
Saat ini Niken dan Rayen baru saja tiba dikediaman keluarga Mahendra mereka disambut oleh kedua orangtua Niken.
'' Sayang udah pada pulang? pasti capek, sini duduk sama kita.'' ucap Lidya sambil menyuruh sepasang suami istri tersebut duduk bergabung dengan mereka.
'' Bik, tolong buatin minum untuk Niken dan juga Rayen ya!" ucap Lidya pada Art.
'' Iya bu.'' jawab nya dari dapur
'' Sayang gimana perjalanan kalian?'' ucap Lidya kembali bertanya.
'' capek mah, badanku rasanya pegal-pegal semua.'' jawab Niken sambil bersandar disandaran sofa ruang tamu.
'' Sebaiknya kalian langsung saja istirahat dikamar, papa lihat Niken capek sekali.'' sambung Frans yang melihat putrinya seperti butuh istirahat.
'' Loh kan mama masih pengen nanya-nanya sama mereka pah.'' ucap Lidya memberengut, karna masih ingin bersama putrinya.
'' Besok kan masih bisa mah, emang kamu gk lihat itu, si Niken kelihatannya capek sekali.'' ucap suaminya sambil menunjuk wajah Niken putrinya.
Lidya memperhatikan wajah putrinya yang memang kelihatan lelah.
'' Papa benar yasudah gih, kalian istirahat aja dulu nanti mama suruh bibik bawakan minumnya keatas.'' ucap Lidya, yang diangguki keduanya
Kini keduanya sudah berada didalam kamar.
'' Mas aku capek banget, rasanya badanku pegal semua ini.'' keluh Niken
'' Yaudah besok panggil tukang urut aja ya? atau sini biar mas yang pijatin kamu nya?'' ucap Rayen sambil mendekati Niken yang saat itu sedang bersandar di kepala ranjang.
'' Iya, tapi pasti nanti ujung-ujungnya minta jatah lagikan?'' ucap Niken menyelidik.
'' Ya ampun sayang, kok bisa-bisanya kamu berpikiran seperti itu sih, mas ini beneran loh mau bantu pijatin kamu sayang.'' ucap Rayen meyakinkan.
'' Bener ya mas? awas aja kalau sampai ujung-ujungnya minta jatah.'' ucap Niken, membuat suaminya itu terkekeh geli mendengar istrinya mengomel.
Sedangkan ditempat lain, tepatnya disebuah apartemen mewah, terlihat seorang wanita sedang menatap sebuah poto, dan dia adalah Viona, dipoto tersebut ada gambar dirinya bersama dengan dua orang pria, dan mereka adalah Rayen dan juga Leo, poto tersebut dulu diambil sewaktu dirinya masih bersama dengan Rayen.
'' Aku kangen kamu mas,'' gumamnya sambil menyentuh gambar Rayen didalam poto tersebut.
'' Maaf, karna sepertinya aku juga sudah mulai jatuh cinta dengan sahabatmu Leo.'' gumamnya lagi, sungguh wanita ini begitu serakah karna sudah mencintai keduanya.
__ADS_1
'' Jika aku tidak bisa memiliki kalian berdua, maka aku gk akan biarin kedua wanita itu hidup bahagia bersama kalian.'' gumam Viona dengan amarah dihatinya.
Semenjak Windy keguguran, Viona sulit sekali bertemu dengan Leo, bahkan setiap ia ingin bertemu dikantor, Leo sama sekali tak memberikannya kesempatan walau hanya sebentar. Pernah sewaktu-waktu Viona nekat datang kerumah orangtuanya Windy, yang dimana selama ini Leo dan istrinya tinggal, untung saja waktu itu tidak ada orang dirumah, jika tidak mungkin Viona akan bertemu dengan kedua orangtua Windy. Saat itu Leo marah besar padanya dan tak ingin berhubungan lagi dengannya, walau dengan alasan pekerjaan sekalipun sebisa mungkin ia akan menghindarinya, sejak saat itu Viona tak pernah lagi bertemu dengan Leo.
...----------------...
'' Mas aku mau kerumah Windy sekarang, apa bisa kamu antar aku?'' ucap Niken sambil mengikat tali sepatu miliknya, walau pun Niken sudah menikah, namun tak ada yang berubah dari penampilannya, ia tetap berpenampilan seperti sebelum ia menikah, memakai pakaian modis layaknya remaja pada umumnya, bahkan tak akan ada yang menyangka jika dirinya saat ini sudah menikah, dan Rayen sama sekali tak mempermasalahkan hal tersebut, hanya saja suami nya itu selalu berpesan pada nya agar jangan pernah berdekatan atau pun berbicara berduaan dengan lawan jenis, karna Rayen sangat tidak menyukainya, berhubung suaminya itu sangat pecemburu maka Niken tak ingin membuat masalah yang nantinya akan membuat Rayen murka.
'' Yasudah yuk.'' ucap Rayen yang memang mengetahui jika sahabat dari istrinya tersebut sedang sakit.
Kini keduanya sudah berada didalam mobil, untuk menuju kediaman orangtua Windy.
'' Sayang memangnya apa yang sudah terjadi? kenapa Windy bisa keguguran?'' tanya Rayen sambil terus fokus menyetir.
'' Entahlah mas, Putri hanya bilang jika Windy ketabrak mobil sewaktu diparkiran, tapi kronologinya aku gk tau bagai mana karna dia gk cerita sama aku.'' jelas Niken, terdengar ada nada kecemasan didalamnya.
'' Sebaiknya nanti mas tanya kan langsung sama Leo,'' ucap Rayen.
'' Iya mas aku kasihan banget sama Windy, pasti dia terpukul banget saat kehilangan bayinya.'' sambung Niken
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dihalaman rumah kediaman orangtua Windy, kebetulan disana terlihat ada Leo dan pak Cecep yang sedang ngobrol diteras rumah.
'' Tenanglah sayang, pasti Windy sudah baik-baik saja, iya kan Le?'' ucap Rayen agar istrinya itu tenang.
'' Iya, dia sudah baikan kok Niken, jangan khawatir.'' jawab Leo
'' Terus dimana sekarang Windynya, kak? om?'' sambung Niken
'' Ada dikamarnya, didalam juga ada Putri.'' jawab Cecep.
'' Ayo silahkan duduk dulu, masa berdiri terus.'' ucap pak Cecep, yang kemudian langsung diangguki oleh Rayen.Kini ia mengambil pisisi duduk disebelah Leo.
'' Leo saya turut berduka atas meninggalnya calon anakmu.'' ucap Rayen.
'' Iya Ray makasih, jawab nya dengan nada tak semangat, Rayen bisa melihat raut wajah sedihnya Leo, bahkan terlihat sangat jelas jika lelaki tersebut banyak masalah.
'' Kalau gitu aku langsung kedalam aja ya mas, om, kak Leo.'' pamit Niken yang diangguki semuanya.
Kini Niken sudah berada didepan pintu kamar Windy.
__ADS_1
Tok-tok-tok
'' Siapa?'' terdengar suara sahutan dari dalam.
'' Windy ini aku Niken.'' jawab Niken dari luar.
Tak lama terdengar suara pintu dibuka dari dalam.
'' Masuklah Ken!" ucap Putri yang ternyata Putrilah yang membukakan pintu tersebut.
'' Makasih Put.'' jawab nya sambil melangkah masuk kedalam kamar Windy.
'' Windy, maaf ya aku baru tau jika kamu tertimpa musibah.'' ucap Niken yang kini sudah duduk disamping ranjang tempat tidur Windy.
'' Iya gpp kok Ken,'' jawab Windy
'' Oya emangnya gimana ceritanya kok bisa kejadian seperti ini sih?'' tanya Niken yang memang sudah tidak sabar ingin tau bagai mana kejadiannya.
'' Itu karna--,''
'' Semua itu karna ulah suaminya Windy, gara-gara kak Leo Windy jadi keguguran kayak gini.'' jawab Putri, yang langsung menyela ucapan Windy.
'' Maksudnya? kok bisa gara-gara kak Leo?'' Niken semangkin penasaran.
'' Win, loe diam aja, biar gue yang jelasin sama Niken, asal loe tau ya Ken, kak Leo itu selama ini ternyata sudah berselingkuh dibelakang Windy.'' jawab Putri dengan berapi-api, jika berbicara tentang Leo, entah kenapa selalu membuatnya emosi.
'' Apa?? selingkuh? apa benar itu Windy?'' tanya Niken setengah tak percaya.
'' Iya Ken, kak Leo suami gue udah mengkhianati pernikahan kami, dia punya wanita lain dibelakang gue, entah udah berapa lama mereka berhubungan gue gk tau, karna gue juga gk mau tau.'' ucap Windy lirih, tiba-tiba hatinya terasa kembali sakit saat mengingat kejadian waktu itu.
'' Kok bisa kak Leo selingkuh, bukannya selama ini yang ku lihat dia itu sangat mencintai kamu Win?'' jujur Niken masih sulit mempercayai semuanya, karna yang ia tau Leo bukan tipe cowok yang suka macam-macam, apa lagi sampai berselingkuh seperti ini.
'' Ya ampun Niken, namanya juga cowok, apa lagi kalau dikasih enak dikit, yaudah pasti nagih lah dia, gue rasa loe pasti bakal lebih kaget lagi jika tau siapa perempuan pelakor itu.'' sambung Putri lagi.
'' Emang siapa?'' tanya Niken dengan dahi berkerut.
'' Perempuan itu mantannya suami loe om Rayen.'' jawab Putri, membuat Niken membelalakan matanya.
'' Whaat, maksud kalian tante Viona??
__ADS_1
NEXT