
Kini Mika dan juga Rayen sudah berada diruangan CEO tepatnya diruangan kerja Mika.
''Duduk Ray!" ucap nya yang diangguki oleh Rayen.
Sebentar ya, aku pesanin kopinya dulu.'' jelasnya sambil melangkah menuju meja kerjanya untuk memesan kopi melalui OB.
Sebenarnya Rayen sangat malas berada diruangan tersebut, mengingat kelakuan Mika tempo hari, tapi Rayen juga tidak bisa sembarangan bertindak sesuka hati dengannya, karna walau bagai mana pun Mika adalah klien terpenting diperusahaan nya, jadi dirinya tak bisa mengabaikannya begitu saja, sebab waktu terakhir Rayen mengambil berkas yang ditandatangani oleh Mika, wanita itu berkata pada Rayen agar bersikap baik padanya, jika kalau tidak bisa saja dengan mudah dirinya akan kembali menarik saham yamg sudah ia tanam diperusahaan mereka, sejak saat itu Rayen harus menutup matanya sebelah, dan melupakan apa yang pernah dilakukan Mika saat itu.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok-tok-tok
''Ya masuk!! tak lama deorang OB masuk sambil membawa dua cangkir kopi untuk mereka.
''Ini kopinya buk, pak, silahkan diminum.'' setelah mengatakan itu OB tersebut langsung keluar dari ruangan bos nya setelah mendapatkan ucapan terimakasih dari Rayen.
''Silahkan diminum Ray kopinya!" ucap Mika sambil ia mengambil kopi miliknya sendiri.
''Iya terimakasih.'' jawan Rayen singkat.
Entah sengaja atau tidak, saat Rayen ingin meminum kopi miliknya tiba-tiba saja Mika menyenggol tangannya hingga kopi tersebut tumpah mrngenai baju dan juga celana nya.
''Akkhhh, Rayen terpekik saat merasakan panas ditubuhnya akibat terkena tumpahan kopi tersebut.
''Oh ya ampun Ray, maaf-maaf aku benar-benar gk sengaja menyenggol mu.'' sesal Mika dengan rasa bersalah.
__ADS_1
''Biar aku bantu bersihinnya.'' sambung nya lagi sambil lebih dekat dengan Rayen ia mengambil tissu yang ada diatas meja dan langsung ikut mengelap bagian celana yang terkena tumpahan kopi, sedangkan Rayen masih sibuk mengibas-ngibaskan baju nya dari rasa panas tsrsebut hingga ia tak fokus dengan apa yang dilakukan Mika pada nya, terlihat wanita itu mengusap bagian pangkal paha Rayen dan menyenggol bagian anaconda miliknya.
Rayen tersentak saat ia merasa inti miliknya disentuh oleh Mika.
''Ugh maaf Ray, aku hanya berniat bersihin celana kamu tadi.'' ucapnya lirih, saat sadar jika Rayen menatapnya tak suka karna sudah berani menyentuh aset pribadinya. Rayen melihat mata Mika mulai berubah sayu.
''Kamu gk apa-apa Mika?'' tanya Rayen karna merasa aneh dengan wanita yang ada dihadapannya saat ini.
''I-iya aku gk apa-apa Ray, sekali lagi aku minta maaf ya? gimana kalau kamu ikut aku kekamar pribadiku? maksudku aku ada menyimpan beberapa stel pakaian disana, sebenarnya itu milik papa, waktu itu aku pernah membelikannya untuk hadiah ulang tahunnya, namun ternyata pakaiannya kekecilan, kamu taukan kalau papa agak gendut, padahalkan ukuran tubuh kalian sama hanya saja papa perutnya agak buncit, jadi karna gk muat aku simpan aja dikamar pribadiku mana tau nanti dibutuhkan, dan siapa sangka ternyata kamu yang sedang membutuhkannya saat ini.'' ucap Mika panjang lebar.
Tidak perlu Mika, saya pulang saja dulu untuk menggantinya nanti saya akan kembali lagi kesini.'' ucap Rayen
''Sebaiknya jangan Ray, lagi pula waktunya udah mepet, kamu gk akan sempat nanti, udah sebaiknya kamu terima saja tawaranku, yuk biar aku temani kamu memilih mana yang cocok untuk kamu gunakan.'' ucap Mika
''Sudahlah Ray jangan kebanyakan mikir.'' sambungnya lagi saat melihat keraguan dimata Rayen.
''Ayo Ray ikuti aku!" ucap Mika sambil melangkah menuju suatu ruangan lainnya.
Rayen melihat Mika memencet sebuah tombol yang terdapat disamping rak buku yang dipenuhi banyak map dan juga buku yang berjejer rapi. Setelah itu terlihat sebuah ruangan yang bergeser kesamping dan terlihatlah didalam nya sebuah ruangan yang cukup luas dan cukup untuk ukuran kamar.
''Ayo masuk Ray!" ajak nya sambil melangkah masuk kedalam ruangan tersebut.
Rayen meneliti ruangan tersebut, didalamnya terdapat tempat tidur lemari pakaian, meja rias, rak sepatu dan masih banyak lagi, sama halnya dengan kamar rahasia milik Rayen yang ada diruangan kantornya, hanya saja milik Mika lebih banyak barang seperti kamar seorang wanita pada umumnya.
Mika menoleh pada Rayen yang masih memperhatikan ruangannya.
__ADS_1
''Sebenarnya ini dulu ruangan papa sebelum beliau meninggal, padahal dulunya hanya ada tempat tidur dan lemari pakaian saja, jadi karna sekarang aku yang menggantikannya, jadi semua aku dekor ulang.'' jelas Mika, Rayen mengangguk paham.
''Ray, sebaiknya buka saja bajumu, oya disana ada kamar mandi dan ini pakailah handuknya!" ucap Mika sambil menyerahkan sebuah handuk berwarna putih.
''Iya terimakasih.'' ucap Rayen sambil mengambil handuk pemberian Mika, setelah nya ia langsung melangkah menuju kamar mandi tersebut. Sedangkan Mika masih memilih beberapa pakaian yang mungkin akan pas untuk Rayen coba.
Setelah menutup pintu kemar mandi Rayen langsung membuka pakaiannya dan hanya menyisakan dala*mannya saja, ia terpaksa melepas semuanya karna celana dan bajunya terkena noda, apa lagi pakaian yang ia gunakan berwarna sedikit terang, jadi tidak mungkin baginya memakai pakaian tersebut. apa lagi sebentar lagi mereka akan melakukan meeting.
Rayen membuka pintu sedikit sambil mengintip keluar, ia masih melihat Mika yang sibuk memilih pakaian untuknya.
Haaiiss, kenapa jadi Mika yang memilihkan pakaian untukku.
Gerutunya dalam hati.
''Mmm,, Mika apa pakaian yang akan saya gunakan sudah bisa saya pakai sekarang??'' tanya Rayen yang masih berada dibalik pintu, saat ini ia hanya menggunakan handuk saja, tidak mungkin baginya untuk keluar.
Mika menoleh pada Rayen ia sedikit mengerutkan dahi saat melihat Rayen bersembunyi dibalik pintu kamar mandi.
''Ray, sedang apa kamu disana? kemarilah sebentar! ini aku lagi bingung, yang mana kira-kira pakaian yang pas buat kamu, yang ini atau yang ini.'' ucapnya sambil menunjukan dua stel pakaian yang ada dikedua tangannya.
''Tolong kamu bawakan kesini, biar saya coba didalam saja.'' pinta Rayen yang masih betah pada tempatnya.
''Gk bisa Ray, aku ingin lihat kamu itu cocoknya pakai yang mana, jadi kamu aja yang kesini, lagi pula kamu kan gk lagi sedang bu*gil kan? udah cepat sini biar aku lihat pakaian mana yang cocok kamu gunakan untuk meeting nanti.'' ucap Mika sedikit memaksa.
Aku tidak menyangka ternyata Mika semenyebalkan ini.
__ADS_1
Batin Rayen, karna tak ingin berdebat dan juga terlalu lama disatu ruangan, akhirnya Rayen mengalah, ia pun langsung keluar dengan handuk yang melilit dipinggangnya untuk menghampiri Mika.
TEXT