
Saat ini Niken dan Putri sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.Saat mendengar berita tentang Windy yang dirawat, Putri langsung mengajak Niken untuk menjenguk sahabat mereka itu sepulang sekolah, dan disinilah sekarang mereka didalam sebuah mobil dan menuju rumah sakit.
''Emangnya sakitnya parah banget ya Ken? hingga Windy sampai dilarikan kerumah sakit segala?'' tanya Putri sambil pandangannya lurus kedepan karna sedang mengemudi.
Apa aku bilang saja ke Putri jika saat ini Windy lagi hamil, tapi apakah itu keputusan yang baik? sebaiknya aku pura-pura tidak tau sajalah dulu.
Batin Niken
''Aku juga kurang tau Put, kayaknya memang karna sambel itu deh makanya dia sakit.'' jawab Niken seadanya, ia sengaja tidak menceritakan pada Putri tentang kehamilan Windy, karna ia takut nantinya salah bicara, dan membuat Windy marah padanya.
Kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai diparkiran rumah sakit, setelah memarkirkan mobil, kedua gadis tersebut langsung masuk dan menuju kamar inap Windy.
Sampai disana mereka melihat ada pak Burhan orang tua Windy disana.
''Om,'' sapa Niken dan Putri setelah masuk kedalam ruangan dimana tempat Windy dirawat.
''Eeh, kalian teman-temannya Windy kan? ayo masuk!" ucap Papanya Windy yang saat itu terlihat sedang berada didepan pintu sambil memaikan ponsel miliknya, mungkin tadi dirinya baru saja menghubungi seseorang.
''Iya om,'' jawab keduanya setelah itu mereka pun langsung masuk kedalam ruangan dimana sahabat mereka sedang dirawat.Saat masuk kedalam, kedua gadis tersebut melihat Windy sedang menyandarkan tubuhnya disandaran bed rumah sakit sambil memainkan ponselnya, namun kedua nya dapat melihat wajah Windy yang masih sedikit pucat.
''Windy, apa yang terjadi? kenapa kamu bisa sampai masuk rumah sakit?'' tanya Putri saat mereka sudah memasuki ruangan.
''Sebelum menjawab Windy sempat melirik kearah Niken seakan bertanya ''Apakah Putri mengetahui tentang kehamilanku??'' begitulah kira-kira isi pikirannya.
Sedangkan Niken yang seolah juga mengerti segera mrnggelengkan kepalanya.
''Gue gpp kok Put, hanya asam lambung gue aja naik.'' ucapnya berbohong.
''Makanya lain kali loe itu dengerin kita,kalau makan itu yang benar, dan jangan makan sambel juga banyak-banyak, gk baik untuk kesehatan.'' cerocosnya
''Iya iya,bawel.'' ucap Windy sambil tersenyum.
''Gimana keadaan kamu Win? apa udah lebih baik?'' ucap Niken sambil melangkah mendekati Windy
''Udah mendingan kok, mungkin besok udah bisa pulang, tadinya gue pengennya sore pulang, tapi papa bilang besok aja, jadi yaudah deh gue nurut aja, padahal rasanya gue udah gk betah banget lama-lama disini.'' jelas Windy
__ADS_1
''Ya mungkin papa kamu ingin memastikan lagi kesehatan kamu, yasudah lah yang pentingkan besok kamu sudah boleh pulang, oya terus gimana dengan kandungan kamu?'' tanya Niken sedikit berbisik.
''Untungnya baik-baik saja.'' jawabnya smbil berbisik pula.
''Ingat ya Win, kamu berhutang penjelasansama aku.'' ucap Niken menyorotnya dengan tajam
''Iyaiya, nanti gue jelasin.'' ucap Windy
''Jelasin apaan Win?'' tanya Putri, yang ternyata mendengar ucapan keduanya, karna saat mereka sedang berbisik tadi Putri sedang membalas chat dari Rangga kekasihnya.
''Gk apa-apa kok Put, oya gimana hubungan mu dengan Rangga??'' tanya Windy mencoba mengalihkan pembicaraan.
''Baik, bahkan kami semangkin lengket.'' jawabnya dengan senyum yang mengembang.
''Syukurlah, kami ikut bahagia dengarnya,'' ucap Windy
''Oya kalau kamu gimana Ken? apa hubunganmu dengan om Rayen juga baik?'' sambung Windy
''Ya,, tentu saja, dan asal kalian tau, kurang dari seminggu lagi kami akan segera menikah,'' sambung Niken dan tentu saja itu hanya ia katakan didalam hatinya.
Apa aku tidak salah lihat, itukan mas Rayen, bersama siapa dia kok sepertinya akrab sekali.
Batin Niken, tiba-tiba saja dadanya bergemuruh melihat semua itu.
''Put, aku turun disini aja ya? aku baru ingat ada yang harus dibeli ditoko buku itu.'' ucap Niken sambil menunjuka toko buku yang tak jauh dari mobil mereka.
''Yaudah biar gue anterin sekalian.''
''Gk usah, mungkin aku agak lama, lagian kan kamu ada janji sebentar lagi sama Rangga, nanti telat loh, udah mending kamu pulang aja, biar aku sendiri aja gpp kok.'' jelasnya.
''Kamu yakin gk mau gue temenin?'' tanya Putri memastikan
''Iya, udah ya aku turun, lagian lampu jalannya udah ijo tuh.'' ucap Niken sambil menunjuk lampu jalan yang sudah berubah warna.
''Hati-hati ya Ken?.''
__ADS_1
''Ok, kamu juga bye..
Niken sedikit menyebrangi jalan untuk sampai ditempat yang ia tuju, saat ia hendak masuk kedalam restoran tersebut tiba-tiba dirinya menabrak tubuh seseorang
Bruukkk
''Aaww,, pekik nya yang kini berhasil mendarat cantik diatas lantai luar restoran tersebut.
''Aduuh, sakiiit.'' ringisnya sambil melihat lututnya sedikit berdarah.
''Ini, lap pakai sapu tangan ini.'' ucap suara bariton sambil menyerahkan sebuah sapu tangan.
Niken segera mendongak untuk melihat siapa pemilik suara tersebut, karna ia seperti tidak asing dengan suara tersebut.
''Bang Regan?'' ucap Niken sedikit terkejut, ia tak menyangka orang yang ia tbrak itu adalah abang dari sahabatnya sendiri.
Dengan sedikit menahan perih dikakinya Niken segera bangkit, ia langsung menatap Regan dengan tatapan sengit.
''Gk usah, aku gpp kok, aku tau abang sengaja nabrak aku tadi, ia kan?'' tuduhnya
''Kamu jangan nuduh sembarangan, bukannya kamu yang jalan sambil lari? udah seperti ngejar setan aja.'' cibirnya membuat Niken mendengus.
''Apaan sih bang Regan, gk jelas banget.'' ucapnya setelah itu niken langsung masuk kedalam restoran itu, rasanya percuma jika ia terus berdebat dengan Regan, pasti laki-laki itu akan menyudutkannya, terkadang Niken sendiri bingung, kenapa mereka berdua seperti Tom and Jerry, padahal seingatnya mereka tidak memiliki masalah sebelumnya.
Dengan sedikit pincang, Niken terus berjalan sambil matanya terus mencari sosok yang sejak tadi sempat ia lihat. Tiba-tiba tubuhnya kaku saat melihat disalah satu meja tak jauh dari tempatnya berdiri, Niken melihat saat ini Rayen sedang duduk berdua dengan seorang wanita, mereka terlihat sangat akrab, bahkan Niken melihat Rayen tertawa bersama wanita itu.
''Mas Rayen, dengan siapa dia? dan siapa wanita itu?? dia sangat cantik bahkan terlihat sangat sempurna.Apa dia selingkuhan nya mas Rayen .'' batin Niken bertanya-tanya, disaat yang bersamaan ia juga merasa sesak dibagian dadanya.
''Hei gadis kecil, jangan berdiri dipinggir jalan, bisa menghalangi orang lewat kamu tau gk.'' ucap seseorang dari belakang, dan Niken bisa menebak suara siapa itu.
''Ck ,apaan sih.'' ucap nya pelan ,setelah itu Niken langsung melangkah menuju sebuah meja yang tak jauh dari tempat duduk Rayen, tentu saja dengan tangan yang separuh menutupi wajahnya agar Rayen tak menyadari keberadaannya.
Sedangkan regan kembali melangkahkan kakinya yang sempat terhenti ,namun sebelum itu ia sempat menatap kearah meja yang tadi dilihat oleh Niken.
Bersambung
__ADS_1