
Pertanyaan demi pertanyaan yang sejak tadi ada dikepalanya sudah ia keluarkan, hanya tinggal menunggu jawaban dari suaminya saja, Rayen menghela nafas kemudian menatap istrinya.
'' Mas minta maaf karna tidak memberitahukanmu tentang masalah ini, sebenarnya mas juga hampir melupakan kejadian ini karna memang polisi saat itu terlalu lama melakukan penyelidikannya, hingga terakhir seminggu yang lalu papa kamu memberitahukan sama mas jika pelaku atau dalang dari kecelakaan itu sudah tertangkap, mas juga sempat terkejut ternyata yang melakukan semua itu adalah Mika.'' jelas Rayen
'' Makanya kamu Ray, jangan suka PHP in wanita itu, jadi nya perempuan itu nekat kan? mungkin dia sakit hati karna kamu tolak, apa lagi saat dia tau kamu menikah dengan keponakan sendiri, apa gk semangkin berang dia, untung saja bukan Niken yang jadi sasarannya, sempat kalau Niken yang celaka, mba gk akan maafin kamu!'' ucap Lidya, membuat Frans langsung menegurnya, karna bicara seperti itu pada Rayen.
'' Mah, kenapa bicara seperti itu? tidak baik, lagi pula perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan, dan mama jangan menyalahkan semua nya pada Rayen dong.'' ucap Frans, Rayen yang mendengar hanya diam, ia tak ingin membuat suasana semangkin tegang.
'' Niken, mungkin Rayen hanya tidak ingin membuatmu kepikiran, kamu itu kan sedang hamil, pasti suamimu itu tidak mau jika kamu terlalu banyak pikiran, bukan begitu Ray?'' tanya Frans
'' Yang dikatakan papa kamu benar sayang, mas hanya tidak ingin menambah pikirannu.'' timpal Rayen
'' Ok lah kali ini mama setuju, tapi tetap saja sebagai suami kamu harus jujur pada istri, jangan sesuatunya itu selalu disembunyikan.'' ucap Lidya
'' saya tidak pernah menyembuyikan sesuatu dari Niken mah, dan tentang masalah ini memang karna saya tidak ingin Niken semangkin terbebani.'' jelas Rayen lagi
Sebenarnya Niken masih belum puas dengan jawaban suaminya, masih ada yang ingin ia tanyakan lagi, namun ia juga tak ingin menanyakan didepan kedua orangtuanya, mungkin nanti saja pikirnya.
***
'' Loe kenapa melamun? belum kelar juga masalah sama kakak loe?'' Putri bertanya karna melihat sahabatnya melamun didalam kelas, bahkan saat ia datang saja Windy seolah tak tau.
'' Tadi pagi gue gk sengaja dengar pembicaraan kak Sesil dengan seseorang, dan gue yakin jika itu adalah bang Regan karna gue dengar dia nyebut nama abang loe.'' ucap Windy
'' Terus??'' Putri yang penasaran langsung menarik kursi disamping Windy dan mendudukinya
'' Sepertinya mereka janjian deh.'' sambung Windy lagi
'' Apa serius loe? terus apa loe juga tau mereka janjian dimana?'' tanya Putri dan langsung diangguki oleh Windy
__ADS_1
'' Diapartemen kak Sesil.'' sambung Windy
'' Hah? apartemen? gk salah? wah ini gk bisa dibiarkan, gue punya firasat jika kakak loe itu sedang merencanakan sesuatu deh kayaknya, apa mungkin dia mau jebak bang Regan ya? kalau gk, ngapain mereka janjian diapartemen, kan bisa ditaman atau restoran gitu.'' ucap Putri penuh curiga.
''' Sebenarnya sejak tadi gue juga memikirkan hal yang sama dengan loe Put, tapi gue juga gk boleh suudzon, tidak mungkin kan kak Sesil akan melakukan hal itu? lagi pula dia kan tau jika bang Regan itu pacar gue,'' ucap Windy mencoba berprangsangka baik, namun tak dipungkiri dalam hati dan pikirannya ia juga merasa gelisah.
Putri menggenggam tangan sahabatnya sambil mengelus lembut punggung tangannya, agar ia lebih tenang.'' Win, gue tau kalau kak Sesil itu adalah kakak loe, tapi kan kalau dia nya aja gk nganggep loe sebagai adiknya, ngapain juga loe harus mikirin perasaannya, toh buktinya dia tau pasti kalau bang Regan itu adalah kekasih loe, jadi untuk apa lagi dia janjian ingin bertemu dengan bang Regan. Iya kan? sudahlah anggap saja jika saat ini kak Sesil itu adalah seorang pelakor, yang harus dibasmi.'' ucap Putri membuatnya mendapat pukulan dilengannya oleh Windy
'' Loe itu ada-ada saja, masa kakak gue disama in sama pelakor sih?'' gerutunya.
'' Ya sama ajakan oneng, bedanya karna kamu itu belum menikah saja dengan bang Regan, oya jam berapa mereka janjiannya?''
'' Gue rasa nanti setelah pulang kantor deh, soalnya gue sempat dengar jika jam enam nanti kak Sesil akan langsung menuju apartemennya.''
'' Oh yasudah kita langsung aja cus kesana nanti, atau gk gimana kalau kita gagalin saja rencana kakak loe itu?
'' Sepulang sekolah gimana kalau kita kekantor bang Regan?'' Putri memberikan sebuah ide, yang langsung disambut dengan senyuman oleh Windy.
'' Ok, gue setuju.'' jawab Windy sambil tersenyum.
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
Saat ini kedua gadis cantik itu sedang dalam perjalanan menuju kantor Regan, sebelumnya mereka sempat mengganti pakaian seragam milik mereka dengan pakaian rumahan, terlihat simple memang, keduanya sama-sama hanya menggunakan kaos yang sedikit longgar, namun berbeda dengan Windy yang memakai kaos dengan leher sedikit lebar hingga memperlihatkan bahu mulusnya, sedangkan bawahan keduanyanya menggunakan hotpans membuat kaki jenjang nan mulus itu terlihat begitu indah.
Setelah memarkirkan kendaraannya kini satu persatu gadis remaja itu langsung turun dari mobil.
'' Yakin loe, bang Regan ada dikantornya?'' tanya Windy saat ini keduanya sedang melangkah menuju loby kantor tersebut.
'' Bentar ya gue tanya keresepsionis dulu, ada apa enggak bang Regan di ruangannya.'' ucap Putri sambil melangkah menuju dua wanita yang sedang berdiri didepan meja.
__ADS_1
'' Hai kak Mega, bang Regan ada gk diruangannya?'' tanya Putri pada salah satu serepsionis yang ia kenal.
'' Hai juga Putri, sayang nya pak Regan sedang tidak ada diruangannya, beliau baru saja keluar, bersama tamu nya, tapi sepertinya mereka menuju kantin yang ada dikantor deh.'' jelas wanita yang dipanggil Mega oleh Putri, beberapa karyawan memang mengenal sosok Putri sebagai adik dari CEO tempat mereka bekerja karna memang Putri dulu sering diajak oleh Regan datang kekantor.
'' Oh lagi ada dikantin ya kak? yasudah makasih ya kak Mega.
'' Iya sama-sama.'' jawabnya
''Gimana? ada?'' tanya Windy setelah melihat Putri melangkah kearahnya.
'' Dia dikantin, yuk kesana!" ajak Putri yang diikuti Windy dari belakang. Sepanjang jalan menuju kantin kedua gadis cantik itu menjadi perhatian beberapa kaum adam, karna selain cantik, mereka juga sangat menggoda, untuk para karyawan yang hampir seharian berada dikantor yang tadinya merasa lelah dan jenuh kini menjadi segar kembali saat melihat kedua gadis remaja itu.
'' Wiidiih, tuh lihat ada cewek-cewek bening bro,'' ucap salah satu karyawan cowok yang berada dikantin
Cuit-cuit..
'' Cantik godain abang dong, abang lagi jomblo nih.'' goda kembali salah satu karyawan lain. Putri dan Windy hanya tersenyum menanggapi godaan beberapa karyawan tersebut.
'' Waduuh neng senyumnya buat abang meleleh.''
''Wuuuu...'' para karyawan wanita menyoraki teman mereka yang sejak tadi menggoda Putri dan Windy.
'' Jangan mau dek mereka udah punya istri.'' ucap karyawan wanita sambil tergelak, beberapa orang yang ada disana juga ikut bersorak.
Disalah satu meja terlihat ada Regan yang sedang duduk bersama dengan teman lamanya, saat asik berbincang, tiba-tiba mereka merasa terganggu karna suara keributan.
'' Ada apaan sih rame-rame?
Bersambung
__ADS_1