CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Meninggalnya Leo


__ADS_3

Lidya dan Frans langsung menuju apartemen, untuk menjemput putri mereka, Lidya tau pasti putrinya itu sangat syok mendengar berita tersebut.


'' Mama jadi khawatir sama Niken pah.''


'' Papa juga mah, pasti dia sangat syok mengetahui jika Rayen mengalami kecelakaan.'' sambung Frans.


Hanya butuh waktu lima belas menit kini mobil Frans sudah berada diparkiran apartemen, ternyata terlihat Niken sudah menunggu kedatangan mereka disana. Melihat mobil orangtuanya Niken langsung berlari menuju kearah mereka.


'' Niken sayang.'' panggil Lidya sambil memeluk putrinya.


'' Apa yang terjadi mah? Kenapa mas Rayen bisa kecelakaan?


'' Mama juga gk tau sayang, mama juga kaget saat mendapat telpon dari pihak rumah sakit, kamu yang sabar ya? sebaiknya kita kerumah sakit sekarang!" ajak Lidya, yang diangguki dengan cepat oleh Niken.


Didalam mobil, kedua orang tua Niken terus berusaha memberi kekuatan pada Niken, saat ini Niken berada dipelukan Lidya mereka ada dikursi penumpang, sedangkan Frans fokus menyetir, sesekali ia melihat putri dan juga istrinya yang saling menguatkan.


'' Kamu yang sabar ya nak? Mama yakin Rayen pasti baik-baik saja, dia pria yang kuat mama tau itu, percayalah sama mama!" ucap Lidya, walaupun dalam hati ia juga tidak yakin, karna sewaktu menerima kabar saat itu suster mengatakan jika kondisi Rayen sedang kritis, namun tidak mungkin ia mengatakan itu pada Niken.


Kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dihalaman rumah sakit, begitu memarkirkan mobil, ketiganya langsung masuk dengan langkah terburu-buru.Setelah bertanya pada suster mereka langsung menuju tempat dimana saat ini Rayen ditangani.


'' Suster bagai mana keadaan suami saya?


'' Iya sus, bagai mana keadaan menantu saya?'' sambung Frans


'' Ibu dan bapak sabar, saat ini dokter sedang menangani mereka.

__ADS_1


'' Hah? mereka? Memang ada berapa orang?'' tanya Lidya semangkin panik.


'' Ada empat, salah satunya seorang wanita dia ada diruang sebelah, sedangkan tiga orang lainnya laki-laki, maaf tapi salah satu dari mereka meninggal dunia,'' ucap suster, mendengar itu tubuh Niken terasa lemas sedetik kemudian ia pun jatuh pingsan, walaupun belum tau siapa yang meninggal, namun Niken tak sanggup mendengar itu.


'' Niken, sayang bagun nak!!


Niken yang kondisinya sangat lemah terpaksa dirawat dirumah sakit dengan selang infus ditangannya.


Dokter sudah menjelaskan semuanya dan yang meninggal tak lain adalah Leo, sebenarnya setelah Rayen menjemput Leo diapartemennya mereka rencananya hendak menuju lokasi kerjaan yang memang terjadi masalah disana, namun tiba-tiba rem mobil mereka blong, membuat keduanya langsung panik, karna merasa panik hingga tak menyadari jika didepan ada sebuah mobil yang datang, Rayen yang kaget langsung membanting stir kekiri namun anehnya mobil malah terpental kekanan hingga menabrak bagian belakang mobil yang ada didepannya, atas insiden itu Leo langsung terpental keluar dari mobil dan kepalanya terbentur trotoar jalan, hingga mengeluarkan banyak darah hingga tak dapat tertolong, sedangkan Rayen mengalami patah tulang dibagian tangan dan juga kakinya.


Orangtua Leo datang sambil menangis, terlebih Wati ibunya ia berteriak histeris, saat mengetahui jika putra kesayangannya telah meninggal dunia, Lidya yang melihatnya merasa sangat iba, ia juga syok mendengar saat suster mengatakan jika sahabat dari menantunya Rayen telah meninggal dunia, bagi Lidya dan juga Frans Leo adalah sosok yang baik dan rajin, diluar kesalahannya yang sudah berselingkuh, mereka tau jika Leo adalah anak yang baik dan juga sosok yang gigih dan jujur saat bekerja, hingga nafas terakhirnya ia abdikan untuk perusahaan.


'' Mba Wati yang kuat ya? Saya tau ini berat tapi mba harus sabar, dan kuat menghadapinya.'' ucap Lidya sambil mengusap punggung yang sejak tadi bergetar karna terus menangis.


'' Aku gk nyangka jika Leo akan meninggalkan ku secepat ini, kenapa Tuhan cepat sekali mengambilnya? dia masih muda, kenapa bukan aku saja yang mati, aku sudah tua biar aku saja yang mati !! Huhuhu,, Leo bangun nak, jangan tinggalkan mama, mama gk bisa hidup tanpa kamu nak, mama ikut saja sama kamu nak!'' Wati terus nengguncang tubuh Leo gang sudah terlihat pucat dan kaku.


'' Pah, kasian mereka,'' ucap Lidya menatap lirih pada sepasang paruh baya dihadapannya yang nampak tak berdaya saat melihat jenazah putra semata wayang nya.


Setelah melihat keadaan Rayen, mereka langsung menuju ruangan jenazah untuk melihat mayat Leo, bersamaan itu orangtuanya juga datang.


Masih ditempat yang sama terlihat sepasang suami istri baru saja masuk dan langsung menuju resepsionis.


'' Mba saya mau tanya yang kecelakaan mobil dirawat diruangan mana ya?


'' Oh yang empat orang itu ya bu? Pak?

__ADS_1


'' Hah? empat orang?'' lelaki paruh baya itu kembali bertanya


'' Iya pak ada tiga laki-laki dan satu wanita masih muda. Dua diantara laki-laki itu meninggal karna kehilangan banyak darah, dan yang selamat berada diruangan melati dilantai dua pak, buk.'' jelas resepsionis tersebut.


''Meninggal pah? Siapa yang meninggal? bukan Regan kan pah?'' ucap wanita paruh baya tersebut yang tiba-tiba bertambah panik.


'' Sabar dulu mah, sebaiknya kita lihat dulu diatas, ayo!" terdengar sang suami mencoba menguatkan istrinya, dan lebih berpikiran positif, dan mereka adalah nyonya ambar, dan pak Johan, kedua orangtua Putri dan juga Regan, saat mendapat kabar jika kedua anaknya mengalami kecelakaan, memang saat itu keduanya baru saja sampai di ibukota, dari bandara mereka langsung menuju rumah sakit.


......................


Didalam sebuah ruangan terlihat seorang gadis yang masih terbaring lemah dan belum sadarkan diri, dan saat ini ia sedang ditemani oleh kekasihnya.


'' Putri sadarlah sayang, jangan buat aku khawatir seperti ini.'' ucap nya dan dia adalah Rangga, saat Putri mengalami kecelakaan dan ditolong oleh warga saat itu pula Rangga menelpon dan dijawab oleh salah satu warga ia mengatakan pada Rangga, jika gadis yang ia hubungi sedang mengalami kecelakaan, Rangga yang panik langsung bergegas menuju rumah sakit


Ceklek, terdengar suara pintu dibuka, Rangga yang saat itu menggenggam tangan Putri langsung menoleh kearah pintu yang terbuka.


'' Om, tante,'' Rangga langsung berdiri dan meleoas genggaman tangannya dari tangan Putri, saat tau siapa yang datang, ya Rangga tau jika dihadapannya saat ini adalah kedua orangtuanya Putri, walaupun tak pernah bertemu, tapi ia pernah melihat poto keluarga kekasihnya itu beberapa kali saat berkunjung kerumahnya, jadi ia ingat betul wajah ke orangtuanya.


'' Kamu siapa? bagai mana keadaan putri saya?'' tanya Ambar sambil menatap kondisi Putri, ia menatap sedih pada anak gadisnya, selama ini ia dan suaminya selalu mengabaikan kedua anak mereka, dan sekarang ia melihat putrinya terbaring lemah tak berdaya seperti ini, sungguh ia sangat menyesal.


'' Bagai mana keadaannya?'' tanya Ambar lagi kepada Rangga, namun pandangannya masih tertuju pada anak gadisnya.


'' Dokter bilang tidak ada luka yang serius, hanya lecet dibagian tubuhnya saja, sedangkan dibagian kepala hanya mengalami luka kecil akibat terkena pecahan kaca mobil,'' jelas Rangga.


''Sebenarnya apa yang terjadi dan dimana Regan??

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2