CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Hamil


__ADS_3

''Niken kamu dari mana saja sayang?'' ucap Lidya saat melihat putrinya datang bersama Rayen.


''Iya sayang kami semua sangat khawatir sama kamu.'' sambung Frans


''Maaf mah,pah, tadi aku hanya cari angin diluar sebentar, lagi pula aku merasa bosan terus-terusan dikamar jadi ya aku ketaman deh.'' jelas Niken, membuat Lidya menggeleng pelan.


''Ya mestinya kamu bilang dong kalau mau keluar, biar mama dan yang lainnya gk panik kayak gini.'' ucap Lidya merasa kesal dengan apa yang putrinya itu lakukan.


''Iya,mah aku minta maaf karna sudah buat mama,papa dan om Rayen cemas, aku janji gk akan melakukannya lagi.'' ucapnya menyesal.


Tak lama terlihat Viona melangkah menuju dimana saat ini Rayen dan yang lainnya berada.


''Niken kamu baik-baik saja kan?'' ucap Viona mencoba mendekatkan diri


''Iya aku gpp kok tante makasih udah mau datang kesini.'' ucap Niken sambil memaksakan senyum.Jujur saja dalam hatinya Niken merasa kurang nyaman dengan kehadiran Viona dirumahnya.


''Iya,'' jawabnya singkat.


Ditempat lain..


Saat ini seorang gadis terlihat sedang duduk sendiri disebuah cafe, sepertinya gadis itu sedang menunggu kedatangan seseorang, dan benar saja tak lama terlihat seseorang laki-laki datang dan langsung menuju kearahnya.


''Sayang maaf aku telat, udah lama kamu nunggu ya?'' ucap lelaki tersebut yang ternyata adalah Leo dan gadis itu siapa lagi kalau bukan Windy, saat ini Windy sengaja mengajak Leo ketemuan di cafe karna ingin membicarakan hal yng penting pada calon suaminya tersebut.


''Iya gpp kak, yang penting kamu datang.'' jawab Windy.


''Sebenarnya ada apa? kenapa kamu terlihat sangat cemas? apa ada masalah?'' Leo memperhatikan kekasihnya yang terlihat merasa sangat gelisah.


''Windy, bicaralah! ada apa sayang, jangan diam saja, aku jadi khawatir kalau kamu diam begini.'' sambung Leo.

__ADS_1


Windy meremas jari-jarinya, sejujurnya ia ragu untuk mengatakannya pada Leo, dalam hati ia berpikir jika dirinya mrngatakan yang sebenarnya apakah Leoakan mau bertanggung jawab, begitulah kira-kira pikiran Windy saat ini.


Sebenarnya ada apa dengan Windy, kenapa dia terlihat begitu tak tenang seperti orang yang sedang banyak masalah,tapi kenapa dia terlihat ragu mengatakannya,sebenarnya ada apa ini.?


Leo masih memperhatikam wajah Windy,yang seperti menyembunyikan sesuatu.


''Windy, sayang, coba cerita sama aku, jika kamu ada masalah biar kita cari jalan keluarnya bareng-bareng.'' ucap Leo lembut sambil menggenggam tangan Windy untuk memberikannya kekuatan.


Sepertinya aku harus mengatakannya pada kak Leo, bagai mana pun ia harus tau tentang hal ini.


Batin Windy sambil menatap tangannya yang digenggam oleh Leo.


''Kak sebenarnya aku mau bilang jika saat ini aku sedang hamil.'' ucap Windy, ia menatap wajah Leo untuk melihat reaksi apa yang akan diperlihatkannya.


''Kamu hamil??'' Leo sedikit terkejut mendengar pengakuan Windy, namun sedetik kemudian Leo kembali menunjukan ekpresi biasa.


''Sudah berapa minggu usia kehamilan kamu?apa kamu sudah memeriksakannya kedokter kandungan? '' pertanyaan yang dilontarkan Leo sedikit membuatnya tersentak, karna jujur saja, Windy sempat berpikiran buruk tentang Leo, Windy mengira jika Leo tau dirinya hamil mungkin laki-laki itu akan marah dan langsung meninggalkannya begitu saja, atau lebih buruknya Leo menyuruhnya menggugurkan kandungannya.


''Marah? kamu ini aneh tau gk buat apa aku marah? kamu itu sedang mengandung anak aku, bagai mana mungkin aku marah sama kamu, justru aku senang mendengar berita ini, oya tadi kamu belum jawab pertanyaan aku, kamu sudah periksa kan kedokter kandungan belum?'' ucap Leo.


''Belum kak, aku takut,'' jawab Windy


''Takut kenapa? oya kalau kamu belum kedokter, dari mana kamu tau jika kamu sedang mengandung sekarang?'' tanya Leo


''Aku hanya menerka-nerka kak, sebab aku udah satu minggu telat datang bulan, akhirnya aku memberanikan diri untuk membeli test pack, sebab dulu aku pernah lihat disinetron ikan terbang jika sudah pernah melakukan hubungan suami istri, terus si perempuannya telat datang bulan pasti ceweknya itu hamil, jadi aku berinisiatif melakukan hal yang sama kak, dan ternyata hasilnya garis dua ini.'' ucap Windy sambil memperlihatkan test pack dengan garis dua menandakan positif.


''Kamu tenang aja, besok aku akan memberitahu pada mama dan papa agar segera mempercepat rencana pernikahan kita, aku gk mau menunggu lebih lama, lagi pula diperut kamu ini sudah ada anak kita jadi aku mau kita secepatnya menikah kalau perlu minggu depan.'' ucap Leo membuat Windy bisa bernafas lega, karna dari awal memang ini yang diinginkannya menikah secepatnya.


''Makasih ya kak, karna mau bertanggung jawab dan mau menjadi ayah dari anak yang aku kandung.'' ucap Windy membuat Leo mengerutkan dahinya.

__ADS_1


''Maksud kamu berkata seperti itu apa Win? kamu pikir aku laki-laki yang tidak bertanggung jawab ya? kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu sama aku? aku benar-benar gk nyangka, jadi selama ini kamu gk percaya sama aku? begitukah?'' ucap Leo, sungguh ia merasa kesal dan juga sedikit tersinggung dengan perkataan Windy.


''Kak, bukan begitu maksudnya, aku hanya takut kak, aku hanya takut nasipku sama seperti di film yang sering aku tonton.'' ucapnya polos.


''Ya Tuhan Windy, kamu ini benar-benar ya, bikin gemas aku aja, udah ya pokoknya mulai sekarang kamu gk usah menonton film-film seperti itu lagi karna itu hanya akan merusak kamu.'' ucap nya tegas.


''Iya kak,'' jawabnya singkat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam.Saat ini terlihat Rayen dan Niken masih mengobrol diruang keluarga.


''Sayang udah malam mas pulang ya?'' ucap Rayen.


''Nanti aja mas, aku masih kangen sama kamu, memangnya kamu gk kangen ya sama aku? atau kalau tidak mas nginap aja malam ini, mau ya? rayu Niken.


''Gk enak sayang kalau harus nginap, mas pulang aja ya?'' ucap Rayen mencoba membujuk sang kekasih.


''Maas, masa kamu tega sih, aku ini masih kangen banget loh sama kamu.'' rengeknya dibarengi dengan ambekan.


''Iya mas tau, mas juga kangen kok, tapi kan mas besok harus berangkat kekantornya pagi-pagi sekali.'' ucap Rayen yang masih berusaha memberi pengertian pada Niken.


''Yasudah kalau gitu pulang sana! aku tidak akan melarang ataupun menghalangi om Rayen lagi.'' ucap Niken ketus.


Rayen memijat pelipisnya yang terasa mendenyut, ia tau jika keponakannya itu sudah memanggilnya dengan sebutan om, pasti hatinya itu sedang dalam kondisi yang buruk.


''Sayang, jangan ngambek dong, nanti cantiknya hilang loh, udah ya mas pulang?'' ulang Rayen untuk kesekian kalinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Ditempat lain, disebuah apartemen mewah, terlihat seorang wanita sedang meneguk segelas wine, wajahnya terlihat sudah mulai memerah akibat meneguk minuman berakohol tersebut, bahkan sesekali terdengar makian keluar dari mulut nya.


Bersambung


__ADS_2