
Saat sedang menikmati makan siang, tak sengaja Rayen mendengar nama Niken disebut, sontak ia langsung mencari ke arah sumber suara.Rayen menatap ketiga gadis remaja yang saat ini masih menggunakan seragam sekolah tersebut, lebih tepatnya ia menatap kepada Niken.
''Niken'' gumamnya pelan.
''Hah? kamu bilang apa barusan sayang? Niken?'' tanya Viona sambil mengikuti arah pandang Rayen.
''Ternyata keponakanmu itu sedang berada disini juga, mereka itu, pulang sekolah bukannya langsung pulang kerumah,malah kelayapan ke mall.'' ucap Viona
Niken yang sadar kalau Rayen memperhatikannya hanya diam, berpura tak melihat,walaupun sebenarnya dalam hatinya tak karuan.
''Vio, mas kemeja Niken dulu ya?'' ucap Rayen sambil bangkit dari duduknya.
''Mas, sebaiknya jangan deh! ngapain sih mas kesana?biarin saja mereka bersenang-senang, sebaiknya mas Rayen duduk,dan makan lagi ok! lagi pula makanannya belum habis ini.'' ucap Viona membuat Rayen terpaksa duduk kembali dikursinya.
Dari jauh, Niken melihat apa yang terjadi, namun ia sama sekali tidak bisa mendengar percakapan mereka.
''Sepertinya om Rayen benar-benar cinta mati sama tuh tante pirang, buktinya dia yang tadinya mungkin hendak datang kemeja ku jadi duduk kembali karna ucapan kekasihnya itu.
Batin Niken,sambil mencebikkan bibirnya.
''Loe kenapa lagi sih? cepetan makan dong sayang,apa perlu gue suapi?.'' ucap Windy yang melihat Niken kembali pada mode galau.
''Gk usah terimakasih, aku bisa makan sendiri.'' jawabnya sambil memasukan makanan miliknya kedalam mulutnya dengan sedikit kasar.
''Heei, pelan-pelan dong Niken makannya! yang anggun dong, ingat! jadi cewek itu jangan bar-bar.'' ucap Putri membuat keduanya tergelak bersamaan.
Sedangkan Rayen, sudah merasa gelisah, bagai mana mungkin ia sudah melihat Niken tapi hanya diam seperti ini seolah tak melihatnya.
''Sayang,kamu sudah selesai kan makannya? ayo kita pulang.'' ucap Rayen sambil bangkit dari duduknya,disusul oleh Viona yang juga ikut berdiri.
Rayen segera melangkahkan kakinya menuju pintu cafe, namun sebelum itu tiba-tiba langkahnya berbelok pada meja dimana saat ini Niken dan teman-temannya berada.
''Niken,'' sapa Rayen, membuat ketiga remaja itu menatap kearahnya.
''Om,'' sapa balik Niken
''Oh, hai om Rayen, ternyata disini juga ya?'' ucap Putri berbasa-basi.
__ADS_1
Rayen hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabat dari keponakannya tersebut.
''Niken,apa kamu sudah ijin sama mama kamu?kenapa kalian pulang sekolah tidak langsung pulang? kenapa malah kelayapan seperti ini?.'' ucap Rayen.
''Apaan sih om Rayen, kok dia ngomongnya seperti itu? dan dugaanku tadi malam pasti benar kalau sebenarnya mereka itu bersama.
Batin Niken kesal.
''Om, dengar ya! aku dan teman-temanku kesini itu bukannya kelayapan,tapi kami sedang makan, dan om Rayen juga jangan cemas kok, karna mama sudah tau kalau aku pergi ke tempat ini sama teman-teman aku.'' jawab Niken dengan nada sedikit kesal.
''Sepertinya Niken kesal mendengar ucapanku.
Batin Rayen.
''Yasudah, kalau kalian sudah selesai makan,sebaiknya langsung pulang! om pergi dulu.'' ucapnya sambil melirik pada Niken,setelah itu kembali melangkahkan kakinya.
''Eh eh,kalian perhatiin gk? tante Viona wajahnya sepertinya kusut banget, om rayen juga sama, seperti kurang tidur gitu,jangan-jangan tadi malam merekaa....-''
Putri sengaja menggantungkan ucapannya namun tangannya memperlihatkan kedua telunjuk yang saling menyatu.
''Apaan tuh maksudnya Put?'' tanya Windy sambil mengerenyitkan dahi.
''Beneran kalian mau tau?'' tanya Putri memastikan.
''Iya be*go, tinggal bilang aja apa susah amat sih?'' ucap Windy yang mulai geram.
''Sini-sini biar gue bisikin!" ucap Putri sambil mendekatkan wajah ketiganya.
''Itu artinya ehem-ehem.'' bisik Putri
''Apaan tu ehem-ehem Put? yang jelas dong!" ucap Windy lagi.
''Ehem-ehem itu artinya main kuda-kudaan, nah,kalau kalian masih belum ngerti main kuda-kudaan, biar lebih jelasnya lagi mungkin tadi malam mereka itu su---,''
''Stop Put! udah jangan dijelaskan lagi! aku ngerti maksud kamu,'' ucap Niken yang tak ingin mendengar lebih rinci lagi, ia tau betul apa yang dimaksud Putri dengan main kuda-kudaan.
''Apa hubungan mereka sudah sejauh itu? apa mereka sudah sering melakukannya? berbagi keringat,dan saling menatap dalam mata masing-masing untuk menyalurkan rasa cinta dari keduanya, oh ya Tuhan...,, kalau aku terus nemikirkan nya lama-lama aku bisa gila.
__ADS_1
Batin Niken sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
''Ken,loe gpp kan? udaaah,, jangan didengerin ucapan si Putri, dia mah memang suka sekali bicara asal jeplak, kamu tau? itu semua belum tentu kebenarannya,bisa saja kan om Rayen dan tante Viona kurang tidur karna nonton tv atau mengerjakan pekerjaan kantor, iya kan? nah jadi saran gue loe jangan pusing-pusing mikirin hal yang gk penting seperti itu ok!" jelas Windy.
Windy memang pikirannya lebih dewasa dibanding Niken dan juga Putri, maka dari itu setiap Putri ataupun Niken ada masalah mereka pasti minta saran dari temannya yang satu ini.
''Dan loe Put,kalau bicara itu jangan sembarangan deh! udah tau Niken menyukai om Rayen, loe malah dengan sengaja bicara seperti itu.'' ucap Windy tak suka
''Ck, iya-iya, gue minta maaf, maaf ya Ken, tadi gue hanya bercanda doang.'' jelas Putri.
''Iya,gpp kok Put, mungkin candaan kamu itu ada benarnya.'' jawab Niken, membuat kedua temannya itu saling pandang.
*
*
*
Jam sudah menunjukan pukul 6 sore, saat ini kedua sahabat Niken sudah berada dirumah nya,karna sebentar lagi mereka akan pergi keacara ulang tahun Rangga bersama kedua orangtuanya Niken.Karna ternyata acara yang dihadiri kedua orang tua Niken ternyata sama dengan acara yang akan dihadiri ketiga gadis remaja itu.
Kini mereka semua sudah berada didalam satu mobil.
''Mama gk nyangka ternyata Rangga itu anaknya pak Haikal ya pah,'' ucap Lidya
''Iya, ternyata satu sekolah dengan gadis-gadis cantik yang ada dibelakan kita ini.'' ucap Frans sambil melirik ketiga gadis itu dari kaca spion.
''Papa benar, Niken juga gk nyangka kalau Rangga adalah anak dari rekan bisnisnya papa.'' sambung Niken
Hampir 30 menit mereka didalam mobil tersebut,hingga tak terasa kini mobil yang dikemudikan oleh Frans sudah sampai digerbang rumah kediaman keluarga Haikal.
Setelah memarkirkan mobil, penumpang yang ada didalamnya satu persatu mulai turun dari kendaraan roda empat tersebut.
Diawalin oleh Windy dan Putri dan kini yang terakhir adalah Niken.
''Waah, pestanya megah juga ternyata Win.'' ucap Putri sambil memperhatikan sekeliling.
''Iya, tapi kan acaranya didalam, udah ayo kita masuk!" ajak Windy menyusul Niken dan kedua orangtuanya.
__ADS_1
NEXT