
Saat ini Regan mengajak Windy duduk dibangku taman yang ada dibelakang rumah,'' Udah lega kan sekarang?'' tanya Regan, lelaki itu menatap wajah kekasihnya yang terlihat sangat cantik siang ini.
'' Iya bang, padahal tadinya aku udah khawatir banget takut mama nya bang Regan tidak menyukaiku.'' jawabnya jujur.
'' Makanya kamu jangan seuzhon dulu sama mereka, mama memang seperti itu orangnya jika belum kenal tapi setelah dekat nanti aku yakin kalian pasti akan cocok.'' ungkap Regan
'' Iya bang semoga saja.'' ucap Windy penuh harap
Sedangkan diruangan lain terlihat Putri sedang bersama Rangga, terlihat gadis itu sedang duduk sambil menyandarkan tububnya didada bidang Rangga, sedangkan pemuda itu sibuk menciumi rambut sang kekasih, menghirup dalam aroma shampo yang menguar dari rambut sebahu milik Putri.
'' Sayang kamu pakai shampo apa sih, wanginya segar dan lembut aku suka.'' ucap Rangga. Putri hanya tersenyum tanpa berniat menjawab ucapan Rangga, membuat pemuda itu langsung membalik tubuh Putri untuk menghadap kearahnya.
'' Kamu sedang apa? Kenapa tidak jawab pertanyaanku hem?'' Rangga menatap Putri membuat gadis itu salah tingkah.
'' Memangnya harus ya, kurasa gk terlalu penting dijawab.'' ucap Putri sambil menetralkan detak jantungnya yang tiba-tiba bedetak dengan cepat karna ditatap oleh Rangga.
Duuh Rangga kenapa natapnya gitu amat sih aku kan jadi deg-degan.
Batinnya
'' Kamu kenapa gelisah gitu?'' Rangga memperhatikan Putri seperti cacing kepanasan karna bergerak terus.
'' Kamu jangan tatap aku seperti itu Rangga, aku malu.'' jawabnya jujur
Rangga tergelak mendengar jawaban Putri.'' Tumben kamu malu? biasanya juga malu-maluin.'' gurau Rangga membuat gadis itu melotot padanya.
'' Rangga iihh, nyebelin banget kamu ya.'' Putri memukul kuat lengan pemuda itu, hingga membuatnya meringis.
'' Aww, sayang kok dipukul? kan sakit.'' ucapnya sambil meringis
'' Biarin, bodo amat, makanya jangan ngeledek.'' rajuknya, membuat Rangga tersenyum, rasanya sudah lama mereka tidak seperti ini.
'' I love you.'' ucap Rangga tiba-tiba, membuat Putri yang tadinya masih terlihat kesel langsung mengalihkan pandangannya pada Rangga.
'' Kok bengong? jawab dong!'' Rangga melihat ekpresi wajah lucu Putri yang kaget, mungkin ia tak menyangka akan dapat ungkapan cinta secara mendadak.
'' I love you Putri Ramadhani.'' ucap Rangga sekali lagi, membuat gadis itu tersenyum manis.
'' I love you to more Rangga,'' jawabnya dan langsung menghambur kepelukan sang kekasih.'' Makasih Rangga, kamu gk tau seberapa bahagianya aku mendengar kata-kata ini.'' ucapnya sambil mengeratkan pelukannya. Yang dibalas tak kalah erat oleh Rangga.
'' Oya Rangga, kamu gk ke cafe hari ini?'' tanya Putri setelah melerai pelukannya.
'' Ke cafe, tapi nanti malam aja, siang ini aku masih mau menghabiskan waktu bersama kamu.'' ucap Rangga, membuat Putri semangkin mengembangkan senyumnya.
'' Gitu dong, baru pacar aku.'' Putri menoel hidung bangir kekasihnya, hari ini dirinya benar-benar sangat bahagia, akhirnya hubungannya dengan Rangga kembali membaik. Saat keduanya asik bercanda tiba-tiba Windy dan Regan menghampiri keduanya.
__ADS_1
'' Put, gue pulang dulu ya, udah sore soalnya,'' pamit Windy
'' Kok cepet banget, terus udah pamit sama mama papa belum?
'' Sudah tadi, yaudah gue balik ya? Rangga gue duluan ya?'' pamitnya sekali lagi
'' Hati-hati,'' jawab keduanya kompak membuat Windy tersenyum.
'' Awas jangan terlalu dekat kalian! Ingat belum halal.'' ucap Regan sambil berlalu
'' Yee, abang aja gk bisa tahan diri, apa lagi aku.'' seru Putri, yang kemudian mendapat tatapan tajam dari sang abang.
'' Awas ya kalian, jangan coba-coba!" Regan kembali memperingatkan dengan muka datarnya, setelah itu ia langsung melanjutkan lanngkahnya sambil menggandengan tangan Windy.
'' Apaan sih bang Regan, dia aja nempel terus sama Windy, masa aku gk boleh.'' gerutunya
'' Yaudah kan cuma didepannya aja, kalau udah dibelakang bang regan kita masih bisa nempelkan?'' ucap Rangga sambil menaik turunkan alisnya.
'' Duuh ternyata pacar aku mulai nakal ya?
'' Habisnya gimana ya, pacar aku mesum sih, jadi akunya ikutan jadi mesum deh.'' ucap Rangga membuat Putri langsung tergelak.
'' Gpp kalau mesumnya cuma sama aku, aku ikhlas kok, kalau kamu mesumi aku.'' ucap Putri tanpa tau malu, membuat Rangga menggelengkan kepala.
*
*
*
Ting-tong
Terdengar suara bel berbunyi, tak lama pintu rumah pun terbuka.
'' Eh non Niken, apa kabar non? sudah lama gk main kesini.'' ucap Art tersebut
'' Iya bik, makanya hari ini saya datang, Putrinya ada gk?'' tanya Niken.
'' Oh ada non, lagi ada dikolam renang sama non Windy juga.'' jawabnya
'' Yaudah saya masuk ya bik?'' ucap Niken sambil tersenyum
'' Oh astaga, iya non sampe lupa bibi mempersilahkan non Niken masuk.'' jawabnya sambil terkekeh pelan, sedangkan Niken hanya tersenyum menaggapinya.
Dari kejauhan Niken sudah mendengar suara berisik yang berasal dari kolam renang sepertinya mereka sedang berenang, pikir Niken sambil mempercepat langkahnya.
__ADS_1
'' Hai guys,'' sapa Niken pada kedua sahabatnya yang asik berenang.
'' Haii bumil, waah akhirnya datang juga nih anak,'' ucap Windy, lalu keduanya pun langsung keluar dari kolam renang.
'' Kangen banget sama loe tau gk.'' Windy memeluk Niken membuat gadis itu langsung mendorong tubuh sahabatnya itu karna pakaiannya jadi ikutan basah.
'' Windy ih basah ini.'' protes Niken.
'' Hehe maaf, habisnya gue kangen sih.''
'' Tau nih, mentang-mentang udah kawin udah gk ada lagi waktu buat ngumpul sama kita-kita.'' sambung Putri
'' Yee, kok jadi aku yang disalahin, kalian nya aja yang gk mau datang kerumah ku.'' sungutnya tak mau kalah.
'' Gk sempat, gue banyak kerjaan.'' jawab Putri membuat Niken menatap kearahnya.
'' Gaya kamu Put, emangnya sekarang kamu kerja jadi pelayan di cafe Rangga ya?
'' Jadi pelayan? mana mau dia Ken.'' sambung Windy, membuat Putri memutar bola matanya malas karna diledekin oleh kedua sahabatnya.
'' Kalian pikir gue gk sanggup apa jadi pelayan? gue jagonya tau gk, apa lagi kalau melayani Rangga diatas ranjang.'' ucap Putri membuat kedua sahabatnya langsung mendelik pada sahabatnya yang satu itu.
'' Gila loe ya Put, gk usah ngaco deh, bisa-bisa loe digorok sama bang Regan.'' ucap Windy
'' Kenapa? toh dia juga gk tau,'' jawabnya enteng membuat kedua sahabat itu saling pandang.
'' Maksud nya kamu sudah melakukan nya sama Rangga Putri?'' tanya Niken
'' Waah gila nih anak, loe seriusan udah ngelakuinnya?'' kali ini Windy yang bertanya.
'' Maunya sih, tapi Rangga gk mau gimana dong? padahal gue penasaran banget loh dengan rasanya.'' ucap Putri, yang akhirnya membuat kedua sahabatnya menghembuskan nafas lega
'' Sebaiknya loe jangan kaya kami Put, bahaya loh.'' ucap Niken.
'' Bahayanya?'' tanya Putri heran,
'' Ya sangat bahaya lah Putri sayang, karna sekali loe melakukannya, maka loe bakalan terus ketagihan, dan takutnya nanti loe akan meminta nya terus sama Rangga, itu maksud Niken.'' sambung Windy
''Benarkah? Waah jadi semangkin penasaran gue sama rasanya.''
'' Putri !!!' teriak kedua sahabatnya saat mendengar ucapan gila sahabatnya itu.
'' Kamu sih Win, kan jadi penasaran tuh anak.'' protes Niken
'' Loh kok jadi gue sih?
__ADS_1
Next