CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Ketahuan


__ADS_3

Rayen melangkah mendekati dua orang yang saat ini sedang mengobrol santai, dengan wajah yang terlihat sangat kesal Rayen langsung menegur keduanya.


''Sedang apa kalian??'' ucapnya yang kini berdiri tak jauh dari mereka.


''Om Rayen, ucap Niken sedikit terkejut karna kedatangan tiba-tiba kekasihnya itu.


''Kenapa kamu terlihat kaget begitu? memangnya ada sesuatu yang kamu sembunyiin dari om?'' ucap Rayen dengan nada ketus


''Maksud om apa?? emangnya aku sembunyiin apa sih?? kami hanya mengobrol biasa aja kok, benarkan kak Imam?'' tanya Niken pada lelaki tersebut yang memang adalah Imam, pegawai yang bekerja diperusahaan orangtuanya.


''Iya pak, kami hnya mengobrol biasa saja kok.'' jawab Imam


''Mengobrol?? memangnya saya mempekerjakanmu disini untuk mengobrol?? apa kamu sudah mulai bosan bekerja disini? lagi pula saya merasa heran, kenapa saya sangat sering melihat kamu berkeliaran disekitar keponakan saya setiap kali dia datang keperusahaan ini, kamu selalu ada dan dekat dengannya, kamu ada maksud ya dengan keponakan saya??'' tuduh Rayen penuh dengan tekanan.


''Om ini bicara apa sih? kok jadi marah-marah gini? kami tadi gk sengaja ketemu, lagi pula bukan kak Imam yang datang menemui aku om, tapi aku yang memanggilnya, karna aku melihatnya jadi ya aku panggil dia untuk nemani aku ngobrol sebentar.'' jelas Niken karna merasa tidak enak melihat Imam dimarahi oleh omnya karna memang sejak awal dialah yang mengajak Imam mengobrol.


''Niken, sebaiknya kamu jangan ikut campur jika om sedang berbicara dengan pegawai om, jika semua karyawan bersikap seperti dia bagai mana nasip perusahaan ini kedepannya nanti.'' ucap Rayen tegas, membuat keduanya langsung menundukan kepalanya.


''Maafkan saya pak, saya janji tidak akan mengulanginya lagi.'' ucap Imam


''Iya om, aku juga minta maaf, karna sebenarnya ini semua adalah kesalahanku.'' ucap Niken.


Ada apa dengan Niken? kenapa sejak tadi ia terus membela Imam, bukannya mencari cara agar aku tidak marah lagi dengannya, ini dia malah membela lelaki itu dihadapanku.


Batin Rayen, yang terlihat semangkin bette.


''Saya pengang janji kamu, tapi awas jika sekali lagi saya meluhat kamu tidak bekerja dengan benar saya akan langsung memecat kamu! sekarang tunggu apa lagi cepat sana kembali bekerja! atau kau memang sudah mulai bosan bekerja diperusahaan ini??'' ucap Rayen terdengar sangta arogan ditelinga Niken, namun bagi Imam bahasa dan kata-kata seperti itu sudah sering dan juga terdengar wajar di telinganya, ketika atasan mereka menegur bawahannya yang membuat kesalahan disaat bekerja.

__ADS_1


''Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu.'' ucap Imam, sebelum pergi ia sempat melirik kearah Niken, sambil mengangguk bertanda ia pamit.


Rayen mengepalkan tangannya melihat interaksi kekasihnya dengan bawahannya tersebut.Apa lagi terlihat Niken yang masih menatap kearah Imam yang sudah menjauh dari mereka.


''Sejauh apa hubungan kalian??'' tanya Rayen ambigu.


Niken langsung menolehkan pandangannya saat mendapat pertanyaan dari Rayen.


''Maksud mas apa?? hubungan apa sih? aku gk ngerti.'' jawab Niken merasa bingung.


''Mas lihat kamu begitu perduli dengan pegawai itu? apa kalian punya hubungan khusus?'' tanya Rayen yang akhirnya melontarkan pertanyaan yang sejak tadi ada dibenaknya.


Niken merasa Rayen telah menuduhnya berbuat sesuatu yang sama sekali tidak ia lakukan.


''Maksud mas apa?? hubungan khusus yang bagai mana maksud mas Rayen? jangan bilang jika mas mencurigai aku? iya, begitu mas?? apa mas curiga kalau aku punya hubungan terlarang sama kak Imam?? begitukah?? memang mas pikir aku perempuan apa?? bahkannya selama ini mas tau bagai mana cintanya aku sama mas Rayen, lalu kenapa mas bisa punya pikiran seperti itu sama aku?? ucap Niken, dada nya sudah turun naik menahan emosi karna perkataan dan tuduhan Rayen pada nya.


Apa yang telah aku lakukan? aku telah membuatnya menangis, hanya karna rasa cemburu melihat kedekatannya dengan orang lain, aku telah melukai perasaannya.


Batin Rayen menyesal karna telah membuat kekasihnya menangis.


''Niken mas minta maaf, bukan maksud mas seperti itu, mas hanya tidak suka melihat kamu dekat dengan nya, mas cemburu.'' ucap Rayen jujur.


Niken yang mendengar pengakuan Rayen mengangkat wajahnya, ia menatap lekat kekasihnya itu.


''Apa mas masih meragukan kesetiaan ku mas?''


''Bukan sayang bukan begitu maksud mas.'' ucap Rayen sambil menatap sekitar, karna ada beberapa karyawan yang melihat kearah mereka.

__ADS_1


''Sebaiknya kamu ikut keruangan mas sekarang, kita bicara disana saja.'' ucap Rayen sambil menggenggam tangan Niken agar mengikutinya.


Saat ini mereka sudah berada diruangan Rayen, laki-laki dewasa itu menuntun gadis kecilnya menuju sofa yang ada diruangan tersebut,kemudian menyuruhnya duduk disana.


''Sayang mas minta maaf ya? mas memang bodoh karna sudah curiga sama kamu.'' sesal Rayen, ia menggenggam tangan kekasihnya dengan erat, berharap dirinya bisa dimaafkan.


''Iya mas, aku juga minta maaf karna sudah membuat mas Rayen cemburu.'' jawab Niken sambil membalas genggaman tangan Rayen.


Rayen mengangguk sambil tersenyum, kemudian langsung membawa Niken kedalam pelukannya.


''Oya mas Rayen tadi ada apa menyuruhku datang kekantor? apa ada yang penting?'' tanya Niken sambil mengurai pelukan mereka.


''Mas hanya merasa kangen sama kamu, rasanya mas gk sabar menunggu beberapa hari lagi.'' ucap Rayen, ia mengusap lembut wajah Niken hingga kebelakang lehernya membuat gadis itu mengelihat karna merasa geli.


Perlahan Rayen memajukan wajahnya kemudian langsung mengecup lembut bibir gadisnya itu, sedangkan Niken yang mendapat perlakuan itu langsung mengalungkan tangannya dileher Rayen lalu membalas ciu*man yang diberikan Rayen padanya.


Rayen mengangkat tubuh Niken dan mendudukan dipangkuannya agar dirinya lebih leluasa melakukan aktivitasnya.Rayen melepaskan pagutan mereka saat dirasa pasokan oksigen sudah mulai habis.


''Sayang, mas sangat mencintai kamu, dan mas tidak ingin melihatmu dekat dengan pria lain seperti tadi, kamu mengertikan maksud mas? mas sangat cemburu melihatnya sayang, darah mas rasanya mendidih jika melihat kamu dekat dengan laki-laki lain, mas sama sekali gk rela, mas it---mmppfff


Niken yang merasa gemas langsung mencium bibir Rayen, membuat ucapan laki-laki itu terhenti seketika,Rayen tersenyum disela-sela ciumannya, lalu membalas setiap sesapan yang diberikan Niken padanya, keduanya sangat menikmati kegiatan mereka, Rayen dapat merasakan adik kecilnya sudah mulai menegang, bahkan Niken juga mulai merasakannya, dengan sengaja Niken menggesekan pan*ta*t nya hingga dua ke*la*min tersebut mulai beradu walaupun masih dalam pembungkus masing-masing namun keduanya bisa menikmati rasa dan sensasi dari gesekan tersebut.Rayen mulai menci*umi leher jenjang kekasihnya itu, yang semangkin lama ciu*man tersebut mulai turun ke da*da milik kekasihnya itu, kini kancing atasan Niken sudah terlepas hingga memperlihatkan gundukan yang putih mulus milik kekasihnya, dengan rasa tidak sabar ia langsung mengeluarkan isinya dan langsung melahap susu gantung yang membuatnya selalu candu.


Saat keduanya asik menikmati cumbuan yang penuh dengan gairah tersebut, tiba-tiba ...


Braaakkk !! terdengar suara pintu dibuka dengan lebar.


''APA YANG SEDANG KALIAN BERDUA LAKUKAN...!!!''

__ADS_1


Next


__ADS_2