CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Masih Menginap


__ADS_3

Orang tersebut terus memasang telinganya dengan tajam, ia sangat merasa penasaran dengan orang yang ada didalam kamar tersebut.


''Siapa didalam kamar ini? apa mungkin Putri? ini suara desa*han wanita, siapa yang berbuat mesum dirumahku?'' gumamnya pelan, dan dia adalah Regan, saat Regan melewati kamar tersebut tak sengaja dia mendengar suara dari dalam kamar yang ia lewati, setaunya kamar tersebut tidak ada yang menempati karna merasa penasaran akhirnya Rayen kembali mendekati kamar tersebut, Rayen menempelkan telinganya didaun pintu kamar, kemudian menajamkan indra pendengarannya. Matanya melebar kala ia mendengar suara seorang wanita yang sedang men*de*sah didalam kamar itu.


Regan yang geram langsung menggedor pintu kamar tersebut sambil memanggil-manggil nama Putri adiknya karna Regan mengira jika yang ada didalam kamar tersebut adalah adiknya.


''Putri buka pintunya sekarang! Putri, buka! atau abang dobrak.'' ancam Regan lagi


Tak lama terdengar suara pintu terbuka, namun bukan dari suara pintu yang diketuk oleh Regan, melainkan pintu dari kamar milik adiknya Putri.


''Ada apa sih bang? malam-malam teriak gitu?'' ucap Putri yang baru keluar dari kamarnya.


''Loh Putri, kamu disana? terus siapa yang ada dikamar ini?'' tanya Regan sambil menunjuk kamar yang ada dihadapannya.


Tak lama pintu tersebut dibuka dari dalam.


Ckreek...


Bersamaan itu keluarlah Niken dengan hanya menggunakan tanktop dan hotspans yang membalut tubuh putihnya, membuat Regan mematung.


''Bang Regan??'' ucap Niken yang juga merasa kaget, sebenarnya Niken memang sudah biasa berpenampilan seperti itu jika didepan teman-temannya, namun jika didepan laki-laki hanya baru Rayen dan papanya yang sering melihatnya, dan sekarang Regan adalah laki-laki ketiga yang melihat Niken menggunakan pakaian seperti itu, namun ia mencoba biasa aja, Niken juga terlihat tidak risih sempat ditatap oleh Regan, malah ia menatap balik mata abang dari sahabatnya itu.


Regan yang ditatap oleh Niken langsung memalingkan wajahnya, tiba-tiba saja wajahnya memanas.


Sial, kenapa dia berpakaian seperti itu.


Batinnya, tiba-tiba jantungnya berdebar, apa lagi saat Niken menatapnya dengan intens.


''Bang, ada apa abang teriak sambil menggedor pintu??'' tanya Putri lagi, yang belum bergerak tadi tempatnya.

__ADS_1


Ah iya, bukannya tadi aku menggedor karna mendengar suara desa*han di kamar ini? apa itu artinya yang ku dengar tadi suara gadis ini?''


Batin Regan yang masih penasaran.


'' Tadinya abang hanya penasaran dengan suara yang abang dengar tadi saat dikamar ini, dan abang pikir itu suara kamu, ternyata suara teman kamu ini.'' ucap Regan yang tak ingin menyebutkan nama Niken.


Suara? apa jangan-jangan bang Regan dengar suara desa*hanku tadi? oh ya ampun, mau ditaruh dimana mukaku?


Batin Niken, tiba-tiba saja keningnya sudah berkeringat dingin.


''Kamu kenapa keringatan gitu? bukannya malam ini cukup dingin? lagi pula pakaian mu itu bisa membuatmu masuk angin saat ini, bukannya berkeringat.'' ucap Regan yang lebih terdengar jata sindiran ditelinga Niken.


Terlihat Putri melangkah mendekati kamar yang ditempati Niken.


''Emangnya abang mendengar suara apaan? didalam Niken cuma sendiri loh bang.'' jelas Putri sambil melirik sahabatnya


'' Oh mungkin tadi bang Regan lagi dengar suara aku sedang telponan kali Put, tadi kan aku habis telpon.'' sambung Niken mengalihkan.


''Iya maaf bang, aku tidak akan mengulanginya lagi.'' ucap Niken sambil menunduk, ia masih berpikir apakah Regan mendengar desa*hannya tadi atau tidak.


Setelah mendengar ucapan Niken, Regan tak bertanya lagi, ia langsung melangkah menuju kamarnya , sedangkan Putri kembali menatap sahabatnya itu dengan tatapan menyelidik.


''Memangnya apa yang kamu dan om Rayen bahas? kok sampai terdengar oleh kak Regan? atau jangan-jangan kamu tadi sedang.....


''Iih, apaan sih Put, jangan mikir yang aneh-aneh deh ini gk seperti yang kamu pikirkan.'' potongnya tanpa melihat wajah Putri.


Melihat tingkah Niken, putri tersenyum penuh misteri, ia sangat tau jika saat ini Niken sedang berbohong padanya.


Dikamar Regan

__ADS_1


Saat ini pemuda itu sedang duduk diatas sofa single yang terdapat didalam kamar nya, ia memijat kepalanya yang terasa berdenyut, rasanya ia lelah sekali hari ini, tiba-tiba saja ia kembali memikirkan suara yang sempat ia dengar tadi dikamar yang ditempati oleh Niken.


''Sebenarnya apa yang tadi gadis itu lakukan didalam kamar? apakah dia memang gadis seperti itu? tadi jelas-jelas aku mendengar dia sedang men*desah didalam kamar, atau jangan-jangan dia sedan phone se*ks dengan kekasihnya? Rayendra, bukankah kekasihnya laki-laki itu?'' monolognya, entah kenapa Regan tidak bisa jika tidak memikirkan hal yang jelas-jelas bukan urusannya tersebut.


Jam sudah menunjukan pukul satu dini hari, tiba-tiba saja Niken terbangun dari tidurnya karna merasakan perih diperutnya, mungkin karna lapar.


''Aku lapar, sebaiknya aku kebawah untuk mengisi perutku.'' gumamnya sambil turun dari tempat tidurnya.


Niken melangkah menuruni anak tangga, karna sudah larut malam, maka lampu dibeberapa sudut bagian rumah tertentu saja yang dihidupkan. Saat melangkah menuju dapur, samar-samar Niken seperti mendengar suara seseorang sedang memasak.


''Siapa malam-malam begini masak didapur ya? apa bibik? tapi Putri bilang bibik kan udah masak, terus siapa ya?'' karna sangat penasaran Niken mulai mempercepat langkahnya menuju dapur.


Jadi bang Regan yang masak, gk nyangka ternyata cowok datar kayak dia bisa masak juga.


Batinnya sambil tersenyum.


''Wangi banget masakannya bang?'' tanya Niken yang seketika mengagetkan Regan alhasil tangannya tak sengaja terkena wajan panas.


''Aaww..'' pekiknya sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang terasa panas.


''Oh astaga tangan nya kenapa bang?'' tanya Niken yang ikut panik, spontan ia meraih tangan laki-laki tersebut dan meniupnya bermaksud untuk meredakan rasa panas tersebut. Regan sempat terpaku dibuatnya, perlakuan Niken seketika membuat dada nya berdebar. Dengan cepat ia langsung menggeleng, lalu menarik tangannya yang masih dipegang Niken.


''Sudah saya tidak apa-apa kok. Lagian semua salah kamu yang tiba-tiba mengagetkan saya, akhirnya seperti ini kan?'' ucapnya sambil mematikan kompornya karna memang masakan yang ia buat sudah matang.


''Ya maaf aku kan gk sengaja, dimana letak salepnya biar aku bantu olesin.'' ucap Niken


'' Ada dilaci itu.'' jawabnya sambil menunjuk laci yang tak jauh dari dapur. Niken mengangguk kemudian langsung melangkah untuk mengambil salep tersebut.


'' Siniin tangan bang Regan yang kena panas tadi, biar aku bantu olesin.'' ucap Niken sambil membuka tutup salep tersebut.

__ADS_1


''Gk perlu, biar saya sendiri saja.'' jawabnya sambil merampas salep tersebut dari tangan Niken kemudian langsung mengoleskannya pada tangannya yang memang sedikit memerah.


Next


__ADS_2