
Saat ini Niken sedang dalam perjalanan menuju sekolah dengan mengendarai mobil,dan tentu saja dengan mang Diman yang menjadi supirnya.Niken merogoh ponsel dari saku nya kemudian mencoba menghubungi nomor ponsel Rayen, namun ponselnya sama sekali tak bisa dihubungi.
''Om Rayen kemana sih, dari kemarin gk bisa dihubungi ponselnya.'' gerutu Niken sambil terus mencoba menghubungi Rayen.
Tak terasa mobil yang ditumpangi Niken sudah sampai disekolah Nusa Bangsa tempat dimana Niken menimba ilmu beberapa bulan terakhir.
''Non kita sudah sampai.'' ucap mang Diman membuyarkan lamunan Niken
''Oh, iya mang, makasih ya mang?.'' ucap Niken setelah itu ia keluar dari mobil tanpa menunggu jawaban mang Diman.
Niken berjalan gontai menuju gerbang sekolah, sebenarnya Niken malas sekali datang kesekolah, namun ia juga tidak ingin berdiam diri dikamar, karna menurutnya itu akan membuat pikirannya semangkin kacau.
''Win, itu Niken, kenapa tuh anak wajahnya kok kayak orang habis mewek gitu?'' ucap Putri sambil memperhatikan Niken yang melangkah kearah mereka.
''Loe kenapa Ken? tumuka sama mata kayak orang habis nangis gitu? jangan-jangan benar ya loe habis nangis karna diputusin om Rayen?'' gurau Putri membuat Niken menatap kearahnya, sedetik kemudian matanya langsung terlihat berkaca-kaca.
''Loh.loh. kenapa nih anak kok jadi mewek gini Win?'' ucap Putri pada Windy, karna merasa bingung.
''Loe kenapa Niken? kok nangis? loe ada masalah ya dengan om Rayen?'' sambung Windy cemas karna melihat Niken yang mulai meneteskan air mata.
''Sebaiknya kita duduk dulu yuk disana.'' ajak Putri sambil menunjuk pada bangku taman sekolah.
''Coba loe ceritakan sama kita, sebenanya apa yang terjadi? kenapa loe kelihatan sedih sekali?'' tanya Windy yang diangguki oleh Putri.
''Win, Put, sebenarnya kemarin.....
Niken mulai menceritakan pada kedua sahabatnya tentang apa yang terjadi kemarin sore, tentang Niken dan Rayen yang mengatakan perihal hubungan keduanya pada orangtua Niken, serta penolakan yang ditunjukan oleh Lidya mama nya.
''Dan sekarang aku sama sekali gk bisa menghubungi om Rayen, aku gk tau apa yang mereka bicarakan diruang kerja papa kemarin, papa juga gk bilang apapun, aku bingung sekarang, om Rayen menghilang, sampai sekarang aku gk bisa menghubunginya.'' jelas Niken sambil menangis sesegukan.
''Hemm,, pantasan waktu gue bilang tadi diputusin om Rayen nih anak langsung mewek.'' gumam Putri yang masih terdengar oleh keduanya.
''Terus gimana? apa rencana loe selanjutnya Ken?'' ucap Windy
__ADS_1
''Entahlah, aku sendiri gk tau, yang aku pikirkan sekarang hanya om Rayen.'' ucap Niken.
Windy dan Putri saling pandang, mereka merasa iba dengan apa yang menimpa pada sahabat mereka ini, namun mereka juga gk bisa berbuat apapun, mungkin hanya bisa menenangkan dan juga memberi support pada Niken.
''Suahlah kamu yang sabar, gue yakin semua akan baik-baik saja, mungkin om loe itu masih butuh waktu untuk nenangin diri dulu, gue yakin nanti pasti dia bakalan menghubungi loe.'' jelas Putri yang mencoba menghibur Niken.
Windy tersenyum dengan ucapan Putri, walau pun Putri selama ini selalu bersikap sinis pada Niken,bahkan kerap kali mengeluarkan kata-kata yang pedas, namun Windy yakin dalam lubuk hatinya ia juga menyayangi Niken.
''Makasih ya Put, untung ada kalian yang selalu mensupport ku.'' ucap Niken mencoba memaksakan senyum.
''Iyaiya, tapi senyumnya yang ikhlas dong jangan kayak gitu jelek tau.'' ucap Putri membuat Niken tergelak, mungkn sesaat ia bisa melupankan kesedihannya jika bersama dengan kedua sahabatnya.
Sebenarnya apa yang terjadi ya, kenapa kak Leo gk ada cerita apapun sama gue, apa mungkin kak Leo juga belum tau tentang masalah ini.
Batin Windy.
Tak lama terdengar bel sekolah berbunyi menandakan semua murid harus sudah memasuki kelas masing-masing.
Disepanjang pelajaan berlangsung Niken sama sekali tidak bisa fokus pada pelajaran yang diterangkan oleh guru, beruntung Niken duduk dipinggir tembok dan juga di samping Windy jadi guru sama sekali tak terlalu memperhatikannya.
"Iya Win, aku khawatir banget sama dia."jawab Niken
"Gini aja, nanti sepulang sekolah gue coba tanyain deh sama kak Leo, tau aja kak Leo tau dimana om loe sekarang berada." ucap Windy.
"Iya, kamu benar, kenapa aku gk kepikirannya, tolong ya Win tanyain kak Leo nanti. ucap Niken.
"Iya pasti"jawab nya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, bel bertanda pulang sekolah sudah berbunyi murid-murid SMA Nusa Bangsa satu persatu mulai keluar dari kelas masing-masing, begitu pula Niken dan kedua sahabatnya.
''Niken kamu beneran gk mau gue anterin ke apartemen?'' tanya Windy
__ADS_1
''Gk usah Win, kalian pulang saja duluan, aku udah pesan taksi online kok bentar lagi juga datang.'' jelas Niken
''Oh, yasudah kalau gitu, gue sama Putri duluan ya? kamu hati-hati!" sambung Putri
''Iya,kalian juga, jangan ngebut-ngebut naik mobilnya Put!" pesan Niken.
''Iya
Saat ini Niken sudah berada didalam taksi online, tujuannya adalah apartemen Rayen, Niken sangat berharap jika Rayen ada diapartemennya, karna saat jam istirahat tadi Windy sudah menghubungi Leo atas saran Niken karna merasa tidak sabar ingin mengetahui kabar dari Rayen, namun sayangnya Leo mengatakan hari ini Rayen tak datang kekantor, Leo juga mengatakan jika ponsel miliknya juga tidak bisa dihubungi,mendengar itu Niken benar-benar menjadi cemas, makanya sepulang sekolah ia berniat untuk keapartemennya dan berharap Rayen ada disana.
''Neng kita sudah sampai.'' ucap supir taksi tersebut.
''Ah, iya pak ini ongkosnya.'' ucap Niken sambil memberikan uang lembaran berwarna biru.
''Makasih neng.''
''Sama-sama pak.'' jawab Niken sambil keluar dari taksi.
''Kuharap kamu ada didalam mas.'' gumam Niken sambil melangkah menuju gedung apartemen Rayen.
Kini Niken sudah berada didepan pintu apartemen milik Rayen, ia mengambil kartu akses untuk membuka pintu apartemen dari dalam dompetnya, setelah itu ia langsung menggunakannya.
Kliik
Pintu apartemen berhasil dibuka,Niken masuk dan menutup kembali pintu tersebut.
''Kenapa gelap sekali, apa tidak ada orang didalamnya.'' Niken bergumam, ia melangkah menuju tombol lampu untuk menghidupkan lampu yang ada diruang tengah.
''Mas, mas Rayen kamu ada dimana mas?'' Niken terus memanggil-manggil nama Rayen, sambil membuka satu persatu pintu yang terdapat diruangan tersebut, bahkan dikamar juga ia sama sekali tak menemukan jejak kekasihnya itu.
''Kamu dimana mas? kenapa menghilang tanpa kabar seperti ini? kamu bilang kita akan menghadapi ini bersama tapi apa? kenyataannya kamu pergi ninggalin aku sendirian disini.'' Niken kembali menangisi nasip percintaannya karna tak mendapatkan restu dari orangtuanya dan ditambah lagi sekarang Rayen ikut menghilang membuat nya semangkin sedih.
Karna merasa lelah Niken akhirnya tertidur dikamar Rayen dengan memeluk poto kekasihnya itu.
__ADS_1
NEXT