CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Obrolan Sebelum Tidur


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, namun Niken dan Rayen masih terlihat saling mengobrol ringan.


''Mas kapan kita pulang?''


''Besok sore, sebenarnya mas males banget pulang, tapi tuntutan pekerjaan tidak bisa diabaikan begitu saja, ini juga kan untuk masa depan kita dan anak-anak kita nanti.'' ucsp Rayen sambil tersenyum menatap wajah Niken.


''Anak-anak kita? ulang Niken sambil menatap balik wajah Rayen.


''Iya, tentunya setelah kita menikah nanti, kamu mau kan menikah sama mas?'' Rayen menatap wajah Niken dengan penuh cinta.


''Niken tersenyum lebar, sungguh ia benar-benar terharu dengan ucapan om nya tersebut, ia tak menyangka Rayen benar-benar bisa menjadi miliknya sekarang.


''Hem, aku jadi gk sabar kira-kira anak kita nanti mirip dengan siapa ya mas?'' ucap Niken sambil menghayal.


''Memangnya kamu udah siap nikah muda?''


''Aku siap mas, aku rela kehilangan masa mudaku asalkan itu sama kamu.'' kata-kata yang diucapkan Niken membuat hati Rayen tersentuh.


''Tapi mas, apa kah mama dan papa mau merestui hubungan kita? aku sangat takut mereka melarang hubungan kita ini.'' ucap Niken yang tersirat kecemasan didalam ucapannya.


''Mas, sudah pikirkan semua itu dari jauh-jauh hari, pokonya kamu tenang saja, dan jangan memikirkan hal itu, biar semua mas yang akan mengurus nya.'' jelas Rayen


''Aku hanya takut mas,'' jawab Niken lirih kini kepalanya sudah ia sandarkan dipundak Rayen, untuk mencari ketenangan disana.


''Sudah jangan terlalu dipikirkan!" Rayen merangkul tubuh kekasihnya sambil mengusap lembut bahu gadisnya itu, untuk memberikan ketenangan.


Rayen menarik diri dari Niken membuat gadis itu menatapnya bingung.


''Ada apa mas? kok tiba-tiba aneh gitu?


''Gk ada, hanya saja mas ingin ketoilet sebentar.


''Ya ampun mas, kirain apaan, yaudah gih nanti ngompol lagi.'' ucapnya sambil terkekeh.

__ADS_1


Setelah Rayen berlalu Niken langsung menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya disana karna memang rasanya ia sudah sangat mengantuk.


''Loh sayang kamu kok udah tidur aja, bajunya gk diganti dulu, mas udah siapin loh gaun tidur buat kamu pakai malam ini.'' jelas Rayen membuat Niken langsung mendudukan tubuhnya.


''Mas nyiapin gaun tidur juga? kirain gk ada jadi aku pakai ini aja deh akhirnya.'' jelas Niken.


''Udah mas siapin dilemari, yasudah bentar ya mas ambilin dulu.'' Rayen beranjak menuju lemari lalu mengambil paperbag dan kembali menuju ranjang.


''Ini sayang, cepetan ganti mas pengen lihat, pas apa tidak.'' ucap Rayen tidak sabaran.


''Iya-iya, sebentar ya aku ganti dulu.'' ucapnya sambil melangkah menuju kamar mandi.


Sambil menunggu Niken keluar dari kamar mandi, Rayen memilih mengistirahatkan tubuhnya sambil bersandar disandaran tempat tidur.


Tak lama Niken keluar dari kamar mandi dengan menggunakan gaun tidur yang diberikan Rayen padanya, sangat terlihat Niken merasa kurang nyaman dengan baju yang ia gunakan, karna tangannya terus saja menarik gaun tersebut kebawah, berharap bisa menutupi bagian pahanya yang terekpos.


Berbeda halnya dengan Rayen, lelaki itu sangat terpana melihat kemolekan tubuh kekasihnya itu, Niken seperti gadis dewasa yang memikat hatinya, selain karna postur tubuhnya yang memang tumbuh melebibihi usianya, dimata Rayen gadis itu seperti berlian yang harus ia jaga dengan baik.


''Ini gaunnya kependekan mas, aku kan malu diliatin sama mas Rayen.'' ucapnya yang akhirnya mengungkapkan isi hatinya.


''Kenapa malu hm? lagian kan nanti mas juga yang liat semua tubuh kamu itu setelah menikah, jadi gpp kan kalau mas liat nya nyicil dari sekarang?'' goda Rayen membuat Niken mengerucutkan bibirnya.


''Iihh, itu gk adil dong, masa mas bisa liat tubuh aku, sementara aku enggak, uuppss..'' Niken langsung menutup mulutnya karna merasa keceplosan.


''Aduuhh, kenapa nih mulut lemes banget sih kenapa coba pakai keceplosan segala.


Batin Niken sambil merutuki kebodohannya.


''Oh, jadi kamu juga mau lihat tubuh nya mas?'' tiba-tiba saja Rayen sudah berada didepan membuat gadis itu gelagapan.


''Eh, i-itu emmm---'' Niken merasa salah tingkah, ia begitu malu dengan ucapannya itu.


Rayen mengangkat dagu Niken yang tertunduk karna malu.

__ADS_1


''Kamu mau lihat mas berpenampilan sek*si?'' goda Rayen


''Bu-bukan gitu juga mas, udah dong maas jangan godain aku mulu ah.'' rengeknya manja dan juga malu.


''Ok.ok. yaudah kalau gitu kita istirahat saja yuk ini juga udah malam banget,kamu udah ngantuk kan?


Iya aku udah ngantuk banget.'' setelah menjawab itu Niken langsung melangkah dengan cepat menuju tempat tidur, setelah itu ia masuk kedalam selimut tebal.


Rayen terkekeh pelan melihat tingkah gadis kecilnya itu, setelahnya ia langsung melangkah menuju tempat tidur yang sama.


Sebenarnya Niken sama sekali belum merasa ngantuk hanya saja ia merasa bingung harus berbuat apa jika hanya bersama seorang laki-laki dikamar, apa lagi laki-laki itu orang yang dicintainya.


Rayen menatap tubuh Niken yang tidur dengan memunggunginya.Sudah setengah jam berlalu namun keduanya masih belum dapat memejamkan mata, apa lagi Niken, gadis itu merasakan jantungnya berdetak sangat cepat, saat tiba-tiba tangan besar berada diatas pinggangnya merangkul tubuhnya dari belakang, rasanya ia sangat kesusahan bernafas,


''Sayang apa kamu sudah tidur?'' Rayen semangkin merapatkan tubuhnya pada Niken, ia tau gadisnya itu masih belum bisa tertidur sama seperti dirinya, karna Rayen masih merasakan pergerakan tubuh Niken deru nafasnya juga terdengar memburu ditelinga Rayen.


''Duuh, om Rayen buat jantungku semangkin berdisco ria, kenapa sih pakai acara meluk segala, tapi aku suka sih posisi seperti ini.


Batinnya tersenyum


Rayen ingin memastikan jika memang gadisnya itu belum benar-benar tertidur, perlahan ia menempelkan wajahnya diceruk leher bagian belakang Niken, menghirup aroma vanilla ditubuh gadis itu yang selalu membuatnya nyaman.


Sedangkan perasaan Niken semangkin tidak karuan, ia merasa geli bercampur nikmat karna perlakuan Rayen yang mendusel-duselkan hidungnya disana.


''Sayang, mas tau kamu belum tidur, mas juga gk bisa tidur, mas mau kamu membalikan tubuhmu menghadap kearah mas sayang!" Rayen memintanya dengan lembut, membuat Niken yang memang masih belum bisa tertidur terpaksa membalikan tubuhnya menghadap om nya yang sekarang menjadi kekasihnya itu.Dan sekarang wajah keduanya bisa terlihat dengan jelas oleh oasangan masing-masing.


''Sayang,mas sangat bahagia bisa mendapatkan cintamu, rasa mas ingin sekali bisa memilikimu seutuhnya sekarang.


''Maksud mas??'' Niken bertanya sambil menatap kearah Rayen.


''Maksud mas, apa boleh mas mencium bibir kamu itu? mas tidak tahan melihatnya, sejak tadi rasanya mas ingin sekali melu*matnya.'' ucapan yang dilontarkan Rayen membuat Niken merasa malu, namun setelahnya ia langsung mengangguk, sebab diri nya juga ingin merasakan sentuhan bibir milik Rayen.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2