CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Cemburu Tak Beralasan


__ADS_3

Terlihat Niken dan Regan turun secara bersamaan dari lantai atas, ruang keluarga yang memang terletak tak jauh dari tangga membuat Niken dan Putri bisa melihat keduanya turun secara bersamaan.


'' Cie barengan udah kayak pasangan aja.'' goda Putri namun ekor matanya melirik kearah Windy, yang kala itu memang juga sedang melihat kearah mereka.


'' Kok bisa barengan sih kalian?'' ulang Putri sekali lagi, sebenarnya Putri hanya ingin memanas-manasi Windy saja, karna kan tidak mungkin jika Niken dan Regan memiliki suatu hubungan, apa lagi Putri sangat tau jika sahabatnya itu sangat mencintai suaminya.


Sebenarnya waktu diatas tadi, Niken ingin sekali bertanya dengan Regan tentang hubungan nya dengan Windy, namun ia urungkan karna merasa kurang pantas rasanya jika menanyakan hal tersebut, sebenarnya ia sangat kepo, namun tidak mungkin juga ia menanyakan hal tersebut dengan Regan, makanya ia urungkan, dan memilih bertanya dengan Putri saja jika ada kesempatan pikirnya.


'' Gk usah yang aneh-aneh kamu deh, kami cuma kebetulan sama-sama mau turun aja tadi, iya kan bang?'' tanya Niken meminta pembelaan, namun Regan hanya mengangkat bahunya tanpa ingin menjelaskan apapun.


Ih, apaan sih nih bang Regan nyebelin banget.


Batin Niken karna melihat lelaki tersebut, tak menghiraukan ucapannya, ia hanya tak ingin melihat Windy salah paham, apa lagi setelah mendengar Putri menggodanya, Niken dapat melihat wajah Windy yang terlihat bette.


'' Hai Windy,'' sapa Regan membuat gadis itu langsung mengembangkan senyumnya.


'' Hai juga bang.'' jawabnya


'' Abang mau kemana?'' tanya Putri,


'' Memangnya yang kamu lihat abang mau pergi kemana dengan penampilan seperti ini?'' tanya balik Regan


Putri memperhatikan penampilan abangnya yang hanya memakai kaos oblong dengan bawahan celana denim dibawah lutut.


'' Hehe, kirain mau keluar.'' jawab Putri yang sudah paham sendiri,


'' Yasudah kalian terusin aja, abang mau ambil minum dulu.'' setelah mengatakan itu Regan langsung melangkah menuju dapur.


'' Kamu kenapa Win, kok gelisah gitu?'' tanya Niken saat melihat sahabatnya tersebut seperti tidak tenang.

__ADS_1


''Gpp kok, hanya saja minuman gue habis, kalau gitu gue juga mau ambil minum dulu ya.' setelah mengatakan itu Windy langsung menuju dapur.


Putri dan Niken bertemu pandang.


'' Apa loe juga memikirkan hal yang sama pada Windy?'' tanya Putri sambil menatap kearah Niken.


'' Emang mereka beneran pacaran ya Put? Jujur aku penasaran banget.'' ucap Niken


'' Memangnya siapa yang bilang kalau mereka pacaran?'' Putri sedikit terkejut, karna memang dia belum tau masalah Regan yang mengaku sebagai pacar dari sahabatnya itu.


'' Loh, kamu gk tau?


'' Gue hanya merasa jika Windy itu punya perasaan sama abang gue, gue sih curiganya itu.'' jelas Putri


'' Terus kalau misalnya iya gimana? Kan bagus, berarti sahabat kita udah move'on dari mantannya jadi dia gk perlu berlarut-larut lagi dalam kesedihan.'' ucap Niken.


'' Maksud kamu apa Put? Kamu gk suka jika mereka menjalin sebuah hubungan? Apa karna status Windy janda??'' tanya Niken sambil memelankan suaranya takut kalau Windy dan Regan nendengan ucapan mereka.


'' Loe itu ngomong apa sih, maksud gue itu karna gue masih belum yakin jika Windy itu udah melupankan kak Leo seratus persen, bisa saja kan abang gue hanya dijadikan Windy sebagai pelarian doang, kan kasian abang gue.'' jawab Putri alasan yang tepat untuk meyakinkan Niken, sebenarnya salah satu alasan Putri tidak menyukai jika abangnya menjalin hubungan dengan Windy adalah karna status Windy yang memang janda, namun alasan utamanya adalah Putri memang tak ingin kedua sahabatnya sampai jatuh cinta atau memiliki hubungan dengan abangnya, karna apa? Karna jika misalkan salah satu dari mereka menjalin hubungan lalu putus, otomatis rasa tidak nyaman pasti ada diantara mereka, dan pasti akan berpengaruh pada persahabatan mereka dan kemungkinan besar Putri berpikir mereka tidak akan mau main kerumahnya lagi jika ada mantan disana, begitulah kira-kira pemikirannya terlalu jauh memang, namun itulah yang ada dipikiran Putri saat ini.


'' Beneran hanya itu? Kok aku gk percaya ya?'' ucap Niken matanya masih menatap curiga pada Putri.


'' Ya klau gk percaya yasudah lagian gue gk minta loe buat percaya kok sama gue.'' ucapnya ketus.


......................


Windy melangkah menuju kulkas untuk mengambil air dingin, ia melirik kearah Regan yang saat itu sedang duduk di kursi meja makan.


'' Apa mantan suamimu itu masih mengganggumu?'' tanya Regan begitu melihat Windy menutup kulkas.

__ADS_1


'' Setelah kejadian kemarin kak Leo gk pernah menghubungiku lagi kok bang, lagi pula sebenarnya yang kemarin itu adalah pertemuan kedua kami setelah perceraian satu bulan yang lalu.'' jelas Windy.


Regan mengangguk paham, keduanya terdiam beberapa saat larut dalam pikiran mereka masing-masing.


'' Em, bang Regan boleh aku tanya sesuatu?'' ucap Windy dengan sedikit keraguan dihatinya.


'' Katakanlah, memangnya kamu mau tanya apa?


Windy melangkah mendekati Regan, kemudian menarik kursi yang ada diseberang Regan lalu mendudukinya.


'' Bang aku rasa kak Leo sudah cerita sama Niken tentang bang Regan yang kemarin sudah mengaku sebagai kekasihku, soalnya tadi disekolah dia sempat tanya sama aku.''


'' Terus kamu bilang apa? dan yang mau kamu tanya kan itu apa??'' tanya Regan lagi.


'' Aku gk jawab apa-apa sama dia, dan yang aku mau tanyakan jika misalnya Niken bertanya sama bang Regan, bang Regan akan bilang apa? Windy menatap lekat laki-laki itu, sebenarnya Windy berharap jika Regan akan tetap mengaku sebagai kekasihnya, jika ada yang bertanya tentang status mereka tentunya selain Leo.


'' Kamu maunya saya bilang apa? lagi pula bukannya Niken itu sahabat kamu, jika kamu berterus terang padanya saya yakin dia juga tidak akan memberitahukannya pada Leo, jika kamu memintanya untuk merahasiakan semuanya.'' jelas Rayen.


'' Menurut bang Regan begitu ya?'' tanya Windy tak begitu semangat.


'' Bukannya kamu sahabatnya? Saya rasa kamu lebih tau bagai mana sifat Niken ketimbang saya.'' sambung Regan lagi


Yang dikatakan bang Regan memang benar, Niken adalah sahabatku, kenapa aku bisa bersikap seperti ini dengannya, seharusnya aku sadar diri, bang Regan tidak memiliki perasaan padaku, kenapa aku harus takut jika Niken akan merebutnya dariku, dia kan sudah menikah dan sangat mencintai suaminya,lagi pula Niken juga tak tau apa-apa, Windy -windy, bisa-bisa nya kamu punya pikiran sejahat itu pada sahabatmu sendiri.


Batin Windy.


'' Aku rasa bang Regan benar, baiklah aku akan menjelaskan nya nanti jika dia bertanya, bang aku kedepan dulu ya sepertinya sudah terlalu lama aku berada disini.'' Windy melihat Regan mengangguk, setelah itu dia langsung melangkahkah menuju ruang keluarga yang dimana saat ini kedua sahabatnya berada.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2