' ucapnya yang langsung diangguki oleh Viona.


''Kita lihat saja mas Rayen, sebentar lagi aku akan mengetahui siapa wanita itu.'' gumamnya pelan namun penuh dengan misteri.


*


''Sayang mas pulang dulu ya? mas mau langsung istirahat dirumah.'' ucap Rayen pelan agar tak didengar siapapun.


Entah kenapa rasanya Niken tidak rela melepas kepergian Rayen dari sisinya.

__ADS_1


''Tapi mas, sebenarnya aku masih mau kamu ada disini sama aku, aku gk mau kamu pergi.'' ucap Niken sedikit merengek.


Rayen menatap pada kekasihnya, lalu tersenyum.


''Tumben kamu melarang mas pergi, masih kangen ya hm?'' goda Rayen


''Iya, aku masih kangen sama mas Rayen, aku juga gk tau kenapa, rasanya aku gk mau jauh-jauh dari mas walau sedetikpun, aku pengen selalu ada didekat mas.'' ucapnya jujur. Rayen yang mendengar ungkapan hati Niken tersenyum dengan penuh cinta, sebenarnya dia juga sama, tak ingin berjauhan dari kekasihnya itu, namun apalah daya, masih banyak yang harus ia urus dan lakukan diluar sana.


''Sayang dengar mas ya! sebenarnya sekarang ini mas ada sedikit kerjaan, dan mungkin akan sedikit sibuk, tapi mas janji akan selalu nyempati diri untuk bisa ketemu sama kamu.'' jelas Rayen,dan mau tak mau Niken harus mengerti akan hal itu, walau bagai mana pun Rayen adalah wakil CEO jadi pastilah sangat sibuk sama seperti papanya yang jarang punya banyak waktu untuk dirinya.


''Mas janji ya, harus sesering mungkin temui aku? jika tidak biar nanti aku yang datang menemui mas.'' ucap Niken.


''Iya sayang, yaudah kalau gitu mas pulang dulu ya? nanti kalau mama kamu tanya bilang mas sudah pulang!" ucap Rayen yang diangguki Niken.


DITEMPAT LAIN..


Windy saat ini sedang bersama dengan Leo didalam sebuah kamar, tepatnya Leo membawa Windy keapartemen miliknya.


''Kak,'' panggil Windy gugup.


''Iya sayang ada apa?'' tanya Leo


''Aku takut kak,


''Sayang kamu tenang saja, aku akan melakukannya dengan pelan, kamu percayakan sama aku?'' bujuk Leo


Terlihat Windy mengangguk ragu, jujur saja saat ini perasaannya campur aduk antara takut dan juga penasaran.Sebenarnya selama menjalin hubungan dengan Leo Windy sudah mulai merasa nyaman dan sedikit demi sedikit perasaan cinta tumbuh dihatinya untuk Leo, selama beberapa minggu mereka bersama, Leo selalu memperlakukannya dengan sangat baik, dimatanya Leo adalah laki-laki yang bertanggung jawab, dulu Windy sempat berpikir jika Leo adalah sosok lelaki yang sangat menyebalkan, bahkan saat pertama ia tau jika Leo adalah calon suaminya Windy sempat melakukan penolakan pada kedua orangtuanya, namun seiring berjalannya waktu dan seringnya mereka bersama Windy sadar jika pemikirannya terhadap Leo itu salah, ya walaupun Leo sedikit menyebalkan namun ia percaya jika Leo bisa mempertanggung jawabkan semua yang ia lakukan.Tiga hari yang lalu Leo meminta ijin untuk melakukan penyatuan saat mereka sedang bercum*bu, tiba-tiba Leo memintanya pada Windy, meski pun Leo adalah calon suaminya namun Windy tetap saja ragu jika harus melepaskan keperawa*nan nya pada Leo saat itu, sebelum akhirnya mereka benar-benar menikah karna itulah prinsif Windy, namun entah setan apa yang merasuki nya sampai akhirnya sekarang dirinya ingin melepaskan harta yang paling berharga didalam dirinya.Namun bukan tanpa alasan ia melepaskan miliknya tersebut, selain karna ia sangat percaya pada Leo, Windy juga merasa sangat penasaran dengan rasa yang sudah diciptakan Leo pada dirinya, tubuhnya seperti kecanduan ingin selalu disentuh oleh Leo, dan rasanya ingin sekali mengulangnya terus dan terus sampai akhirnya ia mengambil keputusan sebesar ini dalam hidupnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2