CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Merindukan Sosok Regan


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul enam sore, saat ini Niken dan dua sahabatnya sedang dalam perjalanan pulang.


'' Kamu gpp kan Ken? gue perhatiin sejak tadi loe diam aja.'' ucap Windy


'' Aku gpp kok Win, jangan khawatir, mungkin aku hanya sedikit lelah saja.'' jawab nya


'' Udah kamu jangan terlalu mikirin om Rayen, dengar ya Ken, bukan gue bermaksud ngajarin loe ya, tapi sebagai sahabat gue cuma mau bilang sama loe, jangan terlalu nurut sama suami loe, ya maksud gue, walau pun loe itu udah nikah sama dia, itu bukan berarti dia itu boleh sesuka hatinya ngatur hidup loe, loe juga butuh sedikit kebebasan, agar loe gk merasa bosan, bukannya kemarin loe bilang hak itu diberikan oleh om Rayen? tapi kok yang gue lihat, om Rayen bersikap seolah tak ingin membebaskan loe bersama teman-teman loe? padahal kan kita hanya nongkrong doang.'' ucap Putri panjang lebar.


***


Setelah turun dari mobil milik Putri, Niken langsung melangkah menuju apartemen,


'' Huh, rasanya badanku pegal semua, mas Rayen kayaknya masih belum pulang, apa dia masih marah sama aku? biasanyakan jam segini mas Rayen udah pulang, kok aku merasa bersalah ya? semenjak kejadian tadi? tapi kan seharusnya kan aku yang marah, salah sendiri kenapa dia gk kasih kabar sama aku coba, yaudahlah sebaiknya aku mandi dulu.'' monolognya


Walaupun Niken masih sebal pada suaminya namun ia masih ingat apa yang dikatakan Lidya tentang kewajiban nya sebagai seorang istri yang harus tetap melayani suaminya apapun keadaannya, walaupun dengan perasaan yang masih kesal, akhirnya Niken menyiapkan makan malam untuk mereka, walaupun hanya menyiapkan udang goreng tepung dan juga tumis capcay.


Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, terdengar suara pintu apartemen terbuka, bersamaan itu munculah Rayen dengan penampilan sedikit berantakan.


Rayen melangkah masuk, matanya menyapu seluruh ruangan mencari sosok yang sejak tadi membuat hatinya berkecamuk. Tak menemukan istrinya diruangan tersebut Rayen memutuskan untuk mencarinya dikamar, namun saat ia hendak membuka pintu, ternyata pintu sudah dibuka duluan dari dalam.


'' Mas,'' ucap Niken sambil menatap wajah lelah suaminya.


'' Hem,'' hanya kata itu yang keluar dari mulut Rayen, setelah itu Rayen masuk kedalam kamar melewati Niken begitu saja.


Ternyata benar, mas Rayen masih marah.


Batin Niken sambil menghela nafas panjang. Gadis yang berpenampilan seksi itu langsung mengikuti langkah suaminya masuk kedalam kamar untuk menyiapkan baju ganti yang akan digunakan Rayen setelah membersihkan diri.


Tak lama Rayen keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya, Rayen melangkah menuju tempat tidur untuk menggunakan pakaian yang sudah disediakan oleh Niken istrinya. Niken memperhatikan suaminya yang masih dalam mode diam.

__ADS_1


Niken yang tidak tahan suaminya mendiaminya terus akhirnya berniat membuka suara lebih dulu.


'' Mas mau sampai kapan mas Rayen bersikap seperti itu sama aku?'' bukankah aku sudah pernah bilang sebelumnya, lebih baik mas marah pada ku dari pada terus diam seperti ini, apa hanya karna aku tak ingin ikut pulang bersama mas Rayen tadi, hingga membuat mas marah seperti ini sama aku begitu?


'' Mas hanya kesal saja, karna kamu lebih mementingkan teman-temanmu dari pada harus pulang bersama mas.'' ucap Rayen dengan nada yang masih terdengar kesal.


'' Oh begitu, lalu apa aku juga tidak boleh kesal sama mas Rayen? karna lebih mementingkan kerjaan dari pada istrinya sendiri? sekarang aku tanya sama mas, apa tadi itu sebegitu sibuknya ya mas Rayen hingga tak sempat memberi kabar sama aku? setidaknya nelpon satu menit juga gpp, tapi kenyataannya aku malah melihatmu makan di mall dengan santainya bersama rekan kerjamu, apa itu gk bisa dikatakan egois mas?''hardiknya


Yang dikatakan Niken benar, aku sama sekali tidak menghubunginya seharian ini, karna lupa mengisi daya batre ponselku.


Batin Rayen.


'' Maaf batre handphone mas waktu itu lobet dan lupa dicas.'' jawab Rayen yang memang menadari kesalahannya.


Niken yang mendengar alasan seperti itu hanya tersenyum masam.


'' Bersiaplah mas, aku sudah masak untuk makan malam, aku tunggu dimeja makan.'' setelah mengatakan itu Niken langsung meninggalkan Rayen keluar dari kamar mereka. Sedangkan lelaki itu hanya bisa menatap istrinya yang kini hilang dibalik pintu.


'' Putri hari ini loe ada acara gk sama Rangga?'' tanya Windy, saat ini kedua nya sedang dalam perjalanan menuju kediaman Windy. Karna setelah mengantar Niken pulang, keduanya masih sempat nongkrong sebentar ditaman kota.


'' Gk ada sih, Rangga lagi ada urusan keluarga jadi hari ini gk bisa ketemu memangnya kenapa?'' tanya Putri sambil melirik sahabatnya sekilas


'' Hari ini kan kedua orangtua gue sedang tidak berada dirumah mereka lagi kerumah pamily gue, karna ada acara nikahan dan kemungkinan pulangnya besok, gue boleh gk nginap dirumah loe? males banget rasanya dirumah sendirian.'' ucap Windy.


'' Yaelah Win, bukannya bilang dari tadi juga,'' ucap putri yang langsung memutar arah stir untuk memutar jalan yang langsung menuju kediamannya.


Sebenarnya selain karna dirumahnya memang tak ada orang, Windy juga bermaksud ingin melihat Regan, entah kenapa rasanya gadis itu sangat merindukan sosok Regan.


'' Win, loe langsung aja naik keatas, gue mau nelpon Rangga bentar.'' ucapnya

__ADS_1


Windy hanya mengangguk, kemudian langsung naik keatas dimana kamar Putri berada.


Sebelum masuk kedalam kamar sahabatnya, Windy sempat menatap kearah kamar Regan yang hanya beberapa meter dari makar Putri.


...****************...


Malam hari Windy terbangun dari tidurnya karna merasa haus, air didalam kamar juga terlihat kosong, karna merasa sangat haus akhirnya Windy keluar dari kamar tersebut.


Saat itu Windy hanya menggunakan hotpans dengan kaos tipis berwarna putih polos milik Putri, membuat bagian dalam tubuhnya terlihat jelas dibalik kaos tersebut, apa lagi br* yang ia gunakan berwarna hitam, semangkin membuatnya terlihat seksi.


Penerangan didapur sangat minim, hanya beberapa bagian tempat saja yang lampunya masih tetap dinyalakan, sementara dibagian lainnya sengaja dimatikan. Windy membuka kulkas dan mengambil satu botol air dingin lalu menuangkannya didalam gelas.


Windy terkejut karna melihat satu lampu tak jauh darinya tiba-tiba menyala, membuat air yang tadinya ia pegang tertumpah dibajunya tepat dibagian dada.


'' Ternyata kau rupanya.'' ucap suara bariton yang ternyata adalah Regan. Pemuda itu dapat melihat dengan jelas tubuh bagian dalam Windy yang terkena tumpahan air, bahkan daging kenyal miliknya yang sintal seolah ingin tumpah keluar karna br* yang digunakan gadis itu tak mampu menutupi seluruh bagian bukit kembarnya.


Regan berdehem, sambil membuang pandangannya kearah lain.


Sial, kenapa gadis ini berpenampilan seperti ini, apa dia sengaja?


Batin Regan


'' Sebaiknya kau ganti pakaianmu sekarang!" setelah mengatakan itu Regan melangkah menuju kulkas karna ia juga berniat untuk mengambil air dingin.


Astaga Win, bang Regan menuju kesini, duuh, jantung gue kenapa kenceng banget bunyinya, semoga aja dia gk mendengarnya.


Batin Windy.


'' Apa bisa kamu menyingkir sedikit? saya ingin mengambil air minum.'' ucap Regan karna Windy sejak tadi hanya berdiri mematung disamping kulkas tersebut.

__ADS_1


'' I-iya bang, silahkan.'' setelah mengatakan itu Windy langsung pergi dari sana dengan jantung yang masih berdetak kencang.


Next


__ADS_2