CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Masih Masalah Yang Sama


__ADS_3

''Singkirkan tanganmu itu darinya!!


Terdengar suara lantang seseorang, membuat keduanya langsung menoleh keasal sumber suara, begitupun beberapa pengunjung yang tak jauh dari mereka, yang memang mendengar sedikit keributan tersebut.


'' Rangga,'' gumam Putri, ia melirik kearah orang yang masih memegang tangannya, melihat pemuda itu lengah Putri langsung cepat-cepat menarik paksa tangannya dari genggaman nya, kemudian dengan cepat menuju kearah Rangga dan bersembunyi dibelakang kekasihnya itu.


Lelaki itu tersenyum sinis melihatnya.


'' Siapa kau? Kenapa ikut campur urusanku?


'' Jelas saya ikut campur, dia adalah kekasih saya.'' jawab Rangga tegas


'' Masih kekasihkan? jadi siapa saja masih boleh mendekatinya.'' dengan santainya pemuda itu berucap, membuat Rangga semangkin menggeram.


'' Sebaiknya kau keluar dari sini atau saya suruh satpam mengusir mu dari sini!" ancam Rangga.


'' Baiklah, kali ini gue akan mengalah, tadi tidak lain kali, baiklah cantik aku pergi dulu, tapi kamu jangan khawatir aku janji dalam waktu dekat kita akan bertemu lagi.'' setelah mengatakan itu pemuda yang belum diketahui namanya itu langsung meninggalkan cafe tersebut, yang disusul oleh beberapa temannya. Rangga menahan emosi saat kalimat-kalimat itu diucapkan nya kepada Putri kekasihnya, Rangga mengepalkan tangan, ingin sekali Rangga mengejar lalu menonjok wajahnya itu, namun ia masih mencoba menahan diri karna ia tak ingin membuat keributan dicafe miliknya, apa lagi saat ini banyak pengunjung yang datang.


'' Kamu gpp?'' tanya Rangga dengan nada sedikit dingin, ia memperhatikan penampilan pacarnya itu membuatnya semangkin marah, bukan karna tak suka, namun ini lah yang ditakutkannya, karna penampilan Putri sekarang bisa saja membuatnya dilecehkan oleh orang lain.


'' Ayo ikut aku sekarang!" Rangga menarik tangan kekasihnya itu dengan sedikit kuat, hingga membuat Putri kembali meringis karna tangannya yang masih merasa sakit akibat ulah pemuda asing tadi.


Saat ini Putri sudah berada didalam ruangan Rangga, lebih tepatnya ruangan pak Haikal papanya, namun jika malam atau saat libur sekolah maka Rangga lah yang akan mengurusnya dibantu oleh beberapa orang kepercayaan Haikal, karna cafe tersebut memang diberikan Haikal untuk putranya Rangga, namun karna Rangga masih sekolah maka Haikal lah sesekali yang akan mengurus sampai waktunya tiba maka ia akan menyuruh Rangga lah yang akan mengelolanya sendiri.

__ADS_1


'' Kenapa kamu berpenampilan seperti ini? Kamu tau gk? dengan kamu perpakaian terbuka kayak gini itu akan membuat laki-laki manapun menginginkanmu, dan kemungkinan besar mereka akan melecehkanmu, kamu pahamkan maksud aku? Aku gk melarang kamu berpenampilan terbuka, tapi jika itu ada aku, jika tidak aku gk mau, aku gk suka mereka menatap tubuhmu seperti tadi.'' ucap Rangga secara tidak langsung memperlihatkan rasa cemas dan kepeduliannya, dan tentu saja Putri sangat senang mendengarnya.


'' Rangga aku minta maaf, maksudku bukan begitu, sebenarnya aku hanya--,


'' Hanya apa? hanya berniat ingin menggodaku begitu?'' ucap Rangga yang sudah mengerti maksud dari kekasihnya tersebut, Rangga tau kalau Putri bukanlah gadis kecentilan seperti kebanyakan gadis lainnya yang pernah ia temui sebelum-sebelumnya, ia juga tau, mau setampan apapun pemuda yang mendekati atau pun berusaha merayunya itu tak akan mempan bagi kekasihnya itu, karna Rangga tau jika Putri hanya menyukai dan mencintai dirinya seorang. Jadi ia tak akan pernah merasa khawatir jika perasaan Putri terbagi dengan laki-laki lainnya.


'' Rangga ku mohon jangan marah lagi ya sama aku? Aku tu paling gak bisa kalau kamu kayak gini.'' rengeknya sambil merangkul lengan kekasihnya, tak lupa juga ia sedikit menggesekkan gunung kembarnya dilengan pemuda tersebut, membuat Rangga mendesah tertahan.


'' Bukankah aku sudah bilang? Kamu harus minta maaf dulu sama dia, baru aku mau menemui kamu, sebaiknya kamu pulang sekarang!" tanpa sadar Rangga mengusir Putri, membuat gadis itu langsung melepaskan pelukannya ditangan Rangga.


'' Rangga, kamu ngusir aku? Kamu kok tega sih?'' rajuknya Putri terduduk dengan lesu disofa yang terdapat diruangan tersebut.


Rangga menghela nafas panjang, sepertinya dia harus lebih sabar menghadapi kelakuan dan sifat keras kepala pacarnya itu.


'' Ck, Misya! Misya ! Misyaa terus! kenapa sih dia terus yang kamu belain Ga? disini yang pacar kamu kan aku, emang kamu gk sadar ya? dia itu suka sama kamu. Yasudahlah terserah, kalau kamu memang gk mau maafin aku juga gpp, dan jika dengan kepulangku membuat kamu senang baiklah, aku akan pulang sekarang.'' setelah mengatakan itu Putri langsung keluar dari ruangan Rangga dengan keadaan marah dan kecewa


Rangga mendesah frustasi, melihat kekasihnya yang sangat keras kepala itu.


''Aarrgghhh...


'' Kenapa sih dia harus sekeras itu, apa susahnya tinggal minta maaf doang.'' gumamnya, setelah itu Rangga langsung keluar dari ruangannya menyusul Putri, mana tega ia membiarkan kekasihnya itu pulang sendiri dalam keadaan seperti itu.


Sedangkan diluar cafe, saat ini Putri sedang duduk dibangku taman tak jauh dari parkiran mobil, terlihat ia sedang menagis sambil menundukan pandangannya ketanah.

__ADS_1


'' Putri apa kamu baik-baik saja?'' tanya seseorang membuat nya langsung mengangkat kepalanya.


'' Kamu?'' ucap Putri sambil mengusap air matanya, ia tak ingin terlihat lemah didelan orang lain kecuali Rangga, karna hanya didepan Rangga saja Putri bisa menumpahkan kesedihannya dan menunjukan sisi lemahnya. Bahkan didepan kedua sahabatnya saja terkadang Putri masih bersikap seolah kuat dan selalu terlihat bahagia, seolah tak ada beban dihidupnya, karna ia juga tak ingin terlihat seperti seorang gadis lemah dan menyedihkan.


'' Gue baik-baik saja, kenapa loe bisa kesini?'' tanya Putri balik pada sosok pemuda tersebut dan dia adalah Niko sepupu Rangga yang memang kebetulan melihat Putri keluar dari ruangan Rangga dengan menangis, Niko memang ada disana karna diminta oleh Rangga.


'' Tadi saya melihatmu jeluar dari ruangan Rangga dengan menangis, apa ada masalah?


'' Tidak ada, baiklah kalau gitu sebaiknya gue pulang saja.'' saat Putri bangkit tiba-tiba tangannya langsung ditarik membuat Putri kembali meringis.


'' Eh maaf, tanganmu kenapa ini?'' ucap Niko sambil memeriksa tangan Putri yang sedikit memerah.


'' Gue gpp, jangan cemas, yaudah kalau gitu gue balik ya Ko.'' setelah mengatakan itu Putri langsung melangkah menuju mobil miliknya meninggalkan Niko yang masih duduk dibangku taman, tak lama ia pun langsung bangkit dan menghampiri Putri.


'' Putri tunggu! Ini sudah malam, biar saya yang antar kamu, dan kali ini tolong jangan menolak.'' ucap Niko


Sejenak Putri terdiam, mungkin kali ini ia harus mengijinkan Niko mengantarnya pulang, karna jujur saja saat ini suasana hatinya sedang tidak enak, dan untuk menyetir sendiri rasanya dia memang tidak sanggup. Tanpa menjawab Putri langsung menganggukan kepalanya, setelah itu ia langsung masuk kedalam mobil miliknya. Tanpa mereka sadari sejak tadi Rangga melihat dan mendengar semua yang mereka bicarakan, tangan Rangga terkepal kuat, hingga buku-buku jarinya memutih saat ini perasaannya marah, bukan ini yang ia mau, berkali-kali ia mengumpat dalam hati, apa lagi saat melihat Putri diantar oleh sepupunya Niko, ada perasaan tidak rela dihatinya.


Next


Hai para readers mungkin dibeberapa episode otor akan menceritakan masing-masing kisah percintaan dari kedua sahabatnya Niken ya...


Jangan lupa selalu tinggalkan jejak kalian disetiap episodenya hadiah gift nya juga selalu dinanti ya guys 😁

__ADS_1


__ADS_2