
Mobil Regan baru saja masuk kedalam garasi rumah,setelah memarkirkannya, ia langsung turun dari mobil tersebut. Sebelum melangkah menuju rumah ia sempat melirik mobil Rangga yang masih terparkir dihalaman rumahnya. Tak lama ia masuk dan mendapati adiknya sedang duduk dengan jarak sedikit jauh sambil memainkan ponselnya, sedangkan Rangga terlihat sedang memperhatikan kekasihnya itu.
'' Ada apa dengan kalian berdua? apa kalian sedang bertengkar?'' ucapan tiba-tiba Regan membuat keduanya langsung menoleh kearah sumber suara.
'' Bang Regan sejak kapan abang disitu?'' tanya balik Putri tanpa menjawab pertanyaan abangnya tersebut.
'' Sejak kalian sibuk dengan urusan masing-masing, kenapa ini? tumben sekali kalian duduk nya berjarak? biasanya nempel kayak perangko?'' ucap Regan sambil melirik pada adiknya Putri, karna yang ia tau gadis itulah yang selalu menempel pada Rangga.
Putri menoleh kerah Rangga, yang kebetulan juga menatap kearahnya,'' Sayang apa kita ada masalah? tidak kan?'' tanya Putri kepada Rangga, namun gadis itu yang kembali menjawab, membuat Rangga hanya tersenyum simpul menanggapinya.
'' Tuh kami baik-baik saja kok bang, kalau masalah kenapa aku duduk berjarak seperti ini karna aku lagi pengen aja masa nempel terus, yang ada nanti Rangga nya muak dong, ia kan Ga?'' entah itu sebuah sindiran atau tidak yang pasti membuat Rangga yang mendengarnya merasa tercubit hatinya.
'' Oya, kan bang Regan udah pulang, kalau gitu aku langsung naik kekamar aja ya Ga? soalnya udah ngantuk, oya makasih udah temenin aku sampai bang Regan pulang.'' ucapnya dan langsung meninggalkan Rangga dan juga Regan yang masih terbengong karna ucapan gadis itu.
'' Apa benar gk ada masalah??'' Regan kembali bertanya untuk memastikan lagi. Sebab ia melihat raut wajah sang adik yang tak seperti biasanya, sikapnya juga berbeda terkesan datar dan dingin.
'' Hanya kesalah pahaman aja kok bang, mungkin besok aku akan bicara lagi dengan Putri.'' ucap Rangga, ia tak mungkin berbohong pada Regan, dan mengatakan jika mereka tidak ada masalah,ia tak ingin berbohong kepada Regan, namun Rangga pun tidak ingin mengatakan masalah nya.
Regan menghela nafas panjang.'' Saya tidak tau masalah kalian apa, tapi kamu harus ingat Rangga, sebagai laki-laki sejati kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu perbuat dalam bentuk apapun.'' ucap Regan tegas.
'' Rangga mengangguk paham,'' saya mengerti bang, baiklah kalau gitu saya pulang dulu.'' pamit nya yang diangguki oleh Regan.
Regan melangkah menuju mobilnya, sebelum masuk kedalam mobil ia sempat menatap jendela kamar Putri yang terlihat masih terang, ia tersenyum kala melihat bayangan kekasihnya yang saat itu terlihat tengah mengintip dirinya dari gorden jendela, setelah itu ia langsung masuk kedalam mobilnya. Sedangkan Putri, setelah kepulangan Rangga ia langsung menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya diatas kasur empuknya, matanya menatap langit-langit kamar yang berwarna putih tersebut.
'' Apa aku salah mengajaknya menikah? aku hanya tidak ingin kehilangannya, aku terlalu cinta sama dia, huuh,, apa aku terlalu terburu-buru?'' gumamnya tak lama ia pun langsung menutup matanya karna rasa kantuk yang memang sudah menyerangnya.
__ADS_1
Keesokan harinya Putri berangkat kesekolah seperti biasa, namun hari ini ia berangkat dengan diantar oleh Regan, karna rasanya ia tak ingin menyetir hari ini.'' Kamu baik-baik saja?'' tanya Regan ia melihat sang adik yang sepertinya kurang bersemangat.
'' Iya aku baik-baik saja kok bang jangan khawatir.'' jawabnya yang kemudian langsung menatap kearah luar jendela melihat jalanan dan gedung-gedung pencakar langit yang mereka lewati.
Regan tak lagi bertanya, ia tau Rangga dan adiknya ini pasti bisa menyelesaikan masalah mereka.'' Jika ada masalah bicarakan baik-baik, jangan terlalu lama larut dalam kesedihan.'' ucap Regan membuat Putri langsung menatap kearahnya, gadis itu tidak menjawab, ia kembali menatap kearah luar jendela sambil memikirkan ucapan abangnya. Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah berada didepan gerbang sekolah, terlihat gadis itu memandang keluar tepatnya kearah gerbang sekolah, namun ia tak menyadari jika itu adalah tempat dimana ia menimba ilmu, pikirannya sepertinya entah berada dimana.
'' Mau sampai kapan kamu melamun seperti itu?'' tanya Regan yang seketika membuyarkan lamunan Putri.
'' Hah? siapa juga yang melamun.'' jawabnya sambil menatap kearah abangnya.
'' Ya kalau gk melamun kenapa masih didalam aja, emang gk mau turun kamu?'' sambung Regan membuat Putri mengerenyitkan alis
'' Maksud abang, oya kenapa abang berhenti emang kita sudah sampai??
'' Menurutmu??'' tanya balik Regan, membuat Putri menatap sekeliling.
Putri melangkah menuju ruang kelas, namun tiba-tiba terdengar seseorang memanggil namanya.
'' Put, loe kenapa? tampang loe kusut banget, ada masalah sama Rangga??'' tebak nya dan dia adalah Windy, sahabat yang selalu peka terhadap orang-orang terdekatnya.
'' Gk juga,'' jawabnya singkat
'' Kalau ada masalah cerita aja jangan dipendam.'' sambung Windy, yang hanya dijawab deheman oleh Putri, karna saat ini memang gadis itu belum mau membicarakannya. Kini keduanya sudah sampai diruang kelas mereka, saat Putri hendak melangkah masuk tiba-tiba Windy menarik tangannya.
'' Apaan sih Win?''
__ADS_1
'' Itu coba lihat cowok loe dikerubungi lebah pemangsa.'' canda Windy, namun Putri hanya menatapnya datar tanpa ekpresi, jika biasanya gadis tersebut langsung menghempas semua lebah tersebut, kali ini ia sama sekali tak memperdulikannya, ia memilih masuk kedalam kelas.
'' Loh Put kok loe langsung masuk sih, biasanya melabrak dulu, emang loe udah gk cemburu ngeliat cowok loe dikerumuni banyak lebah disana?'' tanya Windy yang mengibaratkan para cewek yang mencari perhatian pada Rangga adalah sesosok lebah pengganggu.
'' Biarin aja, gue lagi malas.'' jawabnya, setelah itu menelungkupkan wajahnya diatas meja.
'' Putri loe kenapa sih, ada masalah ya sama Rangga? cerita dong, gue gk bisa lihat loe galau kayak gini, apa gue aja yang tanya sama Rangga?
'' Percuma loe tanya sama dia Win, kami juga gk punya masalah apa-apa ko.'' jawabnya dengan wajah yang masih ia tungkupkan diatas meja.
'' Terus? apa dong? udah deh mending loe cerita sama gue, mungkin gue bisa bantu untuk menyelesaikan masalah loe.'' ucap Windy, gadis itu mengambil sebotol minuman yang sempat ia beli dikantin sekolah lalu menenggaknya.
Glek-glek-glek
Putri bangkit, dan membenarkan posisi duduknya, ia menatap kearah sahabatnya Windy.'' Sebenarnya gk ada masalah yang serius, antara gue dan Rangga, kemarin malam itu sebenarnya gue hanya mengajak Rangga untuk menikah muda itu aja kok.'' ucap Putri datar, namun mampu membuat Windy terbatuk-batuk, untung saja gadis itu sudah menelan air yang ia minum tadi, kalau tidak, maka sudah dipastikan jika air tersebut akan kembali tersembur keluar.
'' Loe gila ya Put?
'' Kok gila sih? emangnya salah ya?
'' Yaialah, loe pikir nikah itu perkara mudah?'' ucap Windy, ia menatap sahabatnya yang terlihat kembali lesu, membuatnya tak tega
'' Terus waktu loe tanya begitu, Rangga jawab apa??''
'' Dia gk mau nikah sama gue Win, dia bilang dia belum siap untuk nikah muda, mungkinkah itu artinya dia memang gk sepenuhnya mencintai gue??
__ADS_1
Next