CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Menyelidiki


__ADS_3

Niken terus melihat interaksi keduanya,yang terlihat semangkin akrab, ingin sekali Niken melabrak keduanya, namun ia tak memiliki keberanian untuk itu. Sedang dikursi yang tak jauh dari nya ada seorang laki-laki yang saat ini sedang menikmati makanannya, bahkan sesekali matanya melirik kearah Niken yang sejak tadi terus menatap kearah meja Rayen.


''Dasar gadis bodoh,'' cibirnya, lalu kembali menikmati makanan miliknya.


''Siapa sebenarnya wanita itu?? dari pada aku penasaran lebih baik aku tanyakan saja melalui chat.'' gumam Niken sambil merogoh ponsel miliknya yang ada didalam saku nya.


Niken mulai mengetik pesan untuk ia kirimkan pada Rayen melalui ponselnya.


Ting..


Terdengar suara pesan masuk dari ponsel Rayen, mendengar itu Rayen segera meraih ponsel miliknya yang berada disaku celana miliknya.


(Mas Rayen sedang apa?)


Tak lama terlihat Rayen membuka pesan yqng Niken kirimkan untuknya. Setelah membacanya ia segera membalas pesan dari Niken.


(Mas sedang berada diluar, bersama teman)


Begitulah isi pesan yang dibalas oleh Rayen pada Niken.


''Teman dia bilang, tapi kenapa bisa seakrab itu, apa maksudnya teman kencan.'' gerutunya


Lalu Niken kembali mengetik pesan pada Rayen.Rayen yang kembali mendapat pesan segera membukanya.


(Mas bisa gk pulang sekarang? aku kangen sama kamu?)


Terlihat Rayen tersenyum saat membaca pesan dari Niken, membuat Niken yang melihat juga ikut tersenyum secara tidak sadar.


Namun saat Rayen hendak membalas pesan dari Niken tiba-tiba gadis yang berada didepannya berucap.


''Lagi chatingan sama siapa sih Ray? kok kelihatannya asik banget?'' ucapnya


''Ada deh,'' jawab Rayen yang kembali memokuskan diri untuk membalas pesan dari Niken.


''Apaan maksud nya mas Rayen bilang gitu, kenapa dia gk bilang aja tetus terang kalau itu pesan dari calon istrinya, apa dia sengaja gk mau ngasih tau sama wanita itu jika dia sudah memiliki kekasih?'' monolognya, Niken semangkin bertambah geram saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Rayen untuknya.


(Mas juga kangen sayang, tapi maaf ya mas belum bisa pulang, mas masih ada kepentingan diluar, tapi mas janji akan mas usahakan agar pulang cepat.)

__ADS_1


Begitulah kira-kira balasan dari Rayen yang membuat Niken semangkit mengeraskan rahangnya.


''Keterlaluan banget mas Rayen, dia lebih mementingkan wanita itu dari pada aku calon istrinya, awas aja ya kamu mas, aku akan balas.'' gumamnya sambil menatap keduanya dengan tajam, karna kursi mereka hanya berjarak lima meter, jadi Niken masih bisa mendengar percakapan mereka namun meja mereka terhalang oleh sekat dinding setinggi dada, jadi Rayen tak melihat keberadaannya.


Sementara tak jauh dari mereka Regan terus memperhatikan Niken, entah kenapa Regan merasa sedikit tertarik dengan gadis itu, apa lagi saat ini ia melihat sahabat dari adiknya itu terlihat sedang menggerutu sendirian.


''Aku jadi penasaran, apa benar gadis itu adalah kekasih nya pak Rayendra Pramuja dari PT.Amana Sentosa.''gumam Regan.


Regan memang mengenal Rayen, karna mereka adalah fatner kerja.


''Ray, jadi benar jika kamu sudah putus dari model itu?'' tanya wanita yang saat ini berada didepan Rayen, namanya adalah Mika, dia adalah teman kuliah Rayen, sekaligus juga fatner kerja Rayen, Mika tidak menyangka jika fatner kerja papanya selama ini adalah Rayen, lelaki yang selama ini selalu ia kagumi,semasa kuliah dulu, hingga sampai saat ini pun ia masih mengagumi sosok Rayen, hanya ia tak pernah mengutarakannya, sebab Mika takut Rayen akan menjauh darinya, maka dari itu Mika hanya menyukai dalam diam. baginya Rayen sangat sempurna, bahkan Mika sering berfantasi liar sambil membayangkan wajah Rayen, perusahaan Mika adalah milik papanya, karna papanya sudah meninggal beberapa bulan yang lalu jadi mau tak mau dialah yang harus meneruskannya, karna memang Mika adalah anak tunggal.


''Iya, saya memang sudah putus darinya, jawab Rayen, dan itu tak luput dari pendengaran Niken.


Mas Rayen kenapa menjawab setengah-setengah begitu, kenapa dia gk bilang jika dia sekarang sudah punya aku?


Batin Niken sedikit kecewa dengan ucapan Rayen.


Tiba-tiba ada seorang pelayan yang mengantarkan segelas jus jeruk, dan meletakannya diatas meja miliknya.


''Loh mba, saya kan belum pesan, mungkin mba salah antar kali.'' ucap Niken dengan dahi berkerut.


''Saya tidak salah mba, minuman ini memang benar untuk mba nya,'' jawab pelayan itu lagi.


''Hah?? tapi saya beneran gk pesan loh mba.'' keukehnya


''Iya ini memang bukan mba yang pesan, tapi tuan itu yang menyuruh saya mengantarkannya untuk mba.'' jelas pelayang restoran tersebut sambil menunjuk kearah meja Regan.


''Kak Regan.'' gumamnya.


''Yasudah mba, kalau gitu saya permisi dulu.''


''Iya mba terimakasih.'' ucap Niken.


''Kenapa bang Regan memberikanku minuman, apa maksudnya coba.Sebaiknya aku menanyakannya saja langsung.


Monolognya sambil bangkit dari duduknya dan melangkah menuju meja dimana saat ini Regan duduk.

__ADS_1


''Kenapa abang pesanin aku jus ini, memangnya abang pikir aku gk bisa apa pesan sendiri.'' protesnya sewot


''Saya hanya kasian aja sama kamu makanya saya pesanin minuman buat kamu.'' jawab Regan


''Maksud bang Regan apa? aku gk ngerti.'' tanya Niken karna memang tak tau maksud Regan


''Begini ya, sejak awal saya masuk sampai saya sudah menghabiskan makanan dan minuman saya, kamu masih belum terlihat memesan sesuatu, makanya saya pesankan minuman itu.'' jelas Regan yang memang tak ingin menyinggung hubungan antara Niken dan Rayen.


''Ya suka-suka aku dong, ngapain abang perduli.'' ucap Niken dengan nada ketus


''Kamu itu teman adik saya, kalau misalkan kamu pingsan disini saat ada saya dan saya tidak perduliin pasti dia marah sama saya, dan saya tak ingin itu terjadi.'' ucapnya beralasan.


''Iih, apaan sih, gk masuk akal, lagi pula bagai mana mungkin aku pingsan disini hanya karna gk pesan makan atau minum.'' cibirnya pelan.


''Apa kamu tidak lelah berdiri saja disitu? duduklah!'' ucap Regan yang tak ingin membahas masalah itu lagi.


Dimeja yang berbeda terlihat Rayen sedang menikmati makanannya bersama Mika, disetiap kesempatan Mika selalu mencuri pandang pada Rayen, ia memperhatikan jakun Rayen naik turun saat meminum jus miliknya, membuat Mika seketika menelan ludahnya kasar.


Uuh, seksi banget sih kamu Ray, coba saja kamu bisa jadi milikku pasti aku akan sangat bahagia.


Batin nya sambil terus memperhatikan laki-laki yang ada didepannya saat ini.


''Ray, apa kamu sekarang sedang sendiri? maksudku bisakah jika kita jadi lebih dekat lagi?'' ucap Mika sambil tangannya kini sudah berada di atas tangan Rayen.


Tak jauh dari itu Niken terus memperhatikan keduanya, tiba-tiba saja jantungnya berdetak lebih kencang, bukan karna berdekatan dengan Regan, namun karna Niken melihat tangan kekasihnya disentuh oleh wanita lain, ia merasa sesak dan tak habis pikir kenapa kekasihnya itu hanya diam saat tangannya disentuh oleh perempuan lain selain dirinya.


Regan menatap wajah Niken, ia melihat mata gadis yang ada didepannya saat ini sudah mulai berkaca-kaca.


Dasar ABG labil, begitu saja nangis.


Batin Regan sambil menggeleng pelan.


Tiba-tiba saja tenggorokan Niken terasa kering, ia pun segera meminum jus jeruk miliknya yang sempat ia tolak tadi, namun baru saja hendak meminumnya tiba-tiba tangannya disenggol oleh Regan membuat minuman tersebut tumpah membasahi seragam sekolahnya.


''Bang Regan, apaan sih, basahkan baju aku jadinya.'' ucap Niken dengan suara yang sedikit keras membuat beberapa pengunjung menoleh kearah mereka, termasuk Rayen dan juga Mika.


Next

__ADS_1


__ADS_2