
Niken terus memperhatikan kegiatan Rayen dibawah sana, ia sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh om nya tersebut, namun sedetik kemudian Niken merasa sapuan hangat dan menggelitik dibagian intinya,membuatnya tak tahan untuk tidak mengeluarkan desahannya.
''Oh, kenapa rasanya sangat nikmat, ini benar-benar sangat nikmat, aku belum pernah merasakan hal senikmat ini sebelumnya kenapa om Rayen begitu pandai melakukan nya apa kenikmatan ini yang sering membuat orang dewasa selalu ketagihan.
Batinnya sambil terus menikmati perlakuan Rayen pada intinya.
Rayen terus bermain dibawah sana ia membuka belahan daging merah itu dengan kedua tangannya lalu kembali menjilati benjolan sebesar kacang tersebut, membuat tubuh Niken panas dingin merasakan sensasi aneh dalam dirinya.
''Mas,, aahh terus lebih dalam sayang uuhhh,'' Niken terus meracau meliuk-liukan pinggulnya, tubuhnya gelonjotan menikmati sensasi yang luar biasa yang diciptakan lidah Rayen.Tak lama Rayen merasa tubuh Niken mulai bergetar hebat, intimnya berkedut-kedut menandakan sebentar lagi ia akan muncapai puncaknya.Namun Rayen tetap melanjutkan aksinya dan semangkin menyodok-nyodok kan lidah ularnya menuju lubang kecil dimana tempat Niken membuang air seni nya. Bersamaan itu mengalir cairan putih kental yang keluar dari lubang tersebut dibarengi dengan kedutan dan ******* panjang yang keluar dari bibir Niken.Dengan rakus Rayen menyedot cairan tersebut dan menjilati sisa-sisa yang masih menempel di sana, menandakan bahwa Niken sudah mencapai puncak.
__ADS_1
Rayen menatap kekasihnya yang tergolek lemas diatas tempat tidur,sebenarnya nafsu Rayen masih membara bahkan junior miliknya sudah berdiri tegak seperti monas, namun melihat Niken seperti itu ia sedikit tak tega, terpaksa mau tak mau ia menuntaskan hasratnya didalam kamar mandi dengan bermain solo tentunya dengan membayangkan serabi lempit milik kekasihnya.
Prov Niken
Aku merasa marah dan cemburu dengan wanita dewasa bernama Anna tersebut, aku sangat paham jika wanita itu menyukai om Rayen, setelah makan malam aku bergegas masuk kedalam kamar dengan wajah cemberutku, om Rayen menyadari nya kemudian ia duduk disebelahku sambil membelai wajahku, ia juga mengatakan jika dirinya merasa senang jika aku memanggilnya dengan sebutan mas, ku katakan padanya bahwa aku hanya ingin menunjukan bahwa om itu adalah kekasihku agar wanita itu tak lagi berharap lebih pada om Rayen,mendengar itu om Rayen menatap serius padaku dan berkata, bahwa tak akan ada wanita lain dalam hidupnya selain aku, karna ia sangat mencintaiku,jujur saja aku sangat senang mendengar pengakuannya, hatiku berbunga-bunga
Om Rayen mulai membelai wajahku dengan tangannya, perlahan ia mengecup mata dan juga hidungku, membelai lembut bibirku yang sedikit terbuka, aku tersenyum menyeringai berniat menggoda om Rayen untuk memberinya sedikit pelajaran karna sudah berduaan bersama tante Anna tadi.
Aku mendengar ia memanggilku dengan suara lirih, pandangan matanya terlihat berbeda,aku merasa tertantang untuk lebih menggoda om ku itu, aku pun mulai kembali menyambar bibirnya ******* menghisap bibirnya, aku merasa ia mulai membalas setiap pangutanku, aku berniat untuk menyudahi permaianan ini, namun saat aku hendak menarik wajahku tiba-tiba om Rayen malah menahan tengkukku dan memperdalam ciuman kami.
__ADS_1
Aku mulai terbawa suasana om Rayen begitu lihai bermain disana, memporakporandakan pertahananku, darahku berdesir saat om Rayen menyentuh dadaku, walaupun masih dari balik kaos yang aku gunakan namun tetap saja mampu membuatku merasa panas dingin.
Kemudian om Rayen meminta ijin ku untuk menyentuh benda berharga milikku, dan aku dengan mudahnya mengangguk pasrah,aku melihat om Rayen tersenyum setelah melihatku mengangguk, terlihat ia begitu bersemangat melucuti pakaianku, satu persatu kini sudah terlepas hanya meninggalkan b*ra dan kain berbentuk segitiga dibawah sana dengan warna yang senada.
Aku seperti seorang yang kehausan belayan, saat om Rayen meminta ijin untuk menikmati tubuhku aku mengangguk pasrah,ia mulai membuka kaca mata di bagian dadaku hingga terpampanglah dua gunung kembar yang selalu menjadi kebanggaan ku itu dengan puti*ng berwarna merah muda, om Rayen menatap tanpa berkedip mungkin ia merasa kagum melihat kemolekan payuda*ra milikku itu, karna merasa malu aku menutupinya dengan menyilangkan kedua tanganku didada, namun dengan cepat ia menurunkannya, dengan lembut om Rayen membenamkan wajahnya dibelahan dadaku mendusel-duselkan wajahnya disana, mengecupi seluruh permukaan dadaku, aku terpekik saat dia mengulum puti*ng ku, namun sedetik kemudian aku merasakan nikmat yang luar biasa saat dia memainkan lidahnya disana membuat darahku berdesir aku merasa bagian intiku berkedut seperti ada yang meleleh disana, kini om Rayen sudah berhasil membuatku bugil, setelahnya ia beringsut dibawah kakiku melebarkan kedua pahaku, lalu mendekatkan wajahnya disana menghirup aroma khas yang menyeruak dari intiku, tanpa ragu ia langsung membenamkan wajahnya disana menjilati semua yang ada didepannya sungguh aku tak pernah merasakan senikmat ini, aku berpikir apakah karna ini orang dewasa selalu merasa ketagihan hingga selalu melakukannya lagi dan lagi, aku merasa melayang sungguh ini sangat nikmat sekali apa lagi saat lidahnya memainkan benjolan kecil menyerupai kacang yang ada dibagian tengah kerang milikku, itu sungguh membuatku tak mampu berkata apapun lagi, tububku gelonjotan menerima setiap kenikmatan yang diberika om Rayen padaku, aku menikmati sapuan lidah om Rayen dibagian intiku tepatnya dibagian lubang kemalu*an ku, aku semangkin mendesah saat aku merasakan kenikmatan tiada tara, tubuhku mengejang aku merasa bagian intiku berkedut. om Rayen telihat semangkin dalam memasukan lidahnya dilubangku hingga aku merasa ada yang ingin meledak dari diriku, aku mendesah panjang, bersaan itu sesuatu mengalir dari kemalu*an ku, aku merasakan om Rayen menghisap dan menyedot inti miliku tanpa rasa jijik, membuatku merasa sangat puas atas perlakuan nya itu. Tiba-tiba saja aku merasa lemas, tubuhku seperti tak mempunyai tenaga untuk beberapa saat, aku berpikir untuk memejamkan mata sebentar, namun dalam keadaan setengah sadar aku melihat om Rayen melangkah menuju kamar mandi, beberapa saat aku mendengar lenguhan panjang dari dalam kamar mandi aku juga mendengar om Rayen meneriakan namaku, setelah itu aku pun tertidur.
...****************...
Prov author
__ADS_1
Jam sudah menunjukan pukul 9 pagi, Niken terbangun dari tidurnya meraba sisi ranjangnya yang ternyata sudah kosong, Niken yang saat itu masih menutup matanya langsung terbuka lebar saat menyadari Om nya tak ada disampingnya.Niken tau betul kalau tadi malam Rayen ada disebelahnya, namun sekarang pria itu sudah tak ada lagi sesebelahnya.
NEXT