CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Sudah Tidak Tahan


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, didalam kamar Putri terlihat sudah tertidur dengan pulas, sementara Windy masih terjaga, saat ini gadis tersebut sedang berbalas pesan dengan seseorang.


'' Sayang kalau Putri sudah tidur kamu cepatan kekamar aku ya?!" begitulah isi pesan yang diterima gadis tersebut dan kalian sudah tau kan siapa yang mengirim pesan tersebut? yaap dia adalah Regan, laki-laki tersebut sabar menunggu hingga adiknya itu tertidur lebih dulu, setelah itu ia baru bisa bebas menemui Windy, jika tidak sudah dipastikan jika adiknya itu tidak akan membiarkan Windy bersamanya, buktinya ia menyuruh sahabatnya itu untuk tidur bersama dengannya.


'' Iya, tunggu aku keluar sekarang.'' balas Windy yang kemudian langsung meletakan handphone nya diatas nakas, setelah itu ia langsung melangkah keluar. Saat ini Windy sudah berada didepan kamar Regan yang memang hanya berjarak beberapa meter saja dari kamar Putri, Windy mengetuk pelan pintu kamar tersebut, saat hendak mengetuk untuk yang kedua kalinya pintu sudah dibuka terlebih dahulu dan terlihatlah sosok Regan, tanpa banyak bicara Regan langsung menarik tangan kekasihnya untuk masuk kedalam kamar laki-laki tersebut.


'' Sayang aku sangat merindukanmu.'' ucap Regan yang langsung ******* bibir kekasihnya dengan lembut namun menuntut. Windy mengalungkan tangannya dileher Regan dan membalas setiap sesapan yang diberikan oleh laki-laki itu, mereka saling menghisap dan juga saling bertukar saliva, ciuman tersebut saling menuntut untuk mencari kepuasan disana.


'' Sshhhh bang Regan,'' bisiknya lirih saat ciu*man Regan mulai turun keleher jenjang sang kekasih, Windy mendongak kan wajahnya untuk memudahkan Regan menikmati cum*bu*an nya tersebut, membuat Regan semangkin bernaf*su.

__ADS_1


Regan membuka kancing piyama tidur yang dikenakan Windy hingga terbuka seluruhnya, membuat Regan dapat melihat bagian dalam tubuh Windy yang masih mengenakan penutup dibagian da*da miliknya. Windy memang tak seputih kulit Niken dan juga Putri, namun ia memiliki tubuh yang menarik, membuat sebagian lelaki yang melihatnya pasti akan berdecak kagum padanya. Windy membiarkan saja saat Regan melepaskan piyama tidur yang ia kenakan ditubuhnya hingga terjatuh dilantai, Regan masih menatap kagum tubuh kekasihnya itu, ini adalah kali pertama ia melihat tubuh Windy, sebelumnya ia tak pernah ingin melewati batasannya, karna setiap kali ia melepas rindu Regan dan Windy hanya berciuman bibir saja sejauh ini, bukan karna tak bernafsu, hanya saja ia ingin menjaga kehormatan kekasihnya tersebut, namun malam ini entah mengapa rasanya Regan ingin melakuknnya, ia ingin memiliki Windy seutuhnya.


Regan menarik tubuh Windy hingga menempel ditubuhnya, lalu ia pun kembali ******* bibir sang kekasih sambil tangannya mengusap punggung Windy naik turun membuat bulu kuduk gadis tersebut meremang karna sentuhan Regan. Laki-laki itu berhenti ditengah-tengah punggung wanita nya itu, lalu membuka pengait kaca mata yang menutupi dua benda kenyal yang sejak tadi sangat megundang has*rat nya. Setelah kain tersebut terlepas, kini terpampanglah dua gumpalan daging yang sangat indah didepan mata Regan gumpalan daging yang padat berisi, dengan bulatan kecil ditengahnya yang berwarna merah kecoklatan, membuat hidung Regan hampir mimisan melihatnya.


'' Bang jangan dipandangi terus, aku malu.'' ucap Windy sambil menyilangkan tangannya untuk menutupi kedua aset miliknya yang sejak tadi dipandang oleh kekasihnya tanpa berkedip.


'' Iya bang,aku ingin menjadi milik abang seutuhnya malam ini.'' jawab Windy dengan wajah merona karna merasa malu dengan ucapannya sendiri. Mendengar itu membuat Regan semangkin bersemangat, tanpa banyak kata lagi laki-laki itu langsung menundukan wajahnya sejajar dengan dia gunung kembar yang menggelantung bebas tersebut. Regan mengeluarkan lidahnya lalu perlahan ia dekatkan nya dibulatan kecil tersebut, Windy merinding saat merasakan sapuan hangat nan lembut dari lidah Regan dipucuk da*da nya tersebut, membuat wanita muda itu langsung memejamkan matanya untuk merasakan kenikmatan yang pernah ia rasakan dulu saat masih memiliki pasangan. Regan terus memainkan lidahnya disana menghi*sap dan me*nye*dot pucuk tersebut membuat Windy me*nge*rang nik*mat.


Regan kembali menyerang bibirnya sambil menggiring tubuhnya menuju ranjang dan perlahan membaringkan tubuh kekasihnya itu tanpa melepaskan pangutan keduanya, kini ciuman Regan mulai turun menyusuri lehen jenjangnya, kemudian turun lagi dibagian kedua asetnya, bermain-main sedikit disana, setelah merasa puas ia kembali menjilati perut dan berhenti di pusar Windy, perlahan namun pasti Regan mulai menurunkan sisa kain yang digunakan oleh kekasihnya itu, dengan sekali tarik kain tersebut langsung terlepas dan hanya menyisakan segitiga berwarna hitam dengan renda dibagian pinggirnya, Regan mengusap nya dengan lembut, ia merasakan lembab dibagian tersebut.

__ADS_1


'' Bang Regan,'' panggil nya sambil menggigit bibir bawah nya menatap sayu pada sang kekasih. Regan tau jika Windy sudah diliputi naf*su begitu pun juga dirinya, tanpa menunggu lama Regan langsung menarik sisa kain yang tersisa ditubuh kekasihnya itu hingga kini Windy benar-benar sudah polos. Regan menatap inti tubuh wanita yang ada didepannya, ini adalah kali pertama ia melihat secara nyata bentuk milik seorang wanita, biasanya ia hanya melihatnya di film panas saja, bahkan dulu dengan kekasihnya saja Regan belum pernah melihat nya namun entah kenapa dengan Windy ia sangat penasaran, bukan karna Windy seorang janda, tapi karna dangan gadis ini ia selalu merasakan miliknya bereaksi berbeda sekali saat ia bersama kekasihnya terdahulu, bahkan saat kekasihnya dulu merayunya dan meminta mereka melakukan hubungan layaknya suami istri ia menolaknya seperti tak ada minat sama sekali untuk melakukannya, entahlah ia juga tidak mengerti.


'' Sangat indah sayang, milikmu tembem dan merah merekah,'' ucap Regan sambil berdecak kagum, ia yang saat itu posisinya yang memang sedikit membungkuk langsung saja semangkin mendekatkan wajahnya di inti milik kekasihnya itu lalu menghirup rakus aroma yang harum dibagian tersebut, membuat Windy mengangkat kepalanya untuk melihat apa yang dilakukan kekasihnya itu dibawah sana. Regan sedikit melebarkan kaki Windy, hingga ia dapat melihat kerang yang otomatis juga ikut sedikit terbuka memperlihatkan tonjolan sebesar kacang berwarna merah disana. Windy menggigit bibir bawahnya untuk menahan has*rat nya, jujur saja ia sangat tidak tahan jika dipandang seperti itu pada Regan, ia merasa sesuatu dibawah sana yang sedikit mengalir akibat tatapan yang diberikan oleh Regan, membuat milik nya bereaksi.


Duuh bang Regan kok lama banget mandanginnya, gk tau apa aku udah gk tahan, ingin sekali rasanya kudorong wajahnya masuk kedalam apem ku, tapi aku gengsi, kan gk mungkin ku lakukan semua itu, tapi rasanya aku juga udah gk sabar merasakan milikku dinikmati olehnya.


Batin Windy dengan pikiran mesumnya


Next

__ADS_1


__ADS_2