CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Perasaan Rangga


__ADS_3

Kesehatan Niken sudah mulai membaik, pagi ini rencananya Niken akan pulang kerumahnya, namun hanya bisa dijemput oleh Lidya dan juga satu Art yang bekerja dirumahnya.


''Mah, apa om Rayen tidak datang?'' tanya Niken sambil memperhatikan ibunya memasukan barang-barang yang akan dibawa pulang.


''Om mu itu sibuk sayang, dia dan papa kamu pagi ini ada meeting yang sangat penting, makanya dia gk bisa ikut mengantar kamu pulang.'' jelas Lidya


Setelah mendengarkan penjelasan Lidya Niken tidak bertanya lagi.


Saat ini Niken,dan Lidya sedang dalam perjalanan menuju tempat tinggal mereka, sepanjang perjalanan Niken lebih banyak diam, jika Lidya mengajaknya bercerita atau bertanya padanya Niken hanya menjawab dengan anggukan ataupun sesingkatnya saja membuat Lidya menghela nafas.


''Sayang udah dong, masa hanya karna om Rayen gk ikut jemput, kamu jadi gk semangat gini sih.'' ucap Lidya,membuat gadis belia itu sontak menatap kearahnya.


''Siapa yang gk semangat mah? apa lagi hanya karna om Rayen? ya gk lah,,mama ngaco deh.'' elak Niken


''Heeleehh, gk usah ngeles kamu, mama tau kalau kamu itu lagi pengen ketemukan sama dia?'' sindir Lidya membuat Niken mengerucutkan bibirnya tanda protes.


Tiga puluh menit kemudian mobil yang mereka tumpangi telah sampai ditempat tinggal mereka.


''Hati-hati sayang jalannya!" Lidya membantu untuk memapah Niken masuk kedalam rumah.


''Bik tolong bawa semua barangnya kebelakang ya? sekalian pakaian kotornya juga.'' ucap Lidya


''Baik buk.'' jawab Art tersebut.


''Sayang kamu istirahat ya? mama mau pergi sebentar masih ada keperluan, kalau kamu butuh apa-apa panggil aja bibik!" ucap Lidya


''Iya mah,''jawab niken


Ditempat lain..


''Win kita jadi kerumahnya Niken sepulang sekolah nanti?'' tanya Putri memastikan pada sahabatnya.


''Jadilah, nanti naik mobil gue aja.'' jawab Windy


''Terserah loe, lagian mobil gue masih dibenggkel.''

__ADS_1


Kini mereka sudah berada diparkiran, saat mereka hendak masuk kedalam mobil tiba-tiba Rangga datang dan memanggil mereka.


''Kalian mau kerumah Niken ya? boleh aku ikut dengan kalian untuk melihat keadaan Niken?'' ucap Rangga.


Windy melirik pada Putri, setelah melihat anggukan dari Putri akhirnya Windy mengiyakan permintaan Rangga.


Sepanjang perjalanan ketiganya hanya diam, Putri yang biasanya selalu ramai saat ini terlihat menutup mulutnya rapat-rapat.Hingga sampai mobil yang mereka tumpangi tiba didepan rumah Niken.


''Gue diluan ya?.'' ucap Putri sambil berlalu tanpa menunggu jawaban keduanya.


Windy melirik pada Rangga yang saat itu menatap punggung Putri yang kian menghilang dibalik tembok.


''Rangga, maaf sebelumnya jalau gue ikut campur, tapi sebenarnya ada apa dengan kalian? tadi Putri sempat bilang sama gue kalau kalian lagi berantem.'' ucap Windy


''Ini hanya salah faham saja Windy, dan aku akan segera mrnyelesaikan kesalah pahaman ini.'' ucap Rangga


''Baiklah, masalah apa pun itu gue harap kalian bisa menyelesaikannya, Ga, yang gue tau, Putri itu sangat mencintai loe, dan gue sangat berharap banget sama loe, agar loe jangan pernah menyakiti hatinya.'' ucap Windy penuh harap


''Iya, aku mengerti maksud kamu Win.'' jawab Rangga


...****************...


''Makasih ya kalian udah datang, kalian tau?aku merasa bosan jika terus dikamar, mama juga gk ngasih aku buat turun kebawah katanya takut aku jatuh, padahal aku merasa jika aku sudah sehat.'' ucap Niken.


''Ya namanya juga orang tua Ken,semua juga pasti melakukan hal yang sama kali,dan tugas loe hanya nurut sama orangtua loe, itu aja.'' ucap Windy


''Tapi tetap aja aku merasa bosan Win, jika harus terus dikamar seharian, untung kalian datang.''


''Emangnya om Rayen loe yang hot itu belum datang ya?'' Putri yang sejak tadi hanya menyimak obrolan tiba-tiba bertanya soal Rayen, tentu saja itu membuat Rangga menatap kearah kekasihnya itu dengan wajah yang sedikit kesal, karna merasa tidak dianggap keberadaannya.


''Belum Put, bahkan tadi pagi yang jemput aku dirumah sakit bukan dia, tapi mama.'' ucap Niken


''Ya mungkin aja dia lagi sibuk makanya gk bisa jemput kamu.'' sambung Windy


''Iya kamu benar Win, mama bilang pagi ini dia dan papa ada meeting makanya gk bisa jemput aku dirumah sakit.'' Niken menjelaskan.

__ADS_1


''Rangga kok kamu diem aja sejak tadi kenapa?'' tanya Niken yang baru menyadari jika sejak tadi Rangga tak berkata apapun selain menanyakan kesehatannya, begitu pula dengan Putri yang hari ini entah kenapa irit bicara tak seperti biasanya.


''Kalian berdua kenapa sih? dan kamu Put, biasanya nyerocos mulu, hari ini tumben diam lagi sakit gigi?''gurau Niken


''Ck, terus ejek aja teruus..'' rajuk Putri, matanya sesekali melirik pada Rangga yang saat itu sedang terlihat menyibukkan diri dengan ponselnya.


''Rangga lagi chatingan sama siapa sih? kayaknya seneng banget sampai senyum gitu.''


Batin Putri sambil terus melirik tajam kearah kekasihnya.


Sebenarnya ada apa sih Win? mereka lagi berantem ya?'' bisik Niken karna merasa penasaran.


''Biasalah namanya juga ABG labil, jadi ya gitu tuh..'' jawab Windy yang sengaja sedikit membesarkan suaranya.


''Ck, apaan sih mereka, bikin makin bette aja.'' gumam Putri pelan.


''Oya Ga, kamu jadi ikutan pemilihan ketua osis?'' tanya Niken untuk mencairkan suasana yang sedikit canggung.


''Eh, bukannya yang dipilih kemarin kakak kelas kita ya? emangnya kamu ikut juga Ga?'' ucap Windy


''Iya, semua siswa-dan siswi dikelasku ngajuin aku jadi osis, padahal aku gk begitu yakin, secara kakak kelas kan lebih banyak pengalamannya.'' jelas Rangga


''Yang pengalaman belum tentu pintar, kamu kan pintar baik tampan lagi, aku yakin kamu pasti kepilih.'' ucap Niken yang tanpa sadar memuji Rangga membuat pemuda itu salah tingkah, sedangkan Putri yang mendengar pujian Niken pada kekasihnya semangkin dibuat geram.


''Kamu bisa aja Niken.'' ucap Rangga malu.


Maksud Niken apaan sih muji-muji Rangga segala didepan gue, apa dia sengaja mau buat Rangga baper, atau dia sudah mulai mengincar Rangga sekarang?


Batin Putri bette.


Sedangkan Windy menyadari perubahan raut wajah Putri saat mendengar ucapan Niken barusan.


''Oya Ken, gue lupa ada janji sama teman, gue cabut duluan ya Win, Niken gue balik dulu.'' ucap Putri setelah itu ia langsung melangkah keluar dari kamar Niken tanpa berpamitan pada Rangga, membuat pemuda itu menghela nafas.


''Ga, kamu gk ikut nemani si Putri? aku gk tau masalah kalian berdua apa, tapi jika kamu memang benar sayang sama dia, aku harap kamu bisa menjaga hati dan perasaannya Putri Ga, karna yang aku tau dia itu sangat mencintai kamu dari dulu.'' jelas Niken, ucapan yang sama yang tadi juga dikatakan oleh Windy membuat Rangga terdiam.

__ADS_1


Aku tau itu Niken, tapi bagai mana dengan ku? aku juga menyukaimu, selama ini sebisa mungkin aku mencoba untuk melupakan perasaanku pada mu, tapi tetap gk bisa, mungkin aku masih butuh waktu untuk itu.Sedangkan perasaanku dengan Putri aku nasih belum yakin, tapi sebisa mungkin aku akan mencoba untuk membuatnya bahagia.


Bersambung


__ADS_2