
Saat ini mereka bertiga duduk dalam satu meja, mata Rayen terus menyoroti pria yang bernama Aldo tersebut. Sedangkan Aldo yang merasa di perhatikan hanya tersenyum kecut, ia sudah tau jika wanita yang ada dihadapannya saat ini adalah istri dari teman lamanya ini. Awalnya Aldo kaget, namun setelahnya ia tampak bersikap biasa.
'' Oya sayang, kamu kenal dengan Aldo? mas tadi sempat lihat dari jauh waktu kalian ngobrol.'' ucap Rayen
'' Gk kok mas, kami juga baru hari ini kenalnya, sebenarnya tadi gk sengaja kak Al menabrak ku.'' jelas Niken.
''Benarkah??'' tanya Rayen kurang percaya, karna tadi ia sempat melihat keduanya sangat akrab, Rayen pikir istrinya dan Aldo sudah saling kenal sebelumnya.
'' Iya Ray, kami memang baru kenal, sebenarnya tadi saya memang tidak sengaja menabraknya, tapi saya tidak sangka ternyata dia adalah istrimu, saya pikir kamu masih dengan model iklan itu, maaf ya Niken bukan maksud saya menyinggung perasaan kamu, tapi kabar terakhir yang saya tau bahwa Rayen akan bertunangan dengan Viona, makanya saya kaget kalau ternyata yang menikah dengan nya adalah kamu bukannya Viona.'' jelas Aldo.
Apa-apaan dia, kenapa pakai acara mengungkit itu segala pada istriku.
Batin Rayen
'' Tidak masalah kak, tapi sekarang kak Al sudah taunkan jika yang menikah dengan mas Rayen bukanlah tante Viona tapi aku.'' ucap Niken, sebenarnya ia sedikit tidak suka jika Al menyinggung tentang Viona diantara mereka, namun apa boleh buat, karna dia sendiri terjebak diantara pembicaraan itu, dan mau tak mau ia harus menjawabnya.
'' Kamu sudah pesan makanan sayang?'' tanya Rayen mengalihkan pembicaraan keduanya.
'' Belum, aku sengaja nungguin mas.'' jawab Niken sambil menahan rasa sakit dikakinya.
'' Loh, itu kaki kamu kenapa?
'' Oh, tadi waktu tabrakakan dengan kak Al kaki ku keseleo, tapi udah dikasih salep kok sama kak Al.'' jelas Niken.
Rayen mengangguk paham, sebenarnya Rayen ingin protes dengan cara istrinya memanggil Aldo dengan hanya menyebut kata Al saja, tapi tidak mungkin juga ia protes sekarang, saat didepan Aldo, sepertinya nanti setelah dikamar Rayen akan kembali membahasnya.
'' Oya Aldo, apa kau masih ingin disini terus? maksud saya sekarang kan saya sudah berada disini untuk menemani istri saya, apa kamu tidak ingin mengurus urusanmu yang lain??'' ucap Rayen yang sengaja mengatakannya untuk menyuruh pria tampan tersebut pergi dari meja mereka.
'' Mas, kok ngomongnya gitu sih? lagian kak Al itu kan teman nya mas Rayen.'' ucap Niken yang merasa tidak enak pada Aldo.
'' Gpp kok Niken, saya sudah terbiasa dengan ini.'' ucap nya santai
'' Apa maksudmu dengan mengatakan tebiasa seperti itu? bukannya kau yang selalu melakukannya??'' ucap Rayen dengan tatapan sinis.
__ADS_1
Niken merasa ada yang tidak beres dengan kedua pria yang berada dihadapannya saat ini, sepertinya mereka punya masalah pribadi sebelumnya terlihat dari keduanya yang sama-sama menatap dengan sinis.
'' Baiklah kalau begitu saya pergi dulu, Niken sampai bertemu lagi dilain waktu.'' ucapnya sambil tersenyum.
'' Iya kak.'' jawab Niken balas tersenyum.
Beberapa saat kemudian..
'' Duuh, kayaknya enak banget nih lopster.'' ucap Niken sambil menyiram saus keatas udah lopster tersebut.
Niken melirik pada suaminya yang saat itu masih diam. Niken menarik cangkang lopster tersebut namun tiba-tiba tak sengaja tangannya tertusuk kulitnya yang memang sedikit tajam.
''Aaww,'' pekiknya, membuat Rayen langsung melihat kearahnya dengan raut wajah khawatir.
'' Tanganmu kenapa?'' ucapnya sambil meraih tangan Niken, terlihat ada sedikit darah disana, dengan cepat suaminya itu langsung memasukan jari Niken kedalam mulutnya bermaksud untuk menghentikan darah yang mengalir, mendapat perlakuan seperti itu membuat aliran darah Niken terasa meningkat.
'' Biar mas saja yang kupasin.'' ucap Rayen sambil mengambil alih lopster tersebut dan langsung mengupasnya, sebenarnya udang besar tersebut sudah dibelah dua dibagian tengah, hanya saja bagian pinggir masih terdapat kulit yang memang tidak dikupas sebelumnya.
'' Ini buka mulut mu.'' ucap Rayen sambil memberika satu sendok udang yang sudah dikupas dan dicocol dengan saus.
'' Mas marah ya sama aku?'' tanya Niken disela-sela kunyahannya.
'' Marah kenapa?'' taya balik Rayen sambil menyodorkan kembali daging udang tersebut didepan mulut istrinya dan Niken kembali membuka mulut untuk menerimanya. Namun saat Rayen hendak memasukan suapan ketiga Niken menggeleng dan menurunkan tangan suaminya yang saat itu berada didepan wajahnya sambil menyodorkan potongan lopster tersebut.
'' Mas kamu marah ya sama aku?'' tanya Niken sekali lagi, ia membelai sayang wajah suaminya
'' Marah kenapa hem? mas gk marah kok, tapi..
'' Tapi apa hem??'' tanya Niken penasaran
'' Mas hanya tidak suka kamu dekat dengan pria lain, mas kan sudah bilang sama kamu, kalau kamu jangan pernah berdekatan dengan laki-laki mana pun jika mas gk ada didekatmu, mas gk suka!" ucap Rayen yang akhirnya mengutarakan isi hatinya.
'' Mas Rayen cemburu dengan kak Al??'' Niken kembali memastikan.
__ADS_1
'' Kak Al??'' sepertinya kamu cepat sekali dekat dengan nya? padahal kan kalian baru saja bertemu,??'' didalam pertanyaan nya terdengar nada sindiran.
'' Mas cemburu hanya karna itu ??'' ucap Niken
Rayen menghela nafas kasar, lalu menatap mata istrinya.
'' Menurutmu apakah pantas mas cemburu karna itu? dan apakah pantas mas marah hanya karna itu juga?? coba katakan!! apakah mas salah jika merasakan kedua perasaan itu ??'' Rayen memberondong Niken dengan pertanyaannya.
Tidak salah lagi, sepertinya mas Rayen memang marah karna melihat kedekatanku tadi dengan kak Al.
Batin Niken
'' Mas aku minta maaf jika aku salah, lain kali aku akan menjaga jarak dari laki-laki mana pun, aku janji, ku mohon jangan marah lagi ya sama aku?'' ucapnya sambil menggenggam tangan suaminya.
Rayen tersenyum sambil mengangguk. Ia tak ingin hanya karna masalah ini acara bulan madu mereka berantakan
''Sebaiknya kamu habiskan makananyanya setelah itu kita langsung kekamar.'' ucap Rayen, Niken hanya mengangguk, setelah itu ia kembali memakan udang lopster miliknya yang sebelumnya sudah dikupas oleh Rayen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini sepasang suami istri tersebut sudah berada di dalam kamar mereka. Rayen menepuk sisi tempat tidur, mengkode agar wanita nya itu naik dan duduk disebelahnya. Tanpa banyak bertanya Niken langsung naik keatas tempat tidur setelah sebelumnya ia membersihkan wajahnya terlebih dahulu.
Rayen merebahkan kepalanya diatas paha istrinya, mencari posisi nyaman disana, Rayen menghadap kearah perut Niken lalu memberikan kecupan disana.
'' Kamu tau sayang? sebenarnya Aldo itu adalah teman kuliah nya mas, dan kami selalu bersaing semasa kuliah dulu, setiap apa yang mas inginkan ia selalu menginginkannya mau itu dalam hal apapun.'' jelas Rayen.
'' Apa termasuk juga seorang perempuan??'' Niken bertanya sambil sedikit menundukan wajahnya menatap kearah suaminya.
Rayen tersenyum sambil menganguk.
'' Terus siapa yang menang??'' tanya Niken penasaran.
'' Kenapa? sepertinya kamu sangat penasaran akan hal itu?
__ADS_1
'' Sangat, dan aku yakin mas Rayen yang kalah, iya kan??
Next