
Saat ini Putri sedang dalam perjalanan menuju cafe tempat dirinya janjian bersama Rangga, Putri sangat puas tadi bisa membuat Mika penasaran setengah mati, tadi Mika sempat mendesak Putri agar mau mengatakan hubungan antara Niken dan juga Rayen, bahkan Mika curiga jika Rayen dan Niken memiliki suatu hubungan lebih dari hanya sekedar om dan ponakan. Namun saat Putri hendak kembali bicara, tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata itu panggilan masuk dari Rangga, yang mengatakan jika kekasihnya itu hendak bertemu dengan nya. Dan akhirnya tanpa menjawab pertanyaan Mika, Putri langsung pergi dari restoran tersebut, meninggalkan Mika dengan beribu pertanyaan dikepalanya.
Saat dalam perjalanan ponsel Putri kembali berbunyi.
''Iya hallo Ga?aku lagi otw ini, lima belas menit lagi nyampek.'' jawab Putri sambil menekan pedal gas nya hingga kecepatannya diatas rata-rara, untung saja jalanan saat itu sedang lenggang dan sedang tidak ada polisi yang berjaga, sebab jika tidak sudah dipastikan Putri akan terkena masalah.
Sedangkan ditempat lain, tepatnya didalam restoran yang sama, terlihat seorang wanita masih asik menikmati makan siang miliknya.Namun terlihat juga raut wajah yang sangat penasaran disana, dan siapa lagi kalau bukan Mika.
Aku masih sangat penasaran dengan apa yang dimaksud oleh gadis itu, sebenarnya yang dia maksud pelakor itu siapa sih, apa jangan-jangan aku? tapi setau aku Rayen kan sudah putus dengan Viona si model itu, bahkan Rayen sendiri yang bilang sama aku waktu itu, terus kenapa dia bisa bilang seperti itu? apa jangan-jangan dugaanku memang benar, jika Rayen dan keponakannya Niken memang ada suatu hubungan terlarang? sepertinya aku harus cari tau sendiri.
Batin Mika
......................
Setelah memarkirkan mobilnya didepan rumah Rayen dan Niken langsung keluar dari dalam mobil tersebut. Rayen melihat istrinya yang masih memasang wajah cemberut hanya bisa menghela nafas panjang.
''Sayang kalian sudah pulang? Ray tumben pulang cepat hari ini??'' tanya Lidya yang saat itu sedang duduk didepan tv sambil menonton acara kesukaannya.
''Iya mba, saya hanya mengantar Niken pulang sebentar, setelah itu saya akan balik lagi kekantor, kalau gitu saya naik dulu keatas mba.'' ucap Rayen sambil menyusul Niken yang sudah berada lebih dulu dilantai atas. Lidya memperhatikan Rayen yanag tergesa-gesa menyusul istrinya diatas.
''Ada apa dengan mereka? apa saat ini keduanya ssdang bertengkar? huuff gini nih jika menikahi gadis labil dibawah umur.'' ucap Lidya berbicara tentang putri kecilnya sendiri.
Rayen masuk kedalam kamarnya, matanya menyapu seluruh ruang kamar, namun matanya tak menangkap sosok yang ia cari, tapi telinganya samar-samar mendengar suara dari dalam kamar mandi, ia pun langsung melangkah mendekati pintu kamar mandi tersebut.
__ADS_1
Tok-tok-tok
''Sayang kamu didalam?'' Rayen memanggil istrinya, namun tidak ada jawaban sama sekali, tapi tak berapa lama terdengar suara pintu dibuka, dan keluarlah Niken dengan hanya menggunakan tanktop dan juga hotpans yang sangat pendek, lebih tepatnya celana leging berbahan sangat tipis hingga terlihat sangat jelas gumpalan daging montok yang ada dibawah perutnya. Rayen menelah ludahnya kasar matanya tak lepas dari gumpalan daging tersebut, belum lagi daging bagian atas yang terlihat seperti hendak melompat dari tempatnya, sebenarnya itu adalah pakaian dalaman saat Niken memakai seragam sekolahnya tadi, karna merasa sangat gerah jadi ia melepaskan seragam tersebut saat dikamar mandi. Tanpa memperdulikan suaminya Niken langsung melangkah menuju tempat tidur dan menghempaskan tubuhnya diatas ranjang empuk tersebut.
Rayen melangkah mendekati istrinya yang saat itu terlihat sedang memainkan ponsel miliknya.
''Sayang, kamu masih marah sama mas? mas minta maaf, tolong dong jangan marah lagi sama mas?!" ucap Rayen, lelaki itu terlihat melepas satu kancing atasnya, setelah sempat menggulung lengan kemejanya, Niken melirik suaminya, ia baru sadar, jika suaminya itu memakai pakaian yang berbeda.
Bukannya tadi pagi mas Rayen pakai kemeja berwarna coksu, lalu kenapa tiba-tiba kemejanya berubah jadi warna navi?
Batin Niken penuh tanda tanya.
''Mas, kok baju kamu ganti? memangnya kenapa dengan baju tadi pagi?'' tanya Niken menyelidik, kini ia sudah merubah posisinya menjadi duduk menghadap suaminya.
''Itu tadi pakaian mas gk sengaja terkena tumpahan kopi saat dikantor nya Mika, jadi karna kebetulan waktu meetingnya juga udah mepet banget, terpaksa mas gunakan pakaian yang tersedia disana.'' ucap Rayen, ia sengaja tak mengatakan jika kemeja yang digunakannya adalah pemberian Mika, karna Rayen tak ingin istrinya itu lebih salah paham lagi nantinya, dan berpikiran yang tidak-tidak.
Rayen yang tadinya duduk diujung tempat tidur, kini mendekat pada Niken, melihat istri kecilnya berpenampilan seperti itu jujur saja membuat nya merasa berga*irah, tiba-tiba saja ada sesuatu yang bergejolak dalam dirinya, namun sebelum ia sempat menyentuh sang istri, Niken lebih dulu beranjak dari duduknya dan melangkah menuju lemari untuk mengambil satu stel pakain yang ingin ia gunakan. Rayen sedikit kecewa dengan istrinya, ia tau jika saat ini Niken sedang berusaha menghindar darinya.
''Mas bilang tadi mau kembali kekantor kan setelah mengantarkan ku pulang? sebaiknya mas kembali sekarang! bukannya pekerjaan dikantor sedang menumpuk ya? aku mau ganti baju dulu.'' ucapnya setelah itu Niken masuk kekamar mandi untuk berganti pakaian.
Beberapa saat kemudian ia keluar dengan pakaian yang sudah lengkap.
''Mas Rayen belum pergi juga? bukannya dikantor sedang banyak pekerjaan ya?'' tanya Niken dengan dahi yang berkerut.
__ADS_1
''Bagai mana mas bisa pergi kekantor, jika istri mas marah pada suaminya.'' ucap Rayen dengan wajah memelas.
Tahan Niken tahan! kamu pasti bisa melawan perasaan ini, kali ini kamu harus tega sama suami kamu itu, agar dia tidak sembarangan pergi bersama dengan wanita lain lagi, walau itu hanya urusan kantor sekalipun.
Batin Niken sambil memalingkan wajahnya pada sang suami.
''Sudahlah mas, sebaiknya kamu pergi saja kekantor, aku mau kebawah,mau makan, soalnya tadi aku belum sempat makan saat direstoran.'' ucap Niken sambil meninggalkan suaminya didalam kamar.
Tak.tak.tak.
Terdengan suara sandal jepit milik Niken bersamaan sang empu yang menuruni anak tangga.
''Loh Ken, mana suami kamu? bukannya tadi dia bilang mau kembali kekantor ya??'' tanya Lidya saat melihat putrinya turun sendirian.
''Masih diatas mah, aku mau makan dulu, belum makan siang soalnya.'' ucap Niken sambil melangkah menuju dapur.
Tak lama terlihat Rayen menuruni anak tangga dengan keadaan wajah yang sedikit tidak semangat.
''Kamu kenapa Ray? kok wajahmu kusut begitu? kalian lagi berantem ya??'' todong Lidya langsung.
''Sebenarnya Niken cuma salah paham saja mba,'' jawab Rayen.
Lidya sudah tau cepat atau lambat pasti ada masalah seperti ini, mengingat anak gadisnya yang masih labil dan juga belum terlalu mengeeti dengan yang artinya pernikahan, namun Lidya juga tidak ingin melihat putri semata wayangnya itu menangis karna suaminya, walau sekalipun Niken yang salah. Anggaplah dia egois, namun sebagai seorang ibu, tentu dia hanya ingin yang terbaik untuk Niken, Lidya ingin selalu melihat putrinya itu bahagia
__ADS_1
''Ingat ya Ray, mba gk mau kalau sampai kamu buat Niken gk bahagia nikah sama kamu, kamu masih ingatkan apa yang mba pernah bilang sama kamu? jika kamu menyia-nyiakan Niken, maka siap-siap saja kamu bakalan kehilangan dia.'' ucap Lidya tegas.
Next