CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Mencoba Menjelaskan


__ADS_3

Niken memasuki rumahnya dengan sedikit berlari, dengan wajah yang masih terlihat sembab.


''Sayang, kamu dari mana saja kenapa baru pulang?'' tanya Lidya yang saat itu baru saja keluar dari arah dapur.


''Tadi habis main sama Windy dan Putri mah, aku keatas dulu ya mah, aku capek.'' ucap Niken yang langsung melanjutkan langkahnya menuju lantai atas.Niken tak ingin jika sampai Lidya melihat wajahnya yang sembab.


''Anak itu kenapa ya, kok mukanya sedih gitu, apa dia sedang ada masalah?'' monolognya.


''Haduh, gimana caranya gue jelasinnya sama Niken, kalau gue bilang jujur apa dia akan percaya,haaiiss kenapa jadi gue sih yang harus menyelesaikan masalah Rayen.'' gerutunya dan ya, itu adalah Leo asisten sekaligus sahabat Rayen.


Sebenarnya ide untuk membujuk model tersebut adalah ide dari Leo, karna Leo tau jika wanita yang berprofesi sebagai model itu menyukai Rayen, terbukti dari gerak-geriknya,,lagi pula memang waktunya juga sudah sangat mendesak, akhirnya Leo meminta Rayen untuk kembali membujuk model tersebut agar mau bekerja sama dengan perusahaan mereka, awalnya Rayen menolak, namun Loe terus mendesaknya hingga pada akhirnya dengan sangat terpaksa Rayen menyetujui nya, semua ia lakukan demi kemajuan perusahaan mereka, namun siapa sangka ide itu malah jadi membuat hubungan Rayen dan Niken renggang.


"Sepertinya aku harus benar-benar bicara dengan Niken, kalau gue semangkin berlama-lama, pasti Rayen bakalan ngamuk lagi sama gue.'' monolognya.


KEESOKAN HARINYA..


Bel tanda jam istirahat sekolah telah berbunyi, tak lama terlihat murid-murid SMA Nusa Bangsa berhamburan keluar dari dalam kelas untuk nengistirahatkan otak mereka untuk beberapa saat.


Terlihat saat ini Niken sedang berada dikantin untuk mengisi perutnya yang terasa keroncongan.


''Hai Niken bisa bicara sebentar.'' ucap suara berat seseorang membuat Niken langsung menatap kearah sumber suara.


''Kak Leo,'' ucap Niken kaget, karna tiba-tiba saja Leo sudah berada dihadapannya.


'' Ada apa kak?


''Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu, bisa kita bicara sebentar?


''Duduklah, bicara disini saja.'' ucap Niken.


''Baiklah,'' jawab Leo sambil mendudukan bokongnya diatas bangku kayu.


''Mau bicara apa kak?

__ADS_1


''Aku,,,sebenarnya kedatanganku kesini ingin membicarakan tentang masalah hubunganmu dengan Rayen, maksudku masalah kemarin saat kamu datang kekantor dan melihat Rayen sedang bersama dengan seorang wanita didalam ruangannya.


Niken menghela nafas panjang, sebelum akhirnya ia mengatakan sesuatu pada asisten dari kekasihnya itu


''Kak Leo, apa om Rayen yang sudah menyuruh kak Leo datang kesini? dan apa om Rayen juga menyuruh kakak untuk mrnjelaskan sesuatu yang sudah jelas kebenarannya?'' tanya Jiken beruntun.


''Ini adalah kemauan aku sendiri Niken, tapi sebenarnya atas perintah dia juga sih, begini Niken, sebenarnya aku mau minta maaf sama kamu tentang yang di kantor tadi.'' ucap Leo.


''Loh, kenapa kakak yang harus minta maaf, ku rasa ini sama sekali gk ada hubungannya sama kak Leo, dan aku sama sekali gk habis pikir sama om Rayen, buat apa dia menyuruh kak Leo untuk datang meminta maaf untuk kesalahan yang sudah jelas-jelas dia sendiri yang melakukannya.'' ucap Niken yang semangkin bertambah geram.


''Niken dengar dulu!


''Kak sudahlah! aku sedang gk mau membicarakan itu semua, itu Windy sebaiknya kak Leo temui dia saja.'' ucap Niken saat melihat Windy sedang berjalan kearah kantin bersama Putri.


Leo menghela nafas dalam,sepertinya memang harus Rayen sendirilah yang menyelesaikan masalah diantara mereka. Leo menoleh kesamping, dan melambaikan tangannya saat Windy dan Putri melihat kearah mereka.


''Loh Win, itukan calon suami loe, ngapain sama Niken berduaan gitu?'' ucap Putri heran.


''Ada perlu kali, lagian mereka itu gk berduaan Putri, emang loe gk lihat begitu banyak orang disekeliling mereka?''


Kini keduanya sudah sampai di kantin sekolah, tepatnya dimana Niken dan Leo duduk.


''Sedang ngapain kalian duduk berduaan kayak gini? udah kayak pasangan selingkuh saja.'' ucap Putri pedas.


''Putri loe apaan sih, lagian gue udah tau kalau kak Leo datang kesini ingin menemui Niken, kak Leo udah ijin kok.'' jelas Windy agar Putri tidak salah paham, dan tidak menuduh Niken yang macam-macam.


Sedangkan Niken dan Leo hanya diam menyimak obrolan keduanya.


''Oh, gitu ya? hehe maaf gk tau.'' ucap Putri malu.


''Tidak apa-apa, ayo sebaiknya kalian duduk!" Leo menggeser kan bokongnya dari kursi panjang itu, agar Windy bisa duduk disampingnya sementara Putri lebih memilih duduk disamping Niken.


''Kalian ngomongin apaan sih, kok kayaknya serius banget?'' Putri bertanya sambil menatap wajah mereka bergantian.

__ADS_1


''Oh bukan apa-apa kok Put, tadi kak Leo hanya nyapa doang ya kan kak?'' ucap Niken.


''I-iya saya hanya nyapa saja kok.'' sambung Leo.Putri mengangguk tanda mengerti, walaupun masih ada rasa mengganjal dihatinya.


Kini keempatnya sedang menikmati makanan masing-masing dengan diselingi obrolan ringan. Windy menatap pada Leo yang saat itu kebetulan juga menatapnya, Windy memberi isyarat pada Leo dengan menaikan alis dan melirik pada Niken yang artinya" gimana penjelasannya apa Niken mau percaya?'' begitulah kira-kira maksud dari isyarat Windy, namun Leo hanya menggelengkan kepala dengan wajah murung, menandakan jika sahabatnya itu tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Leo.


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Rayen sedang berada diruangan CEO yang adalah ruangan abangnya Frans.


''Jadi gimana, apa kalian sudah dapatkan model yang akan mempromosikan produk kita? selain Viona tentunya.'' ucap Frans


''Sepertinya sudah pak.'' jawaban yang diberikan oleh Rayen membuat kening Frans berkerut.


''Maksudmu apa? kalau kasih jawaban itu yang pasti!" ucap Frans sedikit merasa kesal dengan jawaban Rayen yang mengambang.


''Maksud nya semua sudah saya serahkan sama Leo, namun Leo masih belum memberi kabar pada saya pak.'' jelas Rayen.


''Rayen, kamu ini gimana sih, saya hanya menyuruh kamu mencari model untuk mengiklankan produk yang akan kita luncurkan, kamu tau kan waktunya kurang dari seminggu lagi, saya gk mau tau ya Ray, kamu dan Leo harus memastikan besok semuanya harus sudah beres kamu mengertikan?'' ucap Frans tegas.


Saat ini pikiran Rayen memang sedang dalam kacau, ia juga tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja, seperti yang dikatakan oleh Frans biasanya Rayen bisa dengan mudah menyelesaikan masalah, namun hanya karna masalah pribadinya semua pekerjaan terbengkalai begitu saja.


"Ray, kamu paham kan dengan yang saya bilang tadi?" ulang Frans karna melihat Rayen melamun.


''Iya saya mengerti pak.'' jawabnya.


''Kalau begitu saya permisi dulu.''setelah mengatakan itu Rayen segera bergegas keluar dari ruangan CEO.


Rayen dan Frans jika tidak dalam jam istirahat memang terbiasa menggunakan bahasa formal, karna memang jika dikantor ataupun dalam keadaan bekerja, Frans selalu bersikap formal, termasuk pada Rayen adiknya, jika salah ya harus tetap diberi hukuman, namun berbeda dengan Rayen dan Leo, jika Leo bersikap formal dengan Rayen, maka ia akan marah pada sahabatnya itu, karna ia lebih suka mereka bersikap biasa.


Sedangkan diruangannya Frans masih memikirkan adiknya itu yang tidak seperti biasanya.


''Sebenarnya anak itu kenapa sih, apa dia sedang ada masalah,kenapa pekerjaan seperti ini saja dia tidak bisa menyelesaikannya.''

__ADS_1


NEXT


__ADS_2