CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Hanya Mimpi


__ADS_3

Ditempat lain, disebuah kamar terlihat seorang gadis sedang bercermin memperhatikan penampilannya apakah masih ada yang kurang.


''Kok gue jadi heboh gini ya, lagian kan cuma makan siang aja, kok sampai dandan kayak gini sih, untuk siapa coba aku berpenampilan cantik, masa untuk si cowok rese itu, ogah banget.'' monolognya


Tak lama ia mendengar suara teriakan ibunya memanggil namanya.


''Sayang kamu sudah siap belum,? itu nak Leo sudah datang.'' ucap mama Yuna dari luar kamar.


''Iya mah sebentar.'' jawabnya sambil bergegas keluar dari dalam kamar.


''Waah, anak mama cantik sekali, ucap mama Yuna membuat gadis itu tersenyum


'' Makasih mah, jawabnya yang tak lain adalah Windy, hari ini gadis itu akan makan siang bersama Leo lelaki pilihan keluarganya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


Sebenarnya Windy sangat malas pergi dengan Leo, ia berpikir Leo itu orang yang sangat menyebalkan, dan pasti juga sangat membosankan pikirnya.


Windy melangkah mendekati dimana Leo berada, kemudian berdehem untuk mengalihkan perhatian Leo yang saat itu terlihat sedang memainkan ponselnya.


Mendengar itu Leo langsung mengalihkan pandangannya kearah suara matanya seketika terpana saa melihat penampilan Windy yang menurutnya sangat cantik


''Ternyata gadis ini canti juga.


Batin Leo sambil terus memperhatikan penampilan Windy.


''Ada apa dengan laki-laki ini, kenapa dia ngelihatin aku sampai kayak gitu.


''Ekhem,'' Windy berdehem sekali lagi untuk menyadarkan Leo.


''Gue tau gue itu cantik, tapi gk mesti juga kali, loe sampai bengong memandang pesona gue.'' ucapnya narsis, sebenarnya Windy merasa geli sendiri mendengar ucapannya, tapi mau bagai mana lagi, menurutnya ia harus sedikit angkuh meladeni lelaki seperti Leo yang selalu seenaknya.


Terlihat Leo tersenyum miring mendengar ucapan Windy.


''Kamu kan calon istiku jadi ya harus cantik dong, kalau jelek saya bisa berpaling nanti.'' jawab Leo membuat Windy mendengus kesal.


''Yuk ajak Leo sambil mengulurkan tangannya berharap Windy akan membalas uluran tangannya.


''Kenapa sih dia,sok perhatian, kemarin aja galakin gue sekarang baik-baikin pasti ada maunya, awas aja!'' gerutu Windy


''Ayo!" ajak Leo kembali.

__ADS_1


''Gk usah, gue bisa jalan sendiri, lagian kenapa loe tiba-tiba baik sama gue, ada maksud ya loe?'' ucap Windy sinis


''Jangan seuzhon sama orang lain, saya hanya mencoba bersikap baik dengan calon istri.'' ucapnya sesantai mungkin


''Tetap saja gue gk akan percaya sama loe gitu aja.'' ucap Windy yang masih memandangnya dengan sinis.


''Sebaiknya kita pergi sekarang, sebelun saya merasa kenyang dengan omelan kamu.'' ucapnya sambil melangkah mendahului Windy.


''Tuh kan, barusan dia bilang mau bersikap baik, sekarang udah kembali kemode awalnya jutek.


Batinnya sambil mengikuti langkah Leo dengan wajah yang cemberut.


Sesampainya disebuah restoran, Leo langsung mendekati pelayan dan berbicara sesuatu yang Windy sama sekali tak bisa mendengarnya.


''Mari pak sebelah sini.'' ucap pelayan tersebut, Leo mengangguk sambil mengikuti pelayan tersebut begitu pun dengan Windy, gadis itu mengikut saja tanpa protes,hingga sampailah mereka disebuah ruangan yang dituju,setelah pelayan tersebut mempersilahkan Leo dan Windy , mereka akhirnya masuk kedalam ruangan tersebut.


''Wah ruangan ini indah benget, apa dia yang menyiapkan semua ini, kalau ia ternyata dia orang yang romantis juga.


Batin Windy sambil terus menatap ruangan tersebut.


''Windy kamu kenapa berdiri saja disitu? duduklah disini!" ucap Leo yang diangguki oleh Wndy


''Apa kamu yang menyiapkan semua ini?'' Windy bertanya sambil menatap wajah Leo


''Ternyata masih aja ngeselin nih cowok.


Batinnya sambil cemberut, membuat Leo gemas melihatnya.


''Ini buat kamu,'' Leo memberikan sebuah bunga mawar pada Windy, ia sempat kaget namun tetap menerima bunga tersebut.


''Terimakasih, gue gk nyangka ternyata loe bisa juga ya romantis.


''Buat calon istri kenapa tidak, saya ingin membuatmu merasa nyaman saat bersama saya.'' Leo berkata dengan serius, entah kenapa perkataan Leo membuat jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya.


''Ada apa dengan jantung gue, kenapa mendengar ucapan lelaki ini gue jadi deg-degan gini ya, gk mungkin kan gue menyukai nya secepat ini.


Windy terus membatin menghalau perasaannya yang entah...


*

__ADS_1


*


*


Ditempat lain


''Iya sayang terus, lebih dalam aahh, racau seorang wanita, saat seorang pria mengobrak abrik intim miliknya dibawah sana.Lelaki itu dengan rakusnya menghisap dan menyedot daging kecil yang berada ditegah kerang milik gadis tersebut.


''Oh Rangga sayang kamu sangat pandai membuatku melayang, aku sangat mencintaimu.Wanita itu meracau disela-sela nafasnya yang tersengal


''Aku juga mencintaimu Putri.'' lelaki itu menjawab disela-sela kegiatannya.


Ya mereka adalah Putri dan Rangga, mereka sedang melakukan kegiatan yang membuat keduanya terbakar oleh gairah membara.


''Rangga sayang cepat masukan sayang, aku sudah tidak sabar merasakan milikmu memenuhi liang milikku.'' gadis itu terus memohon agar Rangga memasukan pusakanya di inti miliknya.


Sesuai permintaan sang gadis pemuda itu langsung mengarahkan kejan*tanannya dilubang tersebut sedikit memberikan gesekan disana,namun memberika sensasi yang luar biasa pada gadis tersebut.


''Sshhhh,,'' gadis itu mendesis menahan nikmat dari gesekan rudal milik Rangga yang bisa dibilangcukup besar diusianya yang baru mengin jak 16 tahun.


Perlahan pemuda tersebut mulai memasukan miliknya sedikit demi sedikit mulai menerobos kemalu*an Putri hingga batangannya amblas seluruhnya diliang milik Putri.Rangga memulai ritme nya memaju mundurkan senjata andalannya diliang kenikmatan Putri, membuat gadis itu melenguh nikmat.


''Oh Rangga ini sangat nikmat, rudalmu menusuk-nusuk milikku aku sangat menyukainya sayang terus lebih dalam dan lebih cep-at!" racaunya dengan terputus-putus akibat nafas yang tersengal ia merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Rangga terus memompa tubuh gadis itu, tangannya pun tak tinggal diam, ia meremas dua gundukan yang ikut bergoyang akibat aktivitas mereka, walaupun dada milik Putri tak sebesar Niken, namun cukup membuat Rangga merasa puas menggenggamnya.


''Ooh, aku hampir sampai sayang lebih cepat Ga!" ucap Putri membuat lelaki itu semangkin mempercepat tempo goyangan nya


Plo- plok-plok terdengan suara bunyi antara dua kelamin yang bergesekan hingga menimbulkan bunyi yang semangkin membuat keduanya bergairah.


''Ah ah ah,,'' gadis itu terus mendesah dan meracau tiada henti menikmati setiap hujaman yang diberikan Rangga padanya.


Hinga beberapa saat kemudian terdengar lenguhan panjang dari mulut keduanya bersamaan itu keluar cairan hangat dari lubang inti milik Putri.


''Aahh Rangga......!!! teriak nya


Putri membuka matanya menatap sekeliling kamar miliknya kemudian melihat kesamping.


''Rangga dimana dia? kenapa aku sendirian, apa jangan-jangan aku hanya bermimpi? bermimpi bercinta dengan Rangga, tapi kenapa terasa begitu nyata.'' monolognya, setelah itu ia meraba bagian bawahnya yang ternyata sangat basah.

__ADS_1


''Oh shiit,aku basah, kenapa hanya mimpi sih, tapi mimpi ini sangat nikmat, sepertinya aku terlalu menyukai sosok Rangga sampai terbawa mimpi seperti ini.'' gumamnya.


BERAMBUNG


__ADS_2