
Sudah lima jam semenjak dilangsungkannya oprasi, Windy masih belum sadarkan diri, sedangkan Putri sudah pamit pulang, hanya ada Leo dan keluarganya saja.
'' Apa yang akan mama katakan pah, jika Windy sadar nanti? pasti dia shock karna bayinya sudah tiada.'' ucap Yuna lirih
'' Sabar mah, nanti kita beritahukan semua ini secara pelan-pelan, agar dia bisa menerimanya.'' ucap pak Cecep
'' Mah, pah, aku benar-benar minta maaf, aku tau aku salah, aku menyesal.'' ucap Leo tulus.
'' Percuma kamu minta maaf Leo, semuanya tidak akan mengembalikan yang telah pergi.'' jawab Yuna datar, sedangkan kedua orangtua Leo hanya diam, karna sejak tadi pun mereka sudah meminta maaf atas perbuatan putra mereka, namun kedua orangtua Windy tak berkata banyak, lagi pula yang melakukan kesalahan adalah putra mereka, jadi Yuna dan Cecep tak ingin menghakimi kedua orangtuanya juga.
'' Mah, pah, sebaiknya kalian pulang saja, untuk istirahat, biar aku yang jaga Windy, nanti kalau sudah sadar aku akan mengabari kalian.'' ucap Leo
'' Gk, mama mau tetap disini untuk jagain Windy, kalau kalian mau pulang, yasudah pulang saja, mama masih mau tetap disini.'' ucap Yuna.
'' Mah, benar kata Leo, sebaiknya kita pulang dulu, mama dan yang lainnya butuh istirahat, setidaknya satu atau dua jam sudah cukup, setelah itu kita bisa kembali kesini lagi.'' ucap pak Cecep membujuk sang istri.
__ADS_1
Namun sepertinya Yuna tak ingin sedetikpun meninggalkan putrinya, dan pak Cecep pun sudah tidak lagi membujuk sang istri ia hanya menyuruh kedua besannya untuk pulang dan beristirahat, sebab mereka kelihatannya juga sangat lelah.
'' Mah, papa pulang dulu ya? mau mandi dan ganti pakaian nanti siang papa balik lagi sekalian bawain pakaian kamu dan Windy.'' ucap suaminya, namun Yuna hanya mengangguk tanda mengiyakan ucapan suaminya tersebut.
...****************...
Prov Leo
Hari ini saat tak ada kegiatan rencananya aku akan pulang lebih cepat, namun saat keluar dari lift tak sengaja aku bertemu dengan Viona, rasanya ingin menghindar saja darinya, terus berjalan seolah tak melihatnya, nanun wanita itu malah memanggil terus menerus, hingga membuat sebagian orang memperhatikan kami berdua, akhirnya karna tak ingin membuat gaduh aku pun menghentikan langkahku. Viona memintaku untuk menemaninya berbelanja saat itu, dan aku langsung menolaknya, namun ia memaksa dan mengancam akan memberitahukan semuanya pada istriku, akhirnya aku pun pasrah dan menuruti nya, singkat cerita setelah puas berbelanja akupun langsung memaksanya untuk pulang, awalnya ia tak mau, namun ku tinggalkan saja dia didalam pusat perbelanjaan tersebut, dan akhirnya ku lihat Viona pun langsung mengikutiku dengan wajah yang cemberut, namun aku tak perduli sama sekali, setelah diparkiran aku mendapatkan telpon dari seseorang begitupun dengan Viona dan akhirnya kami berdua sibuk dengan urusan telpon masing-masing, setelah beberapa saat sambungan telpon terputus. Saat hendak masuk kedalam mobil, aku melihat Windy menghubungiku, jujur aku ragu untuk mengangkatnya, setelahnya sambungannya pun terhenti, namun beberapa detik kemudian ponselku kembali berdering, namun lagi-lagi aku hanya menatap layar ponselku saja tanpa berniat untuk menerima nya, karna aku bingung harus mengatakan apa pada Windy, rasanya tak ingin berbohong lagi, saat aku terus memperhatikan layar ponsel tersebut, ternyata diam-diam Viona melihatnya, dan menyuruhku menerimanya, tapi ucapannya sama sekali tak kuhiraukan aku ingin memilih langsung masuk saja kedalam mobil, namun sebelum aku melangkah, tiba-tiba Viona langsung mencium bibirku dengan sangat ganas, tanpa bisa ku cegah, disaat ciuman itu sedan berlangsung tiba-tiba ada yang menarik kuat tanganku hingga ciuman tersebut lepas secara paksa. Aku dan Viona tersentak, apa lagi setelah tau siapa yang melakukannya, dan dia adalah Putri, sahabat dari Windy istriku, tanpa ba bi bu gadis remaja itu langsung menampar kedua pipiku, bahkan dia juga memakiku habis-habisan, namun aku hanya diam, namun tidak dengan Viona, saat Putri memaki wanita itu, dia melawan dan tak terima. Namun Putri kembali terus memaki kami berdua tanpa henti, ternyata tanpa kusadari ada sepasang mata, seorang wanita yang sangat aku cintai yang sedang berdiri tak jauh dari Putri, tubuhku seketika lemas, mungkin kini wajahku juga pasti terlihat pucat sekarang, aku benar-benar tak menyangka jika disana ada Windy istriku, aku yakin pasti dia juga melihat ku sedang bercumbu dengan Viona tadi. Windy menatapku dengan penuh rasa kekecewaan dengan amarah yang lebih mendominasi, aku melangkah mendekatinya bermaksud ingin bicara padanya, paling tidak untuk menjelaskan sesuatu, yang mungkin hanya akan sia-sia, namun tetap aku akan berusaha untuk menjelaskan bahwa itu sebenarnya bukan kemauanku, namun seperti dugaanku Windy sama sekali tak ingin mendengarkan ku, mungkin ia sudah terlanjur sakit hati padaku, aku maklum dia begitu, aku sadar ini akibat kesalahanku yang tidak bisa tegas pada Viona untuk bisa menolaknya. Windy sama sekali tak ingin mendengarkan lagi penjelasan dariku, ia langsung pergi begitu saja meninggalkanku, aku yang masih ingin menjelaskan masalahnya langsung mengejarnya namun tiba-tiba ada sebuah mobil yang datang kearah Windy, dan menabrak nya. Kakiku langsung lemas seketika melihat istriku bersimbah darah, aku juga melihat ada darah yang mengalir dari kakinya, aku berteriak memanggilnya dan juga meminta tolong. Aku sangat berharap istri dan anakku bisa selamat, jika tidak aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri, karna tindakan bodohku ini istri dan calon bayiku jadi korban.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
'' Leo tolong belikan mama bubur ayam yang ada dikantin, sekalian kamu juga harus mengisi perutmu itu, biar mama yang jagain Windy disini.'' ucap Yuna
'' baik mah.'' jawab Leo sambil bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Setelah kepergian Leo, Yuna duduk ditepi ranjang disisi Windy, tempat menantunya tadi duduk
'' Windy sayang, cepatlah sadar nak, mama kangen sama kamu sayang.'' ucap Yuna lirih, seperti mendengar ucapan ibunya, Windy langsung bereaksi, dan perlahan membuka matanya secara perlahan.
'' Uuhh, sakit,'' keluhnya.
'' Sayang kamu sudah bangun nak?'' ucap Yuna senang.
'' Mah, ada apa denganku? dan kenapa aku bisa ada disini? uuhh.. perutku rasanya sakit sekali mah'' ucap Windy pelan
'' Kamu tenang ya sayang! sebenarnya kamu itu habis mengalami kecelakaan sayang.'' jelas Yuna
'' Kecelakaan?'' gumamnya pelan, Windy kembali mengingat apa yang terjadi sebelum nya.
'' Mah lalu bagai mana dengan bayiku??
__ADS_1
BERSAMBUNG