CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Merubah Panggilan


__ADS_3

Dikamarnya Windy masih kepikiran ucapan ibunya tadi.


'' Yang mama katakan ada benarnya, walaupun bang Regan memilihku, tapi apa orangtuanya akan menyetujuinya? bagai mana jika mereka tidak setuju? bagai mana jika mereka menentang hubungan kami karna statusku yang adalah seorang janda? jika mereka tidak merestui hubungan kami, itu artinya aku harus siap melepaskan bang Regan, tapi apakah aku bisa melepasnya, sementara aku sudah benar-benar merasa sangat nyaman bersamanya.'' gumamnya lirih, itulah bahasan yang sempat ia dan ibunya tadi bicarakan, Yuna takut hubungan putrinya akan ditentang karna status putrinya yang seorang janda, semenyara Yuna sangat tau jika Regan bukan dari keluarga sembarangan, bagai mana pun ia mengenal adiknya Putri sebagai sahabat dari anaknya Windy, tentu Yuna tau jika Putri adalah anak salah satu seorang yang berpengaruh dikotanya, begitu pula dengan Regan, Yuna berpikir mana mungkin kedua orangtua mereka membiarkan putra-putri mereka menikah dengan orang sembarangan, pikirnya.


'' Huuff, rasanya kepalaku sakit mikirin ini semua, sebaiknya aku tidur saja lah.'' gumamnya lagi.


Keesokan harinya, sepulang sekolah Putri meminta Windy untuk menginap dirumahnya, karna kedua orangtuanya sedang keluar kita begitupun Regan, dirumah hanya ada pembantu saja makanya ia meminta Windy untuk menginap dirumahnya agar ada teman ngobrol, memang semenjak kecelakaan kemarin Ambar dan Johan sudah jarang berpergian keluar kota hanya sesekali saja.


'' Memangnya berapa hari orangtua loe pergi Put?'' tanya Windy, saat ini kedua gadis tersebut sedang dalam perjalanan menuju tempat tinggal Putri.


'' Mereka bilang dua atau tiga hari, tapi gk tau juga sih, ya mungkin sampai masalahnya selesailah,'' jawabnya


'' Kalau bang Regan?'' tanya Windy lagi, Putri yang saat itu sedang menyetir melirik Windy sekilah, kemudian menjawab dengan hanya mengangkat bahu, tanda ia juga tak tau. Putri memang tau hubungan antar abangnya dan juga sahabatnya tersebut, awalnya sih ia sempat tak menyetujui hubungan mereka dengan alasan yang sama, takut jika nanti Windy dan abangnya putus, maka persahabatan mereka akan menjadi renggang, namun setelah dijelaskan dan diberi pengertian oleh Regan akhirnya gadis itu mau mengerti walaupun masih setengah hati, bahkan sampai sekarangpun ia masih meragukan hubungan keduanya. Bukan tanpa alasan, namun Putri tidak akan mengemontari lagi hubungan mereka, biarlah mereka yang nenjalani ia hanya berharap jika Windy tak akan sakit hati jika suatu saat nanti masa lalu abangnya itu kembali. Kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dikediaman tempat tinggalnya, setelah memarkirkan mobil digarasi kedua gadis itu langsung keluar dan melangkah memasuki rumah kediamannya.


'' Gue laper banget nih, kira-kira bibik masak apa ya hari ini, kita langsung kemeja makan aja yuk!" ajak Putri sambil melangkah menuju meja makan.


'' Bibik masak apa hari ini?'' tanya Putri saat melihat Art nya berada didapur.


'' Ikan gurami asam manis sama ayam goreng non, sayurnya capcay.'' jawab Art tersebut.


'' Waah enak nih, bibik tau aja makanan kesukaanku, ayo Win, duduk kita makan dulu.'' ajak Putri yang diangguki oleh Windy, kedua gadis itu memang saat dikantin tadi hanya memesan makanan ringan saja, jadi wajar jika saat ini keduanya merasa lapar.


Saat keduanya asik melahap makanan tiba-tiba ada suara yang tak asing ditelinga keduanya.'' Enak banget makannya sampai gk dengar salam dari abang?'' ucap orang tersebut siapa lagi kalau bukan Regan, kedua gadis itupun langsung menoleh keasal sumber suara.

__ADS_1


'' Bang Regan.'' ucap keduanya kompak


'' Loh bang bukannya abang keluar kota ya? Kok udah pulang?'' tanya Putri sambil matanya melirik Windy yang saat itu terlihat tersenyum senang karna melihat keberadaan kekasihnya, sebenarnya Regan juga pamit saat hendak keluar kota tadi pagi, hanya saja ia juga tidak tau untuk berapa hari disana karna Regan juga tidak bisa memastikan saat itu.


'' Udah selesai,'' jawabnya santai lalu menarik kursi yang ada disamping Windy dan mendudukinya.


'' Abang mau makan? biar aku yang ambilkan.'' ucap Windy sambil menuangkan nasi kedalam piring milik Regan.


'' Duuh, benar-benar calon istri idaman pacar ku ini.'' ucap Regan membuat Windy tersipu, sedangkan Putri yang mendengar memutar bola matanya jengah, lalu menjulurkan lidahnya seperti orang mau muntah.


'' Jangan sirik kamu dek,'' ucap Regan yang melihat apa yang dilakukan Putri dari ekor matanya.


'' Siapa juga yang sirik,'' jawabnya sambil mengunyah makanna dengan kasar, sedangkan Windy hanya menggeleng mendengar pertengkaran kecil yang tak berarti dari keduanya, namun walau mereka sering ribut Windy tau mereka saling menyayangi, pertengkaran kecil itu hanya salah satu cara mereka untuk menunjukan kasing sayang antara keduanya.


'' Gue udah siap, Win kalau udah selesai nanti loe kekamar gue ya?'' ucapnya sambil beranjak


'' Ck, kan aku yang ajak dia kesini bang, pokoknya loe harus kekamar gue nanti ya Win, ingat gue yang minta ijin tadi sama tante Yuna, awas aja loe kalau gk naik.'' ucap Putri setelah itu ia langsung melangkah menuju tangga untuk naik kekamarnya yang berada dilantai dua.


'' Dasar emang ya anak itu keras kepalanya gk ilang-ilang.'' gerutu Regan.


'' Ya udah tau adeknya keras kepala masih juga dilawan.'' ucap Windy sambil menggelenkan kepala.


'' Hm,'' jawab Regan malas.

__ADS_1


'' Oya bang Regan kok cepat banget pulangnya? aku kira abang disana bakalan lama.'' ucap Windy setelah selesai makan.


'' Emangnya kenapa kalau saya cepat pulangnya? kamu gk suka?'' tanya Regan sambil meletakan sendoknya, tiba-tiba saja ia merasa bette.


'' Bukan begitu bang, tentu saja aku senang jika abang pulang lebih awal, tadikan hanya tanya doang, masa gitu saja marah sih bang,'' ucapnya dengan nada sedih, Regan melirik kekasihnya tersebut.


'' Heii sayang kok sedih sih? aku kan hanya bercanda, udah ya jangan sedih gitu mukanya,'' ucap Regan sambil menyentuh wajah kekasihnya itu dengan telapak tangannya. Niken menatap wajah Regan, ingin memastikan sesuatu.


Tadi bang Regan bilang aku? duuh senang nya, akhirnya dia bisa merubah panggilannya, senang banget dengarnya.


'' Windy, kamu dengar akukan?'' panggilnya saat melihat kekasihnya itu melamun


'' I-iya bang, gpp kok.'' jawabnya tersenyum


'' Yasudah kalau gitu aku keatas dulu ya?'' sambung Windy lagi


'' Loh, kan ada aku disini ngapain kamu keatas?'' protes Regan


'' Ya tapi kan niatku kesini buat nemani Putri bang, kan gk enak akunya, entar dia marah sama aku gimana?, dan aku gk mau kalau sampai dia marah, entar susah loh bujuknya bang.'' ucap Windy


Terdengar helaan nafas panjang dari Regan, '' Iya deh yasudah sana kamu naik saja kekamarnya,'' ucap Regan, namun terdengar terpaksa.


'' Baaangg,'' rengek Windy

__ADS_1


'' Iya-iya sana aku gk marah kok.'' jawabnya yang mengerti maksud kekasihnya itu.


Bersambung


__ADS_2