
Saat ini Putri dan Rangga sedang dalam perjalanan menuju cafe, sepanjang perjalanan gadis itu terus meminta maaf kepada Rangga karna sudah menunggunya terlalu lama.
'' Yaudah jangan minta maaf terus, itu bukan masalah besar kok.'' ucap Rangga, tangannya membelai surai hitam milik kekasihnya itu. Sedangkan Putri hanya tersenyum, ia bingung harus mengatakan apa, sebenarnya ia tak bilang jika dirinya habis dari kediaman Alex, Putri takut pemuda itu akan marah padanya, apa lagi ia tau jika kekasihnya tersebut sangat tidak menyukai Alex.
Kini mereka sudah sampai dicafe Rangga, setelah memarkirkan mobilnya, Rangga dan Putri langsung turun, dan melangkah masuk sambil bergandengan tangan.
'' Hai Putri ketemu lagi.'' ucap suara seseorang yang tidak asing lagi ditelinga gadis itu.
'' Alex,'' ucapnya pelan, namun masih terdengar oleh Rangga
'' Apa maksud nya ketemu lagi? apa kalian tadi sempat bertemu?'' tanya Rangga sambil menatap Putri
'' Iya kami bertemu, bahkan tadi dia tidur dirumahku.'' ucap Alex membuat Putri langsung melototkan matanya, sementara Rangga terlihat mencoba menahan amarah saat mendengar perkataan Alex.
'' Alex loe apa-apaan sih? Rangga aku bisa jelasin semuanya.'' ucap Putri, Rangga tak mengatakan apapun namun ia langsung pergi menuju ruangannya dan meninggalkan Putri bersama Alex disana.
'' Rangga, tunggu! aku bisa jelasin.'' Putri langsung berlari menyusul Rangga, sedangkan Alex kembali duduk dimejanya dengan santai, tanpa rasa bersalah.
***
Putri masuk kedalam ruangan Rangga dan mencari sosok pemuda tersebut yang tak terlihat disana, namun tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka bersamaan munculah Rangga dari balik pintu tersebut. Pemuda itu melirik Putri sekilas, namun setelah itu ia langsung duduk dikursi kerjanya.
'' Rangga, aku bisa jelasin semuanya.'' Putri melangkah menuju meja Rangga dan berdiri disamping pemuda itu, berharap Rangga mau mendengarkan penjelasannya.
'' Sekarang jelaskan semuanya, kenapa kamu berbohong padaku? Kamu bilang jika tadi kamu habis dari rumah Windy, tapi kenyataannya kamu berada dirumah Alex, maksudnya apa Putri?'' Rangga menatap kekasihnya dengan amarah tertahan.
'' Sebenarnya saat aku mengantarkan Sila tadi siang aku mampir kerumahnya, karna ia memintaku untuk menemaninya pulang sampai Alex kembali, tapi aku malah ketiduran dikamarnya sampai jam lima sore, dan aku takut kalau aku jujur kamu akan marah sama aku Ga, makanya aku berbohong dengan mengatakan jika aku saat itu berada dirumah Windy, Rangga aku benar-benar minta maaf, aku bingung gk tau harus bilang apa saat itu sama kamu.'' jelas Putri panjang lebar.
'' Memangnya kalau kamu jujur saat itu kamu kira aku akan marah? Tidak ada alasannya buat aku marah sama kamu jika kenyataannya memang seperti itu, tapi yang jadi masalah sekarang adalah, kamu sudah membohongiku Putri dan aku kecewa sama kamu.'' ucap Rangga.
__ADS_1
'' Rangga apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku?'' tanya Putri pada Rangga, namun ia tak menjawabnya, terlihat ia malah sibuk dengan laptopnya, sedangkan Putri hanya bisa memperhatikan apa yang Rangga lakukan, ia tau jika saat ini Rangga sedang marah padanya, sudah hampir lima belas menit Rangga didepan laptop tersebut tanpa berniat mengajak Putri bicara, bahkan menatapnya saja Rangga tidak, dan itu membuat gadis tersebut menjadi sedikit kesal.
'' Kalau kamu merasa bosan bergabunglah dengan tamu yang lain,'' ucap Rangga, yang melihat kejenuhan Putri.
''Tidak perlu, aku langsung pulang saja.'' setelah mengatakan itu Putri langsung mengambil tas miliknya dan melangkah menuju pintu ruangan tersebut, namun belum sempat Putri membuka pintu Rangga lebih dulu menarik tangan gadis itu.
'' Siapa yang menyuruh kamu untuk pulang? aku kan menyuruh kamu untuk bergabung diluar.'' ucap Rangga
'' Aku gk mau duduk bersama orang asing, jika kamu sibuk maka sebaiknya aku pulang saja,'' Putri membuka kembali pintu ruangan tersebut, namun Rangga langsung menutupnya hingga terdengar suara yang cukup kuat, membuat Putri langsung terjengkit kaget.
'' Rangga kamu apa-apaan sih, aku kaget tau gk.
'' Salah kamu karna gk mau nurut sama aku.'' ucap Rangga sambil menatap tajam pada kekasihnya itu.
'' Ya tapi aku gk mau duduk sendirian Rangga aku mau nya sama kamu, tapi kamu malah sibuk sejak tadi, mendingan aku pulang aja kan.'' jawabnya dengan wajah yang terlihat bette.
Terdengar helaan nafas panjang dari mulut Rangga.
Batin Rangga
'' Yaudah kamu disini aja sama aku, karna kamu harus mendapat hukuman karna telah berbohong padaku.'' ucap Rangga, walaupun sebenarnya Rangga masih marah, namun ia tak ingin berlarut-larut, sebab yang nantinya akan rugi adalah dirinya sendiri, belum lagi jika diluar sana masih ada Alex, bisa saja kan pemuda itu semangkin memanfaatkan situasi, pikirnya.
'' Hukuman? apa hukumannya?'' tanya Putri
'' Nanti juga kamu akan tau.'' ucap Rangga sambil kembali melangkah menuju meja kerjanya dan langsung menghubungi seseorang melalui sambungan telpon.
Setelah sepuluh menit terlihat seorang pelayan masuk sambil membawa makanan, dan juga minuman, kemudian langsung meletakan nya diatas meja. Putri melihat hanya ada satu piring dan satu minuman saja.
'' Ayo makan.'' ajak Rangga, membuat Putri menatap kearahnya.
__ADS_1
'' Tapi ini hanya satu piring, memang kamu gk makan?''
'' Satu piring berdua, satu gelas juga berdua, dan hukumannya adalah kamu harus suapin aku makan malam ini.'' jelas Rangga, membuat gadis itu langsung terpekik senang.
'' Benarkah? hanya ini? baiklah dengan senang hati aku akan melakukannya, dan aku akan melayani semua kebutuhan kamu malam ini.'' ucap Putri, yang langsung mengambil pososi duduk disamping Rangga. Saat sepasang kekasih itu menikmati makanan mereka, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk dari luar.
'' Biar aku yang bukain pintunya.'' ucap Putri yang langsung bangkit dari duduknya.
Ceklek, terdengar suara pintu terbuka.
'' Loh kalian?'' ucap Putri membuat Rangga mencoba melihat siapa yang datang.
'' Siapa sayang?'' tanya Rangga karna memang ia tak bisa melihat siapa yang datang dari tempat nya duduk.
'' Bang Regan dan kekasihnya.'' jawab Putri yang mendapat pukulan kecil ditangannya oleh Windy.
'' Ayo masuk!" ajaknya sambil kembali menuju sofa dimana saat ini Rangga berada.
'' Lagi makan??'' tanya Regan, laki-laki itu mengambil posisi duduk didepan Rangga, disusul oleh Windy disampingnya. Sedangkan Putri kembali duduk disebelah Rangga.
Regan melihat sepiring stek daging yang ada dihadapan Rangga, yang ia yakin jika itu adalah makanan pemuda tersebut.'' Kok cuma satu piring aja, Putri, emangnya kamu gk dikasih makan sama laki-laki ini?'' sindir Regan.
'' Aku rasa mereka sepiring berdua deh bang,'' sambung Windy menebak.
'' Nah betul tuh kata calon kakak ipar, ketauan kan jika abangku yang tampan ini bukanlah orang yang romantis, masa gini aja gk paham, percuma tampan.'' ucap Putri membuat Regan mendengus, sedangkan Windy terlihat sedang menahan senyum.
'' Aaa sayang satu suap lagi.'' ucap Putri sambil memberikan satu suapan terakhir didepan mulut Rangga, ia tak perduli sekalipun ada Windy dan abang nya Regan didepannya, sedangkan Regan sudah seperti cacing kepanasan melihat adegan mesra yang ada didepannya, bukan karna tak suka, namun terlebih ia merasa kalah jauh sepak terjangnya dari sepasang kekasih yang menurutnya masih bau kencur itu, padahal ia merasa jauh hidup lebih lama dari mereka, namun pengalaman seperti ini sangat minim baginya.
'' Cih sok romantis.'' Regan mencibir namun sama sekali tak diperdulikan oleh Putri, malahan gadis itu semangkin menjadi untuk membuat abangnya semangkin kesal.
__ADS_1
Next