CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Usaha Rayen


__ADS_3

Keesokan harinya Rayen sudah berada dimeja makan terlebih dahulu, tak lama Niken dan kedua orangtuanya terlihat turun dari lantai dua.


''Loh Ray, tumben kamu sudah berada dimeja makan sepagi ini?'' tanya Lidya sambil melangkah mendekati meja makan.


''Iya mba, sengaja mau antar Niken kesekolah.'' jawabnya sambil melirik kearah Niken, sedangkan gadis itu terlihat cuek.


Kini semuanya sudah berada dimeja makan, Frans dan Lidya duduk bersebelahan,sedangkan Niken duduk disebelah Rayen, walaupun mereka sedang tidak akur, namun keduanya tak ingin sampai kedua orang tua Niken tau jika mereka sedang ada masalah.


''Oya Ray, jangan lupa sebelum kekantor kamu mampir keperusahaan PT.Sumber Jaya untuk memberitahukan dan juga meminta tanda tangan pada nona Mika mengenai keja sama kemarin yang kita bisarakan dirapat kemarin.'' jelas Frans.


''Iya bang, nanti saya akan kesana setelah mengantar Niken.'' jawab Rayen.


*


Kini keduanya sudah berada didalam mobil, sepanjang perjalanan menuju sekolahan Niken, keduanya hanya saling diam, sebenarnya Rayen ingin sekali mengajak Niken bicara, namun sepertinya gadis itu tak berniat membicarakan apapun dengan Rayen, terbukti saat Rayen ingin mengajaknya bicara, Niken segera mengeluarkan headset dari dalam tasnya lalu dengan cepat menaruhnya ditelinga, setelah sebelumnya ia sudah menyambungkannya keponsel miliknya.Rayen hanya bisa menghela nafas dalam melihat tinggah Niken yang terkadang membuatnya gemas sekaligus geram.


Rayen menatap jam dipergelangan tangannya,yang masih menunjukan pukul tujuh pagi, itu artinya masih ada waktu tiga puluh menit lagi sebelum masuk kelas, tiba-tiba Rayen membelokan mobilnya kejalanan yang sedikit sepi, membuat Niken langsung menatap kearah Rayen.


''Mas kamu apa-apaan sih ? kenapa berhenti disini, aku mau sekolah sebaiknya mas cep---mmmpppffff,, tiba-tiba saja Rayen langsung menyerang bibir Niken disaat gadis itu masih melanjutkan ucapannya.


Hampir dua menit Rayen mencium kekasihnya itu, namun tak ada tanda-tanda gadis itu akan membalas ciumannya, jangankan membalas, bahkan Niken terlihat merapatkan mulutnya agar Rayen tak bisa menikmati bibirnya itu.Rayen yang merasa yak ada respon dari Niken akhirnya melepaskan pagutan nya.


''Niken, tolong jangan siksa mas seperti ini, jika memang kamu ingin hubungan kita diketahui semua orang baiklah, mas akan mengatakannya bahwa kita adalah sepasang kekasih, jika orang bertanya nanti pada mas, tapi mas mohon jamgan bersikap seperti ini, sama mas, mas gk sanggup sayang.'' ucap Rayen mengiba


Meskipun Rayen mengatakan jika dirinya akan memberitahukan tentang hubungan mereka pada semua orang, namun entah kenapa Niken terlihat tidak senang, bahkan ia terkesan cuek, mungkin ia sudah terlanjur kecewa pada Rayen sebelumnya, jadi meskipun Rayen berkata seperti itu tidak berpengaruh sama sekali baginya.


''Sudah bicaranya?? sekarang bisakah mas antar aku kesekolah??'' ucap Niken dengan nada datar.


''Niken tolong jangan bersikap seperti ini sama mas, mas gk bisa jika kamu giniin mas merasa tersiksa sayang.'' ucap Rayen frustasi.

__ADS_1


Maaf mas, untuk saat ini aku gk gampang untuk memaafkan kamu, lagi pula aku juga ingin lihat sampai dimana kamu memperjuangkan aku, jika memang aku benar-benar berarti untukmu, maka kamu gk akan mudah menyerah untuk memperjuangkan aku.


Batin Niken.


''Mas ku mohon, pagi ini aku ada ulangan dan aku gk mau terlambat masuk hanya karna ini.'' ucap Niken, dan akhirnya maunyak mau Rayen terpaksa menuruti keinginan gadis kecilnya tersebut.


Saat ini mereka telah sampai didepan gerbang sekolah, namun saat Niken hendak turun Rayen segera menahan tangan gadis itu.


''Nanti sepulang sekolah mas yang jemput kamu, sebelum mas datang kamu jangan pulang dulu, kamu mengertikan?!'' ucap Rayen.


''Heem,'' hanya deheman yang keluar dari mulut gadis itu.


''Baiklah sekarang kamu masuk kekelas.'' ucap Rayen yang diangguki oleh Niken, tanpa mengatakan apapun gadis itu langsung keluar dari mobil Rayen, membuat lelaki dewasa itu kembali menghela nafas kasar.


Setelah memastikan Niken masuk kedalam, Rayen kembali melajukan mobil miliknya menuju perusahaan yang dikelola oleh teman nya semasa kuliah dulu siapa lagi kalau bukan Mika, namun untuk memastikan lagi, apakah orang yang akan ditemuinya itu berada ditempat apa tidak Rayen segera menghuhunginya.


(Ya hallo, Ray) terdengar suara Mika diseberang telpon


(Hallo Mika, sekarang saya dalam perjalanan menuju kantor milikmu, untuk membicarakan masalah rapat kemarin, apa kita bisa bertemu?)


(Oh, sekarang aku masih diapartemen Ray, kamu kesini aja kita bicara diapartemenku aja bisakan?)


(Baiklah, saya akan menuju kesana sekarang) setelah itu Rayen langsung menutup telpon miliknya dan segera melunjur menuju apartemen Mika.


Setelah dua puluh lima menit Rayen akhirnya sampai diapartemen milik Mika.Setelah keluar dari mobil Rayen langsung menuju lantai dimana Mika tinggal.


''Sepertinya ini dia apartemennya,'' gumam Rayen sambil segera menekan bel apartemen tersebut, tak lama keluarlah Mika dengan masih dalam balutan handuk berbentuk kimono, dengan rambut yang juga dibalut oleh handuk kecil.


''Hay Ray, masuklah! maaf aku baru selesai mandi, kamu duduklah sebentar aku mau ganti baju dulu.'' ucapnya dan langsung meninggalkan Rayen menuju kamarnya.

__ADS_1


Tak lama Mika keluar dengan pakaian yang sudah rapi, bahkan wangi parfum yang ia gunakan menyeruak diseluruh ruangan tersebut.


''Mika langsung saja ini dokumen yang harus kamu tanda tangani, tapi sebelumnya lebih baik kamu baca saja dulu.'' ucap Rayen sambil meletakan map berwarna biru diatas meja.


''Ray, bisa gk kita jangan bahas masalah kerjaan dulu?.'' ucap Mika


''Maksud kamu?'' tanya Rayen sambil mengerutkan kening


''Ya kita kan teman, setidaknya kita ngobrol dulu atau apalah, mengingat masa-masa kuliah kayak nya seru.'' ucap Mika.


''Emangnya hari ini kamu gk sibuk? hingga ngajakin saya ngobrol?'' ucap Rayen.


''Pagi ini enggak ada, tapi nanti sekitar jam sepuluh ada meeting diluar sama klien.'' jelas Mika sambil menjatuhkan tubuhnya disamping Rayen


''Ray, sebenarnya ada yang mau aku omongin sama kamu,'' ucap Mika sambil menatap Rayen.


''Apa?? kenapa wajah kamu mendadak tegang begitu? memangnya apa yang ingin kamu bicarakan Mika?'' tanya Rayen penasaran.


''Sebenarnya, sebenarnya sudah lama aku menyukai kamu Ray, bahkan dari kita masih kuliah, dan sampai sekarang perasaan itu tidak pernah berubah.'' ucap Mika sambil menatap Rayen dengan intens


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Mika mebuat Rayen sedikit terkejut,pasalnya sepengetahuan Rayen Mika semasa kuliah dulu tidak pernah menunjukan jika Mika menyukai dirinya, tapi sekarang kenyataannya adalah Mika sangat mencintainya.


''Mika maaf sebelumnya, tapi saya tidak bisa menerima kamu, karna saya hanya menganggapmu sebagai teman tidak lebih.'' jelas Rayen.


Mika tersenyum mendengar ucapan Rayen, membuat lelaki itu merasa bingung sendiri, pasalnya mana ada orang yang ditolak cintanya justru malah tersenyum, yang ada pasti marahkan? dan itu yang membuat Rayen merasa heran pada gadis yang berada didepannya saat ini.


''Rayen, aku gk minta kamu jadi kekasih aku sekarang kok, karna aku tau kamu gk cinta sama aku, tapi aku hanya ingin kamu tau saja jika aku itu benar-benar cinta dan juga sayang sama kamu.'' ucapnya sambil menatap lekat wajah Rayen, bahkan hembusan nafasnya dapat Rayen rasakan.


Next

__ADS_1


__ADS_2