
Tak berapa lama Rayen keluar dari Kamar mandi, dengan hanya melilitkan handuk nya dipinggang,
'' Sayang kamu sedang apa?'' Rayen melangkah mendekati istrinya yang saat itu sedang berada diatas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
'' Memangnya mas gk lihat aku lagi apa?'' Niken menjawab sedikit ketus.
'' Kok jawabnya kayak gitu sih sama mas? Kamu masih marah karna kejadian yang dimobil tadi?'' Rayen bertanya, namun Niken tak menjawab, gadis itu lebih memilih mainkan ponsel miliknya dari pada melihat wajah suaminya.
'' Apa handphone mu itu lebih menarik dari pada mas hem?'' kemudian Rayen langsung mengambil ponsel Niken dari tangannya membuat gadis itu mencebik.
'' Mas mending pakai baju sana, aku mau keluar dulu.'' ucap Niken sambil beranjak dari duduknya.
'' Loh sayang kamu mau kemana? Kok mas ditinggalin sih?
Niken menghentikan langkahnya, lalu berbalik kearah sang suami.
'' Aku mau makan mas laper.'' jawabnya
'' Kamu mau masak?
'' Aku tadi pesan online, dari restoran, dan mungkin sebentar lagi makanannya akan datang makanya aku mau nunggu didepan.'' jawabnya yang kembali melangkahkan kakinya hendak keluar dari kamar.
'' Kamu mau keluar dan menemui orang lain dengan penampilan seperti itu?'' tanya Rayen ambigu
'' Ck, nyebelin banget sih.'' gumam Niken pelan.
'' Apa barusan kamu bilang?'' Rayen menatap Niken dengan pandangan sedikit tajam.
'' Aku bilang cepetan pakai bajunya aku udah laper.'' setelah mengatakan itu Niken kembali melangkah menuju pintu dan langsung membukanya, saat ini Niken tak ingin bertengkar dengan suaminya, maka itu ia lebih memilih menghindar, jika tidak mungkin mulutnya akan menjawab setiap ucapan suaminya, dan sudah pasti akan berakhir dengan pertengkaran.
'' Niken kamu mau kemana pakai pakaian seperti itu?'' ulang Rayen dengan sedikit menaikan nada suaranya karna sejak tadi perkataannya tak digubris oleh sang istri
'' Aku mau ambil minum juga gk boleh? iya? lagi pula bukan kemauan aku pakai baju kayak gini kan,setiap harinya didalam rumah? Mas Rayen lupa? kalau semua ini kamu yang minta? tapi kalau mas menyuruh aku mengganti pakaian ini yaudah dengan senang hati aku akan menggantinya sekarang juga.'' akhirnya kalimat demi kalimat keluar juga dari mulutnya untuk menjawab ucapan suaminya, tadinya ia malas ribut, namun karna ucapan Rayen akhirnya kalimat itupun keluar dari bibirnya, belakangan ini entah kenapa Niken lebih sensitif, ia juga mudah emosi, bahkan sekarang pun gadis itu menatap suaminya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
Rayen yang sadar jika ucapannya sudah keterlaluan langsung menyesalinya.
'' Sayang maksudnya mas bukan seperti itu, mas hanya gk mau orang lain memandang kamu dengan penampilan kamu yang kayak gini sayang.'' ucap Rayen lembut.
'' Iya aku tau kok, makanya aku bilang sama mas Rayen, jika mas gk mau tubuhku ini dipandang oleh laki'laki lain sebaiknya mulai sekarang aku ganti saja pakaianku ini gimana?'' tanya Niken yang memang masih kesal pada suaminya itu, namun sebenarnya itu hanya ucapan Niken dibibir saja sejujurnya Niken juga sangat menyukai penampilannya sekarang jika dirumah, ia ingin terlihat seksi dimata suaminya, Niken berkata seperti itu sebenarnya hanya ingin menggertak suaminya saja, karna memang ia masih merasa sangat kesal dengan Rayen suaminya itu.
'' Jadi kamu keberatan jika mas suruh berpenampilan seperti ini? Kamu gk ikhlas ngelakuin semua ini untuk mas? iya?'' Rayen menatap Niken yang saat itu sedang berdiri didepan pintu kamar yang sudah terbuka.
'' Aku ha--,'' belum sempat Niken menjawab terdengar suara bel pintu rumahnya dipencet oleh seseorang.
'' Biar mas yang buka kamu disini saja.'' ucap Rayen yang memang sudah berpakaian
Setelah memastikan orang tersebut sudah pergi Niken langsung keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Niken menyalin semua isi bungkusan tersebut kedalam piring, lalu menghidangkannya diatas meja. Rayen memperhatikan kegiatan istrinya hingga selesai.
'' Makanlah mas.'' ucapnya sambil menyodorkan makanan yang ia pesan dari restoran melalui kurir pengantar makanan.
Niken duduk dihadapan suaminya, kemudian langsung menikmati makanan miliknya.
*
*
*
'' Sayang kamu masih marah ya sama mas?'' Rayen mendekati istrinya yang saat itu duduk disofa ruang tamu.
'' Aku gk marah, cuma kesel aja sama mas Rayen.'' jawab gadis tersebut tanpa melihat pada suaminya itu.
'' Masih kesel karna masalah dimobil tadi?'' tanya Rayen memastikan
'' Hem,'' hanya jawaban itu yang keluar dari mulut Niken, membuat Rayen menghela nafas panjang.
'' Niken sayang, itukan masalah sepele, yaudah maa minta maaf deh, jika kamu mau cium ketiak nya mas sini mas bakalan kasih buat kamu.'' ucap Rayen, ingin rasanya ia tertawa karna merasa geli dengan ucapannya sendiri, namun ia takut istrinya tersinggung, jadinya Rayen hanya bisa menahan tawanya saja.
__ADS_1
' Mas kan udah mandi, jadi aku udah gk nafsu.'' ucapan Niken membuat dahi Rayen berkerut.
'' Maksud nya apa sih? bukannya lebih baik mas yang sudah mandi ya dari pada belum? Kan lebih wangi sayang, lagi pula tadi mas kan belum mandi, bukannya itu jorok?
'' Tapi aku suka?'' jawab Niken membuat Rayen menatapnya dengan heran.
'' Gk usah natap aku kayak gitu mas, aku gk suka.'' setelah mengatakan itu ia langsung beranjak dari duduknya, meninggalkan suaminya yang saat itu hanya menatap kepergiannya.
Apa yang terjadi pada istriku? Kenapa belakangan ini aku merasa dia bertingkah sangat aneh?
Batin Rayen.
Sedangkan didalam kamar Niken langsung naik keatas tempat tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
Tak lama terdengar suara pintu dibuka, Niken yang saat itu memang belum tertidur, segera membalik tubuhnya berniat memunggungi suaminya, Rayen menatap istrinya yang berada didalam selimut, karna saat itu hanya ujung rambutnya saja yang terlihat, lagi-lagi lelaki itu menghela nafasnya, tanpa berkata lagi Rayen langsung naik keatas tempat tidur dan langsung ikut masuk kedalam selimut yang sama.
Rayen menghadap tubuh Niken yang saat itu sedang memunggunginya, ia pun langsung memeluk tubuh tersebut dari belakang sambil membenamkan wajahnya diceruk leher sang istri menghirup dalam aroma tubuh Niken yang selalu bisa membuatnya nyaman.
Sedangkan Niken yang saat itu memang belum tidur merasa sangat gelisah, ingin sekali ia berbalik menghadap suaminya dan membalas pelukan itu namun ia urungkan karna rasa gengsi, lagi pula saat ini kan ia sedang ngambek pada suaminya, jadi Niken ingin Rayenlah yang merayu dan membujuk dirinya.
Sudah dua puluh menit berlalu dengan posisi yang masih sama, namun Niken masih belum juga bisa tertidur.
Sepertinya mas Rayen sudah tertidur.
Batin Niken karna mendengar deru nafas suaminya yang teratur, ia juga mendengar dengkuran halus dari bibir suaminya tersebut.
Niken membuka selimut yang membungkus tubuhnya, kemudian menghadap suaminya. Cukup lama Niken memandang wajah suaminya yang terlihat sangat lelap dalam tidurnya.
'' Mas Rayen bisa tidur dengan nyenyak, tapi aku? aku gk bisa tidur mas, saat ini aku kangen sama kamu, sama sentuhan-sentuhan mu.'' gumamnya lirih, karna merasa tak bisa tidur akhirnya Niken pun bangkit dari tidurnya ia duduk bersandar disandaran tempat tidur.
'' Mas Rayen benar, sepertinya belakangan sikapku memang rada aneh, kenapa aku bisa tiba-tiba sangat suka menghirup aroma ketiak mas Rayen ya? padahal sebelumnya aku gk pernah melakukannya.'' ternyata bukan Rayen saja yang merasakan perubahan dalam dirinya, Niken pun sama.
Next
__ADS_1