CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Malam Yang Indah


__ADS_3

Apa yang otor takutkan akhirnya terjadi juga 😔


otor udah kirim episode sebelum ini dari tadi pagi, tapi sampai sekarang bab nya masih di review, padahal bahasanya udah dibikin halus, tapi sepertinya miminnya gk mau ngerti 😢


Mudah-mudahan saja bab sebelumnya yang masih direview gk ditolak, agar alur ceritanya tetap nyambung, dan semoga di bab yang ini juga dilolosis sama admin




Rayen masih menatap wajah Niken membuat gadis itu semangkin kesal.



''Mas cepat lakukan, jangan menyiksaku seperti ini sayang, aku udah gk tahan lagi.'' ucap Niken saat Rayen bermain-main dibawah sana.



''Iya sabar sayang, sebentar lagi mas akan kabulin permintaan kamu.'' jawabnya sambil terus memainkan satu jarinya didalam sana membuat sang istri seperti cacing kepanasan. Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi Rayen pun mulai mengarahkan anaconda miliknya didepan goa sempit milik istrinya, Rayen memposisikan miliknya didepan milik sang istri, namun sepertinya gadis itu sudah tidak bisa menunggu lebih lama.



'' Mas Rayen cepetan dong mas, aku udah gk tahan lagi.'' rengek Niken agar suaminya langsung melakukan penyatuan mereka.



'' Iya sayang, sabar sebentar ya?



Sebelum benar-benar memasukannya Rayen terlebih dahulu memberi pelumas pada anaconda miliknya agar lebih memudahkan miliknya masuk kedalam goa sempit milik Niken.



''Tahan ya sayang.'' ucap Rayen sambil perlahan mendorong batangannya memasuki tubuh Niken.



Niken berdesis saat merasakan perih diarea inti miliknya, namun ia masih mencoba menahannya.



''Aah, sempit sekali milikmu sayang, membuat punya mas sudah masuknya.'' ucap Rayen yang sejak tadi terus mencoba masuk ketubuh istrinya, namun selalu gagal.



Kedua tangan Rayen memegang pinggul istrinya, kemudian langsung kembali mengarahkan miliknya didepan goa sempit itu dan...



Jleeb



Anaconda milik Rayen berhasil masuk setengah ditubuh Niken, membuat istrinya ity tersentak kaget saat merasakan ada yang sobek dibagian intinya tersebut.



''Aaww perih banget mas, sakit.'' ucap Niken tak terasa buliran bening keluar dari pelupuk matanya, membuat Rayen tidak tega melihatnya.



''Apakah sakit sayang?'' tanya Rayen namun ia sama sekali tak berniat mencabut miliknya yang sudah masuk setengah ditubuh istrinya.

__ADS_1



''Iya mas, tapi aku mau mas tetap melakuknnya.'' jawab Niken membuat seketika senyum Rayen mengembang.



''Kamu tahan sebentar yan sayang, ini sakitnya hanya sebentar, setelah itu akan terasa sangat nikmat, dan mas yakin jika kamu pasti akan memintanya setiap saat sama mas.'' ucap Rayen menggoda ia sengaja mengatakan itu agar istrinya tidak terlalu merasakan sakit, walaupun kenyataannya tidak akan merubah apapun, karna sebentar lagi Niken akan kembali memekik karna ulahnya.



Rayen kembali mendorong anaconda miliknya agar masuk seluruhnya.



''Aakkhhh, mas sakit.'' teriak Niken ia merasa ada sesuatu yang mengalir diarea intinya, Niken merasa sangat tidak nyaman dibawah sana, miliknya terasa sangat penuh dan juga sesak. Mendengar istrinya berteriak, Rayen langsung membungkamnya dengan ci\*um\*an, membuatnya agar lebih tenang dan juga rileks.



\*



\*



\*



''Pah, itu anak kita kenapa teriak begitu?'' ucap Lidya saat dirinya dan suami melewati kamar Rayen untuk masuk kedalam kamar mereka, karna Frans baru saja pulang setengah jam yang lalu, namun mereka memutuskan untuk bersantai dulu dibawah, karna memang jam masih menunjukan pukul sembilan malam. Namun saat mereka hendak masuk kedalam kamar tiba-tiba keduanya mendengar suara teriakan Niken dari dalam kamar Rayen.




''Udahlah mah, biarin aja! kita gk usah ikut campur urusan mereka, kayak gk pernah muda aja mama ini, atau jangan-jangan mama mau juga ya hem?'' goda sang suami



''Apaan sih pah, gk jelas banget.'' ucap Lidya tersipu malu



''Kalau mama juga pengen, yuk kita kekamar biar papa kabulin keinginan mama itu.'' ucap Frans sambil menarik tangan istrinya agar mengikutinya masuk kedalam kamar mereka.



Kembali kekamar Rayen dan Niken.



Saat ini Rayen mulai menggerakan tubuhnya naik turun, ia melihat Niken sedikit meringis menahan sakit ditubuhnya tepatnya dibagian bawah miliknya.



''Sayang, apa masih sakit?'' tanya Rayen tanpa berhendi menggoyang tubuhnya.



''Masih mas, kayaknya punya aku lecet deh.'' jawabnya sambil meringis karna terasa sakit saat Rayen melakukan pergerakan ditubuhnya.


__ADS_1


''Mas pelan dong, kan sakit pekik Niken saat suaminya mulai melakukan kegiatannya dengan lebih cepat.



''Hehe,, maaf sayang mas gk tahan punya kamu enak banget, kamu tahan ya mas akan pelan-pelan mainnya,'' ucap Rayen sambil terus melakukan jegiatan panas tersebut.



'' Mas Rayen jangan kuat-kuat pelan aja, punyaku sakit.'' ucap Niken disela-sela kagiatan yang mereka lakukan.



Rayen mengganguk kecil, ia mulai mengurangi laju gerakannya agar wanitanya tidak terlalu merasakan sakit.



''Sayang mas hampir sampai sayang, aakkhhh...



''Aku juga mas,'' balas Niken yang sudah mulai menikmati goyangan sang suami.



Keduanya mende\*sa\*h,, bersamaan itu cairan kental berwarna putih menyembur keluar dari anaconda Rayen dan masuk kedalam rahim istrinya dengan sangat banyak.



''Aahh sayang nikmat sekali rasanya.'' ucap Rayen sambil menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Niken tanpa mencabut anaconda miliknya yang masih bersarang digoa sang istri.



''Mas keluarin dong punya kamu, gk enak tau ganjel gini.'' protes Niken karna merasa tak nyaman.



''Iyaiya sayang mas keluarin ya.''



Pluup



Terdengar suara milik Rayen saaf terlepas dari inti milik Niken.



Rayen melihat anacondanya yang sudah layu, ia juga melihat ada noda darah yang sudah sedikit mengering disana.Kemudian ia menatap sprei tempat mereka berseng\*ga\*ma tadi, Rayen kembali melihat bercak darah disana. Melihat itu Rayen tersenyum puas, karna akhirnya dialah orang yang berhasil membobol milik sang istri untuk pertama kali.Rayen menoleh pada Niken yang saat itu terlihat sedang memejamkan matanya tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.Rayen tau jika saat ini istrinya itu sangat kelah karna pergulatan mereka tadi, untuk saat ini Rayen akan membiarkan sang istri untuk beristirahat sejenak, namun setelah itu ia akan kembali menggempur istrinya itu



Beberapa jam kemudian



Saat ini jam sudah menunjukan pukul satu dini hari, tiba-tiba Niken terbangun dari tidurnya, ia melihat Rayen tertidur sambil memeluk tubuhnya. Tiba-tiba Niken tersenyum dengan wajah yang memerah saat dirinya kembali mengingat apa yang telah mereka lakukan beberapa jam yang lalu. Niken menyibak selimut yang menutupi tubuh mereka.



''Oh ya ampun kami masih sama-sama polos.'' gumamnya sambil kembali menutupi tubuh keduanya.


__ADS_1


Next


__ADS_2