CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Perjuangan Rangga


__ADS_3

Saat ini Windy sedang berada dirumah Putri, kedua gadis remaja itu sedang berada didalam kamar.


'' Sekarang loe percayakan jika Rangga gk berselingkuh dari loe?'' ucap Windy, ternyata saat Rangga menjelaskan titik dari masalah mereka Windy merekam nya dari ponsel miliknya, dan rencananya akan ia tunjukan rekaman tersebut pada Putri.


'' Entahlah Win, rasanya gue masih sakit hati banget sama mereka, apa lagi Rangga, padahal gue udah bilang jika perempuan itu mempunyai maksud tertentu, namun Rangga seolah tidak mau mendengarnya mungkin dia menganggap jika gue terlalu berlebihan, namun firasat gue gk pernah salah Win.'' ucap Putri, gadia cantik itu masih sangat kecewa pada kekasihnya itu bukan hanya karna kejadian tadi malam saja, tapi menurutnya Rangga tidak pernah mau mendengarkan ucapannya, padahal itu demi kebaikan ya sendiri.


'' Jadi apa rencana loe sekarang? apa loe tidak ingin berbaikan dengan Rangga? sebenarnya gue kasihan juga sama tuh anak, wajahnya juga lusuh kayak loe, sepertinya kalian berjodoh.'' ucap Windy sambil tergelak, ia bermaksud menghibur sahabatnya itu walau terdengar garing sih, namun sepertinya Putri sama sekali tidak terhibur.


'' Entahlah, gue belum ada rencana, tapi yang pasti saat ini, hati dan perasaan ini masih terasa perih, gue belum mau bertemu dengan Rangga Win, bahkan dikepala gue masih terbayang ciuman yang mereka lakukan didepan mata gue.'' ucap Putri


'' Tapi kan itu bukan kemauan Rangga Put, dia dijebak.'' Windy mencoba meluruskan, walaupun Putri mengatakan tak ingin bertemu atau benci sekalipun dengan Rangga, namun Windy yakin itu semua kebalikannya yang sebenarnya ia pasti sangat merindukan sosok Rangga, hanya saja rasa sakit lebih mendomonasinya Windy tau jika Putri pasti sangat menderita karna perasaannya.


***


Windy keluar dari kamar Putri gadis itu berniat ingin pulang karna hari memang sudah menjelang sore,


Tak tak tak


Terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga, Regan yang saat itu sedang duduk diruang keluarga langsung menoleh kearahnya.


'' Gimana, kamu sudah bicara dengan Putri?'' tanya Regan, ia khawatir melihat adik perempuannya itu karna sejak kemarin terus murung, makanya ia meminta bantuan kekasihnya Windy untuk membujuk dan melihat keadaan adiknya itu, karna jika ia yang bertanya otomatis Putri tidak akan bercerita, apa lagi ini ada hubungannya dengan Rangga, Putri takut jika nanti abangnya itu akan melakukan sesuatu pada Rangga jika ia bercerita. Walaupun saat ini ia sangat marah dan sakit hati pada pemuda itu, namun ia juga tidak akan tega jika melihat orang yang ia cintai terluka.


'' Bang Regan gk usah khawatir, aku udah bicara sama Putri kok, tapi ingat ya, abang gk boleh apa-apain Rangga, karna dia hanya dijebak.'' Windy kembali me gingatkan karna takut kekasihnya itu akan kembali emosi, sebab Windy sudah menceritakannya pada Regan tentang masalah adiknya itu yang sedang ada masalah dengan kekasihnya Rangga, saat itu Regan sangat marah dan berniat untuk memberi perhitungan dengan pemuda itu, karna sudah membuat adik kesayangannya patah hati, namun Windy mencegahnya, agar jangan bertindak anarkis, karna memang itu bukan kesalahan Rangga sepenuhnya.

__ADS_1


'' Tergantung, jika memang Putri masih uring-uringan maka aku akan memberi Rangga pelajaran karna sudah membuat adikku seperti itu, jangan mentang-mentang si Putri cinta mati sama dia, jadi seenaknya saja bocah itu memperlakukan adikku, dan juga sama sekali gk menghargai perasaan nya.'' ucap Regan. Sedangkan Windy yang mendengar lebih memilih diam, walau bagai mana pun Regan adalah abangnya Putri, jadi sudah pasti ia sebagai abang akan melindungi adiknya dan membuat perhitungan pada diapa saja yang mengganggu adik tersayangnya.


DITEMPAT LAIN..


'' Rangga kamu gk ke cafe?'' tanya Haikal papa nya Rangga


'' Hari ini aku lagi gk enak badan pah, tapi aku sudah menyuruh Niko buat handle semua nya kok jadi papa gk usah khawatir.'' jelas Rangga.


Haikal memperhatikan putra nya yang terlihat tak bersemangat dan murung.'' Kamu kenapa murung? apa ada masalah?''


'' Gk ada apa-apa kok pah, jangan khawtir.'' jelasnya lagi.


Haikal mengangguk paham.'' Yasudah kalau gitu papa naik dulu kekamar, oya papa harap jika ada masalah jangan berlarut-larut, sebaiknya harus diselesaikan dengan cepat, apa lagi jika menyangkut soal cinta, jangan sampai nanti kamu menyesal.'' ucap sang ayah setelah mengatakan itu Haikal langsung pergi kekamarnya, sedangkan Rangga masih mencerna omongan papanya itu, mungkinkah ayahnya itu tau jika saat ini ia ada masalah dengan kekasihnya, pikir Rangga.


'' Maafin aku Putri, karna sudah menyakiti hatimu,aku menyesal karna tidak menuruti ucapanmu kala itu, ku pikir Misya sudah berubah, tapi nyatanya wanita itu malah berusaha membuat hubungan kita merenggang seperti ini.'' monolognya


KEESOKAN HARINYA


Hari ini Putri datang kesekolah dengan diantarkan oleh Regan, setelah turun ia langsung masuk kedalam gerbang sekolah, saat hendak melewati parkiran, ia melihat ada Rangga yang baru saja keluar dari mobilnya, Putri yang takut terlihat olehnya langsung melangkah dengan cepat, namun sayang ternyata Rangga telah melihatnya.


'' Putri! Putri tunggu!'' Rangga mengejar Putri sambil meneriaki namanya, namun gadis itu seolah tak mendengar Putri terus semangkin mempercepat langkahnya.


'' Putri tunggu!!'' Rangga berhasil menarik tangan gadis itu dan menggenggamnya dengan kuat.

__ADS_1


'' Lepasin Ga! kamu mau apa sih?!" gadis itu memberontak sambil menarik tangannya, namun semua hanya sia-sia, sebab tenaganya tak berarti apa-ap buat Rangga.


'' Aku gk akan lepasin kamu, sebelum kita bicara dan kali ini kamu harus dengerin aku!." Rangga menatap tajam pada kekasihnya itu


Putri tersenyum sinis pada Rangga,'' Kamu aja gk pernah mau dengerin aku, jadi buat apa aku dengerin kamu, walau sekalipun yang kamu bilang itu benar, apakah selama ini yang aku bilang salah tentang perempuan itu? jawab!'' Putri sedikit berteriak hingga membuat beberapa siswa yang lewat menatap kearah mereka.


Mendengar ucapan Putri membuat Rangga seolah tertampar, pemuda itu hanya bisa diam, menyesali semuanya.


'' Eh itukan Rangga sama Putri, apa mereka sedang bertengkar ya? duuh ku kira mereka pasangan yang gk akan pernah ada masalah soalnya kan selama ini mereka selalau lengket,'' ucap salah satu siswi


'' Iya apa lagi kan si Putri bucin abas sama Rangga, mungkin Rangga mulai muak kali ditempelin terus sama Putri.'' ucap siswi lainnya.


Begitulah kasak-kusuk yang sedikit terdengar oleh telinga keduanya, Rangga menatap Putri yang memejamkan matanya, ia tau jika gadis itu sedang menahan amarahnya karna mendengar ucapan teman satu sekolahnya. Dalam hati Rangga tersenyum, sepertinya ia semangkin cinta dengan gadis yang ada didepannya ini, karna biasanya jika Putri mendengar ucapan seperti itu, maka emosinya akan meledak-ledak, dan sudah pasti akan memaki orang yang menjelek-jelekannya, namun saat ini tidak, Putri akan menahan semua gunjingan itu, dan mencoba menahan emosi.


Sialan, berani-beraninya mereka pada gunjingin gue, sabar Putri sabar, loe pasti bisa!


Batin nya yang kemudian membuka matanya,namun saat matanya menatap kearah Rangga, ia melihat pemuda itu tersenyum kearahnya, membuat Putri menatap aneh padanya. Tanpa bicara lagi Putri langsung meninggalkan Rangga dengan sedikit berlari kecil.


'' Eh Putri tunggu!!'' Rangga berteriak sambil memanggil namanya namun gadis itu tak perduli.


'' Baiklah sepertinya kali ini aku yang harus berjuang untuk mendapatkan kepercayaanmu lagi.'' gumamnya.


Next

__ADS_1


__ADS_2