
Saat ini terlihat seorang perempuan sedang mondar-mandir didepan pintu rumah, sesekali wanita itu terlihat menatap kearah halaman rumahnya. Namun seketika senyumnya mengembang saat melihat yang ia tunggu sudah ada didepan rumah. Dan wanita itu adalah Windy, gadis itu sangat khawatir saat suaminya masih belum pulang juga, sedangkan Niken memberi kabar beberapa jam yang lalu jika Rayen sudah pulang dari luar kota, otomatis Leo juga pasti pulang, namun hingga lebih dari tiga jam ia menunggu suaminya itu masih belum juga menampakan batang hidungnya, bahkan ponselnya juga tidak bisa ia hubungi.
''Kak Leo, kenapa jam segini baru pulang?'' tanya Windy begitu Leo masuk kedalam rumah.
''Maaf sayang, tadi dijalan tiba-tiba ban mobilku pecah, karna jalanan sangat sepi terpaksa aku harus menunggu terlebih dahulu orang yang lewat disana, setelah itu baru meminta bantuannya.'' ucapnya, dan tentu saja itu hanyalan kebohongan yang dikarang olehnya.
''Lalu kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?'' tanya sang istri lagi
''Batrenya lobet sayang, aku minta maaf ya? karna sudah membuatmu cemas?'' ucap Leo dengan wajah dibuat sesedih mungkin.
''Iya gpp kak, yang penting kamu gk kenapa-kenapa.'' ucap Windy
'' Makasih ya sayang kamu selalu ngertiin aku?.'' ucap Leo sambil membawa sang istri kedalam pelukannya
Walaupun Leo berselingkuh, namun sikap dan perlakuannya terhadap Windy sama sekali tidak berubah, ia tetap memperlakukan nya seperti saat pertama mereka menikah, karna Leo memang sangat mencintai istrinya itu. Namun Leo tak pernah berpikir jika pengkhianatan yang dirinya saat ini lakukan, mungkin kelak akan menghancurkan dirinya sendiri.
'' Sayang bagai mana keadaanmu dan bayi kita selama aku diluar kota?'' tanya Leo sambil menggiring istrinya untuk duduk di sofa yang tak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.
''Baik kak, sepertinya calon anak kita ini mengerti jika papa nya sedang tidak bersamanya.'' jawab sang istri
Maafkan aku sayang, karna sudah berkhianat sama kamu, mungkin setelah kamu tau jika aku tidak sebaik yang kamu pikirkan, kamu akan meninggalkanku, namun itu tidak akan pernah ku biarkan terjadi.''
Batin Leo
Keesokan harinya..
'' Gimana Ray, semuanya sudah bisa diatasikan?'' tanya Frans, saat ini mereka sedang menikmati sarapan pagi.
''Sudah bang, ternyata mereka adalah orang-orang suruhan pesaing bisnis kita, yang dengan sengaja dipekerjakan oleh orang dalam, saya dan juga Leo sudah menemukan orang tersebut dan dia adalah pak Budi, orang yang sudah empat tahun bekerja diperusahaan cabang yang ada dikota B.'' jelas Rayen.
''Pak Budi? bukankah selama ini dia tidak pernah ada masalah? setau saya kerjanya juga bagus tapi kenapa bisa dia melakukan hal seperti itu?
__ADS_1
''Saya rasa karna uang, karna yang saya dengar, anaknya masuk rumah sakit beberapa minggu yang lalu, dan dia sangat membutuhkan uang yang banyak untuk biaya oprasi anaknya tersebut.'' jelasnya lagi.
Frans mengangguk paham, memang bagi sebagian orang kecil akan melakukan hal nekat demi memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya.
'' Lalu bagai mana selanjutnya??'' sambung Frans
''Tentu saja mereka akan mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, semua sudah diproses oleh pihak berwajib, dan saya jamin mereka akan berakhir dijeruji besi.'' ucap Rayen pasti.
''Ya, saya tau kamu memang sangat bisa saya andalkan Ray.'' ucap Frans
''Sudah-sudah, jangan bahas masalah kerjaan melulu saat dirumah dong! oya, ini buat kalian berdua.'' ucap Lidya sambil meletakan sesuatu diatas meja makan.
''Apa ini mah?'' tanya Niken sambil mengambil yang tadi Lidya letakan diats meja.
''Hah? tiket bulan madu mah, pah?'' ucap Niken sambil tersenyum lebar.
''Iya, itu tiket bulan madu buat kalian, kami kan belum memberi hadiah pernikahan kalian, dan tiket itu adalah salah satu hadiannya, dan liburan nanti kalian bisa menggunakannya.'' ungkap Lidya
''Waah,, makasih mah, pah,?'' ucap Niken senang
Niken menatap kearah suaminya yang kebetulan juga melihat kearahnya.
''Mas,'' panggil Niken sambil memamerkan tiket tersebut pada suaminya, tak lupa juga ia mengerling nakal, membuat Rayen melirik khawatir pada abang dan juga kakak iparnya yang kini sudah menjadi mertuanya itu, untung saja mereka tidak melihat kelakuan nakal putri mereka itu.
''Mas, aku gk sabar pengen cepat pergi bulan madu.'' ucap Niken sambil menyandarkan kepalanya dibahu sang suami, saat ini mereka akan pergi kesekolah tempat Niken selama ini menimba ilmu.
'' Mas kok kayaknya biasa aja? mas Rayen gk senang ya kalau kita akan berangkat bulan madu?'' tanya Niken ketus
''Loh, kok nanya nya kayak gitu? mana mungkin mas gk senang sayang, mas itu sangat senang, tapi bukankah hampir setiap malam kita juga melakukan bulan madu hem?
"Ya kan beda mas, kalau bulan madu kan suasananya lebih romantis, dan tentunya bebas dari gangguan." ucapnya sambil membayangkan bulan madu yang indah.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit akhirnya mereka sampai digerbang sekolah Niken, terlihat Putri yang juga kebetulan baru keluar dari mobilnya.
''Nanti mas jemput kamu ya? ingat sebelum mas datang jangan kemana-mana!"
''Iya sayang makanya jangan sampai telat jemputnya ya?'' ucap Niken.
''Iya mas usahakan.'' jawabnya setelah salim dan mengecup pipi suami nya Niken langsung bergegas masuk sekolah karna Putri juga sudah menunggunya sejak tadi.
" Lama amat didalam? ngapain aja loe sama om Rayen?''
''Wiihh, udah mulai kepo dia,'' ucap Niken sambil terkekeh pelan.
''Eleeh, gitu aja gk mau ngasih tau, lagian gk dikasih tau gue juga tau kalee, pasti kalian toel-toel iya kan??'' tebak nya sambil menaik turunkan alisnya
''Wee,, sotoy nih anak, kayak gk punya tempat aja dimobil segala mau kayak gituan, udah yuk ah, udah mau bel masuk ini.'' ucap Niken sambil menarik tangan sahabatnya agar jalan lebih cepat.
...****************...
Rayen baru saja sampai diparkiran kantor saat ia turun dari mobil tak sengaja ia melihat mobil milik Leo.
'' Tumben dia masih diparkiran jam segini?'' gumam Rayen, karna ia melihat sepertinya Leo masih berada didalam mobil karna ia mendengar ada suara musik didalamnya.
Rayen melangkahkan kakinya mendekati mobil tersebut, kemudian mengetuk pintu mobil tersebut
Tok-tok-tok
'' Sedang apa sih dia? kenapa tidak keluar juga.'' gumam Rayen
Tak lama Leo membuka setengah kaca pintu mobil bagian depan, membuat Rayen mengerenyit bingung, pasalnya saat ini pakaian yang digunakan Leo terlihat sedikit lisuh tidak seperti biasanya yang selalu rapi saat pergi kekantor.
''Iya Ray, ada apa?'' tanya Leo dengan nada sedikit gugup
__ADS_1
''Kamu habis ngapain Le? kenapa pakaianmu itu terlihat sangat kusut? dan apa kau tidak bisa membuka kaca mobilmu dengar lebar? saya tidak bisa melihatmu saat kita bicara.'' protes nya
Next