
Windy dan Putri saling pandang saat mendapat pertanyaan seperti itu dari ibunya Niko.
'' Kenapa kalian jadi tegang begitu? Tante hanya bercanda kok.'' ucap nya lagi membuat kedua gadis itu menghela nafas lega.
'' Tapi kalau iya juga gpp tante malah senang dengarnya.'' sambung wanita paruh baya itu membuat Windy dan Putri tersenyum canggung.
'' Udah tan jangan digodain mulu anak gadis orang, entar mereka bisa baper.'' ucap Rangga yang langsung mendapat cubitan dipinggangnya.
'' Uukkh,'' ringisnya sambil mengusap pinggangnya karna cubitan kekasihnya Putri.
'' Sayang sakit tau.'' bisik Rangga protes
'' Biarin, siapa suruh bicara seperti itu, memang kamu mau aku jadian sama Niko?
'' Eh enak aja, dia mau rebut kamu dari aku? langkahi dulu mayatku.'' seru nya membuat Putri menggeleng pelan.
'' Ini kamar Niko, sebentar ya tante panggil dulu Nikonya.'' ucap ibunya Niko
Tok-tok-tok
'' Niko ini ada Rangga dan teman-temannya nya datang mau jenguk kamu.''
'' Iya mah suruh nasuk aja! .'' jawab nya dari dalam.
'' Kalian masuk aja tante mau kebelakag dulu, Rangga tante tinggal dulu ya?
'' Iya tante,'' jawabnya
Rangga memutar knop pintu dan membukanya dengan lebar, hingga ketiganya bisa melihat seseorang yang sedang duduk sambil menyandarkan tubuhnya disandaran tempat tidur didalam kamar nya.
'' Kalian datang? Ayo masuklah!'' ucap Niko yang diangguki oleh ketiganya.
'' Hai Ko gimana keadaanmu?'' tanya Putri sambil duduk ditepi ranjang.
'' Gue gpp kok, hanya lecet sedikit aja.'' jawabnya sambil melirik kearah Rangga yang berdiri dibelakang Putri
'' Duduk Ga, nanti pendarahan lagi loe.'' ucap Niko bergurau.
__ADS_1
'' Sialan loe.'' jawab Rangga
'' Gimana cetitanya bisa jatuh dari motor Ko?'' tanya Windy yang dapat anggukan dari Putri
''Jadi gini.....bla bla bla...''
'' Begitulah cetitanya.'' ucap Niko setelah menjelaskan kronologi kejadiannya.
Sementara itu dikantor Rayen baru saja mendapat telpon dari Frans, papa mertuanya itu mengatakan jika orang yang sudah mencelakai dirinya dan mengakibatkan mobil mereka mengalami kecelakaan sudah ditangkap oleh polisi, bahkan otak dari dalang semuanya juga sudah diringkus, saat ini Rayen sedang dalam perjalanan menuju kantor polisi, sementara Frans sudah lebih dulu berada disana.
Sesungguhnya Rayen sangat penasaran siapa dibalik semua musibah kecelakaan ini, ia pun mengendarai mobilnya dengan sedikit ngebut agar cepat sampai dikantor polisi. Setelah sampai Rayen langsung bergegas turun dan melangkah menuju kantor polisi.
'' Bang Frans.'' panggil Rayen saat melihat Frans yang berada diruang tunggu dikantor polisi tersebut.
'' Rayen, dengan siapa kamu datang?'' tanya Frans sambil menoleh kebelakang
'' Saya sendiri bang, dimana tersangka yang telah mengakiatkan mobil saya mengalami kecelakaan?
'' Dia sudah ditahan didalam sel, kamu pasti terkejut saat tau siapa dibalik semua kecelakaan yang menimpa kalian.'' ucap Frans membuat Rayen semangkin penasaran.
.....................
'' Kenapa loe Ga? cemburu liat kedekatan mereka?'' ledek Windy saat melihat wajah tak semangat Rangga.
'' Gk lah, mana mungkin saya cemburu dengan Niko.'' elak Rangga
'' Heemm iya deh yang gk cemburu tapi muka nya ditekuk gitu.'' Windy mencibir membuat Rangga mendengus kesal.
Yang dikatakan Windy memang benar, aku sangat cemburu melihat kedekatan mereka, walaupun aku tau jika yang dicintai Putri hanya aku, tapi tetap saja aku merasa tidak suka dengan kedekatan mereka.
Batin Rangga
'' Hai lagi ngobrolin apaan sih seru banget kayaknya,'' tiba-tiba ibunya Niko datang sambil membawa cemilan dan juga jus jeruk untuk mereka.
'' Loh tante kok repot-repot sih tan, kami jadi gk enak loh.'' ucap Putri
'' Iya nih, kami jadi ngerepitin deh kayaknya ini.'' sambung Windy
__ADS_1
'' Ya gk lah kalian kan teman-temannya Niko, tante malah senang kalau teman-temannya Niko datang.'' ucap ibunya Niko.
'' Ini yang cantik ini namanya siapa ya?
'' Saya tante? Kalau saya namanya Putri, kalau yang ini namanya Windy.'' ucap Putri
'' Namanya cantik-cantik ya? kayak orangnya, oya nak Putri sudah punya pacar belum? Kalau belum mau gk kalau tante jodohin sama Niko anak tante?, dia jomblo loh, tante senang kalau kamu mau jadi pacarnya Niko.'' ucapan dari ibunya Niko sontak membuat Rangga tersedak jus jeruk yang ia minum.
Uhuk-uhuk
'' Eh Rangga pelan-pelan dong minumnya!" ucap ibunya Niko.
'' Kamu gpp?'' tanya Putri namun tak dihiraukan oleh Rangga, sekilas ia hanya menatap tajam pada kekasihnya itu, namun Rangga lebih fokus kepertanyaan Rita ibu dari sepupunya Niko.
'' A-apa tante? Tante Rita mau jodohin Putri sama Niko? yang benar aja tan?'' ucap Rangga sewot
'' Loh Ga, emannya kenapa? Niko jomblo dan Putri kamu jomblo juga kan nak?
Duuh kok urusannya jadi runyem gini sih, niat hati mau jenguk orang sakit, eh ini malah mau dijadiin mantu, gimana sih, Rangga juga liatin akunya sampai kayak gitu, udah seperti mau makan orang aja.
Batinnya
'' Mamah apaan sih? Putri ini hanya temannya Niko mah, lagian Putri sudah punya pacar, lagi pula Niko masih bisa cari pacar sendiri, jadi mama gk usah coba jodoh-jodohin Niko segala.'' Niko sebenarnya malu atas ucapan mama nya, tapi mau bagai mana lagi, ibunya itu memang selalu begitu jika ada teman perempuan yang datang kerumah pasti dikira ibunya pacar nya, maka itu Niko tak pernah membawa teman perempuan kerumah.
'' Loh memangnya kenapa Niko? Lagian kalau nak Putri nya mau ya gpp dong.'' sambung Rita, Rangga yang mendengar ucapan tantenya itu sedikit geram, ia sebenarnya ingin sekali mengatakan jika Putri itu adalah kekasihnya, namun Rangga masih menahannya, ia ingin tau apa jawaban yang akan diberikan Putri pada tantenya itu.
'' Tante sebelumnya saya minta maaf, saya tidak bisa, jadi pacar Niko karna sebenarnya saya sudah punya pacar.'' ucap Putri jujur.
'' Benarkah? Sayang sekali, padahal tante sangat berharap sama kamu.'' ucapnya sedikit kecewa.
Sedangkan Niko yang mendengar ucapan Putri entah kenapa hati Niko sedikit sakit, mungkin kah karna sebenarnya ia juga sudah menaruh hati pada kekasih dari sepupunya itu? entahlah ia juga bingung. Jika Niko sedang dilanda kegelisahan, berbeda halnya dengan Rangga, pemuda tampan itu tersenyum saat mendengar ucapan Putri, walaupun Putri tak mengatakan jika laki-laki itu adalah dirinya, namun setidaknya Rita tidak lagi mendesak kekasihnya agar mau menjadi pacar dari Niko.
Tiba-tiba terdengar suara ponsel berbunyi dari tas sekolah milik Windy, dengan cepat gadis itu langsung membuka tas miliknya untuk melihat siapa yang menghubunginya.
'' Bang Regan.'' gumamnya, ia pun sedikit menjauh untuk menjawab telpon tersebut, beberapa saat kemudian Windy kembali bergabung dengan yang lain.
'' Siapa Win? abang gue ya?'' tebak Putri yqng dapat anggukan oleh Windy
__ADS_1
'' Apa katanya? Apa dia mau jemput loe?'' sambung nya lagi, dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Windy. Putri hanya ber'oh ria saja saat mendapat anggukan dari Windy.
Next