CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Punyaku Masih Sakit


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul lima pagi, terlihat Windy mengerjap kan matanya, lalu menoleh kesamping ia mendapati sosok Regan disana lelaki yang beberapa bulan terakhir selalu menghiasi hatinya, Windy yakin jika ia memang benar-benar telah jatuh cinta pada laki-laki tersebut. Windy memiringkan tubuhnya untuk menghadap kearah Regan, tiba-tiba saja wajahnya memerah saat mengingat adegan panas mereka tadi malam, dan saat ini mereka berdua masih sama-sama polos didalam selimut.


'' Sayang makasih ya untuk tadi malam, kamu sangat hebat, aku sangat bahagia bisa menjadi wanitamu seutuhnya.'' gumamnya pelan, Windy mendekatkan wajahnya lalu mengecup singkat bibir kekasihnya itu, namun siapa sangka tiba-tiba saja tengkuknya ditahan membuat Windy langsung membelalakan matanya lebar saat melihat ternyata Regan juga sedang menatapnya sambil membalas ******* bibir nya.


'' Morning kiss,'' ucap Regan setelah cium*an mereka terlepas, Regan mengusap lembut wajah alami Windy yang masih terlihat tetap cantik dan juga manis, bahkan semangkin manis dimata Regan.


'' Makasih ya karna kamu telah memberikan yang berharga milikmu padaku.'' ucap Rayen sambil tersenyum.


'' Ih bang Regan sengaja mengejekku ya?'' Windy cemberut dan langsung memalingkan wajahnya, membuat Regan menyentuh wajah Windy dan memalingkan kembali wajah wanita nya itu kearahnya.


'' Aku serius, dan aku juga tidak ada maksud untuk mengejek kamu sayang.'' Regan menopang kepalanya dengan satu tangannya tertumpu dikasur.


'' Tapi kan aku bukan lagi seorang perawan bang Regan, aku janda,'' lirihnya, Windy diam sejenak setelah itu kembali melanjutkan ucapannya.'' Dan seharusnya aku yang berterimakasih sama bang Regan karna akulah satu-satunya wanita yang bisa memilikimu, dan juga menjadi yang pertama untukmu.'' ucapnya sambil menunduk malu atas ucapannya sendiri. Regan tersenyum mendengar ucapan Windy


'' Bukankah aku sudah pernah bilang sebelumnya, walaupun kamu seorang janda, aku sama sekali tidak perduli, bagiku perasaan itu lebih penting dari pada hanya sekedar status, jadi aku gk akan mempermasalahkan tentang statusmu itu ok, dan aku harap kamu jangan lagi membahas mengenai status.'' tegas Regan, dan Windy mengangguk paham


'' Mas boleh aku tanya sesuatu?'' tanya Windy yang terlihat serius.


'' Apa? sepertinya serius sekali,'' Regan membenahi posisinya agar lebih nyaman.


'' Apa kedua orangtua bang Regan sudah tau tentang hubungan kita ini?


'' Belum, tapi aku akan secepatnya memberitahukan tentang hubungan kita ini pada mereka.'' jawabnya mantap


Windy duduk, dan bersandar disandaran tempat tidur dengan selimut yang masih menutupi tubuh polosnya. Regan mengikutinya ia melihat kegelisahan dalam diri kekasihnya itu.


'' Kamu kenapa hm?'' Regan menyentuh wajah wanitanya agar menatap kearahnya.'' Katakanlah, apa ada yang sedang mengganggu pikiranmu?''


'' Bang aku hanya takut kalau nanti kedua orangtuamu tidak menyetujui hubungan kita, karna aku seorang ja--,, belum sempat Windy menyelesaikan kalimatnya Regan sudah lebih dulu menyela ucapannya.


''Suuttt, bukannya sudah ku katakan jangan keluarkan kata-kata itu lagi! Dan kamu jangan mikir terlalu jauh, lagi pula yang menjalaninya adalah aku, jadi walaupun mereka adalah orangtuaku tetap saja mereka tidak berhak mengatur harus dengan siapa aku menjalin hubungan, lagi pula kamu tidak perlu cemas, mama dan papa bukan lah orang seperti itu percayalah , bukannya kamu sudah mengenal mereka? Kamu dan Putri kan sudah bersahabat sejak lama.'' ucap Regan


'' Iya sih, tapi tetap saja aku khawatir bang,' jelasnya.

__ADS_1


'' Sudah jangan terlalu dipikirin ok, yasudah sebaiknya kita mandi yuk, atau kamu mau jika kita sekali lagi melakukannya hm?'' goda Rayen.


'' Gk ah bang, punyaku masih sakit,'' ucapnya pelan, ia malu mengatakannya hingga membuat pipinya bersemu merah. Regan terkekeh pelan


'' Baiklah, aku tidak akan memintanya lagi, yasudah kita mandi saja, aku janji gk akan memintanya.'' ucap Regan meyakinkan


'' Janji ya? awas kalau bohong.'' ucapnya sambil menatap tajam


'' Iya janji, yasudah yuk.'' ajak Regan yang diangguki oleh Windy


...ΩΩΩΩΩΩ...


Jam sudah menunjukan pukul delapan pagi, dimeja makan terlihat Putri sedang menikmati sarapan paginya. Terlihat Regan menuruni anak tangga bersama dengan Windy yang ada disamping nya. Putri yang menyadari kedatangan keduanya langsung menatap tak suka kearah mereka.


'' Pagi Put,'' sapa Windy merasa sedikit tak enak hati,apa lagi melihat raut wajah sahabatnya itu yang terihat tidak senang.


'' Tidur dimana kamu tadi malam Win?'' tanya Putri sambil kembali melanjutkan acara makannya, sedangkan Windy merasa bingung harus menjawab apa pada sahabatnya itu, tidak mungkin kan ia bilang jika dirinya tadi malam tidur bersama dengan abang dari sahabatnya itu. Putri yang tak mendapat jawaban langsung menatap pada sahabatnya tersebut.


'' Putri adik ku sayang, bisa gk kamu ngertiin sedikit posisi kami, toh jika Rangga datang abang gk pernah mau mengusik hubungan kalian, jadi tolong kamu juga harus kasih kami sedikit kebebasan.'' ucap Regan, mendengar itu Putri hanya diam, ia tak ingin bicara lagi, setelah selesai makan, Putri langsung bangkit hendak meninggalkan Windy dan juga Regan. Namun baru satu langkah Windy langsung memanggilnya.


'' Putri gue minta maaf, gue tau kalau gue salah, tapi plis jangan bersikap seperti ini sama gue Put.'' Windy berucap lirih, Regan menggenggam tangan kekasihnya itu untuk menguatkan.


'' Baiklah, mulai sekarang gue akan putuskan gk akan menghalang-halangi hubungan kalian lagi, percuma juga kan?'' ucapnya pelan diakhir kalimat. Setelah itu ia melanjutkan langkahnya menuju kamar.


Regan dan Windy tersenyum, akhirnya Putri menyerah juga pikir keduanya, memang selama ini Putri terlihat tidak menyukai hubungan mereka, namun ia juga tidak menentang terang-terangan, hanya saja sikapnya selalu berbeda jika melihat kemesraan keduanya.


'' Aku akan telpon Rangga agar ia datang kesini.'' ucap Regan sambil mengeluarkan ponsel miliknya bermaksud untuk menghubungi pacar adiknya tersebut.


'' Bang ini kan hari minggu, aku rasa pasti dia akan sibuk di cafe.'' jelas Windy membuat Regan menghentikan niatnya.


'' Kamu benar, gimana kalau hari ini kita ajak Putri kesana?'' ucap Regan


'' Ide bagus bang,'' jawab Windy

__ADS_1


'' Yasudah kamu habisin saja dulu, biar tenagamu pulih kembali,'' ucapnya sambil menaik turunkan alisnya. Windy tidak menjawab godaan dari kekasihnya itu, rasanya darinya begitu malu jika mengingat kejadian beberapa saatnyang lalu.


Saat ini Regan , Windy dan Putri sedang dalam perjalana menuju cafe Rangga,mereka sengaja pergi disore hari karna biasanya dihari weekend akan ada musik live nya, namun hanya dari jam 5 sore hingga jam sepuluh malam. Setelah memarkirkan kendaraan Regan dan kedua gadis itu langsung turun.


'' Bang kalian diluan saja, aku mau terima telpon dulu.'' ucap Putri sambil pergi menjauh dari keduanya.


'' Jangan lama-lama dek, kami tunggu didalam ya?'' ucap Regan yang diangguki oleh Putri. Saat ini Putri masih berada dihalaman parkiran mobil, sambil menatap kelayar ponselnya seorang penelpon dengan nomor baru.


'' Iya hallo ini siapa?


'' Baru seminggu gk jumpa, kamu udah lupakan aku begitu saja.'' jawab sipenelpon yang berada diujung sana.


'' Siapa sih? gk jelas banget.'' ucap Putri kesal namun saat ia berniat untuk mematikan telpon tersebut tiba-tiba...


'' Ini aku.'' ucap seseorang sambil membuka pintu mobilnya lalu turun sambil memegangi ponsel miliknya.


'' Kau? bukannya kau ini cowok yang kemarin, yang sudah kurang ajar sama ku? dan dari mana kamu bisa tau nomor ponsel ku?'' tanya Putri merasa heran dari mana pemuda tersebut dapat nomor ponsel miliknya, sementara ia sama sekali tak pernah mengenal pemuda itu. Dan pemuda tersebut adalah laki-laki yang saat itu menganggu Putri saat dicafe Rangga.


'' Kamu adiknya bang Regankan? anak dari om Johan?'' ucapnya membuat Putri langsung tercengang.


Siapa sebenarnya pemuda ini? dari mana dia bisa mengenal papa dan bang Regan?


Batin Putri


'' Sudah jangan kebanyakan mikir, nanti bisa cepat tua.'' ucap pemuda yang masih belum diketahui namanya tersebut.


'' Sebenarnya siapa kamu? kenapa bisa mengenal papaku dan juga bang Regan?'' jujur Putri masih sangat penasaran, walaupun ia tak menyukai pemuda tersebut, namun dirinya masih dilanda rasa penasaran.


'' Perkenalkan namaku Alex,'' ucapnya sambil mengulurkan tangannya. Putri hanya menatap uluran tangan tersebut tanpa berniat ingin membalasnya, Alex menarik tangannya saat dilihatnya Putri masih enggan membalasnya.


''Putri ada apa ini??''


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2