
Didalam kamarnya Windy terus tersenyum wajahnya memerah kala mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu, sungguh membuat dirinya merasa bahagia. Windy duduk dipinggiran tempat tidur, tiba-tiba matanya menoleh kearah laci nakas tempat tidur, lalu gadis itu langsung membukanya, ia meraih sesuatu didalam laci tersebut sebuah bingkai poto yang ia simpan dengan cara dibalik, perlahan gadis itu membalik bingkai tersebut, yang memperlihatkan poto dua orang yang saling tersenyum satu sama lain.
'' Kak Leo, sepertinya mulai sekarang nama mu akan segera tergantikan dihatiku, entah kenapa rasa cinta yang dulu begitu besar untukmu kini sudah hampir tak tersisa dihatiku.'' gumamnya sambil meraba gambar Leo dan dirinya yang ada dibingkai tersebut, poto itu diambil saat mereka masih berpacaran dulu.
DITEMPAT LAIN..
Niken dan Rayen sedang berada diatas tempat tidur saat ini, keringat ditubuh keduanya masih terlihat diwajah dan leher keduanya padahal Ac didalam kamar sedang dalam keadaan menyala.
'' Mas kamu hebat banget sih? aku sampai lemas gini kamu buat, kamu paling bisa bikin aku puas,makasih ya sayang.'' ucap Niken sambil memeluk tubuh suaminya, saat ini keduanya berada didalam selimut dengan tubuh yang masih polos, karna baru saja mereka usai melakukan kewajiban suami istri
'' Iya sayang, mas juga sangat berterimakasih sama kamu yang selalu bisa membuat mas merasa seperti pria sejati, mas sangat puas sayang, milik kamu benar-benar membuat mas candu.''
'' Mas ketiak mas Rayen kok wangi banget sih, aku suka menghirup aromanya.'' ucap Niken yang langsung kembali menghirup dalam aroma ketiak Rayen yang ditumbuhi bulu yang tidak terlalu lebat.
'' Sayang, jangan itu kan jorok, apa lagi mas keringetan gini.'' ucap Rayen sedikit risih karna istrinya terus mengendus aroma tubuhnya dibagian ketiak.
'' Tapi aku suka mas, baunya seger.'' jawabnya sambil menghirup dalam aroma yang terdapat dibagian tersebut, sedangkan Rayen hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya merasa sikap istrinya yang menurutnya sangat aneh
Keesokan harinya..
Saat ini Windy sedang dalam perjalanan menuju sebuah cafe, rencananya ia akan bertemu dengan seseorang dari masa lalunya. Setelah mengendarai perjalanan hampir dua puluh lima menit akhirnya Windy sampai ditempat tujuan. Setelah memarkirkan mobilnya Windy langsung masuk kedalam cafe tersebut, terlihat ada seseorang yang melambaikan tangannya sebagai kode, dengan santai Windy pun melangkah menuju kearahnya.
'' Katakanlah apa yang mau kamu sampaikan padaku kak?'' tanya Windy to the point.
'' Duduklah dulu, aku ingin ngobrol denganmu sebentar.'' ucap orang tersebut yang tak lain adalah Leo
Dengan malas Windy akhirnya duduk dihadapan mantan suaminya itu.
'' Kamu semangkin cantik sekarang Windy.'' puji Leo sambil terus memandang wajah mantan istrinya tersebut.
'' Terimakasih.'' hanya itu jawaban yang keluar dari mulut gadis itu, jujur saja rasanya ia sangat malas berhadapan dengan Leo, entah kenapa rasanya kenangan buruk itu muncul kembali begitu saja saat ia melihat wajah Leo.
__ADS_1
'' Leo memperhatikan Windy yang tampak kurang nyaman, ia juga melihat kegelisahan nya.
'' Kamu kenapa Windy, apa kamu merasa tidak nyaman duduk bersama ku?'' tanya Leo sendu.
Namun Windy hanya diam tak ingin menanggapi ucapan Leo, karna jujur saja apa yang dikatakan oleh nya itu memang benar, saat ini entah kenapa Windy merasa kurang nyaman saat bersama Leo.
Leo yang tak mendapatkan jawaban menghela nafas panjang.
'' Windy, boleh aku tanya sesuatu sama kamu?'' tanya Leo dengan serius
Windy tidak menjawab, namun ia hanya mengangguk tanda mengiyakan.
'' Windy, apa perasaanmu kepadaku masih ada? atau kah sudah hilang sekarang?'' tanya Leo, bukan tanpa alasan Leo bertanya seperti itu, sebab dari awal Windy datang Leo bisa melihat sikap dan perilakunya banyak yang berubah, bahkan dimatanya Windy terlihat sangat dingin dan juga cuek, Leo sadar ia memang pantas mendapatkan semua perlakuan itu dari Windy, hanya saja ia melihat dimata mantan istrinya itu sudah tak ada lagi rasa cinta untuk dirinya, entahlah, namun itulah yang ia rasakan saat ini.
'' Untuk apa kak Leo bertanya semua itu sama aku? gk akan ada gunanya kan? dan jika misalkan itu masih ada, itu gk akan merubah apapun diantara kita.'' ucapnya datar
'' Windy,'' lirih nya, entah mengapa perasaan Leo mengatakan jika dirinya sudah tak memiliki harapan untuk bersama kembali dengan Windy, mungkin hanya tinggal menunggu keajaiban saja dari yang Maha Kuasa.
'' Windy tidak bisakah kamu mencoba memaafkanku?
Mendengar ucapan Leo membuat Windy tersenyum miring.
'' Memaafkan?? tentu, kenapa tidak, aku sudah memaafkan kak Leo kok, tapi bukan berarti membuat ku bisa bersikap lembut seperti dulu pada kak Leo, kalau kamu berharap seperti itu, maaf sekali aku gk bisa melakukannya, kamu meminta aku memaafkan mu aku bersedia, tapi jika kamu memintaku untuk bersikap manis seperti dulu, maaf itu tak akan pernah terjadi. Baiklah kalau gitu aku pergi dulu,'' ucap Windy yang hendak beranjak dari duduknya namun sebelum ia melangkah tiba-tiba Leo menarik tangannya.
'' Apa-apaan ini kak Leo, lepaskan aku!!" sentak Windy, jujur rasanya ia sangat jijik disentuh oleh Leo.
'' Kenapa? apa aku semenjijikan itu hingga kamu gk mah aku sentuh? padahal dulu kita sering mengha---,,''
''Hentikan omong kosongmu kak Leo! jangan pernah mengungkit masa lalu bersamaku.'' Windy menatap marah pada Leo.
Karna suara Windy yang cukup keras membuat sebagian pengunjung memperhatikan kearah mereka. Namun sepertinya Leo tidak perduli, ia tetap tak mau melepaskan genggamannya ditangan Windy.
__ADS_1
'' Ada apa ini sayang? apa yang terjadi??'' ucap suara seseorang membuat keduanya langsung menatap kearah sumber suara.
'' Bang Regan? ucap Windy sedikit terkejut, apa lagi saat ia mendengar ucapan kata sayang, yang entah ditunjukan untuk siapa.
Leo memperhatikan lelaki yang ada dihadapannya saat ini, ia kenal dengan laki-laki tersebut.
Pak Regan apa dia juga mengenal Windy? ada hubungan apa diantara mereka dan tadi dia bilang sayang? apa yang dia maksud adalah Windy? apa Windy adalah kekasih pak Regan?
Dalam hati Leo terus bertanya-tanya.
Windy yang merasa Leo lengah langsung menarik lepas tangannya dari genggaman Leo membuat laki-laki itu langsung sadar dari lamunannya.
'' Windy, kamu tidak apa-apakan? apa dia menyakitimu?''
'' Gk kok, aku gpp bang.'' jawabnya
'' Windy apa maksudnya? apa hubungan kamu dengan laki-laki ini?'' tanya Leo sambil menatap tajam pada Regan. Walaupun Regan adalah fatner diperusahaan tempatnya bekerja, namun jika menyangkut soal Windy dan perasaannya Leo tak akan gentar.
'' Dia adalah --,,'' belum selesai Windy bicara Regan sudah menyela ucapannya.
'' Perkenalkan saya adalah kekasih Windy!
Mendengar pernyataan Regan sontak membuat keduanya membulatkan mata, terlebih Windy yang saat ini masih menatap Regan tak percaya.
'' Jangan bercanda anda pak Regan, saya tau Windy adalah adalah sahabat dari adik anda, jadi jangan harap saya akan percaya dengan omong kosong yang anda ucapkan.'' ucap Leo yang memang tidak percaya sedikitpun.
'' Anada perlu bukti?? baiklah saya akan membuktikannya pada anda bahwa saya dan Windy memang memiliki hubungan.'' ucap Regan yang langsung mendekatkan wajahnya pada wajah Windy.
'' Windy maafkan saya karna telah melakukan ini.'' bisiknya ditelinga Windy, setelah itu ia langsung mengecup pipi Windy membuat gadis tersebut seketika membeku.
Bersambung
__ADS_1