
Akhirnya sepasang kekasih tersebut memutuskan untuk bolos dari sekolah, mereka beraladan pada satpam yang menjaga pintu gerbang, jika Rangga sakit dan ia harus harus mengantarkannya kerumah sakit, awalnya satpam tersebut tidak percaya namun saat melihat Putrilah yang menyetir akhirnya satpam tersebut langsung membukakan gerbang untuk mereka lewat, namun sebelumnya Putri sudah mengirim pesan pada sahabat sahabatnya, sedangkan Rangga meminta Niko untuk membawakan barangnya nanti yang ada dikelas.
'' Kita mau kemana sekarang Ga?'' tanya Putri sambil melirik pada kekasihnya yang berada disamping kirinya.
'' Kamu tepikan dulu mobilnya biar aku yang nyetir.'' jawab Rangga, Putri mengangguk menuruti setelahnya ia langsung menepikan mobilnya.
'' Makasih ya Ga.'' ucap Putri tiba-tiba
Mendengar kekasihnya berkata seperti itu Rangga mengangkat kedua alisnya.
'' Makasih buat apa?
'' Buat semuanya, makasih karna kamu bisa jaga hati ini buat aku,'' jawabnya sambil menyentuh dada Rangga, membuat pemuda itu tersenyum.
'' Aku yang berterimakasih, karna kamu telah membuktikan ucapanmu itu, kamu tau? tadi aku benar-benar salut sama kamu sebab masih bisa mengontrol emosi kamu.
'' Semua aku lakukan demi kamu Ga, kamu mau aku berubah menjadi yang lebih baikkan? maka aku akan melakukannya demi kamu.'' jawabnya tulus, membuat Rangga langsung menarik Putri kedalam pelukannya.
'' Makasih Putri.'' ucapnya pelan, tepat ditelinga kekasihnya itu, Putri mengangguk didalam pelukan Rangga.
'' Gimana kalau kita kerumahku aja? Kebetulan bang Regan hari ini lagi gk dirumah, maksudku saat ini dia masih berada dikantor.'' jelas Putri
'' Aku maunya kita pergi ke villa aja, gimana? Apa kamu mau?'' tawar Rangga
'' Tentu, aku akan ikut kemanapun kamu pergi.''
'' Yasudah sebaiknya kita tukar posisi dulu, biar aku yang nyetir.'' ucap Rangga
......................
'' Nih anak ijinnya ketoilet, gk taunya malah pergi sama Rangga, gimana sih.'' gerutu Niken sambil membaca pesan dari Putri yang baru sempat ia lihat.
''Masa sih?'' tanya Windy
__ADS_1
'' Nih baca aja gk percaya!" Niken memperlihatkan chat dari Putri untuknya.
'' Astaga nih anak, bisa-bisanya bolos.'' ucap Windy yang tak habis pikir dengan sahabatnya yang satu itu.
'' Dia kalau udah sama Rangga pasti lupa waktu.'' sambung Windy lagi, sedangkan Niken hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
DILAIN TEMPAT..
Saat ini Leo dan juga Rayen sedang berada dikantor Mika, atas kerja sama perusahaan, mereka sedang membahas peluncuran prodak baru saat ini, namun yang jadi masalahnya mereka memerlukan model untuk mempromosikan prodak tersebut.
'' Jadi bagai mana siapa yang akan kalian pilih sebagai modelnya?'' tanya Mika
'' Waktunya mepet, kira-kira siapa yang akan kita pakai untuk mengiklankan ini ya?'' ucap Rayen sambil berpikir
Semenjak Viona tidak ada entah kenapa penjualan sedikit menurun, padahal divisi bagian pemasaran sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasinya, tidak mungkin kan hanya karna label tersebut bukan memakai wajah dan nama Viona jadi berpengaruh dengan hasil penjualan, rasanya itu mustahil, namun itulah yang terjadi, ternyata bagi perusahaan wajah dan nama Viona sangat berpengaruh untuk perusahaan karna selain cantik, Viona juga sangat tau bagai mana cara menarik konsumen untuk membeli berbagai prodak yang mereka tawarkan. Sedangkan model yang lain tak sekreatif wanita itu, karna memang perusahaan mereka bergerak dibidang kosmetik dan juga minuman,, tentunya dengan wajah Viona yang mulus tanpa noda bisa menarik perhatian konsumen, sebenarnya model lainnya juga bekerja dengan baik, tapi entah kenapa hasilnya tak penah memuaskan.
'' Oya Ray, aku sih punya ide, untuk model kosmetik bagai mana kalau kita minta bantuan sama keponakam kamu? siapa itu namanya aku lupa?
'' Iya, dia yang saya maksud, wajahnya kan sangat cantik putih dan mulus, tubuhnya sangat ideal, aku yakin pasti banyak orang akan tertarik denhan produk baru tang akan kita luncurkan.'' jelas Mika semangat, tanpa sadar ia telah memuji dan mengakui kecantikan gadis itu, membuat Rayen tersenyum dalam hati, namun itu hanya sebentar, saat ia kembali tau maksud dan tujuan Mika ia langsung kembali kemode semula.
'' Gk! Saya tidak akan melibatkan Niken dalam hal ini, dia masih sekolah jika sampai Niken menjadi modelnya bisa terbengkalai semua tugas sekolahnya.'' ucap Rayen beralasan, padahal ia hanya tak ingin istrinya menjadi model iklan tersebut, karna jika sampai hal itu terjadi maka sudah dipastikan istrinya itu akan menjadi orang yang sibuk karna pekerjaannya dan tentunya waktunya akan menjadi berkurang nantinya untuk melayani dirinya, dan Rayen tak mau jika dampai itu terjadi.
'' Tapi Ray, ini hanya memerlukan waktu yang sebentar, setelah pemotretan akan ada promo setelah itu udah, kamu kan pahan itu.'' ucap Mika kembali mengingatkan.
Leo menatap Rayen, yang kebetulan juga menatap kearahnya.
'' Jangan menatap saya seperti itu Le, nanti saya akan memikirkannya dulu.'' ucap Rayen dengan nada kesal.
'' Kamu kesal Ray? kenapa? Gini aja deh, biar aku aja nanti yang ngomong sama Nikennya langsung, kalau perlu biar aku yang meminta ijin pada kedua orangtuanya, aku yakin pak Frans dan nyonya Lidya akan menyetujuinya jika aku menjelaskan semuanya.'' ucap Mika yang memang sama sekali tidak mengetahui hubungan antar Niken dan Rayen laki-laki yang ia sukai.
'' Tidak perlu, kedua orangtua Niken sudah meminta saya untuk bertanggung jawab pada putri mereka.'' jelas Rayen, pernyataan yang dilontarkan Rayen tentu menyita perhatian Mika.
'' Maksud mu apa Ray? bukankah gadis itu masih memiliki orang tua? Bagai mana bisa kamu yang bertanggung jawab atas gadis tersebut?'' Mika bertanya sambil mengerutkan kening
__ADS_1
Haiiss untuk apa coba Mika bertanya segala bikin pusing saja, kenapa coba dulu aku tidak mempublik kan saja pernikahan kami.
Gerutu hati Rayen
*
*
*
'' Loe yakin mau ikut gue pulang? apa gk sebaiknya loe bilang dulu sama suami loe Ken?'' tanya Windy lagi kembali memastikan.
'' Udah deh Win, kamu kok bawel banget sih? biarin aja lah, lagian sejak tadi sambungan telponku juga gk dijawab, mending biarin aja, nantikan dia juga nelpon kalau liat gk ada aku dirumah.'' ucap Niken membuat Windy hanya bisa menggelengkan kepalanya.
'' Yasudah terserah loe, tapi kalau om Rayen marah jangan bawa-bawa gue ya?
'' Iya-iya kamu tenang aja, aku gk akan libatain kamu kalau mas Rayen marah nantinya.'' jawab Niken
'' Yaudah yuk masuk!" ajak Windy yang diangguki oleh Niken
Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju kediaman Windy, namun sebelum itu mereka memutuskan untuk mampir dulu kesebuat toko kue untuk membeli beberapa cemilan untuk mereka nantinya bersantai.
Saat keduanya tengah asik memilih-milih kue kering tiba-tiba ada suara seseorang yang mengagetkan keduanya.
'' Kalian sedang apa?'' ucap orang tersebut.
'' Loh, bang Regan rupanya, kami sedang membeli cemilan bang, abang sendiri sedang apa? dan sama siapa?'' tanya balik Niken, sedangkan sejak tadi Windy hanya diam, ia terus memperhatikan tatapan mata Regan yang terus tertuju pada sahabatnya itu, tanpa memperdulikan dirinya yang berada disamping.
Ternyata bang Regan sama sekali tak ada perasaan apapun padaku, buktinya sejak tadi ia terus menatap Niken, memang sahabatku yang satu ini sangat beruntung, meskipun sudah menikah masih banyak yang menyukainya, berbeda sekali denganku.
Windy membatin.
Next
__ADS_1