CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Iri Bilang Boss


__ADS_3

Di sekolah Nusa Bangsa terlihat semua murid sedang berbaris di lapangan sekolah, maklum ini adalah hari senin jadi semua murid dan guru-guru disekolah tersebut sedang melakukan upacara bendera.


'' Win, Niken gk masuk kayaknya, dia gk ada Wa loe?'' tanya Putri sambil berbisik, saat ini mereka dalam barisan yang paling belakang mereka memang selalu memilih baris dibelakang setiap minggunya agar bisa sedikit bergerak bebas karna tidak terlalu kelihatan oleh guru.


'' Kayaknya belum, kira-kira ada apa ya? gk biasanya, apa mungkin dia lagi sakit?'' ucapnya pelan.


'' Gimana nanti sepulang sekolah kita keapartemennya?'' ucap Putri


'' Iya boleh.'' jawabnya.


'' Suuuttt, kalian bisa diam gk sih, itu pak kepsek lagi pidato kalian malah asik-asikan ngerumpi.'' ucap salah satu siswi yang memang tidak terlalu menyukai Niken dan teman-temannya.


'' Sirik aja loe, bilang aja mau ikutan kita ngerumpi, sini gabung aja gk usah malu-malu.'' jawab Putri namun dengan nada dan pandangan sinis


'' Putri udah, jangan bikin masalah, gimana kalau ada yang dengar bisa-bisa kita kena hukuman.'' Windy mengingatkan, sedangkan Putri hanya bisa mendengus. Walau bagai mana pun yang dikatakan Windy benar, bagai mana jika ketahuan guru pasti mereka akan kena hukuman, dan Putri tak mau jika sampai itu terjadi.


Ditempat lain, tepatnya diapartemen milik Rayen saat ini sepasang suami istri tersebut sedang duduk dimeja makan sambil menikmati sarapan, Rayen melirik kearah Niken yang terlihat menikmati makanannya, tak seperti biasanya yang sering berbicara disela makannya, saat ini gadis itu sepertinya sama sekali tak ingin mengeluarkan suara sepatah katapun, saat itu juga Rayen berpikir mungkin istrinya itu masih merasa kesal padanya.


'' Sayang tumben diam? Kamu masih marah sama mas?


Sekilas Niken menatap suaminya, lalu menggeleng pelan.

__ADS_1


'' Aku gk marah, hanya kesel aja.'' jawabnya lalu kembali melanjutkan kegiatan makannya.


'' Kesal? apa karna ucapan mas tadi malam, yang tak sengaja memuji Viona? sayang mas kan sudah minta maaf? udah dong jangan marah lagi ya?


Niken tak menjawab, entah kenapa ia tidak bisa melupakan ucapan suaminya tadi malam, padahal itu hanya hal yang sepele, lagi pula setelah percintaan mereka tadi malam, Niken sudah melupakannya, namun entah kenapa pagi ini ia kembali mengingat kembali ucapan Rayen tadi malam membuat Niken kembali kesal pada suaminya itu.


Rayen melirik jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul delapan pagi.


'' Sayang mas berangkat kerja dulu ya? pagi ini ada meeting, jadi mas gk boleh telat.'' Rayen bangkit mendekati Niken kemudian mengecup kening sang istri.


'' Mas berangkat, kamu hati-hati dirumah, jika ada yang datang kamu intip dulu jangan langsung bukain pintunya, entar kejadian seperti Leo kemarin lagi, mas gk mau ya kecolongan lagi.'' ucap Rayen kembali mengingatkan.


'' Iya-iya, gk usah diingatkan lagi yang itu mas aku kan udah minta maaf.'' jawabnya kesal.


Siang harinya..


'' Kalian bisa gk sih sedikit ngerti perasaan gue yang jomblo ini, mesra-mesraan didepan mata gue, bikin sakit mata tau gk!


'' Iri bilang bos.'' jawab Putri sambil terkekeh merasa lucu saat melihat tampang bette sahabatnya.


'' Bukan iri tapi muak, hahaha.'' Windy membalas ucapan Putri membuat gadis itu langsung mengerucutkan bibirnya karna kesal, sedangkan Rangga hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan kedua gadis tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai mengisi perut Putri dan Rangga memilih untuk mengobrol dikelas sedangkan Windy pergi keperpustakaan untuk membaca.


...*********** ...


Di perusahaan saat ini Rayen dan Leo baru saja keluar dari kantor Mika.


'' Leo kau yakin dia bisa melakukannya?'' Rayen menghentikan langkahnya saat bertanya pada asistennya.


'' Tidak juga sih, tapi mau bagai mana lagi, sudah tidak ada pilihan lain, lagi pula loe gak mau jika istri loe jadi modelnya jadi gue kasih ide itulah, berdoa saja semoga dia mau.


'' Bagai mana mungkin dia sendiri yang mengiklankan produknya.''


'' Ya kalau loe keberatan sebaiknya bujuk saja bini loe, gue yakin jika Niken modelnya pasti produk baru kita ini akan laku keras.'' ucapnya yakin.


'' Tapi kalau loe merasa keberatan ya biarkan saja Mika yang jadi modelnya dia kan tak kalah cantik, wajahnya juga mulus,'' sambung Leo, sedangkan Rayen hanya diam tak menanggapi ucapan Leo, ia lebih memilih melanjutkan langkahnya untuk segera keluar dari gedung tersebut. Leo yang melihat itu juga langsung mengikuti langkah bos sekaligus sahabatnya itu. Sambil melangkahkan kakinya Rayen berpikir, ia merasa heran sendiri, begitu banyaknya wabita didunia ini kenapa sama sekali tak bisa menemukan seseorang yang bisa menjadi medel untuk prodak mereka, sungguh Rayen tak habis pikir, sebenarnya bukan karna tidak ada modelnya,bahkan tadi mereka sempat melakukan audisi pada sepuluh orang gadis tapi entah kenapa tidak ada satupun yang membuat mereka merasa pas dan puas untuk membawakan prodak tersebut, sebenarnya tadi itu Rayen dan Mika sama sekali belum menyetujui usulan Leo yang menunjuk Mika sebagai modelnya, tapi Mika mau pun Rayen juga terlihat tidak mengiyakan ataupun menolaknya, sedangkan waktunya tinggal tiga hari lagi.


Sementara diruangan Mika, wanita itu baru saja mendapatkan telpon dari sekertarisnya yang mengatakan bahwa dirinya sudah mendapatkan model yang sesuai untuk mengiklankan produk tersebut, sekertarisnya itu juga mengatakan jika model tersebut sangat profesional membuat Mika menghembuskan nafas lega.


'' Kenapa gk terpikirkan oleh kami semua ya? mungkin karna mepet jadinya gk kepikiran kesana.


Sebenarnya sebelumnya mereka sudah menemukan model bahkan sudah melakukan syuting namun tiba-tiba dua hari yang lalu model tersebut mengalami kecelakaan hingga membuat kaki dan tangannya patah, maka dari itu mau tak mau terpaksa mereka harus kembali mencari model yang lain dalam waktu singkat.

__ADS_1


'' Bosen juga dirumah, bingung gk tau harus ngapain? badan ku juga rasanya pegal semua lagi.'' saat ini gadis itu sedang berada didalam kamar setelah tadi sempat menonton drakor kesukaannya, sejak tadi yang ia lakukan hanya menghabiskan waktunya didalam kamar, bahkan untuk keluar rumah saja rasanya ia sangat malas, selain tubuhnya yang terasa pegal, bagian intinya juga terasa masih sedikit perih akibar percintaan mereka tadi malam, maklum suaminya itu tak akan merasa puas jika tidak melakukannya berulang-ulang, membuat area intinya menjadi sedikit perih dan sakit padahal ini bukan kali pertama untuknya, namun karna senjata milik suaminya tersebut yang kelewat besar dan panjang maka bisa terjadi semua itu, namun Niken sama sekali tak pernah menyesal, bahkan ia sangat menikmati semua itu, dan saat membayangkannya saat bisa membuat intinya berkedut.


Next


__ADS_2