
Saat ini Putri sedang berada dipelukan Rangga sambil menangis bahkan sesekali dada Rangga ia pukul untuk melampiaskan kekesalannya.
'' Udah dong nangisnya, malu dilihatin semua teman kamu tuh, lagian kan hari ini hari ulang tahun kamu sayang, nanti malam kita akan merayakannya, kamu mau kan?''
Namun Putri masih belum mau menjawab, ia masih sesegukan dipelukan kekasihnya.
'' Putri dengarkan aku! yang kamu harus tau aku sangat sayang sama kamu, dan aku gk mungkin kepikiran untuk mencari gadis lain, bagai mana aku bisa memikirkan hal itu sementara kekasihku saja sangat mencintaiku.'' ucap Rangga, namun bukannya diam justri Putri semangkin melengkingkan suaranya seperti anak kecil yang takut ditinggalkan ibunya.
'' Terus sebenarnya Celsi itu siapa?'' tanya Putri yang masih betah berada dipelukan Rangga pakaian pemuda itu pun sudah basah kuyup akibat air mata kekasihnya.
'' Kalau Celsi itu memang benar teman masa kecilku, dan semua yang aku ceritain sama kamu tentang dia juga benar kecuali perasaanku, kebetulan Celsi dan keluarganya berlibur kekota ini jadi sekalian dia mampir kesini gitu ceritanya.'' jelas Rangga.
'' Tapi tetap aja aku marah banget sama kalian.'' ucap Putri
Putri melerai pelukannya kemudian menatap satu persatu sahabatnya, termasuk Niko dan Celsi.
'' Kalian kok jahat banget sih sama gue? loe semua tau gk tadi itu rasanya jantung gue udah mau copot, dan asal kalian tau sebenarnya tadi setelah pulang dari sini, rencananya gue akan langsung minum racun serangga tau gk.'' ungkap nya yang masih menatap kesal pada semua orang yang ada dihadapannya, bisa-bisanya mereka melakukan itu semua pikirnya.
'' Gk usah punya pikiran yang aneh-aneh deh kamu Put, aku tau mungkin kamu masih sangat kesal pada kami karna mengerjai kamu hingga seperti ini, jujur kami juga gk nyangka dampaknya membuat kamu sampai pingsan seperti itu, kami sangat menyesalinya, sekali lagi aku dan teman-teman minta maaf ya Put? udah dong,, ia kami tau kami salah banget karna udah ngerjain kamu, tapi kan kami udah minta maaf sejak tadi masa kamu gk mau maafin kita-kita sih?'' ucap Niken
'' Iya Putri, ini salah saya, saya minta maaf, karna sudah membuatmu sedih dan juga marah.'' sesal Celsi
'' Malas banget gue sama loe semua, bikin kesel tau gk, tapi gue mau tanya sama kalian? sebenarnya ini semua ide siapa sih?'' tanya Putri sambil menatap satu persatu pada teman-temannya.
'' Ini ideku,'' jawab Rangga tiba-tiba, ia tak ingin teman-temannya kena masalah karna dirinya.
__ADS_1
'' Kamu yang punya ide semua ini Ga? kok kamu tega banget sih sama aku? emangnya kamu masih belum yakin ya dengan perasaan yang aku miliki untuk kamu, hingga kamu tega ngelakuin semua ini?'' Putri masih belum bisa menerima semua ini, ia sangat marah, bisa-bisanya Rangga mengerjainnya hingga sampai seperti ini pikirnya.
'' Aku tau, aku tau, makanya aku merasa sangat bersalah karna sudah membuat kamu sedih, tolong maaf kan aku karna sudah membuatmu menangis.'' Rangga masih berusaha membujuk kekasihnya itu
'' Iya Putri udah ya jangan marah lagi, ini kan hari ulang tahun kamu, jadi udah ya jangan marah terus kami benar-benar minta maaf gini aja deh, kamu mau kita ngapain agar kamu bisa maafin kita semua?'' tanya Niken yang diangguki semuanya.
Putri menatap semua orang yang ada disana satu persatu, sejujurnya ia merasa masih sangat kesal karna sudah dikerjain oleh semua sahabatnya bahkan sampai melibatkan orang luar segala, sungguh keterlaluan pikirnya, namun disamping itu ia bersyukur karna selalu dikelilingi orang-orang yang sayang padanya.
'' Sebenarnya gue mari kesal banget sama kalian, tapi yasudah lah percuma juga marah berlama-lama sama kalian gk akan ada gunanya, yang ada aku rugi karna menyia-nyiakan teman seperti kalian.'' ucapnya sambil tersenyum tipis.
'' Jadi udah gk marah lagi nih sama kami?'' tanya Niken dan kawan-kawan
'' Iya, kecuali Rangga, aku masih marah ya Ga sama kamu.'' ucapnya ketus
......................
Saat ini Niken sedang bersiap karna rencananya malam ini mereka akan pergi kesalah satu cafe untuk merayakan ulang tahun Putri, mereka tak mengundang banyak orang, hanya teman terdekat saja yang diundang, itupun atas permintaan Putri, sebab sejak awal Putri memang tak ingin merayakan ulang tahunnya dengan ber mewah-mewahan, karna akan membuang uang saja pikirnya, lagi puka kedua orangtuanya juga tak pernah pulang jika dirinya ulang tahun.
Rayen yang memang sudah selesai melangkah menuju istrinya yang saat itu sedang berdiri didepan cermin, kemudian langsung memeluknya dari belakang.
'' Sayang kamu kenapa berdandan secantik ini sih? mas gk mau jika kecantikan istri mas ini dinikmati oleh laki-laki lain, apa lagi Regan.'' ucap Rayen, saat ini wajah ia telusupkan diceruk istrinya.
'' Mas geli ah,'' protesnya namun Rayen tak perduli ia justru semangkin aktif menyusuri area leher istrinya dengar bibirnya yang sedikit ditumbuhi kumis tipis dibagian atas bibir seksinya itu.
'' Mas kita mau keacara ulang tahunnya Putri masa iya aku pakai daster, lagian ini terlihat biasa aja kok.'' ucapnya sambil merapikan penampilannya, saat ini gadis itu memakai dres dibawah lutut berwarna peach sangat kontras dengan kulitnya yang putih, rambut tergerai indah dengan bando diatasnya setelan yang memang khas anak remaja pada umumnya.
__ADS_1
Niken membalikan tujuhnya menghadap suami tercintanya, kemudian mengecup mesra pipinya.
'' Mas, asal mas tau, tujuanku kesana hanya untuk merayakan ulang tahun sahabat aku, bukan untuk tebar pesona pada lelaki lain, lagi pula bagi ku gk ada yang lebih tampan selain suamiku ini, udah macho perkasa lagi diatas ranjang, dan juga bisa bikin aku selalu merasa dicintai.'' ucap Niken membuat Rayen tersenyum bahagia.
'' Yaudah yuk kita pergi, nanti kemalaman lagi.'' ajak Niken sambil menggandeng tangan suami tercintanya.
Sedangkan di cafe tempat diadakannya perayaan ulang tahun Putri adalah cafe milik Rangga, yang tak lain adalah kekasihnya Putri, Haikal dan istrinya memang sudah mengetahui tentang hubungan Rangga dan juga Putri, karna Haikal juga tau jika Putri itu adalah adik dari rekan bisnisnya Regan, jadi ia tak masalah jika Rangga menggunakan fasilitas cafe untuk merayakan acara ulang tahun Putri.
'' Wwaah, ternyata pestanya meriah juga ya Put? gk nyangka gue kalau Rangga nyiapkan semua ini indah banget, cafe disulap jadi seperti ini.'' ucap Windy berdecak kagum dengar dekorasi yang ada di cafe tersebut.
'' Loe benar Win, gue juga gk nyangka.'' jawab Putri sambil terus memperhatikan suasana yang juga terlihat romantis.
'' Sayang gimana kamu suka?'' ucap Rangga yang tiba-tiba saja memeluknya dari belakang.
'' Rangga aku suka sekali makasih ya?
Saat keduanya larut dalam kemesraan tiba-tiba ada suara deheman dari belakang membuat keduanya langsung melepaskan pelukan mereka setelah tau siapa yang berada dibelakang mereka.
'' Eh bang Regan.'' ucap Rangga merasa tak enak.
'' Bang dari pada abang sendirian aja mending abang temani Windy tuh sisana dia juga gk punya pasangan malam ini.'' ucap Putri.
Lagi-lagi Regan mendengus mendengar ucapan adiknya itu, tanpa bicara lagi Regan akhirnya melangkah menuju kearah Windy, sebab disana memang tak ada yang Regan kenal, ia juga belum melihat Niken datang diacara tersebut walaupun ia datang sudah pasti bersama suaminya bukan? lantas kenapa Regan harus menunggunya.
Next
__ADS_1