
Jam sudah menunjukan pukul sepuluh pagi, saat ini Windy terlihat sedang bersiap untuk turun dari kamar nya bersama kedua sahabatnya.
''Gue deg-degan banget loh guys.'' ucap Windy sambil memegangi dadanya, ia merasa sangat gugup sekarang.
''Loe tenang dong Win, lihat tu keringat loe banjir gitu padahal baru saja di make up.'' ucap Putri
''Habisnya gue merasa nervous, sumpah gue gugup banget ini.'' ucapnya sambil mondar-mandir didalam kamarnya.
''Udah kamu tenang dong, sini duduk dulu, dan minum airnya.'' ucap Niken sambil memberika segelas air putih pada sahabatnya itu. Windy menuruti ucapan Niken untuk tenang sambil menunggu ijab kabul selesai, dan berharap semoga semua berjalan dengan lancar.
Samar-samar mereka mendengar kata sah dari lantai bawah, membuat ketiga nya tersenyum bahagia.
''Guys itu beneran kan tadi udah sah, kalian dengar gk??'' tanya Windy memastikan
''Iya benar Win, kayaknya sekarang status loe udah berubah deh, selamat ya Win,, kayak nya nanti malam udah bisa langsung belah duren nih.'' goda Putri, Windy yang mendengar ucapan Putri hampir tersedak ludahnya sendiri, Windy sempat melirik kearah Niken yang saat itu juga tersenyum menggoda padanya.
''Haiiss apaan sih kalian senyum-senyum gk jelas gitu.'' ucap Windy yang sebenarnya tak ingin membahas itu, bahkan ia merasa malu pada Niken karna sudah ketahuan hamil sebelum waktunya, meskipun Niken bersikap biasa namun tetap saja Windy malu karna sudah ketahuan kebobolan duluan, padahal dulu dirinya lah yang sering mewanti-wanti kedua sahabatnya agar tidak terjerumus pergaulan bebas, dalam artian jangan sampai kebobolan sebelum waktunya.Tapi sekarang kenyataannya dialah yang malah melakukan hal terlarang tersebut.
Tok-tok-tok
''Sayang kamu sudah siapakan? ayo turun, sekarang kamu sudah resmi menjadi istrinya Leo, selamat ya nak, mama sangat bahagia akhirnya kamu sekarang ada yang menjaga.'' ucap ibunya Windy.
Windy hanya tersenyum mendengar ucapan ibunya.
''Sudah dong jangan ada yang nangis nanti cantiknya ilang loh,'' ucap Putri yang sebenarnya juga ingin menangis karna terharu.
''Yasudah sebaiknya kita turun sekarang, ayo nak Putri, dan nak Niken kita kebawah sekarang.'' ajak ibu dari sahabat mereka.
Saat ini mereka berempat sedang menuruni anak tangga, para tamu yang berada dibawah langsung menatap kearah mereka tepatnya kearah ketiga gadis itu, mereka sangat cantik dan juga anggun, dengan balutan kebaya yang senada dengan sang pengantin namun hanya berbeda warna dan juga penampilan sang mempelai wanita yang terlihat lebih menonjol dari keduanya, namun tak dipungkiri mereka juga jadi pusat perhatian para tamu lainnya terlebih para kaum adam.Tak banyak memang yang hadir diacara tersebut hanya kerabat dekat saja yang mereka undang.
Disudut ruangan ada seorang pria yang sejak tadi matanya tak berkedip saat gadisnya turun dari lantai atas hingga kini sudah berada dilantai yang sama dengan nya.
__ADS_1
Kamu cantik sekali sayang, ingin sekali rasanya mas membawamu pergi dari tempat ini, mas tidak rela melihatmu ditatap oleh para lelaki itu, dan mas tidak ingin mereka bisa menikmati kecantikan mu sayang,, mas sungguh tidak rela, karna hanya mas saja yang boleh menikmati kecantikanmu.
Batin nya dan dia adalah Rayen.
Niken tersenyum saat melihat kekasihnya berada tak jauh darinya, ingin sekali rasanya Niken berlari dan memeluk Rayen namun hal itu tak mungkin ia lakukan saat ini, karna tak jauh dari tempat mereka berada ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka, siapa lagi kalau bukan Frans dan juga Lidya.
Ting
Terdengan suara pesan masuk keponsel Niken.
''Mas Rayen.'' gumam nya sambil tersenyum, dengan rasa tidak sabar ia langsung membuaka pesan tersebut.
(Sayang kamu yang sabar ya, karna besok mas yang akan ijab kabul dipernikahan kita 😘) begitulah iso pesan Rayen sambil memberi emot sebuah ciuman disana.
(Iya mas, rasanya aku juga sudah gk sabar ingin cepat jadi istri mas) begitulah isi balasan pesan dari Niken.
*
*
*
''Rasanya udah gk sabar nunggu sampai besok lusa, setelah itu mas Rayen akan menjadi milikku seutuhnya,tidak akan kubiarkan wanita lain mendekatinya walau sebentar.'' gumamnya, karna merasa lelah akhirnya Niken pun langsung tertidur.
Ditempat lain .
''Kak pelan-pelan dong, akukan lagi hamil.'' protes seorang wanita saat tubuhnya ditunggangi oleh suaminya.
''Iya sayang habisnya aku gk tahan lihat kamu seperti ini, kamu sangat nikmat punya kamu menggigit dan selalu membuatku nagih.'' ucapnya sambil terus menggempur istrinya.
Saat ini sepasang suami istri yang baru saja sah tersebut sedang melangsungkan malam pertama mereka, siapa lagi kalau bukan Leo dan Windy, ya walaupun ini bukanlah yang pertama bagi keduanya namun rasanya lebih nikmat jika melakukannya setelah hubungan menjadi halal.
__ADS_1
''Aahh,, sayang aku sangat puas denganmu, tapi hanya untuk saat ini ya,,karna mungkin sebentar lagi aku akan meminta lagi padamu, jadi kamu harus siap-siap untuk itu.'' ucap sang suami sambil tersenyum mesum.
''Kak Leo iihh, gk mau ah, aku capek kak, pokoknya untuk saat ini udahan dulu ya, besok saja lagi soalnya aku lelah banget kak, memang kamu gk kasian sama aku?'' ucap Windy mencebik
''Iya-iya, aku gk akan minta lagi kok, lagian juga kan ada anak kita didalam, aku gk mau sampai terjadi apa-apa dengan nya jika kamu kelelahan seperti ini.'' ucap Leo.
''Makasih ya kak udah mau ngertiin aku.'' ucap Windy sambil membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya.
Keesokan harinya didalam apartemen, seorang lelaki terlihat masih sedang bergelut dengan selimut tebal miliknya.Rasanya ia sangat malas hanya untuk sekedar bangkit dari tempat tidurnya. Namun pekerjaan tak bisa menunggu dirinya karna sejak tadi alarm terus berbunyi, dan akhirnya mau tak mau Rayen harus bangkit dari tidurnya.
''Padahal besok hari pernikahanku, tapi hari ini masih belum dapat cuti dari bang Frans, sepertinya dia memang benar-benar ingin menghukumku.'' gerutu Rayen sambil menyingkap selimut tebalnya, setelah itu ia langsung beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tepat pukul sembilan Rayen sudah berada didalam kantor milik abang angkatnya tersebut, baru saja dirinya ingin memasuki ruangannya tiba-tiba serketarisnya memanggil dirinya.
''Maaf pak Rayen, anda disuruh keruangan pak Frans sekarang.'' ucap Ica sekertaris nya.
Tanpa menjawab Rayen langsung menuju lantai dimana ruangan CEO berada.
Tok-tok-tok
''Masuk!!
Setelah terdengar jawaban dari dalam Rayen pun langsung mendorong pintu tersebut sampai terbuka, Rayen yang awalnya terlihat lesu dan tidak bersemangat tiba-tiba matanya langsung berbinar saat melihat sesuatu didepan matanya.
''Masuklah Ray!" ucap Frans karna melihat Rayen masih mematung didepan pintu.
Tanpa menjawab Rayen langsung masuk kedalam ruangan tersebut, matanya tak lepas dari sesuatu yang sejak tadi membuat jantungnya berdetak lebih kuat dari biasanya.
Next
Tolong tinggalkan jejak kalian ya guys, dengan cara like, koment dan juga pavorit💟
__ADS_1