
Tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat setelah beberapa minggu yang lalu mereka lulus, kini mereka sudah memasuki sekolah baru, ini adalah minggu pertama yang mereka jalani, mereka juga sudah berkenalan dengan teman-teman baru Windy, Putri dan Niken entah kebetulan atau keberuntungan buat mereka, ketiga nya kini dalam satu kelas yang sama.Namun berbeda dengan Rangga walaupun mereka disekolah yang sama namun kelas mereka berbeda, walupun begitu Putri tetap merasa senang karna dirinya masih bisa satu sekolah dengan pemuda tersebut.
Saat ini ketiga gadis tersebut sedang berada didalam kelas, karna memang sebentar lagi pelajaran akan segera dimulai.
''Win, jadi kapan rencana loe mau kenalin calon suami loe ke kita? yang kemarin kan gagal, karna loe bilang dia ada urusan mendadak,jujur gue penasaran banget sama calon loe.'' ucap Putri
''Loe juga pasti penasaran iya kan Niken?'' sambung Putri mencari pembelaan.
''Ya, lumayan penasaran juga sih.'' jawab Niken
''Tuhkan Niken saja penasaran, jadi gimana Win, atur dong jadwalnya.'' ucap Putri
''Iih si Putri kok ngebet banget loe Put, awas jangan sampai naksir loe entar sama calon gue ya loe.'' ucap Windy yang secara tidak langsung sudah mulai menerima perjodohan mereka.
''Ciee, kayaknya udah mulai ada bunga-bunga cinta nih,'' sambung Niken, membuat Windy mendelikan matanya pada sahabatnya itu.
Namun saat Putri hendak menyahuti tak lama wali kelas mereka datang, membuat Putri tak jadi melanjutkan ucapannya.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini Rayen sedang dalam perjalanan menuju kediamanan Viona, setengah jam yang lalu gadis itu baru saja menelpon Rayen dan meminta bantuan untuk membenarkan kran air miliknya yang rusak aneh bukan? emangnya Rayen tukang ledeng apa? Rayen sudah menolak dan menyuruh Viona untuk menelpon seseorang untuk memperbaikinya, namun dia bilang ia tak punya nomornya dan karna dirinya tau kalau Rayen mempunyai sedikit kepandaiyan dibidang itu akhirnya ia meminta bantuan Rayen, karna merasa kasihan terhadap Viona yang terus memelas akhirnya dengan berat hati Rayen mengiyakan permintaan wanita tersebut, padahal bisa saja Rayen meminta orang lain memperbaikinya namun entah kenapa Rayen seolah melupakan hal tersebut.Tanpa pikir panjang Rayen melajukan kendaraannya menuju kediaman Viona.
''Kalau sampai Niken tau aku keapartenen Viona,bisa mampus aku.'' gumamnya yang memang pernah diperingati Niken agar menjauhi Viona apapun alasannya.Namun kenyataannya Rayen sama sekali tak mampu menolak permintaan kecil dari Viona.
Kini mobil yang ditumpanginya sudah sampai di parkiran apartemen dengan malas Rayen keluar dari mobilnya dan langsung menuju lantai dimana saat ini mantan kekasihnya itu tinggal.
Ting-tong ,, Rayen memencet bel beberapa kali, agar sang tuan rumah segera membukakan pintu apartemennya.
__ADS_1
Kreeekkk
Tak lama terdengar suara pintu terbuka, dan keluarlah Viona dengan hanya memakai baju tidur sek*si
Melihat itu Rayen langsung mengalihkan pandangannya.
''Kok berdiri saja disana mas, yuk masuk!" ucap Viona sambil menarik tangan Rayen.
''Vio langsung saja sebelah mana yang harus aku perbaiki?'' ucap Rayen to the point, karna ia tak ingin berlama-lama disana.
''Mas santai aja dulu, kita kan udah lama juga gk ketemu memangnya kamu gk kangen apa sama aku? aku aja kangen banget sama kamu, apa lagi sama junior kamu.'' ucap Viona sambil mendekatkan bibirnya ditelinga Rayen, membuat lelaki itu memejamkan matanya sejenak, untuk menetralkan degup jantungnya, bukan karna ia masih memiliki perasaan pada mantan kekasihnya itu, namun karna godaan Viona terhadap dirinya.
''Vio, kedatanganku kesini untuk membantumu,bukan untuk bersantai Viona karna sebentar lagi aku juga akan berangkat kerja.'' jelas Rayen geram.
Namun bukan Viona nama nya jika tak ada cara untuk membuat Rayen berlama-lama diapartemennya.
''Kamu tidak sedang membohongiku kan Vio?'' ucapnya penuh selidik.
''Kamu kok gitu sama aku mas, tega sekali bicara seperti itu, mana mungkin aku bohong kamu kita kan sudah lama berhubungan, apa kamu gk percaya sama aku.'' ucapnya sedih.Sesekali ia meringis sambil memegangi kakinya.
Akhirnya mau tak mau Rayen membantu Viona untuk duduk didekat sofa,
''Sebelah mana yang sakit?'' tanya Rayen sambil memperhatikan kaki Viona.
''Ini mas,'' jawab wanita tersebut sambil memegang tangan Rayen dan mengarahkannya menyentuh kaki mulusnya.
Rayen memijat pelan pergelangan kaki Viona membuat wanita itu menikmati pijatan Rayen pada kakinya.
__ADS_1
''Mas aku rindu kamu,'' ucap Viona membuat Rayen seketika menghentikan kegiatannya.
''Viona dengar! hubungan kita sudah berakhir, dan ku harap kamu bisa mengerti itu.'' ucap Rayen mencoba memberi pengertian pada mantan kekasihnya tersebut.
''Tapi aku gk bisa mas, aku terlalu mencintaimu, mas Rayen aku menginginkan mu saat ini.'' ucap Viona dengan suara sensual sambil membelai rahang tegas milik lelaki itu.
Secara tiba-tiba Viona langsung menyerang bibir Rayen, meluma*t nya dengan rakus dan menyelinapkan tangannya dibalik kemeja yang dikenakan Rayen.
''Mas ku mohon jangan tolak aku, aku sangat menginginkan mu sayang.'' ucap Viona dengan pandangan yang sudah diselimuti gairah, ia membuka baju tipis miliknya dan hanya menyisakan br*a dan juga cd saja,lalu menarik tangan Rayen dan mengarahkannya dibagian gunung kembar miliknya.
''Mas ku mohon bahagiakan aku,'' ucapnya sambil melepaskan sisa kain yang menempel di bagian tubuhnya hingga wanita itu kini benar-benar polos.
''Viona jangan seperti ini, sadarlah!" ucap Rayen yang masih mencoba berpikiran waras, walaupun didepannya ada pemandangan yang sangat menggoda kelelakiannya.
''Mas jangan munafik kamu, aku tau kamu juga menginginkan nya iya kan? ayolah sayang sekali ini saja jangan menolakku.'' ucapnya yang kembali menyerang bibir Rayen dan mengarahkan tangannya pada inti miliknya yang sudah basah.
''Rayen yang mulai terbuai langsung bermain dibawah sana dengan tangannya, membuat Viona tersenyum senang.
''Aah sayang, ia terus puaskan aku.'' racaunya menikmati jari Rayen di intinya.
''Oh shiit, aku sudah gila kenapa aku melakukan ini.''
Batin Rayen sambil menarik tangannya dari bawah sana membuat Viona merasa kehilangan,
''Mas, ayolah sayang aku sudah tidak tahan.'' wanita itu terus merengek pada Rayen, namun lelaki yang sudah mulai mendapat kesadarannya langsung mendorong tubuh telan*jang Viona hingga wanita itu nyaris terjungkal dilantai, saat wanita itu kembali ingin menguasai Rayen.
''Aaw,, mas kamu kenapa dorong aku seperti ini sih? emang segitu gk sukanya ya kamu sama aku? apa aku sama sekali gk ada artinya lagi buat kamu?'' ucap Viona dengan mata yang mulai berkaca-kaca,ia sangat tak habis pikir kenapa Rayen yang dulu sangat mencintainya kini sangat berubah ia sama sekali seperti sudah tak mengenal sosok Rayen.
__ADS_1
Next